My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 20 . Dilabrak !


__ADS_3

Dengan emosi wanita paruh baya itu menarik lengan Cyrin sehingga Ia terlepas dari pelukan Nino lalu Mama Nino memberikan tamparan yang keras ke wajah cantik Cyrin .


" Dasar wanita murahan . Kamu sengaja menggoda anakku agar bisa hidup senang . Wanita tak tahu malu .  " Maki Mamanya Nino pada Cyrin .


Cyrin yang saat itu memang masih merasa pusing , akhirnya tidak bisa menjaga keseimbangannya dan terjatuh akibat tamparan keras dari Mama Nino .


" Mama... apa apan ini ? Apa yang Mama lakukan ? " Bentak  Nino .


Nino segera membantu Cyrin berdiri . Ia merangkul pundak Cyrin agar wanita itu bisa berpijak dengan baik .


" Apa maksud ucapan Ibu ? Saya bukan wanita murahan seperti yang Ibu tuduhkan . " Ucap Cyrin tak terima .


Dengan menahan air matanya Ia membalas tatapan tajam dari Mama Nino .


" Dasar , panggil saya Nyonya . Kamu harus tahu dimana tempatmu . Jangan mentang mentang anak saya membelamu kamu jadi berani pada saya . Saya pastikan anak saya akan terbebas dari segala godaanmu . "


" Mama , apa yang mama katakan . Please, stop. " Pinta Nino .


Mama Nino terus saja menuduh Cyrin yang tidak benar , Ia bahkan tak mengindahkan permintaan putranya .


" Maaf Nyonya , tapi perlu anda ketahui saya tidak pernah sekalipun menggoda Pak Nino . Saya menghargai beliau sebagai atasan saya . Hubungan kami sebatas profesional kerja , dan saya pastikan tidak akan pernah lebih dari itu . " balas Cyrin semakin emosi .


" Tentu saja kamu dengan mudahnya berkata seperti itu . Saya yakin kamu sudah punya pria lain yang lebih kaya dan bisa kamu goda . Untung saja saya segera mengetahui hal ini , jadi saya bisa menyelamatkan anak saya . " Mama Nino tidak berhenti , Ia semakin menuduh Cyrin yang tidak benar .


Cyrin tak gentar sama sekali . Ia tidak takut karena merasa dirinya benar .


" Nyonya Wiguna yang terhormat , soal itu silahkan anda berurusan dengan putra anda . Tanyakan kepada putra anda , dalam hal apa saya dianggap menggodanya . Lagian perlu anda tahu , saya sudah memiliki semua lebih dari cukup tanpa harus meminta pada orang lain . Permisi . "


Ucap Cyrin . Ia lalu menepis tangan Nino yang berusaha mencegahnya .


Dengan menahan air mata , wanita itu segera berlalu pergi . Ia sungguh merasa marah , Ia merasa telah di hina oleh Mamanya Nino .


Cyrin kembali ke kubikelnya hanya untuk mengambil tas dan ponselnya . Setelah itu Ia bergegas pulang ke apartemen .


Biasanya saat Ia sedang sedih atau marah, Ia akan melampiaskannya ke memasak. Itulah mengapa tujuannya kini apartemen miliknya , Ia pikir harus menyibukkan dirinya dengan memasak agar bisa melupakan semua hinaan  dari Mamanya Nino .



Sementara di ruangan Nino , sedang terjadi perdebatan antara Anak dan Ibunya .



Yah kini Nino sedang berdebat dengan Mamanya .



" Mama , apa apan sih ! Kenapa Mama menampar dan menuduh Cyrin seperti itu ? "


" Memangnya kenapa ? Semua yang Mama ucapkan benar . Buktinya saat Mama masuk dia sedang menggodamu . Apa lagi yang dia inginkan darimu ? Sudah untung kamu menerimanya bekerja disini . "



" Ma... mama salah paham . Tadi Cyrin merasa pusing dan hampir terjatuh , aku hanya membantunya Ma . " Ucap Nino menjelaskan kejadian yang sebenarnya .

__ADS_1



" Cyrin itu salah satu lulusan terbaik dari London Bussiness School , dia diterima disini karena kemampuannya . Mama salah jika mengira Ia diterima karena aku . " Lanjutnya .



" Lagian Ma , Cyrin tak pernah menggodaku . Malah aku yang terus berusaha menggodanya agar dia mau menerima perasaanku padanya . Perasaan yang sudah sejak SMA ku pendam padanya . " Ucap Nino lirih .



Mama Nino cukup terkejut mendengar penuturan putranya  .


Wanita paruh baya itu terdiam , tak bisa mengatakan apa apa lagi .



" Lagian Mama tahu soal Cyrin dari mana ? Apa dari Olla ? " Nino menanyakan kecurigaannya .



Mamanya masih tetap diam , membuat Nino yakin jika memang Olla ada di balik ini semua .



" Sekarang Mama puas sudah menghancurkan kesempatanku mendapatkan hati wanita yang ku sukai ? " Tanya Nino . Nada suaranya mulai meninggi .



Seketika Ia merasa emosi saat mengingat ucapan Cyrin yang mengatakan jika hubungan mereka tak akan pernah lebih dari hubungan profesionalitas semata .




" Siapapun dalam posisi Cyrin akan melakukan hal yang sama . Orang yang merasa benar akan berani membela dirinya . " Nino menjawab ucapan Mamanya .



" Sudahlah , tak perlu memikirkan cinta pada wanita lain . Lebih baik kamu berpikir cara membuka hatimu pada Olla . Dia jauh lebih baik dari wanita tadi . " Ucap Mamanya mengalihkan pembicaraan .



Nino bertepuk tangan . " Hebat sekali Mama yah . Setelah membuat aku kehilangan kesempatan mendapatkan Cyrin , kini Mama memintaku membuka hati pada wanita tak berguna seperti Olla . Sepertinya bukan aku yang sudah di cuci otaknya , tapi Mama . "



Setelah menyelesaikan ucapannya Nino bergegas keluar dari ruangannya meninggalkan mamanya sendiri untuk menemui Cyrin .



Nino segera menuju ke ruangan Cyrin .


Tak ada tanda tanda keberadaan Cyrin disana . Komputernya dalam keadaan off , serta tasnya tak ada di sana .

__ADS_1


Saat akan keluar , Ia berpapasan dengan Byanca dan Marsha .


" Hei, kalian berdua apa melihat Cyrin ? " tanya Nino .


" Dia baru saja izin pulang cepat karena merasa kepalanya pusing . " Jawab Marsha  .


" Memangnya ada apa Pak ? " tanya Byanca . Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang tak  beres sedang terjadi .


" Terjadi sesuatu antara aku dan Cyrin . Sepertinya dia marah padaku . " Jawab Nino singkat. Ia tak memberitahu detailnya .


Byanca mengangguk anggukkan kepalanya .


" Tenanglah , tak perlu sepanik itu . Cyrin salah satu orang rasional yang ku kenal . Aku yakin dia baik baik saja . Jika marah biasanya Ia akan melampiaskan pada hobinya . "


Nino masih tak menjawab . Wajahnya masih menampakkan raut wajah cemas .


" Tenanglah Pak . Selain rasional , Cyrin orangnya sangat pemaaf . Percayalah padaku , aku sudah bersahabat dengannya sejak kami SMP.  " Lanjut Byanca .


" Lalu kamu tahu kira kira kemana Cyrin melampiaskan hobinya ? " Tanya Nino .


" Di apartemennya . Aku yakin Ia akan memasak banyak hidangan . Fyi , hobi Cyrin adalah memasak . Cita citanya menjadi chef , dan mimpinya adalah memiliki sebuah restauran . " Ucap Byanca  .


Saat itu muncullah Alvin yang mengingatkan jika Nino memiliki jadwal meeting saat itu juga .


Padahal Nino sudah berniat untuk menyusul Cyrin .


Akhirnya Ia meminta Byanca dan Marsha menyusul Cyrin ke apartemennya . Ia meminta kedua sahabat Cyrin itu memastikan keadaan wanita yang di sukainya baik baik saja .


" Jangan lupa segera laporkan padaku keadaannya . " Peringat Nino kembali sebelum meninggalkan Byanca dan Marsha .


Byanca dan Marsha yang merasa senang karena mendapatkan  izin pulang cepat  dengan semangat mengangguk menyanggupi perintah Nino .


" Ye... ye... ye ... pulang pulang pulang " , Ucap kedua wanita itu dengan sangat gembira .


.


.


.


.


.


"Orang yang merendahkan orang lain berarti menunjukkan kelemahan diri sendiri kepada orang lain."


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2