My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 21 . Cemburu lagi


__ADS_3

Seperti dugaan Byanca , Cyrin kini sudah berada di dapur apartemennya . Mengenakan kaos croptop dan hotpants serta menggunakan apron , kini wanita itu sedang memandangi bahan bahan masakan yang ada di lemari pendinginnya  .


Ia mengeluarkan beberapa potong dada ayam yang baru saja dibelinya kemarin . Ia berncana membuat steak ayam .


Setelah itu Ia juga mengeluarkan daging sapi has , Ia juga berencana membuat daging itu menjadi steak .


Karena tadi sewaktu perjalanan Ia sempat mendengarkan lagu Kpop , entah mengapa Ia jadi ingin membuat makanan korea. Dan yang terpikir olehnya adalah bibimbap . Untung saja semua bahannya tersedia di kulkas Cyrin .


Sambil mengupas beberapa sayuran , bawang , lalu memotong motongnya , Cyrin terus saja menggerutu .


" Enak saja bilang aku murahan , memangnya Nyonya itu punya bukti . " Ocehnya seorang diri .


" Terus apa coba maksudnya bilang aku menggoda putranya ? "


" Yang ada juga putranya yang terus mendekatiku . Memangnya dia kira aku anak kecil yang tidak tahu Jika Pak Nino memiliki rasa padaku . " Lanjutnya lagi .


Beginilah kebiasaan Cyrin , saat Ia marah atau kesal Ia akan melampiaskan semua yang ingin Ia katakan di dapur sambil memasak . Hal ini hanya di ketahui oleh orang orang terdekatnya saja , termasuk Byanca .


" Mending aku sama Pak Farrel aja , masih lebih tampan , lebih perhatian , dan masih banyak lebih lebihnya deh . " Cyrin terus saja mengoceh seorang diri .


Membahas Farrel Ia jadi ingat tadi pria itu sempat mengirim pesan padanya . Tapi karena Cyrin sedang emosi jadinya dia mengabaikan pesan Farrel yang masuk .


Cyrin menghentikan aktivitasnya sejenak di dapur . Ia bergegas mengambil ponsel yang posisinya tak jauh darinya .


Ia kembali membuka aplikasi pesan singkat dan memilih nama Farrel . Cyrin segera membaca pesan dari pria itu .  Ternyata Farrel mengabari Cyrin jika Ia tak jadi pulang hari ini . Kemungkinan dia baru sampai ke Indonesia besok siang  .


" Huufftt.... belum bisa ketemu dong . " Batin Cyrin .


Baru saja Cyrin akan mengetikkan pesan balasan , Farrel sudah menghubunginya lewat panggilan video .


Dengan gugup Cyrin memastikan tidak ada yang aneh pada wajahnya lalu Ia segera menerima panggilan Farrel .


" Hai ... " Sapa Cyrin mencoba terdengar ceria .


" Rin... kamu kok lama baca pesanku ? " tanya Farrel tanpa basa basi terlebih dahulu .


" Tadi aku lagi nyetir , maaf yah . "  Jawab Cyrin .


" Loh bukannya ini masih jam kantor yah ? Kenapa kamu sudah diapartemen ? " Tanya Farrel yang menyadari jika latar tempat Cyrin sekarang berada di apartemennya .


" Aku izin pulang lebih awal . Lagian kerjaanku udah selesai , tinggal yang sama kamu nih yang masih pending Rel . "


" Sabar yah , besok aku balik . Kita lanjutin bahas project kita . Oke . " Ucap Farrel menenangkan Cyrin .


" Terus kamu sekarang lagi ngapain  ? Sendirian aja ? " tanya Farrel lagi .


Cyrin segera membalikkan tampilan kamera ponselnya hingga kini Farrel bisa melihat dapur Cyrin yang dipenuhi bahan makanan .


Farrel mengerutkan keningnya . " Kamu gak lagi kesal sama seuatu kan Rin ? " Tanyanya .


Cyrin terkejut , mengapa Farrel bisa tahu . Apa benar jika dulu aku dan Farrel memang pernah saling mengenal ?


" Kamu tahu dari mana ? " tanya Cyrin .


" Yah emang kamu gitukan , kalau lagi senang masak , lagi sedih masak , lagi kesal juga masak . " Jelas Farrel .


" Makanya aku mau pastiin aja , mood kamu sekarang apa , senang , sedih , atau kesal . "


" Lagi Happy kok . Tapi lagi sedih juga . Kamu baliknya kelamaan , materi aku udah numpuk . " Jawab Cyrin .


" Ha ha ha ha ha " Farrel tertawa  .


" Oke , aku akan segera balik . Walaupun kamu hanya ingin ketemu aku untuk membahas materi kerja sama kita . "


Ucapan Farrel terhenti saat Cyrin memberitahuka  jika bel apartemennya berbunyi .


Cyrin segera melihat dari kamera cctv yang ada di depan pintu , oh ternyata Byanca dan Marsah .


" Rel , udahan dulu yah . Byanca dan Marsha datang nih . " Ucap Cyrin .


" Yakin yang datang Byanca sama Marsha ? " Selidik Farrel .


Cyrin tak menjawab , Ia hanya kembali membalik tampilan kamera ponselnya ke arah layar cctv .


" Tuh lihat sendiri tuh . " Balas Cyrin kesal .


" Ya udah... have fun yah kalian . " Ucap Farrel kemudian memutuskan sambungan panggilan video mereka .




Byanca dan Marsha kini sudah dipersilahkan masuk oleh Cyrin .



Marsha terkejut melihat kekacauan yang terjadi di dapur Cyrin .


" Astaga, ada apa ini ? Kamu mau ada hajatan Rin , sampai mau masak sebanyak ini . " ledek Marsha  



" Benarkan kataku . Cyrin kalau lagi kesal , paling pulang untuk masak . " Ucap Byanca pada Marsha sambil menaik turunkan alisnya .



Sementara yang sedang dibicarakan terus saja melanjutkan kegiatannya mengupasi bawang dan memotong motong sayuran .

__ADS_1



Ada hal aneh yang ditangkap oleh Byanca ,


" Loh Rin , biasanya kalau seperti ini kamu akan masak sambil ngomel . Kok sekarang malah sambil bersenandung sih ? " tanya Byanca bingung .



" Ye... ngapain aku ngomel , buang buang tenaga saja . " Balas Cyrin .



" Loh... loh... bukannya kamu pamit pulang lebih awal  karena bertengkar dengan Pak Nino yah ? " Tanya Marsha .



Cyrin menghentikan kegiatannya , " kalian tahu dari siapa ? "



" Dari Pak Nino sendiri . " Jawab keduya kompak .



" Memangnya kalian bertengkar kenapa sih ? " Selidik Byanca .



" Bukan sama Pak Nino . Tapi sama Mamanya Pak Nino . " jawab Cyrin jujur .



" Hah ??? Maksud kamu , cerita dong Rin . " Desak Marsha .



Akhirnya dengan berat hati , Cyrin menceritakan semua kejadian yang terjadi di ruangan Nino . Ia menceritakan semuanya , bahkan hal terkecilpun .



Begitulah Cyrin , jika sudah percaya pada seseorang maka Ia tak akan ragu untuk bercerita padanya .



" Tapi memangnya benar kamu beneran lupa sama Pak Nino , Rin ? " Tanya Byanca .



" Iya . Beneran By . Aku juga bingung beberapa momen momen di hidupku serasa terhapus . Aku juga rasa seperti ada potongan potongan yang hilang dari masa laluku . "




Sementara Cyrin dan Byanca mencoba untuk mengingat masa masa SMA mereka , Marsha berusaha menurunkan emosinya pada Mama Nino  setelah mendengar cerita Cyrin .



" Aku curiga sama satu orang sih Rin . Kamu ada foto Pak Farrel gak ? " tanya Byanca .



Cyrin segera mengambil ponselnya , dan menunjukkan foto mereka berdua saat di Surabaya .



" Wah... benar . Ini sih sahabat Mas Bimo Rin . Wah...beneran parah kalau kamu sampai lupain dia . Pantas saja dia gencar deketin kamu lagi . " Ucapan Byanca makin membuat Cyrin bingung .



" Loh mas Bimo itu siapa lagi Rin ? " Tanya Marsha .



" Kakak aku satu satunya . "



" Lagian kenapa kamu gak terbuka aja sih soal siapa kamu sebenarnya , bagaimana latar belakang kamu . Dari dulu tuh udah sering orang lain omongin kamu yang aneh aneh . " Saran Byanca .



" Kamu tahu alasanku kan By , " balas Cyin singkat .



" Memangnya ada apa sih sebenarnya . Kok kalian sepertinya ada rahasia . " Desak Marsha yang juga penasaran .



Akhirnya Cyrin jujur pada Marsha soal latar belakangnya . Marsha akhirnya paham dari mana semua kemewahan yang di nikmatin Cyrin berasal .



Setelah itu , mereka bertiga melanjutkan memasak dengan sesekali mengobrol ringan .


__ADS_1


Pikiran Cyrin kini tidak lagi tertuju pada kejadian siang tadi , tapi pada hubungan masa lalunya dengan Farrel .



Byanca menolak bercerita , wanita itu meminta Cyrin bertanya pada Mas Bimo atau pada Farrel langsung .



Tak terasa petangpun telah tiba. Chicken steak saus enoki , ayam lada hitam , beef steak saus black pepper dan terakhir bibimbap sudah tertata rapi di meja makan Cyrin .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1633469306196.jpg)



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1633469306194.jpg)



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1633469306197.jpg)



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1633469306199.jpg)



Bel apartemen Cyrin kembali berbunyi . Mereka bertiga sudah tahu jika yang datang adalah Nino . Karena tadi saat Byanca mengabari  Nino keadaan Cyrin , wanita itu mengajak Nino untuk ke apartemennya untuk ikut makan malam .



Cyrin merasa tak enak hati pada Nino . Menurutnya bukan Nino yang salah , tapi pria itu malah merasa paling bersalah dalam hal ini . Jadi Ia memutuskan untuk mengajak Nino bergabung makan malam bersama .



Setelah berbasa basi sebentar kini mereka berempat tengah menikmati masakan Cyrin . Ketiganya tak henti henti memuji masakan Cyrin . Sampai ponsel Cyrin berbunyi , nama Farrel nampak di layarnya .



Cyrin sedikit menjauh saat menerima panggilan itu , ternyata Farrel hanya ingin mengabarkan jika Ia kini tengah dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Indonesia .



Namun suara tawa dari Byanca ,Marsha , dan Nino terdengar oleh Farrel .



" Rin , apa ada pria di apartemenmu ? Aku seperti mendengar ada  suara pria . " Tanyanya .



" Iya . Pak Nino , CEO ku ikut bergabung bersama kami . Sebenarnya kami berempat sedang makan malam . "



" Astaga Cyrinda . " Hanya itu yang diucapkan oleh Farrel .



" Jangan sampai kamu hanya ditinggal berdua dengan pria itu di apartemen . Pastikan selalu ada kedua sahabatmu itu . " Peringat Farrel .



" Aku akan segera menemuimu sesampaiku di Indonesia  . " Ucap Farrel sebelum memutuskan panggilan telepon mereka .


Cyrin kembali ke meja makan dan kembali mengobrol bersama yang lainnya .



Tak tahu saja wanita itu , jika Farrel kini sedang gelisah . Mana bisa Ia tenang saat tahu Cyrin kini sedang bersama dengan Nino , pria yang dulu juga menyukai wanita itu .



" Aarrggghhh Cyrinda .... baru kutinggal seminggu sudah 2 kali kamu membuatku gelisah seperti ini . " Teriak Farrel dalam hati .



.


.


.


.


.


" Aku tidak ingin cemburu. Tapi aku merasa tidak suka jika orang lain membuatmu tertawa lepas tanpa kehadiranku."


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2