
Farrel baru saja sampai di bandara Soekarno Hatta pukul 5 subuh.
" Fin , langsung ke apartemen Cyrin aja . Aku kok gak tenang yah . " Perintah Farrel .
" Bukannya kepagian jika harus kesana sekarang Pak ? "
" Aku ingin memastikan saja , semoga yang ku pikirkan tidak terjadi . " Ucap Farrel .
" Yah gak mungkin lah Pak . Menurut saya Nona Cyrin bukan orang yang seperti itu . " Komentar Daffin .
Farrel diam sejenak . Dalam hatinya Ia percaya pada Cyrin , tapi Ia tidak percaya pada Nino .
Dulu saja pria itu dengan berani merebut mantan kekasihnya , bahkan mereka sedang berhubungan badan saat Farrel memergokinya .
" Argghhh... tidak tidak . Cyrin gak seperti wanita ular itu . " Ucap Farrel menenangkan dirinya sendiri .
" Kita tetap ke apartemen Cyrin aja Fin . Gak perlu masuk , kita tungguin di parkiran saja . Kan nanti bisa ketahuan jika benar Nino menginap di sana atau tidak . " Putus Farrel .
Daffin tentu saja hanya bisa mengikuti perintah atasannya itu . Ia segera melajukan mobilnya menuju komplek apartemen milik Cyrin .
Sesuai perintah Farrel , kini kedua pria itu sedang mengintai ke arah pintu lobby apartemen dari dalam mobil yang sengaja di parkirkan tak jauh dari sana .
Sesekali Daffin memejamkan matanya karena jujur saja Ia masih lelah dan mengantuk setelah perjalanan panjang .
" Fin .. yang bos disini siapa sih ? Kok kamu yang tidur sih . Harusnya kamu yang ngintai aku boleh tidur bentar . " Ucap Farrel .
" Tapi kan Pak ini bukan urusan kantor , tapi urusan percintaan pribadi . Saya gak mau ikut ikutan ah . " Balas Daffin .
Daffin yang menyadari ucapannya segera meminta maaf pada Farrel . Ia berusaha agar matanya terus terjaga .
Setelah 1 jam 20 menit menunggu , Farrel melihat Cyrin yang keluar dari lobby seorang diri dan berjalan menuju mobilnya .
Segera saja Farrel turun dan menghampiri Cyrin .
" Rin... " panggilnya .
Cyrin menoleh , dan Ia cukup terkejut melihat Farrel adalah orang yang memanggil namanya .
" Loh... Farrel kok sudah ada disini ? " tanya Cyrin .
" Iya saya memang sengaja nungguin kamu . Dari Bandara aku langsung kesini . "
" Loh... kok gak langsung nyamperin ke atas sih . Kan kasian nunggu di mobil . Udah lama nunggunya ?" Ucap Cyrin .
" Saya gak mau ganggu kamu . Gak lama kok nungguinnya . "
" 1 jam lebih bagi orang jatuh cinta sama saja seperti 1 menit . " Ucap Daffin bersungut sungut di belakang Farrel . Tentu saja bosnya itu masih bisa mendengar ucapannya .
Cyrin hanya bisa menahan tawanya melihat interaksi Farrel dan Daffin .
" Lalu , Farrel nungguin saya untuk apa ? "
Farrel menggeleng . " Hemm untuk apa yah ? Gak tau juga alasannya . Hanya saja sejak di pesawat kepikiran kamu terus , makanya langsung kesini deh . "
" Ya sudah , Pak saya berangkat dulu yah . Sudah hampir telat . " Pamit Cyrin .
Farrel segera mencegah tangan Cyrin membuka pintu kemudi .
" Saya saja yang supirin yah . " Pinta Farrel .
" Terimakasih , tapi lebih baik kamu pulang dan istirahat saja yah . Pasti masih lelah . " Balas Cyrin .
__ADS_1
" Tak apa .. saya masih mampu kok . " cegah Farrel .
Cyrin masih terdiam.
" Kalau kamu izinin , saya jadikan ini sebagai pertemuan ke tiga . Deal ? "
Tanpa berpikir lagi Cyrin segera menyambut uluran tangan Farrel lalu menyerahkan kunci mobil pada pria itu .
Farrel juga meminta Daffin agar menyusulnya dan bertemu di kantor Cyrin .
Awal perjalanan , suasana sangat hening . Tak ada yang memulai pembicarannya .
" Jadi gimana semalam ? " Tanya Farrel .
" Gimana apanya ? "
" Ngumpulnya , seru ? " lanjut Farrel .
" Ohh biasa aja . Cuma ngobrol biasa aja kok . "
" Rel , saya mau nanya. Boleh ? " Cyrin ingin memulai bertanya soal masa lalunya .
" Jadi benar kita berdua dulu pernah saling mengenal saat SMA ? " Tanya Cyrin .
" Kenapa bertanya seperti itu ? "
" Bukannya kamu juga sering bertanya apa saya mengingatmu ? Yah saya simpulkan saja . " ucap Cyrin tergagap karena berbohong .
" Jangan bohong . Kamu gak ada bakat . "
" Iya ... iya .. ngaku . Pak Nino yang beritahu saya . Katanya dulu saya , kamu , dan dia pernah satu SMA yang sama . " Jelas Cyrin .
" Iya benar . Tapi dulu saya senior kamu . Saya kelas 3 kamu kelas 1 . "
" Ohhh... terus hubungan kita gimana ? Akrab gak ? " tanya Cyrin makin penasaran .
" Hemm gimana ceritainnya yah . Aku bingung mau mulai dari mana . " Jawab Farrel .
" Dari mana aja boleh. Soalnya jujur saja , gak tahu apa penyebabnya tapi saya merasa ada beberapa potongan ingatanku yang saya lupakan . Saya juga gak tau alasannya kenapa . Contohnya yah soal kamu dan soal Pak Nino . " Jelas Cinta panjang lebar .
" Jadi saya itu pertama lihat kamu waktu ospek siswa baru . Yang ngenalin kita itu adalah salah satu sahabatku saat itu . Saya juga sekarang masih bingung kok bisa sahabatku seberani itu ngajak kamu kenalan duluan . " Farrel mulai mengawali ceritanya .
" Sahabat kamu itu namanya Bimo Ganendra bukan ? " tanya Cyrin . Ia menyebutkan nama kakak ya . Ia ingin membenarkan ucapan Byanca kemarin .
" Kok kamu ingat dia . Kamu gak lupain Bimo , malah lupain saya . " Protes Farrel.
" Yah mana bisa aku lupain kakak kandungku . " Ucap Cyrin dalam hati .
" Mana ku tahu . Sudah gak usah protes . Lanjutin . "
" Terus setelah kenalan saya mulai mendekati kamu , tapi kamunya seperti menutup diri . " Ucap Farrel terhenti karena Ia sedang fokus memandangi Traffic Light .
Dalam keheningan saat Cyrin menunggu Farrel untuk melanjutkan ceritanya , namun sepertinya pagi itu cacing di perut Farrel berdemo minta diberi makan .
Seketika wajah Farrel memerah , Ia malu .
" Rin , abaikan saja yang barusan kamu dengar yah . Semalam aku kepikiran kamu terus jadinya gak bisa fokus di pesawat dan akhirnya belum makan sampai sekarang . " Ucap Farrel .
Malu .. Ia sungguh malu . Dasar cacing sialan , batinnya .
Cyrin melihat di depan ada resto cepat saji ,
__ADS_1
" Rel boleh belok kiri gak ? Aku mau beli sesuatu. Drive thrue sajalah . " Pinta Cyrin .
Cyrin memesan dua buah cheese burger dan kentang goreng . Serta minumnya segelas kopi panas dan teh panas .
Setelah mendapatkan semua pesanannya Cyrin segera membukanya , sedikit meniup burger yang masih panas lalu menyodorkannya pada Farrel .
" Nih... aaaaa... buka mulutnya . " Perintah Cyrin yang kini hendak menyuapi Farrel .
Farrel tersenyum . Ia tak menyangka jika Cyrin akan seperhatian itu padanya .
Dengan wajah memerah , Ia membuka mulutnya lalu Cyrin menyuapkan burger .
Sesekali Cyrin meniup pelan burger sebelum menyuapkan lagi ke mulut Farrel . Hal itu juga Ia lakulan untuk kentang gorengnya . Cyrin lakukan bergantian hingga burger dan kentang habis .
Ia lalu memberikan kopi yang juga dibelinya .
" Nih awas masih panas . Saya tahu Kamu pasti mengantukkan ? Belum bisa tidur dari semalam . " Tebak Cyrin .
Jackson mengangguk kemudian berterimakasih.
Ia mulai menyeruput kopinya . " Rin ceritanya di lanjut sore nanti yah . Saya akan jemput kamu dan ceritakan semuanya , gimana ? " bujuk Jackson .
" Tapi ..... " cyrin ragu
" Hitung aja sore nanti jadi pertemuan ke empat . "
" Oke . Deal lagi . " Ucap Cyrin bersemangat .
Mobil Cyrin yang dikemudian Farrel sudah berhenti di depan lobby .
Farrel turun dan membuka pintu untuk Cyrin , " Silahkan . "
Cyrin tersenyum lalu ikut turun .
Tanpa mereka duga , Nino muncul dan segera menarik kerah baju kaos polo milik Farrel dan melayangkan tinju tepat di pipi kiri Farrel .
' Buuuggghhhhh '
.
.
.
.
.
"Kapanpun dan dimanapun, kita selalu ditantang untuk tetap berpikir baik, berbicara baik dan bertindak baik, walau hasilnya tak selalu baik."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1