My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 47. Berbunga bunga


__ADS_3

Tak terasa pagi pun menjelang . Dengan perlahan Cyrin membuka matanya . Ia melihat ke sekelliling ruangan karena merasa asing dengan tempatnya kini .


" Ahh iya .. semalam aku kan pingsan dan di bawa ke rumah sakit . " Batinnya .


Cyrin lantas sedikit meringis tatkala merasakan perih saat lengannya ingin Ia gerakkan .


Matanya lalu melihat ke lengan itu , sungguh Cyrin terkejut . Bukan karena adanya perban yang terlilit disana , tapi karena Ia melihat pemandangan seorang pria yang tengah tertidur dalam posisi duduk di samping bangkarnya .


Cyrin menyadari jika tangannya tak bisa Ia gerakkan karena pria itu sedang menggenggamnya erat dan menjadikan punggung tangannya bantalan bagi kepalanya .


" Jadi Mas Farrel yang menungguiku sejak semalam . Kemana Mas Bimo yah ? " Batin Cyrin bertanya tanya karena setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan Ia tak menemukan sosok lain selain Farrel .


Cyrin hendak mengambil gelas air yang biasanya  di letakkan di atas meja yang ada di samping bangkar, namun disana matanya melihat sebuah buket bunga yang berisi lima tangkai mawar merah dan ada sebuah kotak kaca yang di dalamnya berisi pajangan yang sangat indah .


Dengan susah payah Cyrin hendak meraih kotak itu namun tak bisa . Yang ada karena pergerakannya membuat Farrel terbangun  .


" Rin... kamu sudah bangun ? " Ucapnya sambil membenarkan posisi duduknya .


" Iya Mas . Maaf mengganggu tidur Mas . Kalau masih ngantuk tidur lagi aja . "


" Kamu kok udah bangun sih ? Apa ada yang sakit Rin ? " Tanya Farrel dengan waut wajah hawatir .


Cyrin menggeleng , " Aku udah baik baik aja kok . Kemarin hanya kelelahan saja . "


" Maafin aku yah Rin , kemarin saat kamu menelepon aku tak mendengar bunyi ponselku . " Sesal Farrel .


" Gak masalah Mas . Namanya musibah yah mana ada yang bisa tahu . "


" Tapi Mas, kenapa Mas sendirian ? Seingatku yang membawaku ke rumah sakit itu Byanca dan Mas Bimo . " lanjut Cyrin .


" Byanca sudah pulang karena mengantar Bimo ke apartemenmu mengambil mobilnya yang Ia tinggalkan  . Sepertinya dia ingin menemui seseorang . "


" Pasti si nenek sihir Aurora . " Ujar Cyrin .


Farrel mengedikkan bahu sambil tertawa .


" Kenapa Mas tertawa , Mas gak terima aku bilang mantan Mas itu nenek sihir ? "


" Kamu ngomong apa sih Rin , aku ketawa karena lucu lah . Lagian Mas udah jelasin sekarang hanya ada satu wanita di hati ku . " Bela Farrel .


Sontak saja wajah Cyrin merona malu .


" Oh yah sampai lupa , semalam aku rencananya mau ngasih ini ke apartemenmu . Eh malah dapat kabar kamu di rumah sakit . "


Farrel lalu memberikan kotak kaca yang berisi hiasan berbentuk bohlam lampu dan juga buket mawar .




Cyrin kembali merasa tidak asing dengan situasi ini . Kepalanya terasa sedikit sakit dan Ia pun meringis .


" Ada apa Rin ? Yang mana yang sakit ? " tanya Farrel hawatir .

__ADS_1


Cyrin hanya menggeleng .


" Gak apa apa . Aku baik baik aja . "


" Makasih yah Mas , ini indah sekali . Aku suka . " Ucap Cyrin sambil masih mengamati hadiah pemberian Farrel .


Suasana kembali hening , Farrel mengamati wajah gembira Cyrin .


Namun tiba tiba terdengar suara gemuruh dari perut wanita itu .


Cyrin sampai malu bukan main . Dengan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya , " Mas , aku lapar . Dari semalam belum makan . " Ucapnya lirih menahan malu .


Farrel sendiri berusaha untuk tidak tertawa . Dengan lembut Ia memindahkan tangan yang menutupi wajah merona Cyrin  , lalu Ia gantikan dengan kedua tangannya yang menangkup kedua pipi wanita itu .


" Tak apa , tak perlu malu . Kamu mau makan apa  ? Aku mintakan bubur ke perawat yah . "


Cyrin menggeleng , " Aku gak mau bubur dari rumah sakit . Aku maunya makan bubur hongkong , boleh gak Mas ? " Pinta Cyrin dengan manjanya .


" Oke , aku akan minta Daffin mencarikannya untuk mu . Tapi menunggu sebentar tak apa kan ? "


Cyrin mengangguk pasrah .


Setelah menghubungi Daffin , Farrel membantu Cyrin untuk ke kamar mandi .


Cyrin hendak mencuci mukanya yang sangat kusut .


Setelah itu , dengan lembut dan telaten Farrel membantu Cyrin menyisir rambutnya karena tangan kanan Cyrin masih ada jarum infusnya .


" Percaya aja sama aku . " Ujar Farrel .


Lalu cukup lama hingga akhirnya Ia berhasil menguncir rambut Cyrin . Kini Farrel menyadari jika menandatangani setumpuk berkas lebih mudah di banding menguncir rambut wanita .


" Pantas saja wanita jika bersiap sangat lama , menguncir rambut saja sesulit itu . " Ucap Farrel mengundang tawa Cyrin .


Di sela sela obrolan Farrel dan Cyrin , lalu datanglah Daffin membawa paper bag yang tak lain isinya adalah 2 mangkuk bubur hongkong pesanan Cyrin juga baju ganti untuk bos nya .


Setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan sabar Farrel menyuapi Cyrin .



" Aku makan sendiri saja Mas . " Pinta Cyrin .


" Tak apa , kamu akan sulit makan dengan tangan yang ada infusnya . "


" Tapi bagaimana dengan Mas , Nanti buburnya dingin . "


" Makanlah , tak usah pikirkan aku . Melihatmu makan dengan lahap sudah membuatku kenyang . " Ucap Farrel .


Cyrin akhirnya mengalah , dan menerima suapan demi suapan yang diberikan Farrel .


Bahkan sesekali Farrel menjahili Cyrin membuat keduanya tertawa .


Karena asiknya bercanda dan tertawa , keduanya bahkan tak menyadari jika ada dua orang yang memasuki ruang rawat Cyrin dan memperhatikan tingkah mereka .

__ADS_1


" Ekkheemmm ...... " Bimo berdeham menghentikan tawa keduanya .


Cyrin dan Farrel menoleh ke arah sumber suara bersamaan . Awalnya mereka tersenyum menyadari kehadiran Bimo . Tapi setelah melihat sosok siapa yang disamping Bimo membuat keduanya kehilangan senyum mereka .


Yah... dia Aurora . Wanita yang saat ini berstatus sebagai kekasih Bimo . Dan juga sebagai mantan kekasih Farrel dan Nino .


Keduanya mendekat ke bangkar Cyrin , " sepertinya seru sekali , kalian sedang apa ? " tanya Bimo .


" Mas Farrel sedang menyuapiku sarapan . Tapi ternyata dia sangat jahil . " Ucap Cyrin manja .


Ia sengaja ingin melihat respon Aurora . Dan benar saja , raut wajah wanita itu kini berubah tak suka .


" Kata kakakmu kamu sakit , tapi sepertinya kamu sudah sembuh. Buktinya kamu bisa tertawa tawa sekarang . " Ujar Aurora .


" Iya ... sekarang aku sudah sehat , dan semua berkat Mas Farrel yang menjagaku sepanjang malam .  " Jawab Cyrin .


Farrel hanya bisa menahan tawanya melihat sikap Cyrin . Ia yakin Cyrin sengaja bersikap seperti itu untuk membuat Aurora kesal .


" Oh iya Rel , kenalin ini Aurora kekasihku . " Ucap Bimo .


Aurora dengan santainya mengulurkan tangannya pada Farrel untuk berkenalan seakan mereka tak pernah mengenal sebelumnya .


Walaupun bingung dengan sikap Aurora , Farrel mengikuti saja permainan yang wanita itu lakukan .


Melihat itu Cyrin semakin yakin jika Aurora memiliki rencana lain saat ini . Apalagi setelah melihat tatapan kekaguman dari Aurora pada Farrel .


" Kalian tertawalah saat ini . Tunggu sampai aku bisa mendapatkanmu kembali . " Batin Aurora semakin tertantang untuk mendekati Farrel kembali .


.


.


.


.


.


.


 "Cinta itu penuh pemberian, bukan meminta untuk diberikan. Cinta itu penuh ketulusan, bukan penuh dengan paksaan."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2