
Malam ini adalah malam pesta ulang tahun Olla . Bertempat di lounge sebuah hotel mewah , Cyrin yang datang bersama Farrel kini berjalan bersama memasuki tempat itu .
Banyak dari tamu Olla menatap pada keduanya , selain karena keduanya yang terlihat sangat serasi tapi juga sebagian besar lagi lebih tertarik pada pria yang sedang digandeng Cyrin .
Sebagian besar para tamu yang tak lain adalah petinggi petinggi di perusahaan Wiguna telah mengetahui siapa pria yang datang bersama Cyrin . Namun sebagian lagi harus penasaran pada sosok pria tampan tersebut .
Begitu juga dengan Ayah Olla yang tak lain adalah salah satu direktur di perusahaan Wiguna , ketika melihat Farrel datang Ia segera mengajak istri dan anaknya untuk menemui Farrel .
" Selamat malam Pak Farrel . " Sapa Ayah Olla yang tak lain adalah Pak Harianto .
" Selamat malam . " Balas Farrel ramah .
" Wah sungguh sebuah kejutan Pak Farrel bisa hadir di ulang tahun putri saya satu satunya . " Lanjut Pak Harianto .
Di samping ayahnya , Olla terlihat tak begitu senang karena melihat Cyrin yang berada di sisi Farrel .
" Terimakasih , tapi saya tidak tahu jika ini adalah pesta putri Bapak. Saya kesini hanya untuk menemani Cyrin yang diundang oleh putri Bapak . " Ucap Farrel sambil berganti menjadi memeluk pinggang Cyrin .
Raut wajah Pak Harianto cukup berubah . Ada sedikit kekecewaan , karena Ia berharap putrinya cukup akrab dengan Farrel sampai mengundang pria yang terkenal sibuk itu. Namun ternyata bahkan Farrel tak mengenal putrinya .
" Oh Cyrin ... kamu bukannya tim marketing di perusahaan Wiguna kan ? " tanya Pak Harianto .
" Iya benar Pak . Bahkan saya dalam tim yang sama dengan Olla . " jawab Cyrin .
" Ohh ... baiklah ayo bergabung di meja kami saja Pak Farrel . " Bujuk Pak Harianto . Sementara Olla dari raut wajahnya sangat merasa tak suka .
" Terimakasih tapi tak perlu Pak . Cyrin mungkin juga ingin bergabung bersama rekan rekannya yang lain . " Tolak Farrel .
" Benarkah Cyrin ? Tak apa kan jika kalian bergabung di meja kami saja , sungguh kehormatan bagi kami karena CEO Jatmika Company bisa datang ke pesta sederhana putri kami . " ucap Pak Harianto yang kini Ia tujukan pada Cyrin .
Dengan terpaksa Cyrin menyetujui usulan Pak Harianto . Keduanya kini mengikuti langkah Olla beserta kedua orang tuanya menuju sebuah meja yang sudah di huni beberapa orang .
" Pak Wiguna , lihat siapa yang datang bersama kami . " Ucap Pak Harianto berlebihan .
" Pak Farrel dari Jatmika kan ? " Sapa Pak Wiguna yang tak lain adalah ayah Nino lalu mereka saling berjabat tangan dan keduanya ikut duduk bergabung di meja itu .
Terlihat raut wajah terkejut dari Nyonya Wiguna atau Mama Nino yang tak menyangka jika Cyrin datang bersama Farrel .
" Jadi Pak Farrel datang karena menemani Cyrin ? " tanyanya penasaran .
" Iya . " Jawab Farrel singkat .
" Wauww.. Pak Farrel ternyata sangat perhatian yah . " Canda Pak Wiguna .
" Bapak berlebihan . Aku hanya ingin selalu memastikan dia baik baik saja . " Jawab Farrel sambil menggenggam tangan Cyrin .
" Memangnya hubungan kalian berdua apa ? " tanya Mama Nino .
Farrel tersenyum . " Hubungan kami sangat dekat . "
Jawaban Farrel makin membuat rasa penasaran bagi Nyonya Wiguna .
Dari kejauhan Cyrin melihat Byanca dan Marsha juga sudah datang dan bergabung bersama rekan rekan mereka yang lain .
Tak lama Nino juga datang dan segera di sambut oleh Olla . Dengan manjanya Olla segera bergelayut manja di lengan Nino dan sengaja menarik perhatian dari rekan rekan kantor yang juga hadir di pesta malam itu .
Keduanya lalu bergabung di meja yang sama dengan Cyrin .
__ADS_1
" Cyrin .. kamu sudah datang. " Sapa Nino ramah.
Cyrin hanya tersenyum dan mengangguk .
" Nino ... kamu juga harus menyapa Pak Farrel , dia inilah CEO Jatmika Company . " tegur Pak Wiguna .
" Aku sudah tau Pah .... " Jawab Nino ketus .
" Pak Wiguna tak perlu seperti itu . Aku kesini bukan sebagai CEO Jatmika kok , aku datang hanya untuk menemani dan menjaga Cyrin . " Ucap Farrel sambil merangkul pundak Cyrin yang sudah merona duduk disampingnya .
" Wah.. Pak Farrel ini ternyata sungguh romantis dan perhatian . " Ujar Mama Olla .
Pesta kemudian dimulai dengan acara tiup lilin dan pemotongan kue . Kemudian di lanjutkan dengan makan malam , dan acara hiburan .
Olla sudah menyiapkan jebakan bagi Cyrin . Ia sengaja menambahkan obat pada minuman Cyrin agar wanita itu menjadi mabuk dan mempermalukan dirinya sendiri .
Pelayan yang bekerjasama dengannya sudah memberi kode jika gelas wine yang ada obatnya sudah Ia letakkan tepat di hadapan Cyrin .
Sementara Cyrin merasa ada yang lain dari Nino . Pria itu seperti sedang mengacuhkannya . Nino bahkan terkadang tak menjawab jika Cyrin berbicara padanya . Nino terlihat sibuk menemani Olla .
Acara dimulai dengan tiup lilin dan pemotongan kue oleh Olla . Nino juga terus setia mendampingi Olla .
Sampai pada acara yang berikutnya , " Sekarang kepada semua tamu di minta berdiri untuk bersulang bersama mendoakan yang terbaik bagi Olla . " ucap seorang MC .
Semua tamu termasuk Cyrin ikut berdiri . Namun saat hendak meminum wine , gelas Cyrin segera di rebut oleh Nino dan Ia pun segera menandaskan wine tersebut hingga habis .
" Kamu baru saja sembuh , sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol dulu . " Ucap Nino .
" Terimakasih Kak . " Ucap Cyrin sambil tersenyum .
" Sebaiknya kamu menjaganya lebih baik lagi . Jika kamu tidak bisa , aku bisa lebih baik darimu . " ucap Nino yang ditujukan pada Farrel .
Semua orang di meja itu terkejut dengan sikap Nino . Ayah Nino , Pak Wiguna dan Ayah Olla , Pak Harianto tak menyangka jika Nino berani bicara seperti itu pada Farrel .
Olla segera menghubungi beberapa orang suruhannya untuk mencari keberadaan Nino . Ia hawatir jika obat itu dapat mencelakakan Nino .
Pesta kembali dilanjutkan dan semua orang menikmatinya , tapi hal itu tidak berlaku bagi Olla sang pemilik acara . Niat awalnya adalah mempermalukan Cyrin tapi yang terjadi kini dia malah menjadi tak tenang .
Apalagi setelah Nyonya Wiguna mengancam dirinya . " Awas saja jika terjadi sesuatu pada Nino , kamu harus bertanggung jawab . " Ucap paruh baya itu pada Olla .
Farrel dan Cyrin juga sudah sejak tadi ikut bergabung bersama Byanca dan Marsha .
Malam makin larut , Farrel berniat mengajak Cyrin pulang .
" Bagaimana jika kita pulang sekarang ? Sudah larut, sudah waktunya kamu istirahat . " Ajak Farrel .
Cyrin mengangguk . " Boleh Mas . Kita pamit pada Olla dulu yah . "
Keduanya lalu pamit pada Olla . Dengan terpaksa Olla menyambut Cyrin dengan baik karena kedua orang tuanya sudah memperingatkannya untuk berlaku baik pada Cyrin sebab bisa saja wanita itu akan menjadi Nyonya Jatmika nantinya .
Sebelum Farrel mulai melajukan mobilnya menuju ke apartemen Cyrin , Ia mengambil sebuah kotak besar di bagasi mobil .
" Bukalah " , pinta Farrel .
__ADS_1
Cyrin membuka kotak itu lalu Ia sangat senang karena di dalamnya ada sebuah bantal dengan motif lucu dan buket bunga berisi tujuh tangkai mawar .

" Lucu sekali , makasih Mas . " Ucapnya sambil memeluk bantal pemberian Farrel .
" Mas tahu gak , aku juga punya bantal seperti ini tapi ada di rumah yang di Solo . Kebetulan sekali yah Mas . " Lanjut Cyrin .
Farrel hanya tersenyum . " Tentu saja kamu memilikinya , karena bantal itu juga adalah pemberian dariku . " batinnya .
Tapi Farrel tak memberitahu Cyrin , Ia masih berharap Cyrin bisa mengingat kenangan mereka dulu .
Berbeda dengan Farrel dan Cyrin yang sedang menikmati waktu mereka berdua , kini Nino sedang melajukan mobilnya dengan tujuan entah kemana .
Pria itu sejak tadi sudah memendam rasa cemburu melihat kedekatan Farrel dan Cyrin .
Lama dengan pikirannya sendiri sambil melajukan mobil dalam kecepatan tinggi entah mengapa tiba tiba saja kepalanya terasa berat dan pusing .
Nino masih berusaha tetap menjaga kesadarannya , tapi bayangan bayangan Cyrin yang tertawa bersama Farrel makin memacu emosinya membuatnya makin bersemangat memacu mobilnya semakin cepat .
Pandangannya lama kelamaan makin kabur , dan kepalanya makin terasa berat . Nino sudah tak sanggup lagi untuk bertahan , kecepatan mobilnya perlahan lahan menurun . Namun sungguh tak Ia sangka dari arah kanan di perempatan jalan ada sebuah mobil yang juga melaju dengan kecepatan tinggi . Nino yang mulai kehilangan kesadarannya sudah tak bisa lagi menghindar , dan saat itu pula terjadilah ....
' Buuuuuuggggggghhhhhhhhhhh '
.
.
.
.
.
.
"Ketika kita bertemu tragedi nyata dalam hidup, kita dapat bereaksi dengan dua cara—entah dengan kehilangan harapan dan jatuh ke dalam kebiasaan merusak diri sendiri, atau dengan menggunakan tantangan untuk menemukan kekuatan batin kita."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue