
Seperti dugaan Byanca , Cyrin kini sudah berada di dapur apartemennya . Mengenakan kaos croptop dan hotpants serta menggunakan apron , kini wanita itu sedang memandangi bahan bahan masakan yang ada di lemari pendinginnya .
Ia mengeluarkan beberapa potong dada ayam yang baru saja dibelinya kemarin . Ia berncana membuat steak ayam .
Setelah itu Ia juga mengeluarkan daging sapi has , Ia juga berencana membuat daging itu menjadi steak .
Karena tadi sewaktu perjalanan Ia sempat mendengarkan lagu Kpop , entah mengapa Ia jadi ingin membuat makanan korea. Dan yang terpikir olehnya adalah bibimbap . Untung saja semua bahannya tersedia di kulkas Cyrin .
Sambil mengupas beberapa sayuran , bawang , lalu memotong motongnya , Cyrin terus saja menggerutu .
" Enak saja bilang aku murahan , memangnya Nyonya itu punya bukti . " Ocehnya seorang diri .
" Terus apa coba maksudnya bilang aku menggoda putranya ? "
" Yang ada juga putranya yang terus mendekatiku . Memangnya dia kira aku anak kecil yang tidak tahu Jika Pak Nino memiliki rasa padaku . " Lanjutnya lagi .
Beginilah kebiasaan Cyrin , saat Ia marah atau kesal Ia akan melampiaskan semua yang ingin Ia katakan di dapur sambil memasak . Hal ini hanya di ketahui oleh orang orang terdekatnya saja , termasuk Byanca .
" Mending aku sama Pak Farrel aja , masih lebih tampan , lebih perhatian , dan masih banyak lebih lebihnya deh . " Cyrin terus saja mengoceh seorang diri .
Membahas Farrel Ia jadi ingat tadi pria itu sempat mengirim pesan padanya . Tapi karena Cyrin sedang emosi jadinya dia mengabaikan pesan Farrel yang masuk .
Cyrin menghentikan aktivitasnya sejenak di dapur . Ia bergegas mengambil ponsel yang posisinya tak jauh darinya .
Ia kembali membuka aplikasi pesan singkat dan memilih nama Farrel . Cyrin segera membaca pesan dari pria itu . Ternyata Farrel mengabari Cyrin jika Ia tak jadi pulang hari ini . Kemungkinan dia baru sampai ke Indonesia besok siang .
" Huufftt.... belum bisa ketemu dong . " Batin Cyrin .
Baru saja Cyrin akan mengetikkan pesan balasan , Farrel sudah menghubunginya lewat panggilan video .
Dengan gugup Cyrin memastikan tidak ada yang aneh pada wajahnya lalu Ia segera menerima panggilan Farrel .
" Hai ... " Sapa Cyrin mencoba terdengar ceria .
" Rin... kamu kok lama baca pesanku ? " tanya Farrel tanpa basa basi terlebih dahulu .
" Tadi aku lagi nyetir , maaf yah . " Jawab Cyrin .
" Loh bukannya ini masih jam kantor yah ? Kenapa kamu sudah diapartemen ? " Tanya Farrel yang menyadari jika latar tempat Cyrin sekarang berada di apartemennya .
" Aku izin pulang lebih awal . Lagian kerjaanku udah selesai , tinggal yang sama kamu nih yang masih pending Rel . "
" Sabar yah , besok aku balik . Kita lanjutin bahas project kita . Oke . " Ucap Farrel menenangkan Cyrin .
" Terus kamu sekarang lagi ngapain ? Sendirian aja ? " tanya Farrel lagi .
Cyrin segera membalikkan tampilan kamera ponselnya hingga kini Farrel bisa melihat dapur Cyrin yang dipenuhi bahan makanan .
Farrel mengerutkan keningnya . " Kamu gak lagi kesal sama seuatu kan Rin ? " Tanyanya .
Cyrin terkejut , mengapa Farrel bisa tahu . Apa benar jika dulu aku dan Farrel memang pernah saling mengenal ?
" Kamu tahu dari mana ? " tanya Cyrin .
" Yah emang kamu gitukan , kalau lagi senang masak , lagi sedih masak , lagi kesal juga masak . " Jelas Farrel .
" Makanya aku mau pastiin aja , mood kamu sekarang apa , senang , sedih , atau kesal . "
" Lagi Happy kok . Tapi lagi sedih juga . Kamu baliknya kelamaan , materi aku udah numpuk . " Jawab Cyrin .
" Ha ha ha ha ha " Farrel tertawa .
" Oke , aku akan segera balik . Walaupun kamu hanya ingin ketemu aku untuk membahas materi kerja sama kita . "
Ucapan Farrel terhenti saat Cyrin memberitahuka jika bel apartemennya berbunyi .
Cyrin segera melihat dari kamera cctv yang ada di depan pintu , oh ternyata Byanca dan Marsah .
" Rel , udahan dulu yah . Byanca dan Marsha datang nih . " Ucap Cyrin .
" Yakin yang datang Byanca sama Marsha ? " Selidik Farrel .
Cyrin tak menjawab , Ia hanya kembali membalik tampilan kamera ponselnya ke arah layar cctv .
" Tuh lihat sendiri tuh . " Balas Cyrin kesal .
" Ya udah... have fun yah kalian . " Ucap Farrel kemudian memutuskan sambungan panggilan video mereka .
Byanca dan Marsha kini sudah dipersilahkan masuk oleh Cyrin .
Marsha terkejut melihat kekacauan yang terjadi di dapur Cyrin .
" Astaga, ada apa ini ? Kamu mau ada hajatan Rin , sampai mau masak sebanyak ini . " ledek Marsha
" Benarkan kataku . Cyrin kalau lagi kesal , paling pulang untuk masak . " Ucap Byanca pada Marsha sambil menaik turunkan alisnya .
Sementara yang sedang dibicarakan terus saja melanjutkan kegiatannya mengupasi bawang dan memotong motong sayuran .
__ADS_1
Ada hal aneh yang ditangkap oleh Byanca ,
" Loh Rin , biasanya kalau seperti ini kamu akan masak sambil ngomel . Kok sekarang malah sambil bersenandung sih ? " tanya Byanca bingung .
" Ye... ngapain aku ngomel , buang buang tenaga saja . " Balas Cyrin .
" Loh... loh... bukannya kamu pamit pulang lebih awal karena bertengkar dengan Pak Nino yah ? " Tanya Marsha .
Cyrin menghentikan kegiatannya , " kalian tahu dari siapa ? "
" Dari Pak Nino sendiri . " Jawab keduya kompak .
" Memangnya kalian bertengkar kenapa sih ? " Selidik Byanca .
" Bukan sama Pak Nino . Tapi sama Mamanya Pak Nino . " jawab Cyrin jujur .
" Hah ??? Maksud kamu , cerita dong Rin . " Desak Marsha .
Akhirnya dengan berat hati , Cyrin menceritakan semua kejadian yang terjadi di ruangan Nino . Ia menceritakan semuanya , bahkan hal terkecilpun .
Begitulah Cyrin , jika sudah percaya pada seseorang maka Ia tak akan ragu untuk bercerita padanya .
" Tapi memangnya benar kamu beneran lupa sama Pak Nino , Rin ? " Tanya Byanca .
" Iya . Beneran By . Aku juga bingung beberapa momen momen di hidupku serasa terhapus . Aku juga rasa seperti ada potongan potongan yang hilang dari masa laluku . "
Sementara Cyrin dan Byanca mencoba untuk mengingat masa masa SMA mereka , Marsha berusaha menurunkan emosinya pada Mama Nino setelah mendengar cerita Cyrin .
" Aku curiga sama satu orang sih Rin . Kamu ada foto Pak Farrel gak ? " tanya Byanca .
Cyrin segera mengambil ponselnya , dan menunjukkan foto mereka berdua saat di Surabaya .
" Wah... benar . Ini sih sahabat Mas Bimo Rin . Wah...beneran parah kalau kamu sampai lupain dia . Pantas saja dia gencar deketin kamu lagi . " Ucapan Byanca makin membuat Cyrin bingung .
" Loh mas Bimo itu siapa lagi Rin ? " Tanya Marsha .
" Kakak aku satu satunya . "
" Lagian kenapa kamu gak terbuka aja sih soal siapa kamu sebenarnya , bagaimana latar belakang kamu . Dari dulu tuh udah sering orang lain omongin kamu yang aneh aneh . " Saran Byanca .
" Kamu tahu alasanku kan By , " balas Cyin singkat .
" Memangnya ada apa sih sebenarnya . Kok kalian sepertinya ada rahasia . " Desak Marsha yang juga penasaran .
Akhirnya Cyrin jujur pada Marsha soal latar belakangnya . Marsha akhirnya paham dari mana semua kemewahan yang di nikmatin Cyrin berasal .
Setelah itu , mereka bertiga melanjutkan memasak dengan sesekali mengobrol ringan .
__ADS_1
Pikiran Cyrin kini tidak lagi tertuju pada kejadian siang tadi , tapi pada hubungan masa lalunya dengan Farrel .
Byanca menolak bercerita , wanita itu meminta Cyrin bertanya pada Mas Bimo atau pada Farrel langsung .
Tak terasa petangpun telah tiba. Chicken steak saus enoki , ayam lada hitam , beef steak saus black pepper dan terakhir bibimbap sudah tertata rapi di meja makan Cyrin .




Bel apartemen Cyrin kembali berbunyi . Mereka bertiga sudah tahu jika yang datang adalah Nino . Karena tadi saat Byanca mengabari Nino keadaan Cyrin , wanita itu mengajak Nino untuk ke apartemennya untuk ikut makan malam .
Cyrin merasa tak enak hati pada Nino . Menurutnya bukan Nino yang salah , tapi pria itu malah merasa paling bersalah dalam hal ini . Jadi Ia memutuskan untuk mengajak Nino bergabung makan malam bersama .
Setelah berbasa basi sebentar kini mereka berempat tengah menikmati masakan Cyrin . Ketiganya tak henti henti memuji masakan Cyrin . Sampai ponsel Cyrin berbunyi , nama Farrel nampak di layarnya .
Cyrin sedikit menjauh saat menerima panggilan itu , ternyata Farrel hanya ingin mengabarkan jika Ia kini tengah dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Indonesia .
Namun suara tawa dari Byanca ,Marsha , dan Nino terdengar oleh Farrel .
" Rin , apa ada pria di apartemenmu ? Aku seperti mendengar ada suara pria . " Tanyanya .
" Iya . Pak Nino , CEO ku ikut bergabung bersama kami . Sebenarnya kami berempat sedang makan malam . "
" Astaga Cyrinda . " Hanya itu yang diucapkan oleh Farrel .
" Jangan sampai kamu hanya ditinggal berdua dengan pria itu di apartemen . Pastikan selalu ada kedua sahabatmu itu . " Peringat Farrel .
" Aku akan segera menemuimu sesampaiku di Indonesia . " Ucap Farrel sebelum memutuskan panggilan telepon mereka .
Cyrin kembali ke meja makan dan kembali mengobrol bersama yang lainnya .
Tak tahu saja wanita itu , jika Farrel kini sedang gelisah . Mana bisa Ia tenang saat tahu Cyrin kini sedang bersama dengan Nino , pria yang dulu juga menyukai wanita itu .
" Aarrggghhh Cyrinda .... baru kutinggal seminggu sudah 2 kali kamu membuatku gelisah seperti ini . " Teriak Farrel dalam hati .
.
.
.
.
.
" Aku tidak ingin cemburu. Tapi aku merasa tidak suka jika orang lain membuatmu tertawa lepas tanpa kehadiranku."
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue