
Mungkin mata masih bisa kita tutupi dari hal - hal yang tidak ingin kita lihat . Tapi tidak untuk menutupi hati dari hal- hal yang tidak ingin kau rasakan .
Cyrin berusaha menahan isakannya , untuk pertama kalinya Farrel tak ingin menatapnya .
Bahkan kini saat dirinya berada sangat dekat , pria itu malah memunggunginya .
Sangat menyakitkan ketika orang yang membuatmu merasa istimewa kemarin, ternyata membuatmu merasa sangat tidak diinginkan hari ini .
Sungguh Ia tak mengerti , mengapa Farrel bisa dengan tenangnya menghadapi ini .
Masih dalam keadaan mereka berdua tengah berbaring namun Farrel memunggungi Cyrin. Cyrin memberanikan diri mendekatkan tubuhnya pada Farrel dan memeluk pria itu dari belakang .
" Aku terlalu rindu , lama tak merasakan getaran suaramu yang selalu menghiasi hari ku , " ucapnya lirih sambil menahan isakannya .
" Aku terlalu rindu , menunggu kata dan sapa mu yang tak kunjung mendarat kau lontarkan . "
" Aku merindukan sosokmu yang nyata . Tidak ada lagi kata-kata yang dapat menyampaikan seberapa besar rasa bersalahku , seberapa besar penyesalanku ."
" Saat ini aku hanya berharap pelukan sederhana dariku dapat mengatasi semuanya . "
Setelah mengungkapkan semua isi hatinya, Cyrin terus mendekap Farrel dari belakang . Kepalanya yang biasa bersandar pada dada bidang Farrel , kini Ia sandarkan pada punggung Farrel .
Farrel bisa merasakan isakan dari wanita yang Ia cintai . Cinta memang selalu membuat seseorang menjadi bodoh , seperti Farrel yang sangat sulit menolak pada Cyrin .
Farrel akhirnya membalik tubuhnya menghadap Cyrin . Ia sandarkan kepala wanitanya ke dadanya . Ia yakin hanya dengan mendengar degup jantungnya saja , Cyrin bisa tahu betapa tersiksanya Ia menahan semua perasaan yang ingin membuncah dalam hatinya .
Farrel kecup berkali-kali puncak kepala Cyrin ,
" Tak apa jika orang mengatakan aku bodoh . Tapi bersamamu aku merasa mampu jatuh cinta berkali-kali dengan orang sama. Pelukanmu masih jadi yang paling nyaman untuk memintaku pulang. Bahkan pertengkaran yang kita alami selama ini sama sekali tak mampu membuatku untuk beranjak dari sini. " lirihnya .
" Biarkan untuk malam ini , malam ini saja aku ingin kita lupakan semuanya . Aku sungguh merindukan perasaan bahagia karena saat bersamamu . " lanjutnya .
Cyrin mengangguk , " maafkan aku . Maafkan aku . " ucapnya sambil menatap Farrel .
Farrel melihat ketulusan dan penyesalan di kedua netra indah yang kini sudah dipenuhi air mata .
Farrel menunduk , mendekatkan wajahnya .
Menyatukan kedua bibir mereka .
Cukup lama untuk sebuah kecupan.
Hingga akhirnya Farrel mulai mencecapi rasa manis yang ada dari bibir kekasihnya .
Saat ciuman keduanya terasa semakin menuntut . Satu tangan Farrel menahan tengkuk Cyrin agar tidak menjauh .
Terdengar suara lenguhan dari bibir Cyrin .
Posisi keduanya yang sudah berada tepat di atas tempat tidur seperti mendukung Farrel untuk berbuat lebih jauh .
Akhirnya , ciumannya bisa beralir ke leher Cyrin saat Farrel berhasil mengunci tubuh Cyrin dibawahnya .
Farrel berhenti . Ia menyatukan kening keduanya .
"Lebih baik kita istirahat . Tidurlah . " Ucap Farrel yang kembali memposisika dirinya ketempatnya semula .
Ia dekap Cyrin , kehangatan yang Ia rasa sungguh tidak ingin Ia bagi .
Malam ini keduanya memilih untuk menyalurkan dulu perasaannya tanpa ingin memikirkan hal lain dulu .
Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari udara dingin.
__ADS_1
Cyrin rasanya enggan membuka kedua matanya Berada dalam dekapan Farrel berharap menjadi tempat ternyamannya , rasanya Ia tak ingin beranjak dari sana .
Tapi jika memikirkan akan melewatkan pagi yang Indah seketika membuat Cyrin semangat membuka matanya .
Cyrin menatap wajah tampan Farrel yang berada tepat di hadapan wajahnya .
Kedua sudut bibirnya bahkan tertarik membentuk sebuah senyuman tanpa bisa Ia cegah .
Cup .
Sebuah kecupan mendarat di bibirnya .
" Selamat pagi , sudah puas memandangiku hemmm ? " tanya Farrel dengan suara seraknya.
Cyrin sungguh malu .
Cup .
Farrel mendaratkan satu kecupan lagi .
" Silahkan mengelak , dan aku tak akan berhenti menciummu ," peringatnya .
" Baiklah aku menyerah Mas ,aku mengakui aku memang memandangi wajah tampan kekasihku ini . "
Cup .
Kini gantian Cyrin yang mengecup bibir Farrel , tapi setelah mengecup dengan lincahnya Ia berlari ke kamar mandi .
Farrel menggeleng , " bagaimana aku bisa marah padanya jika dia bisa sangat menyedihkan dan juga sangat menggemaskan seperti sekarang . "
Farrel terpaksa hsrus menggunakan kamar mandi yang ada di kamar lain .
__ADS_1
Cyrin dan Farrel selesai bersiap bersamaan . Keduanya berjalan turun menuju meja makan dengan Cyrin yang menggandeng lengan Farrel .
" Pagi Pa , pagi Ma , " sapa Cyrin pada kedua orang tua Farrel .
" Loh Cyrin , semalam jadinya kamu nginap disini ? " tanya Mama .
" Iya Ma , semalam ngobrolnya kelamaan . " Jawabnya asal .
Mama dan Papa menatap penuh curiga pada Farrel , " kamu gak ngapa ngapain Cyrin kan ? "
" Ya gak lah Ma . Cuma tidur aja kok . Tanya aja orangnya langsung , " ucap Farrel membela diri .
" Iya kan Rin , semalam kita gak macam - macam ? " tanya Farrel .
Wajah Cyrin merona , tapi Ia tetap mengangguk juga membenarkan ucapan Farrel .
" Sudah... sudah ... ayo kita sarapan sekarang saja , " ucap Papa Jatmika menengahi .
Cyrin dengan telaten menyiapkan makanan di piring Farrel lebih dulu lalu mengambil untuknya.
" Apa rencana kalian sertelah ini ? " tanya Papa Jatmika .
" Kami belum membahasnya Pa . Nanti jika sudah , pasti kami akan beritahu , " jawab Farrel.
Sebenarnya ada sedikit kekecewaan di hati Cyrin saat mendengar jawaban Farrel .
Pasalnya dari jawaban Farrel jelas sekali jika Farrel masih butuh keyakainan lagi akan hubungan mereka .
Setelah sarapan pagi bersama , Farrel mengajak Cyrin menuju ke halaman belakang rumah .
Sungguh Cyrin tak menyangka jika Farrel membuatkannya sebuah rumah kaca sederhana untuk bunga-buga fresia putih yang dulu Ia tanam .
" nanti disini akan sangat indah kalau bunganya sudah mulai bermekaran . " Ucap Cyrin .
" Rin....kamu ingat gak kapan pertama kali kita bertemu ? " tanya Farrel .
" Hemm.. waktu di SMA kan ? " jawabnya ragu .
Farrel tersenyum dan menggeleng .
" Rin , mau tau sebuah cerita gak ? Pengalaman ku dulu waktu pindah ke Solo .
Cyrin mengangguk antusias , lalu mulailah Farrel menceritakan kisahnya . Dia , cinta pertamanya dan bunga Fresia .
.
.
.
.
" Ketika kamu merasa ingin menyerah, ingat mengapa kamu bertahan begitu lama sejak awal"
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue