
Perjalanan udara menuju Surabaya sudah dimulai sejak pesawat lepas landas dari bandara Soekarno Hatta Jakarta .
Karena keberangkatan mereka mendadak , Farrel harus terima jika keberangkatan mereka harus menggunakan pesawat komersil .
Penerbangan dengan jet pribadi milik perusahaannya membutuhkan waktu untuk mengurus beberapa hal seperti izin terbang juga pengecekan kesiapan pesawat .
Jadilah selama 1 jam 30 menit Farrel harus rela bergabung dengan 9 penumpang lain di kelas bisnis selain mereka bertiga .
" Kenapa lagi ? " tanya Cyrin saat genggaman Farrel menekan jarinya .
" Hadap sana aja Yang . " Ujar Farrel sambil menolehkan kepala Cyrin menghadap ke sisi kiri.
" Ihh ... Mas mulai aneh deh . "
" Kamu mau nurut atau mau lihat aku nonjok orang di atas pesawat Yang ? Pilih aja . " Ancam Farrel .
Malas berdebat Cyrin mengikuti saja perintah Farrel .
" Mas kamu gak usah cemburuan gitu . Bagaimana kalau kita di kelas ekonomi , ada 149 penumpang selain kita bertiga . Bisa-bisa saking cemburunya kamu maksa aku untuk terjun darurat . "
Cyrin mengatakan hayalannya sambil bergidik ngeri sendiri .
Farrel menertawai Cyrin yang terjebak ucapannya sendiri .
" Makanya nanti kalau kita honeymoon , kamu gak boleh nolak pakai jet pribadi aja . Keluar negeri butuh berjam jam , aku gak akan sanggup . " Ujar Farrel .
Suasana hening beberapa saat . Cyrin pikir Farrel sudah berhenti dengan pemikiran anehnya .
" Yang , aku udah bayangin yah .... , " ucapan Farrel terjeda sesaat .
Cyrin menduga akan ada ide luar biasa aneh yang sebentar lagi dilontarkan tunangannya .
" Bagaimana nanti serunya kita di jet pribadi , kita bisa coba yang iya iya di atas pesawat . "
Bisik Farrel melanjutkan ucapannya yang terjeda.
Dan dugaan Cyrin benar . Ide Farrel bukan lagi luar biasa tapi liar biasa .
Cyrin memejamkan matanya berpura-pura tidur , tidak ingin menanggapi ucapan Farrel .
" Yang , berhenti berpura-pura . Buka matamu atau aku cium , " tegur Farrel .
Mata Cyrin langsung terbuka , sungguh mendekati tanggal pernikahan tingkat kemesuman tunangannya sudah mencapai di liar batas . ( Canda liar 🤣 )
Menit demi menit berlalu , hingga kini mereka sudah tiba di JM Mall Surabaya .
Sama seperti pusat perbelanjaan pada umumnya , JM Mall sudah mulai dipadati pengunjung yang mulai berdatangan .
Walau hanya sekali berkunjung kemari , Cyrin sudah hapal di mana letak lift yang menuju ke kantor di lantai 8 .
Bersama dengan dua orang manager mall , ketiganya dibawa menuju lantai 10 .
" Mas , bukannya kantor ada di lantai 8 ? " tanya Cyrin dengan berbisik pada Farrel .
" Iya . Tapi acaranya dilangsungkan di lt. 10 , di rooftop . "
" Aku baru tahu kalau di sini ada rooftopnya . " Gumam Cyrin .
" Makanya berhentilah bekerja dan mulai cari tahu apa apa saja bisnis calon suamimu . " Seru Farrel berkomentar menanggapi ucapan Cyrin .
Ting.... lift terbuka dan mereka tiba di lantai teratas gedung JM Mall .
Cyrin kagum melihat desain rooftop gedung ini . Sangat hijau karena banyak tanaman yang terawat bahkan ada meja dan kursi seperti di cafe , mungkin untuk karyawan yang ingin bersantai saat jam istirahat .
Karyawan yang hadir lebih banyak dari biasanya karena masing masing membawa keluarganya .
Farrel membuka acara family gathering tahun ini dengan memperkenalkan Cyrin .
" Mungkin ini pertama kalinya saya hadir saat family gathering . Alasannya karena dulu saya merasa tidak pantas karena saya masih sendiri ."
Ujar Farrel saat tengah memberi kata sambutan untuk membuka acara.
" Tapi kali ini saya dengan bangga datang kemari untuk mendukung kegiatan tahunan kalian . Itu semua karena sebentar lagi saya juga akan memiliki keluarga saya sendiri . "
" Perkenalkan tunangan saya , Cyrinda . "
Farrel menyebut nama Cyrin dengan sangat lembut disertai tatapan yang hangat dan penuh cinta .
Banyak karyawan wanita yang terpesona walaupun mereka tahu jika tatapan cinta itu bukan untuknya .
Sedang Cyrin yang ditatap seperti itu menjadi malu . Sungguh Ia tak suka menjadi pusat perhatian .
" Awas saja kamu Mas , udah dibilangin gak usah lebay ," gerutu Cyrin dalam hati .
__ADS_1
Setelah Farrel resmi membuka acara , berbagai lomba antar karyawan dimulai .
Cyrin sangat antusias saat menyaksikan satu per satu lomba . Tawanya seperti tak ada habisnya karena lomba yang diadakan sangat lucu .
Misalnya lomba memindahkan tepung . Peserta harus memindahkan tepung dari wadahnya ke wadah milik rekannya . Cyrin tak henti tertawa saat peserta yang menerima tak bisa menghindar dari tumpahan tepung .
" Kamu senang ? " tanya Farrel .
Cyrin mengangguk .
" Sepertinya kedatanganku kali ini kemari tidak sia sia ," jawabnya .
Farrel membalas dengan senyuman penuh arti . Sebenarnya acara ini hanyalah pengalihan yang Ia gunakan .
Farrel sudah menduga jika berita mengenai Aurora dan Pratama hari ini akan tayang .
Sesuai rencana , berita itu kini menjadi hot topic yang diperbincangkan di semua stasiun TV maupun media online . Farrel tak ingin Cyrin mendengar berita itu . Melihat sikap Cyrin yang selalu ingin tahu , Farrel hawatir wanitanya itu tahu jika dialah dalang dibalik berita menggemparkan ini .
Farrel melihat Cyrin kini sedang bermain balon bersama dengan putra putri dari karyawannya .

Saatnya kini Ia memeriksa berita . Betapa terkejutnya ketika melihat headline topik yang menduduki peringkat nomor satu pencarian hari ini .
Farrel membuka satu artikel teratas dan mulai membaca isi yang diberitakan .
" *Perselingkuhan pengusaha managemen artis inisial PT bersama artisnya inisial AC terungkap saat polisi melakukan penggrebekan di apartemen AC . Penggerebekan dilakukan atas laporan dari istri sah PT , inisal R* . "
" *PT dan AC saat itu juga diringkus dan diamankan ke kantor polisi . Karena saat penggerebekan , keduanya didapati baru saja melakukan hubungan suami istri . Fakta yang mengejutkan di lapangan , PT ternyata menderita penyakit penyimpangan yaitu sadisme . Hal itu juga dibuktikan saat penangkapan AC ditemukan dalam kondisi wajah dan tubuh lebam dan penuh luka . Serta kondisi alat vital yang mengenaskan* . "
" *Tuntutan AC mengenai kekerasan PT padanya ditolak karena terbukti dengan surat pemeriksaan dari dokter jika tindakan PT memang suatu penyakit . Juga menurut PT , jika saat berhubungan AC juga telah menyetujuinya* .
*Hal itu diperkuat dengan ungkapan R , istri sah PT jika perselingkuhan mereka sudah berlangsung bertahun-tahun . Sejak PT membawa AC kembali dari luar negeri dan menjadikannya artis naungan perusahaannya* . "
Setelah membaca artikel tersebut perhatian Farrel beralih pada Daffin .
" Fin, apa ini kejutan yang kamu maksud? " tanyanya sambil memberikan Macbook pada Daffin .
Sepintas Daffin membaca artikel yang ditunjukkan bosnya .
" Iya Pak . Dan berita ini semua benar tanpa rekayasa . Saya sendiri tak sanggup saat melihat kondiri Aurora saat diciduk . "
Daffin bergidik ngeri mengingat kejadian kemarin .
" Memangnya dia kenapa ? apa luka di tubuhnya sangat parah ? " tanya Farrel penasaran .
Daffin mengangguk .
" Bukan itu saja Pak . Tapi .... " Daffin menjeda ucapannya .
" Tapi apa ? " Farrel makin penasaran .
" Yakin Pak bos mau tahu ? Saya aja ngeri kalau ingat hal itu lagi . "
Farrel menatap tajam Daffin . Beraninya Daffin membuatnya penasaran bahkan meremehkannya .
" Cepat ceritakan ! " bentaknya .
" Iya , iya Pak . " Balas Daffin .
" Pratama ternyata mengidap sadisme . Saat diciduk , wajah dan tubuh Aurora merah . Mungkin karena tamparan . Kata petugas dari bekasnya pukulannya seperti itu adalah ikat pinggang . " Jelas Daffin .
" Yang paling parah diduga pada bagian gua-nya Pratama baru saja memasukkan 3 senjata tiruan yang ukurannya lumayan besar . "
" Petugas yang menemukannya pertama kali melaporkan jika guanya nyaris hancur . Terjadi banjir bandang disekitaran gua . Dua senjata tiruan ditemukan di dekat gua , satunya lagi di temukan dalam genggaman pemilik gua . "
__ADS_1
Farrel sangat fokus mendengar cerita Daffin . Daffin menggunakan kalimat isyarat lagi yang tetap saja aneh , agar orang orang disekitar tidak mengetahui pembicaraan mereka .
" Apa kemarin kamu juga memeriksa langsung keadaan guanya ? Setahuku satu saja senjata sangat susah untuk memasukkannya . Bagaimana jika langsung tiga . " Ujar Farrel .
Walaupun tak ingin , tapi pikirannya kini tidak bisa Ia cegah untuk tidak membayangkan keadaan gua naas itu .
" Mana berani saya Pak lihat gua . Gua yang masih bagus aja saya gak berani kalau belum hak milik . Apalagi gua yang sudah porak poranda diserang senjata dan banjir bandang . Saya takut trauma Pak , masa depan saya terancam kalau sampai trauma sama gua . " balas Daffin .
Bos dan asisten itu memang pasangan yang serasi . Walaupun keduanya memiliki paras rupawan , tapi tidak membuat mereka mau terjerumus ke hal hal negatif . Hal itu juga alasan Farrel ingin cepat menikahi Cyrin . Semakin hari , godaan itu semakin sulit Ia lawan.
Farrel dan Daffin masih diam , mereka masih dengan pikirannya masing-masing . Bahkan tak menyadari jika Cyrin sudah berdiri dibelakangnya sejak keduanya baru saja membahas soal gua .
" Daerah mana yang terkena banjir bandang Fin ? " tanya Cyrin tiba-tiba .
" Astaga ." Ujar Farrel dan Daffin bersamaan .
" Yang , kenapa ngagetin sih ," gerutu Farrel .
" Ih kok Mas marah , aku cuma nanya daerah mana yang terkena banjir bandang ? Padahal sekarangkan musim kemarau . " Balas Cyrin .
" Gak marah sayang , aku hanya kaget aja . "
Farrel segera melembutkan ucapannya sebelum nyonya ngambek .
" Kalian berdua lagi bahas apaan sih ? Masa ada banjir bandang di musim kemarau , yang ada itu kekeringan . " Ujar Cyrin yang duduk di pangkuan Farrel karena tidak ada lagi kursi kosong yang tersisa untuknya .
" Dan soal serangan senjata ke gua , memangnya ada apaan di dalam sana ? Kurang kerjaan banget nyerang gua , ketemu Wiro Sableng baru tahu rasa mereka . "
Komentar absurd Cyrin membuat Daffin semakin frustasi . Pasalnya kalimat isyaratnya ditanggapi dengan lebih aneh lagi oleh calon istri bosnya .
" Ka.. kami lagi bahas berita , beritanya anehkan . Aku juga mikirnya sama . Zaman sekarang ada-ada aja yang bisa dijadiin bahan berita . " Ujar Farrel .
" Kamu udah selesai mainnya ? " tanyanya kemudian mengalihkan pembicaraan .
" Udah ," jawabnya singkat .
Cyrin mendekatkan wajahnya pada wajah Farrel. Posisinya Cyrin yang berada di pangkuannya , ditambah hembusan nafas Cyrin yang menggelitik tengkuknya membuat senjatanya sontak meronta ronta ingin menyerang .
Cyrin mendekatkan bibirnya ke telinga Farrel .
" Mas aku lapar , alarm perutku sudah bunyi sejak tadi . " Bisik Cyrin .
Seketika Farrel seperti terjatuh dari rootop ini . Ternyata dugaannya salah , Ia pikir Cyrin akan menciumnya .
" La.. par ? Ya udah ayo ke restauran di Mall bawah aja yah ." Putus Farrel .
Cyrin beranjak dari pangkuan Farrel , mengambil tasnya di meja . Ia bersemangat untuk segera makan karena sudah sangat lapar .
Sedang Farrel kini lemas karena dugaannya salah .
" Kamu sebaiknya berhenti bersiap menyerang . Gua yang jadi targetmu ternyata hanya PHP . " Batin Farrel seolah sedang menasehati senjata miliknya .
.
.
.
.
.
" *Cinta adalah caraku bercerita tentang dirimu, caraku menatap kepergianmu, caraku tersenyum, saat memandang indah wajahmu*. "
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1