My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 22. Insiden cacing berdemo


__ADS_3

Farrel baru saja sampai di bandara Soekarno Hatta pukul 5 subuh.


" Fin , langsung ke apartemen Cyrin aja . Aku kok gak tenang yah . " Perintah Farrel .


" Bukannya kepagian jika harus kesana sekarang Pak ? "


" Aku ingin memastikan saja , semoga yang ku pikirkan tidak terjadi . " Ucap Farrel .


"  Yah gak mungkin lah Pak . Menurut saya Nona Cyrin bukan orang yang seperti itu . " Komentar Daffin  .


Farrel diam sejenak . Dalam hatinya Ia percaya pada Cyrin , tapi Ia tidak percaya pada Nino .


Dulu saja pria itu dengan berani merebut mantan kekasihnya , bahkan mereka sedang berhubungan badan saat Farrel memergokinya .


" Argghhh... tidak tidak . Cyrin gak seperti wanita ular itu . " Ucap Farrel menenangkan dirinya sendiri .


" Kita tetap ke apartemen Cyrin aja Fin . Gak perlu masuk , kita tungguin di parkiran saja . Kan nanti bisa ketahuan jika benar Nino menginap di sana atau tidak . " Putus Farrel .


Daffin tentu saja hanya bisa mengikuti perintah atasannya itu  . Ia segera melajukan mobilnya menuju komplek apartemen milik Cyrin .


Sesuai perintah Farrel , kini kedua pria itu sedang mengintai ke arah pintu lobby apartemen dari dalam mobil yang sengaja di parkirkan tak jauh dari sana .


Sesekali Daffin memejamkan matanya karena jujur saja Ia masih lelah dan mengantuk setelah perjalanan panjang .


" Fin .. yang bos disini siapa sih ? Kok kamu yang tidur sih . Harusnya kamu yang ngintai aku boleh tidur bentar . " Ucap Farrel .


" Tapi kan Pak ini bukan urusan kantor , tapi urusan percintaan pribadi . Saya gak mau ikut ikutan ah . " Balas Daffin .


Daffin yang menyadari ucapannya segera meminta maaf pada Farrel . Ia berusaha agar matanya terus terjaga .


Setelah 1 jam 20 menit menunggu , Farrel melihat Cyrin yang keluar dari lobby seorang diri dan berjalan menuju mobilnya .


Segera saja Farrel turun dan menghampiri Cyrin .


" Rin... " panggilnya .


Cyrin menoleh , dan Ia cukup terkejut melihat Farrel adalah orang yang memanggil namanya .


" Loh... Farrel kok sudah ada disini ? "  tanya Cyrin .


" Iya saya memang sengaja nungguin kamu . Dari Bandara aku langsung kesini . "


" Loh... kok gak langsung nyamperin ke atas sih . Kan kasian nunggu di mobil . Udah lama nunggunya  ?" Ucap Cyrin .


" Saya gak mau ganggu kamu . Gak lama kok nungguinnya . "


" 1 jam lebih bagi orang jatuh cinta sama saja seperti 1 menit . " Ucap Daffin bersungut sungut di belakang Farrel . Tentu saja bosnya itu masih bisa mendengar ucapannya .


Cyrin hanya bisa menahan tawanya melihat interaksi Farrel dan Daffin .


" Lalu , Farrel nungguin saya untuk apa ? "


Farrel menggeleng . " Hemm untuk apa yah ? Gak tau juga alasannya . Hanya saja sejak di pesawat kepikiran kamu terus , makanya langsung kesini deh . "


" Ya sudah , Pak saya berangkat dulu yah . Sudah hampir telat . " Pamit Cyrin .


Farrel segera mencegah tangan Cyrin membuka pintu kemudi .


" Saya saja yang supirin yah . " Pinta Farrel .


" Terimakasih , tapi lebih baik kamu pulang dan istirahat saja yah . Pasti masih lelah . " Balas Cyrin .

__ADS_1


" Tak apa ..  saya masih mampu kok . " cegah Farrel .


Cyrin masih terdiam.


" Kalau kamu izinin , saya jadikan ini sebagai pertemuan ke tiga . Deal ? "


Tanpa berpikir lagi Cyrin segera menyambut uluran tangan Farrel lalu menyerahkan kunci mobil pada pria itu .


Farrel juga meminta Daffin agar menyusulnya dan bertemu di kantor Cyrin .


Awal perjalanan , suasana sangat hening . Tak ada yang memulai pembicarannya .


" Jadi gimana semalam ? " Tanya Farrel .


" Gimana apanya ? "


" Ngumpulnya , seru ? " lanjut Farrel .


" Ohh biasa aja . Cuma ngobrol biasa aja kok . "


" Rel , saya mau nanya. Boleh ? " Cyrin ingin memulai bertanya soal masa lalunya .


" Jadi benar kita berdua dulu pernah saling mengenal saat SMA ? " Tanya Cyrin .


" Kenapa bertanya seperti itu ? "


" Bukannya kamu juga sering bertanya apa saya mengingatmu ? Yah saya simpulkan saja . " ucap Cyrin tergagap karena berbohong .


" Jangan bohong . Kamu gak ada bakat . "


" Iya ... iya .. ngaku . Pak Nino yang beritahu saya . Katanya dulu saya , kamu , dan dia pernah satu SMA yang sama . " Jelas Cyrin .


" Iya benar .  Tapi dulu saya senior kamu . Saya kelas 3 kamu kelas 1 . "


" Ohhh... terus hubungan kita gimana ? Akrab gak ? " tanya Cyrin makin penasaran .


" Hemm gimana ceritainnya yah . Aku bingung mau mulai dari mana . " Jawab Farrel .


" Dari mana aja boleh. Soalnya jujur saja , gak tahu apa penyebabnya tapi saya merasa ada beberapa potongan ingatanku yang saya lupakan . Saya juga gak tau alasannya kenapa . Contohnya yah soal kamu dan soal Pak Nino . " Jelas Cinta panjang lebar .


" Jadi saya itu pertama lihat kamu waktu ospek siswa baru .  Yang ngenalin kita itu adalah salah satu sahabatku saat itu . Saya juga sekarang masih bingung kok bisa sahabatku seberani itu ngajak kamu kenalan duluan . " Farrel mulai mengawali ceritanya .


" Sahabat kamu itu namanya Bimo Ganendra bukan ? " tanya Cyrin . Ia menyebutkan nama kakak ya . Ia ingin membenarkan ucapan Byanca kemarin .


" Kok kamu ingat dia . Kamu gak lupain Bimo , malah lupain saya . " Protes Farrel.


" Yah mana bisa aku lupain kakak kandungku  . " Ucap Cyrin dalam hati .


" Mana ku tahu . Sudah gak usah protes . Lanjutin . "


" Terus  setelah kenalan saya mulai mendekati kamu , tapi kamunya seperti menutup diri . " Ucap Farrel terhenti karena Ia sedang fokus memandangi Traffic Light .


Dalam keheningan saat Cyrin menunggu Farrel untuk melanjutkan ceritanya , namun sepertinya pagi itu cacing di perut Farrel berdemo minta diberi makan .


Seketika wajah Farrel memerah , Ia malu .


" Rin , abaikan saja yang barusan kamu dengar yah . Semalam aku kepikiran kamu terus jadinya gak bisa fokus di pesawat dan akhirnya belum makan sampai sekarang . " Ucap Farrel .


Malu ..  Ia sungguh malu . Dasar cacing sialan , batinnya .


Cyrin melihat di depan ada resto cepat saji ,

__ADS_1


" Rel boleh belok kiri gak ? Aku mau beli sesuatu. Drive thrue sajalah . " Pinta Cyrin .


Cyrin memesan dua buah cheese burger dan kentang goreng . Serta minumnya segelas kopi panas dan teh panas .


Setelah mendapatkan semua pesanannya Cyrin segera membukanya , sedikit meniup burger yang masih panas lalu menyodorkannya pada Farrel .


" Nih... aaaaa... buka mulutnya . " Perintah Cyrin yang kini hendak menyuapi Farrel .


Farrel tersenyum . Ia tak menyangka jika Cyrin akan seperhatian itu padanya .


Dengan wajah memerah , Ia membuka mulutnya lalu Cyrin menyuapkan burger .


Sesekali Cyrin meniup pelan burger sebelum menyuapkan lagi ke mulut Farrel . Hal itu juga Ia lakulan untuk kentang gorengnya . Cyrin lakukan bergantian hingga burger dan kentang habis .


Ia lalu memberikan kopi yang juga dibelinya .


" Nih awas masih panas . Saya tahu Kamu pasti mengantukkan ? Belum bisa tidur dari semalam . " Tebak Cyrin .


Jackson mengangguk kemudian berterimakasih.


Ia mulai menyeruput kopinya . " Rin ceritanya di lanjut sore nanti yah . Saya akan jemput kamu dan ceritakan semuanya , gimana  ? "  bujuk Jackson .


" Tapi ..... " cyrin ragu 


" Hitung aja sore nanti jadi pertemuan ke empat . "


" Oke . Deal lagi . " Ucap Cyrin bersemangat .


Mobil Cyrin yang dikemudian Farrel sudah berhenti di depan lobby .


Farrel turun dan membuka pintu untuk Cyrin , " Silahkan . "


Cyrin tersenyum lalu ikut turun .


Tanpa mereka duga , Nino muncul dan segera menarik kerah baju kaos polo milik Farrel dan melayangkan tinju tepat di pipi kiri Farrel .


' Buuuggghhhhh '


.


.


.


.


.


"Kapanpun dan dimanapun, kita selalu ditantang untuk tetap berpikir baik, berbicara baik dan bertindak baik, walau hasilnya tak selalu baik."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2