
Bimo dan Farrel , juga beberapa teman SMA mereka kini sedang berkumpul di sebuah cafe .
Sejak lulus SMA , Farrel melanjutkan kuliah di luar negeri sehingga jarang berkumpul seperti ini . Hanya beberapa kali saat reuni dan bertepatan dirinya berada di Indonesia barulah Farrel bisa hadir .
Malam itu tidak hanya teman pria , ada juga teman beberapa wanita yang datang .
Ada salah satu diantaranya yang sejak tadi terus saja coba mendekati Farrel .
Farrel merasa kesal , ingin rasanya dia mengusir wanita itu hanya dia masih menahannya .
" Farrel , ke Solo dalam rangka apa nih ? " tanya seorang teman .
Farrel pikir Ini kesempatan bagus untuk menghempaskan wanita itu jauh jauh darinya .
" Aku nganterin Cyrin , kan mau acara ulang tahun perusahaan Bimo . " jawab Farrel .
" Cyrin ? Cyrinda adik Bimo ? " tanya yang lain tak percaya .
" Iya . Bentar lagi jadi dia bakalan jadi adik iparku ... " Ujar Bimo.
Teman teman yang mendengar lalu memberi ucapan selamat secara bersamaan .
Nampak raut tidak suka di wajah wanita itu . Tapi Farrel tak peduli .
Bimo mengambil jarak dari kumpulan teman temannya saat ponselnya berbunyi .
" Halo Bim ... " terdengar suara Ibu .
" Ya Bu... " Jawab Bimo .
" Cyrin Bim ... " suara Ibu mulai bergetar . Bimo merasa ada yang tidak beres
" Kenapa dengan Cyrin ? " tanya Bimo .
" Cyrin KABUR ..... " Jawab Ibu dengan suara bergetar .
" Hah??? KABUR ? " Bimo mengulangi ucapan Ibunya .
" Kok bisa ? Gimana ceritanya bisa sampai kabur ? " tanya Bimo .
Dari kejauhan Farrel melihat seperti ada yang tak beres jika dilihat dari raut wajah Bimo .
Farrel mendekati Bimo , Bimo hanya memberi kode agar Farrel menunggu .
" Ya udah Ibu tenang , aku nyari Cyrin sekarang bareng Farrel . " Ujar Bimo lalu segera memutuskan sambungan telepon .
Bimo dan Farrel bergegas pergi , bahkan tanpa sempat pamit pada teman temannya .
Sepanjang jalan Bimo menceritakan kejadiannya sesuai dengan cerita Ibu .
" Astaga... sayang kamu dimana ? " gumam Farrel .
Sungguh rasanya tadi seakan jantungnya sempat berhenti berdetak sesaat ketika Bimo memberi tahu jika Cyrin kabur .
Apalagi ini di Solo. Farrel tidak tahu harus mencari kemana .
" Bim sekarang kita kemana ? " tanya Farrel .
" kita coba mulai yang paling dekat dari rumah yah . Ada taman yang sering Cyrin datangi saat olah raga . " Ujar Bimo .
" Tapi kan Cyrin lagi kabur Bim , bukan lagi olah raga . " sela Farrel .
" Iya Rel.. ya kali aja dia kesana pengen nenangin diri . " ujar Bimo .
Farrel mengangguk , Bimo melajukan mobilnya lebih cepat .
Sesampainya di taman , keduanya berpencar mencari Cyrin .
Taman cukup luas , butuh waktu agar semua tempat bisa selesai mereka periksa .
Lalu keduanya kembali bertemu di tempat Bimo memarkir mobilnya .
" Gimana Bim ? " tanya Farrel .
Dengan napas masih memburu , Bimo menggeleng . " Gak ada Rel . "
Tak ingin membuang waktu , keduanya pergi dari taman . Belum ada kabar dari Ibu apa Cyrin sudah kembali atau belum .
" Kemana lagi Bim ? " tanya Farrel .
__ADS_1
" Bentar , aku ingat ingat dulu . " ujar Bimo .
" Hem.... apa mungkin Cyrin kesana yah ? " gumam Bimo .
" Kemana ? " tanya Farrel tak sabar .
" Ke rumah eyang . Tapi disana rumah udah kosong . Tapi bisa ajakan dia kesana karena lagi pengen sendiri . Kan dia juga dari kecil lebih sering di sana . " ujar Bimo .
" Ya, bisa jadi . Kesana aja Bim. "
Lalu mobil Bimo melesat menuju rumah eyangnya , dengan harapan mereka bisa menemukan Cyrin disana .
*Kembali ke beberapa jam sebelumnya* ,,,
Ibu dan Bapak yang panik, mondar mandir di teras depan rumah .
Setelah beberapa menit lalu menghubungi Bimo , ternyata kehawatiran mereka belum juga bisa berkurang.
" Awas aja yah kalau anak Ibu kenapa napa , ini idenya Bapak . " ujar Ibu .
" Tapi kan Ibu juga setuju . Yang ngomong ke Cyrin tadi juga Ibu . " Balas Bapak tak ingin disalahkan sendiri .
Saat sedang berdebat terdengar langkah kaki mendekat , Ayah dan Ibu menoleh bersamaan .
" Astaga Cyrin .... akhirnya Nak ... Nak kamu kemana aja . " ujar Ibu berlari memeluk putrinya.
Cyrin merasa sesak dipeluk oleh Bapak dan Ibunya bersamaan . Ia berusaha lepas dari pelukan keduanya .
" Bapak dan Ibu kenapa mondar mandir di luar . Udah malam , udara malam gak bagus untuk Bapak dan Ibu . " ujar Cyrin .
" Kami hawatir Nak . Kenapa kamu main kabur kabur aja . " ujar Ibu .
" Kabur ? " ulang Cyrin .
" Kenapa harus kabur ? Aku keluar mau beli wedang jahe . Awalnya mau bawa mobil , tapi ingat tadi pagi sempat lihat ada becak di ujung jalan . Makanya, sekalian jalan jalan aku naik becak aja beli wedang nya . " ujar Cyrin .
Bapak dan Ibu saling pandang tak percaya .
Mereka sudah heboh dengan berita Cyrin kabur , bahkan Bapak sudah akan menghubungi sahabatnya di kepolisian untuk mencari putrinya . Ternyata yang dicari nyasar ke warung wedang jahe naik becak .
" Ya udah masuk yuk ... Cyrin beli banyak kok ... ada untuk Bapak dan Ibu juga . " ujar Cyrin dengan riang tanpa tahu apa yang telah terjadi sebelumnya .
Sudah hampir 4 jam Bimo dan Farrel di jalan . Mengitari kota Solo untuk mencari Cyrin .
Kerumah eyang , sudah . Kerumah Byanca , juga sudah. Padahal jelas jika Cyrin tak mungkin kesana karena Byanca ada di Jakarta .
__ADS_1
" Bim ... gimana nih . Cyrin kemana yah . Kalau ada apa apa dengannya , aku gak bisa maafin diriku . Ini semua karena kejutan yang aku rencanain . " ujar Farrel .
" Harusnya aku gak perlu pakai kejutan kejutan segala yah ..." sesalnya .
Farrel makin kesal saat dirinya menghubungi Daffin namun tidak diangkat .
Dia ingin meminta Daffin agar melacak dimana lokasi ponsel Cyrin .
" Aku hubungin Ibu dan Bapak dulu yah , semoga mereka bisa lebih tenang walau kita belum bisa menemukan Cyrin . " Ujar Bimo .
Tuutt... tuut... tuut....
Ibu yang tertidur setelah minum wedang jahe bersama Cyrin dan Bapak , meraba raba ponselnya yang Ia letakkan di atas nakas .
" Halo .... " Jawab Ibu dengan suara serak .
" Bu , ini Bimo ... " samar samar Ibu mengingat apa yang terjadi sebelumnya saat mendengar nama Bimo .
" Astaga Bimo ... " Ibu bangun terduduk .
Dia dan Bapak tadi sampai lupa mengabari Bimo karena asik minum wedang jahe di halaman belakang rumah .
Ibu melirik jam di dinding , " Berarti sudah 3 jam sejak Cyrin kembali . " Batinnya. Dan Ibu hanya bisa menelan salivanya .
" Bu... Ibu... ibu baik baik aja ? Kok gak jawab . " ujar Bimo di telepon , terdengar hawatir .
" Ya.. ya Bim .. Ibu dengar kok . Kamu udahan aja nyari Cyrin , dia udah balik . " ujar Ibu .
" Alhamdulillah. Syukurlah . Gimana ceritanya ? " tanya Bimo .
" Yah dia balik .. dia pulang ke rumah .. " Jawab Ibu .
" Naik becak ... " lanjutnya tapi suaranya makin kecil .
" Bu ... Bimo gak jelas dengarnya . " keluh Bimo di telepon .
Ibu mulai kesal . Masa bodoh , pikirnya . Namanya manusia bisa aja keliru dan lupa .
" Cyrin ternyata gak kabur . Dia jalan jalan naik becak ke warung wedang . Udah balik juga dari 3 jam yang lalu , tapi maaf Ibu lupa ngabarinnya . " Ujar Ibu dengan jelas .
" Kamu pulang gih , udah larut juga Bim . Ya udah Ibu tutup teleponnya yah . "
Ibu memutuskan sambungan telepon . Farrel dan Bimo mencerna ucapan Ibu . Mereka menatap ponsel Bimo karena tadi ponselnya sengaja di loudspeaker . Lalu keduanya saling menatap .
" Aku gak ngerti lagi deh .. hari ini tuh sumpah hari tergila yang pernah ada . Cyrin sekarang udah ada aneh anehnya dikit yah ... malam malam beli wedang naik becak pula , ada gila gilanya juga tuh anak . "
Bimo terus saja mengoceh . Dia kesal 4 jam berkeliling mencari orang yang asik asikan minum wedang di rumah .
" Weiiittsss.... jangan bilang Cyrn ada gila gilanya dong ... "
Farrel tak terima .
" Yah emang , kamu sama aja , udah bucin akut . " Ujar Bimo lalu tertawa .
" Tapi Bim ... di saat pasangan lain punya kenangan romantis saat nyiapin kejutan untuk ngelamar pacarnya ... lah aku , kenangannya masa ngumpet di dapur dan keliling keliling kota nyari orang hilang . " Ujar Farrel .
" Kenangan absurd . " Ledek Bimo lanjut tertawa terbahak bahak ... sedang Farrel hanya bisa memijit keningnya yang tidak sakit sama sekali .
.
.
.
.
.
"Kenangan manis dalam hidupku yang dihabiskan bersamamu adalah yang terbaik. Mereka membuatku tersenyum tidak peduli apa yang terjadi dalam hidupku sekarang."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue