My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 37. Gerak cepat


__ADS_3

Sabtu pagi adalah waktu bagi Cyrin untuk berolah raga .  Cyrin terpaksa harus berangkat sendiri ke tempat Gym karena kedua sahabatnya masih tidur dengan lelapnya .


Cyrin sedang berjalan ke arah mobilnya saat Ia mendengar suara klakson mobil .


Ia akhirnya menghentikan langkahnya , rupanya orang yang membunyikan klakson adalah Nino.


Nino segera turun dari mobilnya , " Pagi Rin . "


" Pagi Kak . " Jawab Cyrin .


" Kamu mau ke gym kan ? Yuk bareng , aku sengaja kemari untuk jemput kamu . "


Cyrin awalnya ingin menolak namun tak ada alasan yang sempat terpikirkan olehnya .


Akhirnya dia menerima tawaran Nino . Mereka berduapun akhirnya berangkat bersama ke tempat Gym .


" Ryn , hari ini kamu sibuk gak ? Aku mau ajakin kamu nonton film . " Tanya Nino .


" Hemm.. maaf yah Kak . Tapi hari ini aku sudah ada janji . "  Jawab Cyrin jujur .


Sebab semalam Farrel memang meminta Cyrin untuk menemaninya ke undangan anniversary sebuah production house dimana Jatmika Company merupakan salah satu pemegang saham di sana .


" Kalau besok bagaimana ? Apa kamu juga sudah punya janji untuk besok ? " Tanya Nino sekali lagi .


" Kalau besok belum ada sih Kak . " Jawab Cyrin ragu .


" Ya udah besok aja yah . Udah lama nih gak jalan berdua bareng kamu . Kamu mau kan nemenin aku ? "


" Aku usahain yah Kak , semoga gak ada kesibukan mendadak . "


Cyrin dan Nino melanjutkan olah raga dengan privat trainer masing masing .


Sesekali Cyrin mendapati Nino yang menatap ke arahnya . Cyrin bingung , mengapa sekarang dia merasa kurang nyaman saat di tatap seperti itu oleh Nino .


Setelah 90 menit berolah raga , Cyrin kembali ke lokernya untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian .


Ia mengambil ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Farrel .


" Astaga , aku lupa kalau semalam aku janji untuk sarapan bareng Farrel . " Ucap Cyrin sambil menepuk jidatnya .


Cyrin segera menghubungi Farrel kembali .


Tuut... tuut ... suara sambungan telepon  .


" Halo . " Terdengar suara Farrel menerima panggilan.


" Halo Mas . "


" Mas maafin yah . Aku lupa kalau hari ini jadwalnya aku olah raga . " Ucap Cyrin terdengar menyesal .


" Iya , aku tadi ke apartemenmu . Kulihat mobilmu ada disana jadi aku langsung saja masuk . Setelah nunggu cukup lama ternyata yang bukain pintu Byanca . "


" Iya Mas , sorry sorry . " Ucap Cyrin sekali lagi .


" Mas gak marah kan ? Berarti Mas udah sarapan sekarang ? "


" Memangnya kalau belum sarapan kamu mau nemenin ? " tanya Farrel .


" Tapi kamu berangkat gym bareng siapa ? Mobilmu kan ada di parkiran . "


Pertanyaan yang Cyrin hawatirkan akhirnya terlontar juga dari Farrel .


Cyrin bisa saja bohong , tapi Ia takut ketahuan .


Jika berkata jujur , bisa saja Farrel malah makin kesal .


" Aku bareng Kak Nino . Kebetulan kami memang nge gym di tempat yang sama . " Ucap Cyrin ragu .


" What ? Nino ? Jangan bilang kamu lupa janjimu padaku karena sudah janjian juga sama Nino ? "


" Gak gitu Mas ... aku beneran lupa janji sama Mas . Kalau soal Kak Nino aku juga gak tahu kenapa tadi dia jemput aku . " Jelas Cyrin .


" Ya sudah , bersiaplah . Kirimkan aku alamat di mana kamu sekarang . Aku akan menjemputmu ke sana . "


Akhirnya telepon terputus. Cyrin membuang napas lega .


Ia segera melakukan yang Farrel minta secepat mungkin . Harapannya semoga Nino belum selesai berolah raga jadi Cyrin tidak perlu merasa tidak enak harus pulang lebih dulu .


Namun sayang , keinginan tak selalu menjadi kenyataan . Setelah 30 menit bersiap , saat Cyrin ke lobby di sana Nino sudah menunggu .


" Yuk Rin , aku antar pulang . Aku juga udah selesai kok . " Ucap Nino .


" Terimakasih Kak Nino , tapi aku pulang sendiri saja . Kebetulan aku ada urusan lain lagi . " Tolak Cyrin sopan .


" Ya udah aku temenin kamu . Memangnya urusan apa sih ? Aku antarin yah . " Bujuk Nino .


" Hemm gimana yah kak ... tapi aku udah janjian sama orang lain . "


" Farrel ? " Tanya Nino memastikan dugaannya .

__ADS_1


Cyrin hanya diam . Diamnya Cyrin sudah menjawab semuanya .


Di saat yang bersamaan Cyrin melihat mobil Farrel yang berhenti tepat di depan pintu lobby .


" Kak , Aku jalan duluan yah . Terimakasih tadi sudah jemput aku . " Pamit Cyrin disertai dengan senyuman yang sangat manis .


Cyrin segera masuk ke mobil yang pintunya telah dibuka oleh Daffin . Meninggalkan Nino dengan amarah yang tertahan .


Sekali lagi Farrel mengacaukan usahanya dalam mendekati Cyrin , pikir Nino .



" Terima kasih Pak Daffin . " Ucap Cyrin ramah .



" Hai Mas , " Sapa Cyrin pada Farrel .



Namun Farrel hanya sibuk dengan ponselnya .



![](contribute/fiction/3200397/markdown/14234181/1634418841303.jpg)



" Mas .... Mas Farrel . "



" Hemmm .... "



" Tuh kumat lagi. Hamm hemm hamm hemm aja. Orang itu kalau namanya dipanggil , yah nyahut dong Mas . " Gerutu Cyrin .



Farrel menghentikan kegiatan dengan ponselnya .


" Ya , ada apa  Cyrinda Gayatri Al Amin ? " Ucap Nino sambil menatap pada Cyrin .



Wanita itu hanya tersenyum . Ia tahu Farrel sedang kesal padanya .




" Aku ada meeting . Kamu temenin yah , sekalian kamu bisa brunch di sana .  "



Cyrin menggeleng . " Aku baru aja olah raga bakar lemak Mas , masa langsung nimbun lemak lagi . " Tolak Cyrin .



Ucapan wanita itu membuat Daffin tertawa.



" Kamu kurus gini , lemak apa yang mau di bakar ? Gak pakai protes yah Rin , kamu ikut aja . "



Raut wajah Cyrin seketika berubah menjadi cemberut .



Farrel melihatnya semakin gemas . " Bagaimana aku bisa kesal pada wanita ini , wajahnya itu sungguh menggemaskan . " Batin Farrel .



Tanpa Ia sadari salah satu tangannya sudah meraih tangan Cyrin untuk Ia genggam , sedang yang satunya sibuk memegang ponsel .



Cyrin yang mendapat perlakuan seperti itu sudah pasti menjadi merona .



Akhirnya mereka tiba di sebuah Cafe tempat Farrel janjian dengan kliennya .


Ternyata mereka sampai lebih dulu . Farrel segera memesan makanan untuk mereka bertiga .


Tak butuh waktu lama pesanan makanan mereka disajikan .

__ADS_1


Farrel sangat suka melihat Cyrin yang lahap jika sedang makan . Seperti saat ini , wanita itu memakan saladnya dengan lahap dan sesekali tersenyum .



Setelah itu dua orang pria mendekati meja mereka , membuat Cyrin menghentikan makannya .


" Pagi Pak Farrel , Pak Daffin . " ucap dua pria tadi sambil menjabat tangan Farrel dan Daffin .


" Maaf karena telah membuat Bapak menunggu . " Lanjutnya .


" Tak apa . Malah saya yang merasa tidak enak karena tiba tiba mengunah tempat dan waktu untuk meeting . " Balas Farrel  .


Kedua pria tadi tersenyum . " Tak apa Pak . Kami bisa  mengerti kok . " Ucap salah seorang yang akhirnya Cyrin ketahui namanya Pak Andi .


Kemudian pembahasan mereka berempat beralih menjadi pembahasan soal bisnis . Sedang Cyrin hanya diam saja , sesekali meminum tehnya atau mengecek ponselnya jika Ia mulai bosan .


Farrel yang menyadari itu sesekali mengenggam tangan Cyrin dan mengelus lembut punggung tangannya .


Dan sudah dipastikan wajah Cyrin pasti akan merona setiap kali Farrel melakukan itu .


Jadilah pagi itu Cyrin menemani Farrel meeting selama 2 jam .


Setelah meeting selesai , Farrel mengantar Cyrin pulang ke apartemennya .


" Rin , kamu tidak lupa kan dengan janji kita malam nanti ? "


" Iya . Aku ingat kok . " Jawab Cyrin dengan tersenyum .


" Rin  , kamu mau gak pindah tempat gym ? " Tanya Farrel .


" Gak mau . Astaga Mas , please deh jangan mulai . " Tolak Cyrin segera .


Ia sudah menduga jika Farrel akan meminta hal itu . Alasannya pun sudah diketahui Cyrin .


" Ya udah kalau gitu aku yang pindah nge-gym ke tempat kamu . " Usul Farrel .


" Terserah Mas saja . "


Daffin telah menghentikan laju mobil , tanda mereka telah sampai di tujuan .


Daffin segera turun dan membuka pintu mobil untuk Cyrin .


" Rin, ini untuk kamu ? " Ucap Farrel memberi sebuah kotak kado .


" Hadiah lagi ? Tumben gak ada mawarnya ? "


" Ha ha ha ha ... " Farrel tertawa .


" Jadi kamu mau hadiah yang pakai bunga lagi ?"


" Sabar yah , hadiah untuk kamu stocknya masih banyak kok . Tapi kalau yang ini khusus untuk kamu pakai malam nanti . " Jelas Farrel .


" Ya udah , aku turun dulu . Terimakasih yah Mas . "


Setelah memastikan Cyrin memasuki gedung apartemen dengan aman , Farrel meminta Daffin segera melajukan mobilnya .


" Benar benar sih Nino , setiap ada kesempatan pasti dia akan ambil untuk berusaha deketin Cyrin . " Ucap Farrel .


" Yah pastilah Pak. Kan dia juga ada perasaan sama Nona Cyrin , yah pasti dideketin terus Pak. Kan Nona Cyrin juga masih jomblo . Belum ada status sama pria lain , jadi sah sah aja kalau Pak Nino berusaha . " Komentar Daffin .


" Benar juga katamu , aku harus gerak cepat nih . "


" Besok kamu tolong pesankan apa yang sudah ku minta yah Fin . " Perintah Farrel .


" Siap Pak . " Jawab Daffin .


Mobilpun melaju menuju gedung perusahaan Jatmika Company membawa Farrel dengan banyak kemungkinan kemungkinan yang Ia pikirkan saat itu .


.


.


.


.


.


" Tanda pria sejati adalah pria yang bisa membiarkan dirinya jatuh cinta secara mendalam dengan seorang wanita."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2