My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 108 . Kisah lama


__ADS_3

Mungkin mata masih bisa kita tutupi dari hal - hal yang tidak ingin kita lihat . Tapi tidak untuk menutupi hati dari hal- hal  yang tidak ingin kau rasakan .


Cyrin berusaha menahan isakannya , untuk pertama kalinya Farrel tak ingin menatapnya .


Bahkan kini saat dirinya berada sangat dekat , pria itu malah memunggunginya .


Sangat menyakitkan ketika orang yang membuatmu merasa istimewa kemarin, ternyata membuatmu merasa sangat tidak diinginkan hari ini .


Sungguh Ia tak mengerti , mengapa Farrel bisa dengan tenangnya menghadapi ini .


Masih dalam keadaan mereka berdua tengah berbaring namun Farrel  memunggungi Cyrin. Cyrin memberanikan diri mendekatkan tubuhnya pada Farrel dan memeluk pria itu dari belakang .


" Aku terlalu rindu , lama tak merasakan getaran suaramu yang selalu menghiasi hari ku , " ucapnya lirih sambil menahan isakannya .


" Aku terlalu rindu , menunggu kata dan sapa mu yang tak kunjung mendarat kau lontarkan . "


" Aku merindukan sosokmu yang nyata . Tidak ada lagi kata-kata yang dapat menyampaikan seberapa besar rasa bersalahku , seberapa besar penyesalanku ."


" Saat ini aku hanya berharap pelukan sederhana dariku dapat mengatasi semuanya . "


Setelah mengungkapkan semua isi hatinya, Cyrin terus mendekap Farrel dari belakang . Kepalanya yang biasa bersandar pada dada bidang Farrel , kini  Ia sandarkan pada punggung Farrel .


Farrel bisa merasakan isakan dari wanita yang Ia cintai . Cinta memang selalu membuat seseorang menjadi bodoh , seperti Farrel yang sangat sulit menolak pada Cyrin .


Farrel akhirnya membalik tubuhnya menghadap Cyrin . Ia sandarkan kepala wanitanya ke dadanya . Ia yakin hanya dengan mendengar degup jantungnya saja , Cyrin bisa tahu betapa tersiksanya Ia menahan semua perasaan yang ingin membuncah dalam hatinya .


Farrel kecup  berkali-kali puncak kepala Cyrin ,


" Tak apa jika orang mengatakan aku bodoh . Tapi bersamamu aku merasa mampu jatuh cinta berkali-kali dengan orang sama. Pelukanmu masih jadi yang paling nyaman untuk memintaku pulang. Bahkan pertengkaran yang kita alami selama ini sama sekali tak mampu membuatku untuk beranjak dari sini. " lirihnya .


" Biarkan untuk malam ini , malam ini saja aku ingin kita lupakan semuanya . Aku sungguh merindukan perasaan bahagia karena saat bersamamu . " lanjutnya .


Cyrin mengangguk , " maafkan aku . Maafkan aku . " ucapnya sambil menatap Farrel .


Farrel melihat ketulusan dan penyesalan di kedua netra indah yang kini sudah dipenuhi air mata .


Farrel menunduk , mendekatkan wajahnya .


Menyatukan kedua bibir mereka .


Cukup lama untuk sebuah kecupan.


Hingga akhirnya Farrel mulai mencecapi rasa manis yang ada dari bibir kekasihnya .


Saat ciuman keduanya terasa semakin menuntut . Satu tangan Farrel menahan tengkuk Cyrin agar tidak menjauh  .


Terdengar suara lenguhan dari bibir Cyrin .


Posisi keduanya yang sudah berada tepat di atas tempat tidur seperti mendukung Farrel untuk berbuat lebih jauh .


Akhirnya , ciumannya bisa beralir ke leher Cyrin saat Farrel berhasil mengunci  tubuh Cyrin dibawahnya .


Farrel berhenti . Ia menyatukan  kening keduanya .


"Lebih  baik kita istirahat . Tidurlah . " Ucap  Farrel yang kembali memposisika dirinya ketempatnya semula .


Ia dekap Cyrin  , kehangatan  yang Ia rasa sungguh tidak ingin Ia bagi .


Malam ini keduanya memilih untuk menyalurkan dulu perasaannya tanpa ingin memikirkan hal lain dulu .



Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari udara dingin.

__ADS_1



Cyrin rasanya enggan membuka kedua matanya Berada dalam dekapan Farrel berharap menjadi tempat ternyamannya , rasanya Ia tak ingin beranjak dari sana .



Tapi jika memikirkan akan melewatkan pagi yang  Indah  seketika membuat Cyrin semangat membuka matanya .



Cyrin menatap wajah tampan Farrel yang berada tepat di hadapan wajahnya .



Kedua sudut bibirnya bahkan tertarik membentuk sebuah senyuman tanpa bisa Ia cegah .



Cup .



Sebuah kecupan mendarat di bibirnya .



" Selamat pagi , sudah puas memandangiku hemmm ? "  tanya Farrel dengan suara seraknya.



Cyrin sungguh malu .




Cup .



Farrel mendaratkan satu kecupan lagi .


" Silahkan mengelak , dan aku tak akan berhenti menciummu ," peringatnya .



" Baiklah aku menyerah Mas ,aku mengakui aku memang memandangi wajah tampan kekasihku ini . "



Cup .



Kini gantian Cyrin yang mengecup bibir Farrel , tapi setelah mengecup dengan lincahnya Ia berlari ke kamar mandi .



Farrel menggeleng , " bagaimana aku bisa marah padanya jika dia bisa sangat menyedihkan dan juga sangat menggemaskan seperti sekarang . "


Farrel terpaksa hsrus menggunakan kamar mandi yang ada di kamar lain .


__ADS_1


Cyrin dan Farrel selesai bersiap bersamaan .  Keduanya berjalan turun menuju meja makan dengan Cyrin yang menggandeng lengan Farrel .


" Pagi Pa , pagi Ma , " sapa Cyrin pada kedua orang tua Farrel .


" Loh Cyrin , semalam jadinya kamu nginap disini ? " tanya Mama .


" Iya Ma , semalam ngobrolnya kelamaan . " Jawabnya asal .


Mama dan Papa menatap penuh curiga  pada Farrel  , " kamu gak ngapa ngapain Cyrin kan ? "


" Ya gak lah Ma . Cuma tidur aja kok . Tanya aja orangnya langsung , " ucap Farrel membela diri .


" Iya kan Rin , semalam kita gak macam - macam ? " tanya Farrel .


Wajah Cyrin merona , tapi Ia tetap mengangguk juga membenarkan ucapan Farrel .


" Sudah... sudah ... ayo kita sarapan sekarang saja , " ucap Papa Jatmika menengahi .


Cyrin dengan telaten menyiapkan makanan di piring Farrel lebih dulu lalu mengambil untuknya.


" Apa rencana kalian sertelah ini ? " tanya Papa Jatmika .


" Kami belum membahasnya Pa . Nanti jika sudah , pasti kami akan beritahu , " jawab Farrel.


Sebenarnya ada sedikit kekecewaan di hati Cyrin saat mendengar jawaban Farrel .


Pasalnya dari jawaban Farrel jelas sekali jika Farrel masih butuh keyakainan lagi akan hubungan mereka .


Setelah sarapan pagi bersama , Farrel mengajak Cyrin menuju ke halaman belakang rumah .


Sungguh Cyrin tak menyangka jika Farrel membuatkannya sebuah rumah kaca sederhana untuk bunga-buga fresia putih yang dulu Ia tanam .



" nanti disini akan sangat indah kalau bunganya sudah mulai bermekaran . " Ucap Cyrin .


" Rin....kamu ingat gak kapan pertama kali kita bertemu  ? " tanya Farrel .


" Hemm.. waktu di SMA kan  ? "  jawabnya ragu .


Farrel tersenyum dan menggeleng .


" Rin  , mau tau sebuah cerita gak ? Pengalaman ku dulu waktu pindah ke Solo .


Cyrin mengangguk antusias , lalu mulailah Farrel menceritakan kisahnya . Dia , cinta pertamanya dan bunga Fresia  .


.


.


.


.


" Ketika kamu merasa ingin menyerah, ingat mengapa kamu bertahan begitu lama sejak awal"


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2