My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 111. Percaya dan ragu


__ADS_3

Jika perasaan cinta tak bisa terlukiskan, lantas bagaimana caranya kamu mengerti jika aku sangat mencintaimu?


Seketika aku sadar, tanpa perlu kamu katakanpun aku selalu merasa dicintai dengan semua perlakuanmu.


Dalam hening ku sebut namamu.


Dalam sakit ku butuh dirimu


Dalam tawa ku ingin bersamamu .


Aku mendapatkan hidupku ini dengan cara memilikimu, dan aku sudah sangat bahagia hanya dengan mencintai dan memilikimu.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Satu bulan berikutnya,


“Huh, jadi pengangguran ternyata butuh tenaga ekstra juga,” gumam Cyrin sembari tatapannya terus fokus pada jalanan yang sudah menahannya di tempat yang sama selama hampir 35 menit.


Sudah sebulan ini Cyrin tidak bekerja. Impiannya untuk membuka restaurant sendiripun ternyata tidak semudah yang Ia pikirkan.


Sebulan ini Ia disibukkan dengan melakukan interview pada beberapa orang yang melamar pekerjaan di restaurannya, namun belum ada satupun yang sesuai dengan kriteria Cyrin.


Setelah perjalanan panjang yang penuh drama kemacetan Ibu kota , kini Cyrin sudah tiba di perusahaan milik Farrel.


“Mas,” sapa Cyrin saat membuka pintu ruangan Farrel.


Tak ada jawaban karena sosok yang dicarinya ternyata tidak berada di tempat.


“Pantas saja meja Daffin kosong,” gumam Cyrin.


Cyrin tetap melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Farrel.


“Eh, tapi apa ini tak masalah kalau aku masuk tanpa izin?” langkahnya terhenti tatkala keraguan melanda.


“Tapi, kamar tidur Mas Farrel aja aku keluar masuk gak pake izin juga kok. Sama aja lah ini,” batinnya.


Cyrin mendaratkan tubuhnya di kursi kebesaran Farrel.


“Pantas saja Mas Farrel selalu bersikap angkuh tatkala duduk di sini, emang rasanya berbeda jika duduk diantara kubikel dengan duduk di kursi seorang CEO," Monolognya sambil terkekeh.


Cyrin mengamati benda-benda di atas meja Farrel. Matanya tertuju pada bingkai foto yang ada di atas meja Farrel.



Perasaannya menghangat saat mengingat jika foto itu adalah foto sesaat sebelum mereka melakukan foto prawedding di taman.


“Oh iya, foto prawedding kami dimana yah? Aku bahkan belum pernah melihatnya.” Batinnya.


Tak lama terdengar suara pintu ruangan yang di ketuk, Cyrin mengabaikannya.


Cyrin sengaja memutar kursi membelakangi dua orang wanita yang berjalan mendekati meja Farrel


“Beruntungnya wanita gila itu yah menjadi kekasih seorang yang sesempurna Pak Farrel,” celetuk salah satu wanita.


“Hust, jangan asal ngomong.” Wanita yang lain menimpali.


Cyrin segera memutar kursinya kembali.


“Teman mu benar, tidak seharusnya kamu menghina orang lain dibelakangnya,” ucap Cyrin .


“Apa aku terlihat seperti wanita gila?” Tanya Cyrin dengan tatapan tajam pada kedua wanita tersebut.


“Maaf, maafkan kami Nona.” Ucap kedua wanita itu bersamaan.


“Kemana keberanian kalian tadi saat membicarakan orang lain huh?” bentak Cyrin.


Bentakan Cyrin bersamaan dengan masuknya Farrel.

__ADS_1


“Loh ada apa ini?” tanyanya.


“Sayang, kamu di sini.” Farrel segera mendekati Cyrin.


Dapat Ia lihat wajah Cyrin sedikit memerah, dengan mata yang berkaca-kaca. Di tambah dengan deru napasnya yang sedikit memburu.


Farrel yakin baru saja pasti terjadi sesuatu.


“Ada apa ini sayang? Kenapa dengan mereka berdua?” tanya Farrel setelah mengecup puncak kepala Cyrin sekilas.


Farrel melihat ketegangan nampak dari wajah kedua wanita yang sepertinya karyawannya, jika dilihat dari name tag yang keduanya pakai.


Sungguh di luar dugaan, kini wajah masam Cyrin tadi tiba-tiba tersenyum.


Dengan cerianya Ia berkata, “ Tidak terjadi apa-apa. Mereka menemaniku mengobrol. Kamu pergi sangat lama.”


Sontak saja wajah kedua wanita tadi menjadi lega. Sungguh mereka kini sangatlah malu, karena wanita yang baru saja mereka hina ternyata adalah wanita baik hati yang menyelamatkan keduanya.


“Ya sudah, kalian boleh pergi. Kita akan lanjut mengobrol di lain hari.” Ucap Cyrin tanpa menatap keduanya.


Tidak bisa Ia pungkiri, hatinya sakit dikatakan sebagai wanita gila.


Pernah menderita penyakit trauma atau depresi bukanlah sebuah aib, mengapa masih banyak orang menganggapnya seperti itu.


Sementara di lain tempat, kedua wanita yang tadi menghina Cyrin sangat menyesali perbuatannya .


Mereka kini mengerti alasan di balik rumor jika bos besar mereka adalah pria bucin tingkat dewa pada kekasihnya.


Kedua karyawan wanita tadi mungkin merasa jika mereka baru saja lolos dari hukuman akibat perbuatan mereka. Tapi pada kenyataanya tidak.


Cyrin memang sengaja menyembunyikan apa yang terjadi karena tidak ingin Farrel menghukum keduanya. Hal itu malah akan membenarkan jika dirinya memang seorang wanita gila.


Tanpa keduanya sadari, jika kini mereka tengah menerima hukuman dari perbuatannya. Hukuman yang datangnya dari diri masing-masing. Yaitu penyesalan dan rasa bersalah.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Dia masih memikirkan mengenai ucapan kedua wanita tadi.


“Apa seburuk itu menjadi mantan pasien penderita gangguan kejiwaan? “ batinnya.


“Bukannya seseorang dengan gangguan kejiwaan harusnya dirangkul, dilindungi, diberi perhatian, agar bisa sembuh lebih cepat.” Batin Cyrin.


“Sayang, ada apa?” tanya Farrel pada Cyrin.


Farrel menyadari perubahan sikap kekasihnya, tidak biasanya dia akan duduk diam seperti saat ini.


“Apa ada yang sakit?” tanya Farrel.


Cyrin beranjak dari sofa dan berpindah duduk di pangkuan Farrel.


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya kesal karena menunggu Mas terlalu lama.” Elaknya.


Farrel meletakkan punggung tangannya pada dahi Cyrin, “tidak demam,” gumamnya.


“Yang bilang aku demam siapa? Sudah ku katakan jika aku baik-baik saja.” Balas Cyrin sambil terkekeh.


Farrel tersenyum lalu mengecup bibir kekasihnya.


“Sayang, besok malam aku ada undangan pesta ulang tahun salah satu klienku. Apa kamu bisa menemaniku?” tanya Farrel.


Cyrin mengangguk, “Jika Mas ingin, tentu aku akan bersedia.”


“Aku berharap kamu benar-benar bisa menemaniku. Tapi aku juga tak ingin memaksamu sayang. Lakukan jika kamu benar-benar nyaman. “ Ucap Farrel.


Sontak Cyrin langsung berdiri dari pangkuan Farrel, “ apa Mas sekarang juga meragukanku?” tanyanya.


“Apa Mas juga masih berpikir jika aku adalah wanita gila?” tanya Cyrin.

__ADS_1


“Hei, hei, tidak seperti itu sayang. Aku hanya ingin selalu membuatmu merasa nyaman sayang. Aku tidak ingin memaksakan apapun padamu.” Ucap Farrel.


“Tapi aku tidak merasa seperti itu Mas. Yang aku rasakan jika Mas kini masih meragukan jika aku sudah benar-benar sembuh. “ balas Cyrin.


“Cyrinda, berhenti berprasangka buruk pada orang lain sayang, apa lagi padaku. Tidak pernah sekalipun aku meragukanmu.” Ucap Farrel meyakinkan Cyrin sambil menggenggam kedua tangan kekasihnya itu.


“Tapi yang ku rasakan seperti itu Mas.”


“Apa hal ini juga yang membuat hubungan kita tidak ada kemajuan?”


“Apa kini sudah tidak ada lagi niatmu untuk melangkah maju bersamaku Mas?”


“Jika iya, tolong jujurlah. Aku bisa menerima semuanya.” Ucap Cyrin lalu meraih tasnya di atas meja dan pergi meninggalkan kantor Farrel.


Melihat kekasih bosnya yang pergi dengan tergesa-gesa, Daffin segera masuk ke ruangan Farrel.


Dilihatnya, bosnya itu sedang duduk di kursi kebesarannya dengan kedua telapak tangan yang menangkup wajahnya.


“Kemana dia?” tanya Farrel.


“Sepertinya Nona langsung pergi Pak.” Jawab Daffin.


Farrel menghembuskan napasnya kasar, “Apa salah jika aku terlalu mencemaskannya?”


“Aku hanya ingin dirinya selalu merasa nyaman.”


“Aku ingin dia bisa bersandar padaku seutuhnya, mengandalkanku dalam segala hal. “ Ucap Farrel.


“Maaf jika lancang Pak, tapi menurutku yang saat ini nona Cyrin butuhkan adalah rasa percaya padanya. Mengingat dulu, bagaimana sosoknya yang mandiri dan tidak pernah bergantung pada orang lain.”


“Ku rasa saat ini Nona butuh orang lain percaya padanya. Percaya jika dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.” Ujar Daffin.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Sementara Cyrin yang kini sedang mengemudikan mobilnya sedikit merutuki dirinya yang bersikap berlebihan menanggapi ucapan Farrel.


“Harusnya aku mengerti jika dia hanya mencemaskanku.” Batinnya.


Segera Cyrin menghubungi seseorang dengan ponselnya.


“Halo, “ sapa seorang pria diseberang telepon.


“Apa kau sibuk?” tanya Cyrin.


“Tidak begitu sibuk, tapi bukan berarti aku lowong.” Jawabnya.


“Berhenti mengejek pengangguran sepertiku. Bisakah kita bertemu sekarang?” pinta Cyrin.


“Kirimkan aku alamatnya, aku kesana sekarang.” Ucapnya sebelum mengakhiri sambungan telepon.


Senyum terukir di wajah tampan pria itu.


Jangan menganggapnya sebagai pria bren****k karena sesenang itu saat akan menemui wanita yang menjadi kekasih pria lain.


Tapi salahkan hati yang tidak bisa begitu saja menghapus rasa yang telah bersemayam.


Karena tidak ada yang tahu kapan akan jatuh cinta dan pada siapa, maka seperti itu juga untuk menghapus perasaan cinta.


Meski telah berusaha, tapi hati yang tetap menentukan kapan benar-benar Ia menghapusnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Kamu adalah bagaimana aku belajar caranya mencintai dengan mudah.


Merelakanmu, merindukanmu, bahkan membencimu adalah bagaimana cara aku berhenti mencintai.


Tapi mengapa sangat sulit dan sesakit ini.

__ADS_1


♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡


__ADS_2