
Sesampainya di apartemen , Cyrin disambut oleh dua orang sahabatnya yang sibuk dengan ponsel mereka masing masing .
Cyrin ikut bergabung di Sofa dengan keduanya .
Ia menyandarkan tubuhnya setengah berbaring pada sofa .
" Capek banget Rin . " Tegur Marsha .
Cyrin mengangguk .
" Oh ya.. tadi Kak Farrel datang nyariin kamu . Kamu lupa yah kalau sudah janjian dengannya ? "
Cyrin kembali mengangguk saja .
" Lemas amat sih... bukannya kalau sudah olah raga harusnya jadi tambah semangat yah . " Komentar Byanca .
" Aku lagi pusing nih . " Ucap Cyrin .
" Aku bingung harus bersikap bagaimana dengan Mas Farrel dan Kak Nino . "
" Bukannya aku besar kepala yah , tapi dari sikap mereka aku merasa mereka sedang mendekatiku . " Ucap Cyrin .
" Yah Rin, aku bodoh bodoh gini juga sadar kok kalau Pak Farrel dan Pak Nino itu mereka berdua suka sama kamu . " Celetuk Marsha .
" Terus yang bikin kamu pusing apaan ? " tanya Byanca .
" Yah aku pusing hadapinnya lah . Mas Farrel itu udah terang terangan nunjukin kalau dia punya perasaan sama aku . Dari sikapnya , perhatiannya , semua hadiah hadiah dari dia itu udah nunjukin kalau dia juga punya perasaan sama aku . Tapi sampai sekarang dia belum pernah bilang suka . " Ucap Cyrin .
Kedua sahabatnya hanya diam mendengarkan .
" Tapi kamu bilang dia minta kamu nunggu . Bukannya dia mengakui kalau perasaannya dari 6 tahun lalu masih ada . Memangnya perasaan apa lagi selain cinta . " Komentar Byanca .
" Tapi aku maunya dia memperjelas By . Kalau gini kan aku merasa di PHPin . "
" Memangnya kamu juga suka sama Pak Farrel ? " Tanya Marsha .
Cyrin terdiam .
" Aku merasa aman dan nyaman selama sama dia . Jantungku rasanya berdetak dua kali lebih cepat kalau lagi bersamanya . Dan yang terpenting , aku kok gak suka lihat dia kecewa . Kalau seperti itu , apa berarti aku juga suka sama dia ? "
" Ya elah Rin.... itu udah pasti kamu juga suka sama dia . " Ucap Marsha .
" Kamu tuh yah gak mau di PHPin sama Kak Farrel , tapi kamunya sendiri PHPin Pak Nino . " Ujar Byanca .
" Maksud kamu By ? "
" Yah sikap kamu ke Pak Nino . Harusnya kalau kamu tidak ada perasaan sama dia , kamu ambil jarak Rin . Seperti kata Marsha , semua orang juga bisa tahu dari sikapnya Pak Nino kalau dia ada rasa sama kamu . Kalau kamu terus memberi celah pada Pak Nino dia akan semakin berharap sama kamu . Dan bisa jadi hal itu juga bisa merusak hubungan yang akan kamu bangun sama Kak Farrel . " Nasehat Byanca .
Cyrin menyetujui ucapan Byanca .
" Jadi aku harus gimana ? Aku hanya berusaha bersikap sopan ke Kak Nino . Selain dia bos kita , saat pertama ke Jakarta dia salah satu teman pertamaku disini . "
" Lebih baik kamu jujur sama Pak Nino sekarang tentang kamu dan Kak Farrel . Mendingan dia tahu lebih awal sehingga kamu bisa buat batasan dengannya Rin . Dari pada nanti perasaan Pak Nino berkembang lebih besar , Ia malah akan lebih sakit hati lagi . " Saran Byanca .
Hari itu Cyrin terus saja memikirkan ucapa Byanca. Semua ucapan Byanca dan Marsha benar , jadi Cyrin sudah memutuskan untuk bicara dengan Nino besok saat mereka bertemu .
Malamnya Cyrin sudah selesai bersiap. Wanita itu kini sedang menunggu Farrel menjemputnya.
Cyrin sudah mengenakan gaun yang diberikan Farrel untuknya pagi tadi .

Byanca dan Marsha yang melihat penampilan Cyrin sunggung terkesima . " Rin , kamu cantik banget . " Komentar keduanya .
Tak lama bel apartemen berbunyi . Cyrin sudah yakin jika yang datang adalah Farrel .
Ia pun segera berpamitan pada kedua sahabatnya .
Setelah pintu terbuka , respon Farrel tak jauh berbeda dengan kedua sahabatnya . Farrel sampai tak bisa berkata apa apa melihat penampilan Cyrin yang berbeda dari biasanya .
Melihat Cyrin yang jauh lebih cantik dan dewasa setelah memakai riasan seperti ini , sangat berbeda dengan Cyrin yang biasanya tampil tanpa riasan namun kecantikannya tetap natural.
" Mas... mau jalan sekarang gak ? " Tanya Cyrin menyadarkan Farrel dari kekagumannya .
" Eh eh..iya jalan sekarang aja . "
Farrel lalu memberikan lengannya agar Cyrin mau menggandengnya .
Dari kejauhan terlihat mereka berdua berjalan menuju mobil sangat serasi , seperti raja dan ratu .
Farrel juga tak kalah mempesona dari Cyrin . Dengan setelan jas berwarna hitam dan dasi kupu kupu membuatnya terlihat makin tampan .

__ADS_1
Malam ini Daffin tetap setia mengemudikan mobil Farrel , walaupun tampilannya tak kalah mempesonanya dari atasannya itu .
Farrel mengeluarkan sebuah kotak . " Bukalah ? "
Cyrin menerima kotak itu dengan ragu , lalu membukanya .
Tampaklah dua gelang dengan model yang sama namun warna berbeda .
Farrel mengambil salah satunya, kemudian memasangkan pada salah satu pergelangan tangan Cyrin .
" Cantik . Yang satunya lagi sebenarnya aku beli untukku . Aku ingin kita berdua memakai benda yang sama , agar kamu terus mengingatku . "
Cyrin masih terdiam . Ia bingung harus menjawab apa .
" Terimakasih. "
Cyrin merutuki dirinya yang hanya bisa mengucapkan kata itu .
Farrel tersenyum , Ia menahan tawa melihat raut wajah malu malu dari Cyrin .
" Kamu mau gak pasangkan gelang yang satu lagi untukku ? Kamu gak keberatankan jika kita memakai gelang yang sama . Karena aku juga ingin kamu selalu ada di pikiranku , aku ingin selalu mengingat dirimu dalam setiap hal yang aku lakukan . " Ucap Farrel .
Wajah Cyrin sudah dipastikan sangat merona .
Tapi Ia tetap berusaha tenang dan memakaikan gelang ke pergelangan tangan Farrel .
Farrel memegang tangan Cyrin , meletakkan di pundaknya lalu memotret dengan ponsel kedua tangan mereka yang memakai gelang yang sama .

Mobil tetap melaju membelah jalanan Jakarta beberapa menit sebelum akhirnya mereka tiba di sebuah hotel .
Masih dengan tangan Cyrin yang bertaut pada lengan Farrel, keduanya memasuki hotel menuju ballroom tempat acara dengan diikuti oleh Daffin dibelakangnya .
Kapan lagi mereka bisa mendapatkan gambar dan berita mengenai CEO Jatmika Company dan wanita yang digandengnya .
Para wartawan yang mengambil foto dan memberikan pertanyaan sudah coba dihalau oleh Daffin dibantu oleh para petugas keamanan .
Hingga kini Farrel dan Cyrin sudah berada di tempat acara .
Farrel mengajak Cyrin menemui pemilik pesta yang kemudian memperkenalkan diri dengan nama Tuan dan Nyonya Pratama .
Cyrin merasa seperti pernah bertemu dengan Pak Pratama tapi Ia lupa bertemu dimana . Cyrin juga semakin merapatkan dirinya pada Farrel karena merasa Pak Pratama terus saja mencuri curi pandangan padanya .
Sampai ketika seorang wanita dengan menggunakan gaun hitam datang dan memberi ucapan selamat .

" Kenapa aku harus bertemu dia disini sih . " batin Cyrin .
Yah , wanita itu adalah Aurora .
Namun sebelum Aurora sempat mengucapkan kata kata , Nyonya Pratama segera menegurnya .
" Heh , kenapa kamu datang kesini. Siapa yang mengundangmu ? " Ucapnya tak ramah .
" Tentu saja aku harus hadir. Aku kan salah satu aktris kebanggaan PH ini . " Jawab Aurora seperti tak terpengaruh dengan ucapan Nyona Pratama.
" Dasar jal\*\*ng . Apa tidak cukup kamu menguasai suamiku di luar , sekarang kamu juga mau bertingkah disini . " Nyonya Pratama terlihat sedang berusaha menahan amarahnya .
__ADS_1
Tuan Pratama yang merasa malu pada Farrel karena sikap istrinya , segera mengajak istrinya pergi dari sana .
Aurora sendiri beralih menatap pada pasangan Farrel dan Cyrin .
" Farrel ? Itu kamu kan Farrel ? " tanyanya .
Farrel tersenyum tipis . " Iya . " Jawabnya singkat.
" Wah sudah lama kita tak bertemu . Tak ku sangka kamu juga diundang di acara ini . Sepertinya kita memang di takdirkan untuk bertemu kembali . " Ucapnya dibuat buat manja .
Aurora sepertinya tak menyadari jika wanita yang digandeng Farrel adalah Cyrin .
Cyrin yang sudah merasa jengah dengan sikap Aurora akhirnya menegurnya .
" Hai calon kakak ipar . Apa kau tak berniat menyapaku juga ? " Ucap Cyrin .
" Hah , Cyrinda ? Kamu diundang juga ? " Tanyanya bingung .
Tapi Ia kemudian menyadari jika tangan Cyrin dan Farrel saling bergandengan .
Sama halnya dengan Aurora, Farrel juga terkejut karena baru mengetahui jika Aurora adalah kekasih Bimo .
Farrel segera melepaskan gandengan tangan mereka , lalu beralih dengan merangkul pinggang Cyrin . Sehingga wanita itu kini lebih dekat dengannya .
" Dia datang kesini bersamaku . "
Farrel yang menjawab pertanyaan Aurora .
" Wahh hebat juga yah kamu Rin . Setelah sebelumnya kita bertemu saat kamu dan Nino berbelanja , eh sekarang kita bertemu lagi di pesta tapi kamu sudah dengan Farrel . " Ucap Aurora sengaja berniat memanasi Farrel .
Farrel segera berpamitan pada Aurora . Aurora terus menatap kepergian keduanya . Ia merasa penasaran dengan Farrel . Sebenarnya siapa dia?
Selama berpacaran dengan Farrel, setahu Aurora Farrel termasuk pria yang sederhana .
Itulah mengapa saat itu dia menerima tawaran Nino untuk berselingkuh karena saat itu Nino selalu memberinya uang dan barang barang mewah . Apalagi jika Aurora melayani \*\*\*\*\* Nino , maka sudah pasti setelahnya Ia akan mendapatkan banyak uang dari pria itu .
Itulah salah satu alasan Ia meninggalkan Farrel demi Nino . Dengan satu pria Ia bisa mendapatkan dua hal yang Ia sukai yang tak bisa Farrel berikan , yaitu \*\*\*\* dan uang .
Sampai ketika Ia bertemu dengan Pak Pratama . Pemilik PH yang akhirnya menjadikan dirinya sebagai sugar baby dengan imbalan karir dan juga uang .
Sedang berpacaran dengan Bimo hanyalah Ia jadikan sebagai status untuk melindungi hubungan terlarangnya dengan Pak Pratama .
Bagi Aurora Bimo memang pria yang baik , Bimo juga mampu memenuhi gaya hidupnya . Namun Aurora yang sudah terbiasa dengan gaya hidup bebas tak bisa mendapatkan kepuasan batin dari Bimo yang memegang prinsip No \*\*\* before married .
Namun kini setelah Aurora bertemu Farrel kembali , entah mengapa Ia menginginkan pria itu lagi .
Apalagi setelah mengetahui jika Farrel adalah CEO Jatmika Company . Perusahaan raksasa yang tentu saja mengalahi PH milik Pak Pratama dan Perusahaan milik Nino bahkan perusahaan milik Bimo , kekasihnya .
" Hemm ... maaf calon adik iparku . Tapi aku akan mengambil milikku kembali . " Batin Aurora yang terus saja mengawasi gerak gerik Farrel dan Cyrin .
.
.
.
.
.
"*Yang paling menyedihkan dari semua hati adalah hati yang tidak bersyukur." - Tom Krause*
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue