My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 38 . Aurora


__ADS_3

Sesampainya di apartemen , Cyrin disambut oleh dua orang sahabatnya yang sibuk dengan ponsel mereka masing masing .


Cyrin ikut bergabung di Sofa dengan keduanya .


Ia menyandarkan tubuhnya setengah berbaring pada sofa .


" Capek banget Rin . " Tegur Marsha .


Cyrin mengangguk .


" Oh ya.. tadi Kak Farrel datang nyariin kamu . Kamu lupa yah kalau sudah janjian dengannya ? "


Cyrin kembali mengangguk saja .


" Lemas amat sih... bukannya kalau sudah olah raga harusnya jadi tambah semangat yah . " Komentar Byanca .


" Aku lagi pusing nih . " Ucap Cyrin .


" Aku bingung harus bersikap bagaimana dengan Mas Farrel dan Kak Nino . "


" Bukannya aku besar kepala yah , tapi dari sikap mereka aku merasa mereka sedang mendekatiku . " Ucap Cyrin .


" Yah Rin, aku bodoh bodoh gini juga sadar kok kalau Pak Farrel dan Pak Nino itu mereka berdua suka sama kamu . " Celetuk Marsha .


" Terus yang bikin kamu pusing apaan ? " tanya Byanca .


" Yah aku pusing hadapinnya lah . Mas Farrel itu udah terang terangan nunjukin kalau dia punya perasaan sama aku . Dari sikapnya , perhatiannya , semua hadiah hadiah dari dia itu udah nunjukin kalau dia juga punya perasaan sama aku . Tapi sampai sekarang dia belum pernah bilang suka . " Ucap Cyrin .


Kedua sahabatnya hanya diam mendengarkan .


" Tapi kamu bilang dia minta kamu nunggu . Bukannya dia mengakui kalau perasaannya dari 6 tahun lalu masih ada . Memangnya perasaan apa lagi selain cinta . " Komentar Byanca .


" Tapi aku maunya dia memperjelas By . Kalau gini kan aku merasa di PHPin . "


" Memangnya kamu juga suka sama Pak Farrel ? " Tanya Marsha .


Cyrin terdiam .


" Aku merasa aman dan nyaman selama sama dia . Jantungku rasanya berdetak dua kali lebih cepat kalau lagi bersamanya . Dan yang terpenting , aku kok gak suka lihat dia kecewa . Kalau seperti itu , apa berarti aku juga suka sama dia ? "


" Ya elah Rin.... itu udah pasti kamu juga suka sama dia . " Ucap Marsha .


" Kamu tuh yah gak mau di PHPin sama Kak Farrel , tapi kamunya sendiri PHPin Pak Nino . " Ujar Byanca .


" Maksud kamu By ? "


" Yah sikap kamu ke Pak Nino . Harusnya kalau kamu tidak ada perasaan sama dia , kamu ambil jarak Rin . Seperti kata Marsha , semua orang juga bisa tahu dari sikapnya Pak Nino kalau dia ada rasa sama kamu . Kalau kamu terus memberi celah pada Pak Nino dia akan semakin berharap sama kamu . Dan bisa jadi hal itu juga bisa merusak hubungan yang akan kamu bangun sama Kak Farrel . " Nasehat Byanca .


Cyrin menyetujui ucapan Byanca .


" Jadi aku harus gimana ? Aku hanya berusaha bersikap sopan ke Kak Nino . Selain dia bos kita , saat pertama ke Jakarta dia salah satu teman pertamaku disini . "


" Lebih baik kamu jujur sama Pak Nino sekarang tentang kamu dan Kak Farrel . Mendingan dia tahu lebih awal sehingga kamu bisa buat batasan dengannya Rin . Dari pada nanti perasaan Pak Nino berkembang lebih besar , Ia malah akan lebih sakit hati lagi . " Saran Byanca .


Hari itu Cyrin terus saja memikirkan ucapa Byanca. Semua ucapan Byanca dan Marsha benar , jadi Cyrin sudah memutuskan untuk bicara dengan Nino besok saat mereka bertemu .




Malamnya Cyrin sudah selesai bersiap. Wanita itu kini sedang menunggu Farrel menjemputnya.



Cyrin sudah mengenakan gaun yang diberikan Farrel untuknya pagi tadi .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1634534155991.jpg)



Byanca dan Marsha yang melihat penampilan Cyrin sunggung terkesima . " Rin , kamu cantik banget . " Komentar keduanya .



Tak lama bel apartemen berbunyi . Cyrin sudah yakin jika yang datang adalah Farrel .



Ia  pun segera berpamitan pada kedua  sahabatnya .



Setelah pintu terbuka , respon Farrel tak jauh berbeda dengan kedua sahabatnya . Farrel sampai tak bisa berkata apa apa melihat penampilan Cyrin yang berbeda dari biasanya .



Melihat Cyrin yang jauh lebih cantik dan dewasa setelah memakai riasan seperti ini , sangat berbeda dengan Cyrin yang biasanya tampil tanpa riasan namun kecantikannya tetap natural.



" Mas... mau jalan sekarang gak ? " Tanya Cyrin menyadarkan Farrel dari kekagumannya .



" Eh eh..iya jalan sekarang aja . "


Farrel lalu memberikan lengannya agar Cyrin mau menggandengnya .



Dari kejauhan terlihat mereka berdua berjalan menuju mobil sangat serasi , seperti raja dan ratu .



Farrel juga tak kalah mempesona dari Cyrin . Dengan setelan jas berwarna hitam dan dasi kupu kupu membuatnya terlihat makin tampan .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1634534155988.jpg)


__ADS_1


Malam ini Daffin tetap setia mengemudikan mobil Farrel , walaupun  tampilannya tak kalah mempesonanya dari atasannya itu .



Farrel mengeluarkan sebuah kotak . " Bukalah ? "



Cyrin menerima kotak itu dengan ragu , lalu membukanya .


Tampaklah dua gelang dengan model yang sama namun warna berbeda .



Farrel mengambil salah satunya, kemudian memasangkan pada salah satu pergelangan tangan Cyrin .



" Cantik . Yang satunya lagi sebenarnya aku beli untukku . Aku ingin kita berdua memakai benda yang sama , agar kamu terus mengingatku . "



Cyrin masih terdiam . Ia bingung harus menjawab apa .



" Terimakasih. "


Cyrin merutuki dirinya yang hanya bisa mengucapkan kata itu .



Farrel tersenyum , Ia menahan tawa melihat raut wajah malu malu dari Cyrin .


" Kamu mau gak pasangkan gelang yang satu lagi untukku ? Kamu gak keberatankan jika kita memakai gelang yang sama . Karena aku juga ingin kamu selalu ada di pikiranku , aku ingin selalu mengingat dirimu dalam setiap hal yang aku lakukan . " Ucap Farrel .



Wajah Cyrin sudah dipastikan sangat merona .


Tapi Ia tetap berusaha tenang dan memakaikan gelang ke pergelangan tangan Farrel .



Farrel memegang tangan Cyrin , meletakkan di pundaknya lalu memotret dengan ponsel kedua tangan mereka yang memakai gelang yang sama .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1634534155990.jpg)



Mobil tetap melaju membelah jalanan Jakarta beberapa menit sebelum akhirnya mereka tiba di sebuah hotel .



Masih dengan tangan Cyrin yang bertaut pada lengan Farrel, keduanya memasuki hotel menuju ballroom tempat acara dengan diikuti oleh Daffin dibelakangnya .




Kapan lagi mereka bisa mendapatkan gambar dan berita mengenai CEO Jatmika Company dan wanita yang digandengnya .



Para wartawan yang mengambil foto dan memberikan pertanyaan sudah coba dihalau oleh Daffin dibantu  oleh para petugas keamanan .



Hingga kini Farrel dan Cyrin sudah berada di tempat acara .



Farrel mengajak Cyrin menemui pemilik pesta yang kemudian memperkenalkan diri dengan nama Tuan dan Nyonya Pratama .



Cyrin merasa seperti pernah bertemu dengan Pak Pratama tapi Ia lupa bertemu dimana . Cyrin juga semakin merapatkan dirinya pada Farrel karena merasa Pak Pratama terus saja mencuri curi pandangan padanya .



Sampai ketika seorang wanita dengan menggunakan gaun hitam datang dan memberi ucapan selamat .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1634534155986.jpg)



" Kenapa aku harus bertemu dia disini sih . " batin Cyrin .



Yah , wanita itu adalah Aurora .



Namun sebelum Aurora sempat mengucapkan kata kata , Nyonya Pratama segera menegurnya .



" Heh , kenapa kamu datang kesini. Siapa yang mengundangmu ? " Ucapnya tak ramah .



" Tentu saja aku harus hadir. Aku kan salah satu aktris kebanggaan PH ini . " Jawab Aurora seperti tak terpengaruh dengan ucapan Nyona Pratama.



" Dasar jal\*\*ng . Apa tidak cukup kamu menguasai suamiku di luar , sekarang kamu juga mau bertingkah disini . " Nyonya Pratama terlihat sedang berusaha menahan amarahnya .


__ADS_1


Tuan Pratama yang merasa malu pada Farrel karena sikap istrinya , segera mengajak istrinya pergi dari sana .



Aurora sendiri beralih menatap pada pasangan Farrel dan Cyrin .



" Farrel ? Itu kamu kan Farrel ? " tanyanya .



Farrel tersenyum tipis . " Iya . " Jawabnya singkat.



" Wah sudah lama kita tak bertemu . Tak ku sangka kamu juga diundang di acara ini . Sepertinya kita memang di takdirkan untuk bertemu kembali . " Ucapnya dibuat buat manja .



Aurora sepertinya tak menyadari jika wanita yang digandeng Farrel adalah Cyrin .



Cyrin yang sudah merasa jengah dengan sikap Aurora akhirnya menegurnya .



" Hai calon kakak ipar . Apa kau tak berniat menyapaku juga ? " Ucap Cyrin .



" Hah , Cyrinda ? Kamu diundang juga ? " Tanyanya bingung .



Tapi Ia kemudian menyadari jika tangan Cyrin dan Farrel saling bergandengan .



Sama halnya dengan Aurora, Farrel juga terkejut karena baru mengetahui jika Aurora adalah kekasih Bimo .



Farrel segera melepaskan gandengan tangan mereka , lalu beralih dengan merangkul pinggang Cyrin . Sehingga wanita itu kini lebih dekat dengannya .



" Dia datang kesini bersamaku . "


Farrel yang menjawab pertanyaan Aurora .



" Wahh hebat juga yah kamu Rin . Setelah sebelumnya kita bertemu saat kamu dan Nino berbelanja , eh sekarang kita bertemu lagi di pesta tapi kamu sudah dengan Farrel . " Ucap Aurora sengaja berniat memanasi Farrel .



Farrel segera berpamitan pada Aurora . Aurora terus menatap kepergian keduanya . Ia merasa penasaran dengan Farrel . Sebenarnya siapa dia?



Selama berpacaran dengan Farrel, setahu Aurora Farrel termasuk pria yang sederhana .


Itulah mengapa saat itu dia menerima tawaran Nino untuk berselingkuh karena saat itu Nino selalu memberinya uang dan barang barang mewah . Apalagi jika Aurora melayani \*\*\*\*\* Nino , maka sudah pasti setelahnya Ia akan mendapatkan banyak uang dari pria itu .



Itulah salah satu alasan Ia meninggalkan Farrel demi Nino . Dengan satu pria Ia bisa mendapatkan dua hal yang Ia sukai yang tak bisa Farrel berikan , yaitu \*\*\*\* dan uang .



Sampai ketika Ia bertemu dengan Pak Pratama . Pemilik PH yang akhirnya menjadikan dirinya sebagai sugar baby dengan imbalan karir dan juga uang .



Sedang berpacaran dengan Bimo hanyalah Ia jadikan sebagai status untuk melindungi hubungan terlarangnya dengan Pak Pratama .



Bagi Aurora Bimo memang pria yang baik , Bimo juga mampu memenuhi gaya hidupnya . Namun Aurora yang sudah terbiasa dengan gaya hidup bebas tak bisa mendapatkan kepuasan batin dari Bimo yang memegang prinsip No \*\*\* before married .



Namun kini setelah Aurora bertemu Farrel kembali , entah mengapa Ia menginginkan pria itu lagi .


Apalagi setelah mengetahui jika Farrel adalah CEO Jatmika Company . Perusahaan raksasa yang tentu saja mengalahi PH milik Pak Pratama dan Perusahaan milik Nino bahkan perusahaan milik Bimo , kekasihnya .



" Hemm ... maaf calon adik iparku . Tapi aku akan mengambil milikku kembali . " Batin Aurora yang terus saja mengawasi gerak gerik Farrel dan Cyrin .



.


.


.


.


.


"*Yang paling menyedihkan dari semua hati adalah hati yang tidak bersyukur." - Tom Krause*


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2