My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 93 . Antara senjata dan gua


__ADS_3

Perjalanan udara menuju Surabaya sudah dimulai sejak pesawat lepas landas dari bandara Soekarno Hatta Jakarta .


Karena keberangkatan mereka mendadak , Farrel harus terima jika keberangkatan mereka harus menggunakan pesawat komersil .


Penerbangan dengan jet pribadi milik perusahaannya membutuhkan waktu untuk mengurus beberapa hal seperti izin terbang juga pengecekan kesiapan pesawat .


Jadilah selama 1 jam 30 menit Farrel harus rela bergabung dengan 9 penumpang lain di kelas bisnis selain mereka bertiga .


" Kenapa lagi ? " tanya Cyrin saat genggaman Farrel menekan jarinya .


" Hadap sana aja Yang . " Ujar Farrel sambil menolehkan kepala Cyrin menghadap ke sisi kiri.


" Ihh ... Mas mulai aneh deh . "


" Kamu mau nurut atau mau lihat aku nonjok orang di atas pesawat Yang ? Pilih aja . " Ancam Farrel .


Malas berdebat Cyrin mengikuti saja perintah Farrel .


" Mas kamu gak usah cemburuan gitu . Bagaimana kalau kita di kelas ekonomi , ada  149 penumpang selain kita bertiga . Bisa-bisa saking cemburunya kamu maksa aku untuk terjun darurat . "


Cyrin mengatakan hayalannya sambil bergidik ngeri sendiri .


Farrel menertawai Cyrin yang terjebak ucapannya sendiri .


" Makanya nanti kalau kita honeymoon , kamu gak boleh nolak pakai jet pribadi aja . Keluar negeri butuh berjam jam , aku gak akan sanggup . " Ujar Farrel .


Suasana hening beberapa saat . Cyrin pikir Farrel sudah berhenti dengan pemikiran anehnya .


" Yang , aku udah bayangin yah .... , " ucapan  Farrel terjeda sesaat .


Cyrin menduga akan ada ide luar biasa aneh yang sebentar lagi dilontarkan tunangannya .


" Bagaimana nanti serunya kita di jet pribadi , kita bisa coba  yang iya iya di atas pesawat . "


Bisik Farrel melanjutkan ucapannya yang terjeda.


Dan dugaan Cyrin benar . Ide Farrel bukan lagi luar biasa tapi liar biasa . 


Cyrin memejamkan matanya berpura-pura tidur , tidak ingin menanggapi ucapan Farrel .


" Yang , berhenti berpura-pura . Buka matamu atau aku cium , " tegur Farrel .


Mata Cyrin langsung terbuka , sungguh mendekati tanggal pernikahan tingkat kemesuman tunangannya sudah mencapai di liar batas . ( Canda liar 🤣 )




Menit demi menit berlalu , hingga kini mereka sudah tiba di JM Mall Surabaya .



Sama seperti pusat perbelanjaan pada umumnya , JM Mall sudah mulai dipadati pengunjung yang mulai berdatangan .



Walau hanya sekali berkunjung kemari , Cyrin sudah hapal di mana letak lift yang menuju ke kantor di lantai 8 .



Bersama dengan dua orang manager mall , ketiganya  dibawa menuju lantai 10 .



" Mas , bukannya kantor ada di lantai 8 ? " tanya Cyrin dengan berbisik pada Farrel .



" Iya . Tapi  acaranya dilangsungkan di lt. 10 , di rooftop . "



" Aku baru tahu kalau di sini ada rooftopnya . " Gumam Cyrin .



" Makanya berhentilah bekerja  dan mulai cari tahu apa apa saja bisnis calon suamimu . " Seru Farrel berkomentar menanggapi ucapan Cyrin .



Ting.... lift terbuka dan mereka tiba di lantai teratas gedung JM Mall .



Cyrin kagum melihat desain rooftop gedung ini . Sangat hijau karena banyak tanaman  yang terawat bahkan ada meja dan kursi seperti di cafe  , mungkin untuk karyawan yang ingin bersantai saat jam istirahat .



Karyawan yang hadir lebih banyak dari biasanya karena masing masing membawa keluarganya .



Farrel membuka acara family gathering tahun ini dengan memperkenalkan Cyrin .



" Mungkin ini pertama kalinya saya hadir saat family gathering . Alasannya karena dulu saya merasa tidak pantas karena saya masih sendiri ."


Ujar Farrel saat tengah memberi kata sambutan untuk membuka acara.



" Tapi kali ini saya dengan bangga datang kemari untuk mendukung kegiatan tahunan kalian . Itu semua karena sebentar lagi saya juga akan memiliki keluarga saya sendiri . "



" Perkenalkan tunangan saya , Cyrinda . "


Farrel menyebut nama Cyrin dengan sangat lembut disertai tatapan yang hangat dan penuh cinta .



Banyak karyawan wanita yang terpesona walaupun mereka tahu jika tatapan cinta itu bukan untuknya .



Sedang Cyrin yang ditatap seperti itu menjadi malu . Sungguh Ia tak suka menjadi pusat perhatian .


" Awas saja kamu Mas , udah dibilangin gak usah lebay ," gerutu Cyrin dalam hati .


__ADS_1


Setelah Farrel resmi membuka acara , berbagai lomba antar karyawan dimulai .



Cyrin sangat antusias saat menyaksikan satu per satu lomba . Tawanya seperti tak ada habisnya karena lomba yang diadakan sangat lucu .



Misalnya lomba memindahkan tepung . Peserta harus memindahkan tepung dari wadahnya ke wadah milik rekannya . Cyrin tak henti tertawa saat peserta yang menerima tak bisa menghindar dari tumpahan tepung .



" Kamu senang ? " tanya Farrel .



Cyrin mengangguk .


" Sepertinya kedatanganku kali ini kemari tidak sia sia ," jawabnya .



Farrel membalas dengan senyuman penuh arti . Sebenarnya acara ini hanyalah pengalihan yang Ia gunakan .


Farrel sudah menduga jika berita mengenai Aurora dan Pratama hari ini akan tayang .



Sesuai rencana , berita itu kini menjadi hot topic yang diperbincangkan di semua stasiun TV maupun media online . Farrel tak ingin Cyrin mendengar berita itu . Melihat sikap Cyrin yang selalu ingin tahu , Farrel hawatir wanitanya itu tahu jika dialah dalang dibalik berita menggemparkan ini .



Farrel melihat Cyrin kini sedang bermain balon bersama dengan putra putri dari karyawannya .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1641188580455.jpg)



Saatnya kini Ia memeriksa berita . Betapa terkejutnya ketika melihat headline topik yang menduduki peringkat nomor satu pencarian hari ini .



Farrel membuka satu artikel teratas dan mulai membaca isi yang diberitakan  .



" *Perselingkuhan pengusaha managemen artis inisial PT  bersama artisnya inisial AC terungkap saat polisi melakukan penggrebekan di apartemen AC . Penggerebekan dilakukan atas laporan dari istri sah PT , inisal R* . "



" *PT dan AC saat itu juga diringkus dan diamankan ke kantor polisi . Karena saat penggerebekan , keduanya didapati baru saja melakukan hubungan suami istri . Fakta yang mengejutkan di lapangan , PT ternyata menderita penyakit penyimpangan yaitu sadisme . Hal itu juga dibuktikan saat penangkapan AC ditemukan dalam kondisi wajah dan tubuh lebam dan penuh luka . Serta kondisi alat vital yang mengenaskan* . "



" *Tuntutan AC mengenai kekerasan PT padanya ditolak karena terbukti dengan surat pemeriksaan dari dokter jika tindakan PT memang suatu penyakit . Juga menurut PT , jika saat berhubungan AC juga telah menyetujuinya* .


*Hal itu diperkuat dengan ungkapan R , istri sah PT jika perselingkuhan mereka sudah berlangsung bertahun-tahun . Sejak PT membawa AC kembali dari luar negeri dan menjadikannya artis naungan perusahaannya* . "




Setelah membaca artikel tersebut perhatian Farrel beralih pada Daffin .



" Fin, apa ini kejutan yang kamu maksud? " tanyanya sambil memberikan Macbook pada Daffin .



Sepintas Daffin membaca artikel yang ditunjukkan bosnya .



" Iya Pak . Dan berita ini semua benar tanpa rekayasa . Saya sendiri tak sanggup saat melihat kondiri Aurora saat diciduk . "


Daffin bergidik ngeri mengingat kejadian kemarin .



" Memangnya dia kenapa ? apa luka di tubuhnya sangat parah ? " tanya Farrel penasaran .



Daffin mengangguk .


" Bukan itu saja Pak . Tapi ....  " Daffin menjeda ucapannya .



" Tapi apa ? " Farrel makin penasaran .



" Yakin Pak bos mau tahu ? Saya aja ngeri kalau ingat hal itu lagi . "



Farrel menatap tajam Daffin . Beraninya Daffin membuatnya penasaran bahkan meremehkannya .


" Cepat ceritakan ! " bentaknya .



" Iya , iya Pak . " Balas Daffin .



" Pratama ternyata mengidap sadisme . Saat diciduk , wajah dan tubuh Aurora merah . Mungkin karena tamparan . Kata petugas dari bekasnya pukulannya seperti itu adalah ikat pinggang . " Jelas Daffin .



" Yang paling parah diduga pada bagian gua-nya Pratama baru saja memasukkan 3 senjata tiruan yang ukurannya lumayan besar . "



" Petugas yang menemukannya pertama kali melaporkan jika guanya nyaris hancur . Terjadi banjir bandang disekitaran gua . Dua senjata tiruan ditemukan di dekat gua , satunya lagi di temukan dalam genggaman pemilik gua . "


__ADS_1


Farrel sangat fokus mendengar cerita Daffin . Daffin menggunakan kalimat isyarat lagi yang tetap saja aneh , agar orang orang disekitar tidak mengetahui pembicaraan mereka .



" Apa kemarin kamu juga memeriksa langsung keadaan guanya ? Setahuku satu saja senjata sangat susah untuk memasukkannya . Bagaimana jika langsung tiga . " Ujar Farrel .



Walaupun tak ingin , tapi pikirannya kini tidak bisa Ia cegah untuk tidak membayangkan keadaan gua naas itu .



" Mana berani saya Pak lihat gua . Gua yang masih bagus aja saya gak berani kalau belum hak milik . Apalagi gua yang sudah porak poranda diserang senjata dan banjir bandang . Saya takut trauma Pak , masa depan saya terancam kalau sampai trauma sama gua . " balas Daffin .



Bos dan asisten itu memang pasangan yang serasi . Walaupun keduanya memiliki paras rupawan , tapi tidak membuat mereka mau terjerumus ke hal hal negatif . Hal itu juga alasan Farrel ingin cepat menikahi Cyrin . Semakin hari , godaan itu semakin sulit Ia lawan.



Farrel dan Daffin masih diam , mereka masih dengan pikirannya masing-masing . Bahkan tak menyadari jika Cyrin sudah berdiri dibelakangnya sejak keduanya baru saja membahas soal gua .



" Daerah mana yang terkena banjir bandang Fin ? " tanya Cyrin tiba-tiba .



" Astaga ."  Ujar Farrel dan Daffin  bersamaan .



" Yang , kenapa ngagetin sih ," gerutu Farrel .



" Ih kok Mas marah , aku cuma nanya daerah mana yang terkena banjir bandang ? Padahal sekarangkan musim kemarau . " Balas Cyrin .



" Gak marah sayang , aku hanya kaget aja . "


Farrel segera melembutkan ucapannya sebelum nyonya ngambek .



" Kalian berdua lagi bahas apaan sih ? Masa ada banjir bandang di musim kemarau , yang ada itu kekeringan . "  Ujar Cyrin yang duduk di pangkuan Farrel karena tidak ada lagi kursi kosong yang tersisa untuknya .



"  Dan soal serangan senjata ke gua , memangnya ada apaan di dalam sana ? Kurang kerjaan banget nyerang gua , ketemu Wiro Sableng baru tahu rasa mereka . "



Komentar absurd Cyrin membuat Daffin semakin frustasi . Pasalnya kalimat isyaratnya ditanggapi dengan lebih aneh lagi oleh calon istri bosnya .



" Ka.. kami lagi bahas berita , beritanya anehkan . Aku juga mikirnya sama . Zaman sekarang ada-ada aja yang bisa dijadiin bahan berita . " Ujar Farrel .



" Kamu udah selesai mainnya  ? " tanyanya kemudian mengalihkan pembicaraan .



" Udah ," jawabnya singkat .



Cyrin mendekatkan wajahnya pada wajah Farrel. Posisinya Cyrin yang berada di pangkuannya , ditambah hembusan nafas Cyrin yang menggelitik tengkuknya membuat senjatanya sontak meronta ronta ingin menyerang .



Cyrin mendekatkan bibirnya ke telinga Farrel .


" Mas aku lapar , alarm perutku sudah bunyi sejak tadi . " Bisik Cyrin .



Seketika Farrel seperti terjatuh dari rootop ini . Ternyata dugaannya salah , Ia pikir Cyrin akan menciumnya .



" La.. par ? Ya udah ayo ke restauran di Mall bawah aja yah ." Putus Farrel .



Cyrin beranjak dari pangkuan Farrel , mengambil tasnya di meja . Ia bersemangat untuk segera makan karena sudah sangat lapar .



Sedang Farrel kini lemas karena dugaannya salah .


" Kamu sebaiknya berhenti bersiap menyerang . Gua yang jadi targetmu ternyata hanya PHP . " Batin Farrel seolah sedang menasehati senjata miliknya .



.


.


.


.


.


" *Cinta adalah caraku bercerita tentang dirimu, caraku menatap kepergianmu, caraku tersenyum, saat memandang indah wajahmu*. "


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2