My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 90 . Revenge - second step


__ADS_3

Setelah bayangan Pak Pratama menghilang di balik lift yang menutup , dengan tergesa-gesa Daffin  melangkahkan kakinya menuju ruangan lain yang tak jauh dari ruangan Farrel .


Ceklek ...


Suara pintu yang dibuka oleh Daffin menarik perhatian dua orang wanita yang menunggu sejak tadi .


" Mari ikut saya , Tuan Farrel akan menemui Anda . " Ujar Daffin mempersilahkan dengan sopan .


Dua wanita itu mengikuti langkah Daffin memasuki ruangan bosnya .


" Pak Farrel , Nyo..... "


Daffin menghentikan ucapannya saat bosnya yang bucin memberikan kode dengan tangan .


" Silahkan duduk dulu , " ujar Daffin pada dua wanita yang berdiri di belakangnya .


Keduanya berpindah duduk ke sofa . Salah satu wanita yang lebih muda sepertinya sudah lupa caranya berkedip ketika melihat Farrel .


Sementara yang ditatap masih sibuk membujuk tunangannya yang merajuk karena sudah hampir 2 jam Farrel tak bersamanya .


" Yang , please ..... 3 jam lagi oke . "


Daffin tak menyangka selama menjadi asisten bosnya, baru kali ini Ia melihat Farrel memohon seseorang untuk menunggunya .


" Power of nona Cyrin memang luar biasa , " batin Daffin .


" Oke sayang 2 jam yah , please . Kamu puas puasin bareng Bapak dan Ibu dulu yah , besok mereka udah balik loh . " Ujar Farrel masih beralasan agar Cyrin berhenti merajuk .


" Hemmm... I love you sayang . " Ucapan Farrel mengakhiri panggilan telepon dengan tunangannya .


Tanpa Farrel sadari beberapa menit terakhir dirinya menjadi pusat perhatian dari tiga orang lain yang berada di ruangannya .


Ketiganya mengagumi senyuman Farrel yang amat langka , tapi senyum itu dengan mudahnya terukir untuk Cyrin walau mereka hanya berbicara lewat telepon .


Tapi seketika raut wajah penuh kehangatan , cinta , dan kasih itu berubah menjadi raut wajah yang dipenuhi kemurkaan .


Tatapan sinis pada dua wanita yang tengah duduk di sofa sangat berbeda dengan tatapan memuja saat Farrel masih bertelepon dengan tunangannya .


Tubuhnya tegak dengan rahang kokoh yang terangkat , tatapannya tajam mengarah ke satu tempat , langkahnya yang tegas , sungguh membuat dua wanita ini ketakutan sampai tidak menyadari Farrel sudah duduk di hadapan mereka .


"Ekhhemmm . " Daffin berdeham untuk mengembalikan kesadaran dua wanita ini .


" Tuan ini adalah Nyonya Prat , " ucapan Daffin dihentikan lagi .


" Next , saya tahu dia . " Ujar Farrel menunjuk Nyonya Pratama dengan dagunya .


" Saya Intan , Tuan Farrel . Saya ketua tim legal PH entertainment . "


Salah satu wanita tadi berinisiatif memperkenalkan dirinya .


" Nyonya Pratama , bagaimana perasaan Anda sekarang ? " tanya Farrel .


" Saya ikut prihatin mengetahui keadaan rumah tangga Anda ," lanjutnya .


" Saya baik-baik saja Pak Farrel , ini juga berkat bantuan Anda , " balas Nyonya Pratama .


Nyonya Pratama , wanita yang bernama Risma itu adalah istri sah dari Pak Pratama  . Wanita paruh baya yang masih terlihat jauh lebih muda dan cantik dari wanita lain yang seusianya . Tapi tetap saja hal itu tidak menghentikan pria hidung belang seperti suaminya untuk berselingkuh .


Farrel tertawa , jawaban Risma sangat lucu  bagi Farrel .


" Maaf . Aku sampai tidak bisa menahan tawaku. " Ujar Farrel .


" Lucu karena Anda menjawab baik-baik saja karenaku . Bukannya Anda sudah tahu , saya yang membuat semua ini terjadi pada keluarga Anda . " Ujar Farrel menekan Nyonya Pratama atau Risma .


Risma menunduk malu .


" Nyonya , aku tahu selama ini kamu menutupi semua perbuatan bejat suamimu karena ini semua kan ? "


Farrel melemparkan kertas berisi surat-surat pemilikian saham PH Entertainment .


Mata Risma membelalak . Semua yang Ia pertahankan selama ini ada di depan matanya .


" Aku dengan mudah bisa memberimu itu semua , tapi kamu harus mengikuti semua perintahku ," bentaknya .


" Baik Pak Farrel . Saya sudah siap melakukan semuanya , saya sungguh sudah tidak kuat lagi menutupi kehancuran rumah tangga saya . " Risma berusaha menarik simpati Farrel dengan tangisan .


" Tanda tangani surat gugatan perceraian kalian, ikuti semua instruksi asistenku . Ingat aku ingin hal ini menjadi topik terpanas di negeri ini . " Lanjut Farrel dengan seringainya .


" Baik Pak ," sahut Risma .

__ADS_1


" Dan Kau , pastikan wanita jal*ng itu harus membayar pinalti yang jumlahnya sangat besar . Lebih bagus lagi jika dia tidak mampu membayarnya , kita bisa menuntutnya dengan pasal lain lagi . " Ide Farrel memang selalu brilian .


" Saya sudah menyiapkan semuanya Pak . Ternyata Aurora dikontrak dengan nominal yang besar dibanyak project , " balas Intan .


" Good . Ku pikir kalian sudah paham apa keinginanku . Sekarang waktunya menunjukkan padaku kemampuan akting kalian ," ujar Farrel .


" Fin ... udah beres kan ? Saya harus pulang sekarang . Tunanganku menunggu untuk makan bersama, " lanjutnya .


Belum sempat Daffin menjawab , Farrel sudah berjalan ke arah pintu ruang kerjanya .


" Ku nantikan hot issue kalian besok yah , semoga jadi tranding . "


Langkah Farrel sangat ringan dan bersemangat saat akan bertemu dengan Cyrin .



Setelah Farrel pergi , kini Daffin yang akan memimpin misi balas dendam tahap dua .



" Tanda tangani surat gugatan cerai dan surat pengalihan saham . " Ujar Daffin pada Risma .



Tak lama Daffin menerima panggilan dari anak buahnya yang mengikuti mobil Pak Pratama .



Sesuai dugaan , mobil pria itu menuju ke arah apartemen wanita simpanannya .



Daffin menyeringai , " Ok , pantau terus . Aku segera kesana . "



" Sepertinya hari ini kalian harus lembur . Sudah siapkan ? Kita eksekusi hari ini juga . " Ujar Daffin .



Kedua wanita itu mengangguk mengerti . Yang terpenting bagi Risma  adalah secepat mungkin menyelesaikan tugasnya lalu Ia bisa mendapat kembali saham perusahaan suaminya .




Setelah mengatur rencana , Daffin , Risma , dan Intan bergegas menuju tempat janjian mereka dengan tim dari kepolisian dan juga tim pengacara yang sudah disiapkan Daffin untuk Risma .



Sementara di tempat lain .......


Di dalam kamar sebuah apartemen mewah , seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai artis dan model baru saja selesai menyegarkan dirinya dengan berendam di bathup .


Masih dengan bathrobe yang menutupi tubuh sintal miliknya , Ia merias wajah dan memakai wewangian .


Dia adalah Aurora .


Saat sedang berendam , Ia mendapat pesan jika pria yang telah menjadi sug*r daddy nya selama bertahun- tahun itu akan datang .


" Sudah lama aku tidak belanja tas baru . Hari ini tua bangka itu akan ku buat lemas tak berdaya hingga tidak sadar jika uangnya sudah berpindah ke tanganku , " gumam Aurora .


Ting... tong...


Aurora menyapukan lipstik merah terang sebagai sentuhan akhir riasan wajahnya .


Sebelum membuka pintu , Ia sengaja melonggarkan tali ikatan bathrobe yang menutupi tubuh polosnya . Rambut setengah basahnya Ia gerai agar nampak lebih menggoda .


Ceklek .


Pak Pratama masuk ke dalam apartemen tanpa memedulikan Aurora yang menyambutnya .


Aurora tahu jika pria itu sedang dalam keadaan emosi .


" Hufft.... dasar tua bangka pemarah . " Gerutu Aurora dalam hatinya .


Aurora mengikuti Pak Pratama yang sudah duduk di sofa .


Dengan tak tahu malunya , Aurora duduk di pangkuan Pak Pratama . Mengalungkan tangannya di leher pria itu dan memasang wajah menggodanya .

__ADS_1


" Ada apa daddy ? Kamu sepertinya sedang marah . Pasti wanita tua itu berulah lagi yah ? " tanya Aurora dengan manja .


Pak Pratama membalas dengan tatapan membunuhnya .


Ia segera mendorong tubuh Aurora dari pangkuannya dengan kasar . Wanita itu tersungkur ke lantai .


Aurora meringis menahan sakit . Tali bathrobenya semakin longgar hingga sebagian tubuh polosnya bisa terlihat .


" Katakan padaku , rencana apa yang kau lakulan dengan Tomi supirku ? " bentak Pak Pratama .


" Aakuu haanyaa memintanya membantuku membalas dendam pada wanita yang menggangguku daddy . " Jawab Aurora dengan suara bergetar .


" Beraninya kau melibatkanku dalam pembalasan dendam sialanmu itu , " Pak Pratama membentak lagi sambil mencengkram pipi Aurora .


" Taappii aku juga sudah izin padamu Daddy , kamu juga setuju . "


Aurora membela dirinya .


Pak Pratama menghempaskan kasar cengkramannya di pipi Aurora .


" Itu karena aku tidak tahu jika wanita itu adalah tunangan Farrel bodoh . " Teriaknya .


Aurora mulai ketakutan . Terakhir kali Ia melihat kemarahan hebat pria itu saat Ia tertangkap basah sedang bercinta dengan artis pendatang baru . Ia takut jika itu akan terjadi lagi padanya sekarang .


Dengan langkah lebar Pak Pratama masuk ke dalam kamar Aurora , membuka sebuah lemari dan mengambil tas hitam dari dalam sana .


Aurora mengikuti langkah pria yang Ia panggil daddy . Matanya terbelalak saat melihat jika dugaannya benar .


" Kenapa diam disitu bodoh . Cepat kesini kau harus dihukum . Karena perbuatan bodohmu , Farrel menghancurkanku . " Teriaknya pada Aurora .


Kesal karena Aurora tidak bergeming , Pak Pratama dengan kasar menarik rambutnya dan melemparnya ke atas ranjang . Lalu dengan kasar pria itu melepas bathrobe Aurora .


Seluruh wajah Aurora sudah terkena tamparan pria yang dia panggil Daddy , bahkan darah segar mengalir di pelipis , hidung , dan sudut bibirnya .


" Ampun Daddy . " Mohonnya .


" Ampun ? Tidak akan sampai aku menghancurkan tubuh kotormu ini . " Balas Pak Pratama .


" Kamu telah membuatku kehilangan perusahaanku ," makinya .


Aurora cukup terkejut dengan fakta yang baru Ia tahu .


Pak Pratama beralih ke bagian bawah tubuh Aurora . Dengan kasar Ia memaksa masuk beberapa benda tumpul ke gua yang selama ini Ia puja .


Aurora berteriak menahan rasa perih . Namun seakan belum cukup , Pak Pratama melayangkan ikat pinggang ke tubuhnya .


" Aku menyesal pernah tertarik dengan tubuh ini. Tubuh ini yang sudah menghancurkanku . Arrrggghhhh . " Teriak Pak Pratama yang sudah dibutakan oleh amarah .


Hingga bel apartemen berbunyi disertai suara gaduh pintu yang diketuk .


Pria itu memakai kembali celananya yang sempat Ia buka saat menyiksa Aurora dengan miliknya , lalu keluar untuk membuka pintu . Dengan sisa tenaganya Aurora mencabut benda tumpul yang sejak tadi memenuhinya .


" Cari Sia... pa ? " wajah Pak Pratama memucat .


Darah seolah berhenti mengalir ke wajahnya yang kini nampak terkejut .


" Ada apa ini ? " tanyanya gugup melihat apa yang menyambutnya di depan pintu .


.


.


.


.


.


.


"Kau berutang dalam kehidupan dari setiap keburukan untuk dirimu sendiri. Jadi jangan salahkan dia atau siapa jika suatu saat nanti gores luka yang pernah kau beri akhirnya menjadi milikmu."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2