
Sabtu pagi adalah waktu bagi Cyrin untuk berolah raga . Cyrin terpaksa harus berangkat sendiri ke tempat Gym karena kedua sahabatnya masih tidur dengan lelapnya .
Cyrin sedang berjalan ke arah mobilnya saat Ia mendengar suara klakson mobil .
Ia akhirnya menghentikan langkahnya , rupanya orang yang membunyikan klakson adalah Nino.
Nino segera turun dari mobilnya , " Pagi Rin . "
" Pagi Kak . " Jawab Cyrin .
" Kamu mau ke gym kan ? Yuk bareng , aku sengaja kemari untuk jemput kamu . "
Cyrin awalnya ingin menolak namun tak ada alasan yang sempat terpikirkan olehnya .
Akhirnya dia menerima tawaran Nino . Mereka berduapun akhirnya berangkat bersama ke tempat Gym .
" Ryn , hari ini kamu sibuk gak ? Aku mau ajakin kamu nonton film . " Tanya Nino .
" Hemm.. maaf yah Kak . Tapi hari ini aku sudah ada janji . " Jawab Cyrin jujur .
Sebab semalam Farrel memang meminta Cyrin untuk menemaninya ke undangan anniversary sebuah production house dimana Jatmika Company merupakan salah satu pemegang saham di sana .
" Kalau besok bagaimana ? Apa kamu juga sudah punya janji untuk besok ? " Tanya Nino sekali lagi .
" Kalau besok belum ada sih Kak . " Jawab Cyrin ragu .
" Ya udah besok aja yah . Udah lama nih gak jalan berdua bareng kamu . Kamu mau kan nemenin aku ? "
" Aku usahain yah Kak , semoga gak ada kesibukan mendadak . "
Cyrin dan Nino melanjutkan olah raga dengan privat trainer masing masing .
Sesekali Cyrin mendapati Nino yang menatap ke arahnya . Cyrin bingung , mengapa sekarang dia merasa kurang nyaman saat di tatap seperti itu oleh Nino .
Setelah 90 menit berolah raga , Cyrin kembali ke lokernya untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian .
Ia mengambil ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Farrel .
" Astaga , aku lupa kalau semalam aku janji untuk sarapan bareng Farrel . " Ucap Cyrin sambil menepuk jidatnya .
Cyrin segera menghubungi Farrel kembali .
Tuut... tuut ... suara sambungan telepon .
" Halo . " Terdengar suara Farrel menerima panggilan.
" Halo Mas . "
" Mas maafin yah . Aku lupa kalau hari ini jadwalnya aku olah raga . " Ucap Cyrin terdengar menyesal .
" Iya , aku tadi ke apartemenmu . Kulihat mobilmu ada disana jadi aku langsung saja masuk . Setelah nunggu cukup lama ternyata yang bukain pintu Byanca . "
" Iya Mas , sorry sorry . " Ucap Cyrin sekali lagi .
" Mas gak marah kan ? Berarti Mas udah sarapan sekarang ? "
" Memangnya kalau belum sarapan kamu mau nemenin ? " tanya Farrel .
" Tapi kamu berangkat gym bareng siapa ? Mobilmu kan ada di parkiran . "
Pertanyaan yang Cyrin hawatirkan akhirnya terlontar juga dari Farrel .
Cyrin bisa saja bohong , tapi Ia takut ketahuan .
Jika berkata jujur , bisa saja Farrel malah makin kesal .
" Aku bareng Kak Nino . Kebetulan kami memang nge gym di tempat yang sama . " Ucap Cyrin ragu .
" What ? Nino ? Jangan bilang kamu lupa janjimu padaku karena sudah janjian juga sama Nino ? "
" Gak gitu Mas ... aku beneran lupa janji sama Mas . Kalau soal Kak Nino aku juga gak tahu kenapa tadi dia jemput aku . " Jelas Cyrin .
" Ya sudah , bersiaplah . Kirimkan aku alamat di mana kamu sekarang . Aku akan menjemputmu ke sana . "
Akhirnya telepon terputus. Cyrin membuang napas lega .
Ia segera melakukan yang Farrel minta secepat mungkin . Harapannya semoga Nino belum selesai berolah raga jadi Cyrin tidak perlu merasa tidak enak harus pulang lebih dulu .
Namun sayang , keinginan tak selalu menjadi kenyataan . Setelah 30 menit bersiap , saat Cyrin ke lobby di sana Nino sudah menunggu .
" Yuk Rin , aku antar pulang . Aku juga udah selesai kok . " Ucap Nino .
" Terimakasih Kak Nino , tapi aku pulang sendiri saja . Kebetulan aku ada urusan lain lagi . " Tolak Cyrin sopan .
" Ya udah aku temenin kamu . Memangnya urusan apa sih ? Aku antarin yah . " Bujuk Nino .
" Hemm gimana yah kak ... tapi aku udah janjian sama orang lain . "
" Farrel ? " Tanya Nino memastikan dugaannya .
__ADS_1
Cyrin hanya diam . Diamnya Cyrin sudah menjawab semuanya .
Di saat yang bersamaan Cyrin melihat mobil Farrel yang berhenti tepat di depan pintu lobby .
" Kak , Aku jalan duluan yah . Terimakasih tadi sudah jemput aku . " Pamit Cyrin disertai dengan senyuman yang sangat manis .
Cyrin segera masuk ke mobil yang pintunya telah dibuka oleh Daffin . Meninggalkan Nino dengan amarah yang tertahan .
Sekali lagi Farrel mengacaukan usahanya dalam mendekati Cyrin , pikir Nino .
" Terima kasih Pak Daffin . " Ucap Cyrin ramah .
" Hai Mas , " Sapa Cyrin pada Farrel .
Namun Farrel hanya sibuk dengan ponselnya .

" Mas .... Mas Farrel . "
" Hemmm .... "
" Tuh kumat lagi. Hamm hemm hamm hemm aja. Orang itu kalau namanya dipanggil , yah nyahut dong Mas . " Gerutu Cyrin .
Farrel menghentikan kegiatan dengan ponselnya .
" Ya , ada apa Cyrinda Gayatri Al Amin ? " Ucap Nino sambil menatap pada Cyrin .
Wanita itu hanya tersenyum . Ia tahu Farrel sedang kesal padanya .
" Aku ada meeting . Kamu temenin yah , sekalian kamu bisa brunch di sana . "
Cyrin menggeleng . " Aku baru aja olah raga bakar lemak Mas , masa langsung nimbun lemak lagi . " Tolak Cyrin .
Ucapan wanita itu membuat Daffin tertawa.
" Kamu kurus gini , lemak apa yang mau di bakar ? Gak pakai protes yah Rin , kamu ikut aja . "
Raut wajah Cyrin seketika berubah menjadi cemberut .
Farrel melihatnya semakin gemas . " Bagaimana aku bisa kesal pada wanita ini , wajahnya itu sungguh menggemaskan . " Batin Farrel .
Tanpa Ia sadari salah satu tangannya sudah meraih tangan Cyrin untuk Ia genggam , sedang yang satunya sibuk memegang ponsel .
Cyrin yang mendapat perlakuan seperti itu sudah pasti menjadi merona .
Akhirnya mereka tiba di sebuah Cafe tempat Farrel janjian dengan kliennya .
Ternyata mereka sampai lebih dulu . Farrel segera memesan makanan untuk mereka bertiga .
Tak butuh waktu lama pesanan makanan mereka disajikan .
__ADS_1
Farrel sangat suka melihat Cyrin yang lahap jika sedang makan . Seperti saat ini , wanita itu memakan saladnya dengan lahap dan sesekali tersenyum .
Setelah itu dua orang pria mendekati meja mereka , membuat Cyrin menghentikan makannya .
" Pagi Pak Farrel , Pak Daffin . " ucap dua pria tadi sambil menjabat tangan Farrel dan Daffin .
" Maaf karena telah membuat Bapak menunggu . " Lanjutnya .
" Tak apa . Malah saya yang merasa tidak enak karena tiba tiba mengunah tempat dan waktu untuk meeting . " Balas Farrel .
Kedua pria tadi tersenyum . " Tak apa Pak . Kami bisa mengerti kok . " Ucap salah seorang yang akhirnya Cyrin ketahui namanya Pak Andi .
Kemudian pembahasan mereka berempat beralih menjadi pembahasan soal bisnis . Sedang Cyrin hanya diam saja , sesekali meminum tehnya atau mengecek ponselnya jika Ia mulai bosan .
Farrel yang menyadari itu sesekali mengenggam tangan Cyrin dan mengelus lembut punggung tangannya .
Dan sudah dipastikan wajah Cyrin pasti akan merona setiap kali Farrel melakukan itu .
Jadilah pagi itu Cyrin menemani Farrel meeting selama 2 jam .
Setelah meeting selesai , Farrel mengantar Cyrin pulang ke apartemennya .
" Rin , kamu tidak lupa kan dengan janji kita malam nanti ? "
" Iya . Aku ingat kok . " Jawab Cyrin dengan tersenyum .
" Rin , kamu mau gak pindah tempat gym ? " Tanya Farrel .
" Gak mau . Astaga Mas , please deh jangan mulai . " Tolak Cyrin segera .
Ia sudah menduga jika Farrel akan meminta hal itu . Alasannya pun sudah diketahui Cyrin .
" Ya udah kalau gitu aku yang pindah nge-gym ke tempat kamu . " Usul Farrel .
" Terserah Mas saja . "
Daffin telah menghentikan laju mobil , tanda mereka telah sampai di tujuan .
Daffin segera turun dan membuka pintu mobil untuk Cyrin .
" Rin, ini untuk kamu ? " Ucap Farrel memberi sebuah kotak kado .
" Hadiah lagi ? Tumben gak ada mawarnya ? "
" Ha ha ha ha ... " Farrel tertawa .
" Jadi kamu mau hadiah yang pakai bunga lagi ?"
" Sabar yah , hadiah untuk kamu stocknya masih banyak kok . Tapi kalau yang ini khusus untuk kamu pakai malam nanti . " Jelas Farrel .
" Ya udah , aku turun dulu . Terimakasih yah Mas . "
Setelah memastikan Cyrin memasuki gedung apartemen dengan aman , Farrel meminta Daffin segera melajukan mobilnya .
" Benar benar sih Nino , setiap ada kesempatan pasti dia akan ambil untuk berusaha deketin Cyrin . " Ucap Farrel .
" Yah pastilah Pak. Kan dia juga ada perasaan sama Nona Cyrin , yah pasti dideketin terus Pak. Kan Nona Cyrin juga masih jomblo . Belum ada status sama pria lain , jadi sah sah aja kalau Pak Nino berusaha . " Komentar Daffin .
" Benar juga katamu , aku harus gerak cepat nih . "
" Besok kamu tolong pesankan apa yang sudah ku minta yah Fin . " Perintah Farrel .
" Siap Pak . " Jawab Daffin .
Mobilpun melaju menuju gedung perusahaan Jatmika Company membawa Farrel dengan banyak kemungkinan kemungkinan yang Ia pikirkan saat itu .
.
.
.
.
.
" Tanda pria sejati adalah pria yang bisa membiarkan dirinya jatuh cinta secara mendalam dengan seorang wanita."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue