My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 72 . Terbongkar


__ADS_3

Saat Farrel keluar dari toilet , Aurora segera mencegahnya .


" Kita harus bicara . " Ujar Aurora .


Farrel berdecih . " Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi . "


Farrel sudah akan meninggalkan Aurora , namun wanita itu memeluk lengan Farrel .


Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap kepada Aurora dan Farrel dengan penuh tanda tanya apa yang terjadi antara kedua orang itu  .


" Lepaskan . " Farrel menepis tangan Aurora .


"  Aku tidak mau calon istriku sampai salah paham . Dan harusnya kamu sadar kamu itu kekasih Bimo , sahabat juga kakak dari calon istriku  . "  ujar Farrel menahan emosinya .


" Farrel , sayang , ku mohon minta aku untuk kembali padamu sekarang dan aku akan langsung meninggalkan Bimo . Aku tahu kamu masih mencintaiku , kenangan tentang kita tidak akan mudah kamu lupakan . " ujar Aurora .


Wanita itu bahkan dengan berani berusaha meraih wajah Farrel agar mau menatapnya .


" Ya , kenangan kita memang tidak aku lupakan . Apalagi bagaimana kamu menghianatiku dengan pria lain . " balas Farrel .


Farrel sudah akan pergi saat Bimo berjalan dengan langkah lebar dan cepat kearah mereka.


" Katakan apa yang ku dengar barusan itu tidak benar ? " tanya Bimo . Ada penekanan di setiap kata yang dia ucapkan .


" Bim ... aku akan jelaskan semuanya . Memang benar dulu kami pernah punya hubungan di masa lalu . Tapi sudah lama berlalu . " jelas Farrel .


" Tapi kenapa kamu tidak pernah jujur ? Bahkan kalian berpura pura di hadapanku ? Untuk apa ?"


Bimo kecewa  .


" Bim ... oke aku salah karena tidak memberitahumu lebih awal . Ku pikir itu tidak penting , semua bagiku hanyalah masa lalu . " jelas Farrel .


Cyrin mencari Farrel karena wawancara akan segera dimulai .


Ia mendekati tiga orang yang sepertinya membahas hal penting .


" Mas , " panggilnya .


Semuanya berbalik menatap Cyrin .


" Ada apa ini ? Mengapa berkumpul disini ? "


Tanya Cyrin .


" Rin , apa kamu juga tahu kalau mereka berdua punya masa lalu ? " tanya Bimo .


Cyrin menatap Farrel , dan melihat Farrel mengangguk .


" Iya Mas . " jawabnya .


" Lalu kamu tidak pernah memberitahu Mas ? "


" Ku pikir semuanya masa lalu . Farrel sekarang juga tidak ada hubungan apa apa dengannya . " ujar Cyrin .


" Memangnya kamu tahu apa yang mereka bicarakan barusan ? Aurora baru saja meminta Farrel kembali padanya . " ujar Bimo .


Mata Cyrin membelalak .


Farrel menggeleng . " Tapi aku tidak sayang . Kamu percayakan ? "


" Dasar memang Aurora yang tidak tahu diri . " ujar Cyrin .


" Apa katamu ? Hei jaga ucapanmu yah . Kamu pikir siapa kamu pantas bersama Farrel ? " tantang Aurora .


Cyrin melayangkan satu tamparan di pipi Aurora .


" Brengs*k . " umpat Aurora .


Aurora hendak membalas Cyrin tapi segera di halau oleh Farrel .  Farrel juga membawa Cyrin dalam dekapannya .


" Bagus jika Mas tahu sekarang . Wanita ini memang tidak pantas untuk Mas Bimo . Mending kamu pergi dari sini sebelum sugar daddy mu mencari . " Sindir  Cyrin .


Bimo semakin terkejut dengan ucapan adiknya barusan  . Sejauh apa Cyrin dan Farrel mengenal Aurora dibanding dirinya .


" Aurora , hubungan kita berakhir sekarang .  Tolong jangan muncul lagi di hadapanku . " Ujar Bimo .


" Dan kalian berdua . Aku kecewa kalian menyembunyikan hal seperti ini dariku . "


Setelah mengatakan itu , Bimo segera pergi .


Aurora masih berusaha mengejar Bimo .


Cyrin yang ingin mengejar Bimo di tahan oleh Farrel , " Dia perlu waktu untuk sendiri . "


Malam itu Cyrin dan Farrel harus melakukan wawancara dengan pikiran yang berkecamuk .




Bimo melajukan mobilnya menuju jalan yang dekat dengan rel kereta api .


Ini sudah jadi kebiasaanya saat banyak pikiran .


Suara bising bisa mengalihkan sedikit pikirannya yang kacau .


__ADS_1


" Mengapa aku begitu bodoh sampai tidak sadar dengan semua sikap aneh Aurora ? " gumamnya.



" Apa aku begitu kekurangan cinta , sampai bisa dibodohi seperti ini ? "



Bimo juga tak habis pikir dengan Farrel dan Cyrin . Harusnya keduanya sudah jujur dari awal hingga dia tidak harus terlibat lebih jauh dengan Aurora .



Di tengah tengah lamunannya . Dari kejauhan dia melihat seorang wanita yang tak asing sepertinya sedang mencari sesuatu .



Bimo melajukan mobilnya menghampiri wanita itu,



" Byanca ... " panggilnya dari dalam mobil dengan membuka kaca .



Byanca yang merasa namanya di panggil sedikit menunduk melihat siapa pria di dalam mobil .



" Mas Bimo ? "



Bimo turun dari mobilnya dan menghampiri Byanca .



" By... ngapain kamu malam malam disini ? Bukannya kamu di Jakarta ? " tanya Bimo .



" Aku nyampe pagi tadi . Tadi subuh mamaku harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. " jelas Byanca .



" Apa ? Tapi malamnya kami sempat kerumahmu , tapi tante baik baik aja . " ujar Bimo .



" Terjadi tiba tiba . Aku juga dikabarin  subuh , paginya langsung berangkat ke sini . "




" Aku janjian dengan seseorang tapi sepertinya dia tidak datang . Aku sedang menunggu taksi untuk kembali ke rumah sakit . " jawab Byanca .



" Naiklah , akan ku antar . "



Byanca tidak menjawab ataupun bergeming .



Bimo menarik tangan Byanca dan menuntunnya masuk kedalam mobil .



" Kenapa Mas Bimo ada disini  ? Bukannya hari ini acara perusahaan Mas ? "


Byanca bertanya untuk mengakhiri keheningan selama perjalanan .



" Acaranya sudah selesai . "  jawab Bimo singkat lalu kembali diam .



Kini mobil Bimo sudah terparkir sempurna di parkiran basement rumah sakit   .



" Mas ... apa mas sedang ada masalah ? "


Byanca akhirnya memberanikan diri untuk bertanya .



Bimo menggeleng .



" Syukurlah . Aku turun yah Mas , terimakasih tumpangannya . "


__ADS_1


Byanca sudah membuka pintu mobil tapi Bimo tiba tiba menarik tangannya .



" By ... bisa temani aku sebentar di sini ? " pinta Bimo .



Byanca menghela napasnya , lalu kembali menutup pintu mobil .



Beberapa menit Bimo masih diam .



" Mas , apa Mas Bimo hanya akan diam ? Jika tidak ingin menceritakan masalah Mas , setidaknya kita bisa mengobrol hal lain . " ujar Byanca .



" Maaf By .  Maaf . Aku lagi memikirkan banyak hal sekarang . Tapi aku juga tidak ingin sendiri "



" By ... aku baru tahu jika ternyata kekasihku tidak sebaik yang kupikirkan . Yang makin membuatku kecewa karena ternyata Farrel dan Cyrin juga tahu hal itu . " ujar Bimo .



" Mereka semua tidak jujur   , dan membuatku merasa jadi orang bodoh selama ini . "


Bimo menertawakan dirinya sendiri .



" Ohh ..  jadi akhirnya Mas tahu . " gumam Byanca .



" Kamu juga tahu By ? " 


Bimo makin merasa jadi orang paling bodoh saat Byanca hanya diam .



" Mas , bukannya Cyrin sudah berkali kali ngomong kalau dia tidak setuju dengan hubungan Mas sama wanita itu . Dan bukannya Mas sendiri yang tidak percaya .  Setahuku Kak Farrel dan Cyrin ingin mencari bukti sebelum bicara lagi pada Mas Bimo . " ujar Byanca .



" Ku pikir Kak Farrel tidak jujur mungkin karena menghargai pilihan Mas . " lanjut Byanca .



Byanca menjeda ucapannya .


" Yang perlu Mas tahu , Farrel dan Cyrin tidak mungkin memiliki niat jahat . Mereka pasti punya alasan . Bicaralah pada mereka . "



Bimo diam mendengarkan ucapan Byanca .


Sebenarnya hal itu sama seperti yang dia pikirkan .



Dia hanya sedang egois , ingin mencari alasan agar dia tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena sudah berhasil dibutakan cinta .



Bimo memandangi Byanca yang berjalan menjauh hingga bayangan wanita itu tak terlihat lagi di balik pintu rumah sakit .



" Mengapa di saat seperti ini aku malah bertemu dengannya ? " batin Bimo .



.


.


.


.


.


" *Lebih baik meninggalkan aku, daripada mendapatkan cinta yang palsu*.”


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2