My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 98 . Saya , Detektif Hacker


__ADS_3

Braaakkkkk


Farrel menggebrak dengan keras meja di hadapannya , yang menjadi pemisah antara dirinya dan Pak Pratama .


Cyrin sudah menghilang selama 5 jam . 


Satu-satunya petunjuk yang Farrel berhasil temukan adalah orang yang menjadi pelaku penculikan yang di duga adalah Tomi , supir Pak Pratama .


Pihak kepolisian juga sudah mulai melakukan pencarian berdasarkan bukti rekaman CCTV yang entah dari mana Daffin bisa dapatkan


" Sebaiknya kau katakan sekarang , di mana Tomi menyembunyikan tunanganku  ? " bentak Farrel .


Pratama tertawa sengaja memancing emosi Farrel .


" Itu karma untuk mu anak muda . Kau mengambil semua milikku ,tapi  kau lihat aku masih bisa menertawakanmu . " Ucap Pratama dengan tawa meremehkannya .


" Tapi kau , kau punya segalanya tapi  dengan bodohnya kamu malah datang kesini  meminta padaku agar tunanganmu kembali . " Sambungnya .


" Kalaupun ku tahu di mana  Tomi sekarang , tidak akan pernah ku  beritahu padamu . Aku akan memilih untuk melihatmu mati tersiksa. "


Pratama tertawa lagi .


Farrel  yang sudah emosi menjadi gelap mata .


Hanya dengan 3 langkah , Ia sudah berhasil mendaratkan pukulan di rahang pria berbaju jingga mencolok itu .


Bimo menahan Farrel ,


" Rel ... tahan diri . Kita masih harus cari Cyrin  , jangan sampai kamu bermasalah disini ." Peringat Bimo .


Farrel dan Bimo kemudian keluar dari kantor polisi  bersamaan dengan sebuah mobil van hitam menghadang langkah keduanya .


" Daffin ? " ucap Farrel dan Bimo bersamaan .


" Pak Farrel , Pak Bimo . " Sapanya .


" Mobil siapa itu ? " tanya Farrel menunjuk mobil van dengan dagunya .


" Itu ruang kerja pribadi saya Pak . " Jawabnya .


" Maksudmu ? Berhenti bercanda Daffin , sekarang lebih baik kau minta semua tenaga keamanan kita mencari Cyrin , " desak Farrel .


" Ini juga saya mengajak anda untuk mencari Nona . "  Jelas Daffin lalu menggeser pintu belakang .


Farrel dan Bimo takjub . Tak percaya dengan yang di tunjukkan  Daffin .


Daffin naik lebih dulu,  duduk dikursi kesukaannya .


" Yang mengemudi ? " tanya Farrel .


" Salah satu di antara kalian berdua Pak . "  cengirnya .


" Kau saja Rel ,  kau lebih tau jalanan Jakarta ,"  elak Bimo .


" Kau saja Bim , aku lagi  gak bisa fokus . Jangan sampai ... " Farrel  menatap tajam Daffin beraninya pria itu menghentikan ucapannya .


" Jangan sampai kita terlambat dan kehilangan jejak nona Cyrin . "


Ucap Daffin menyambung


Bimo mengalah Ia yang akan menyetir .


Mengikuti arahan  Daffin  , belok kanan , belok kiri , putar balik hingga mobil kembali ke hotel dimana Cyrin di culik .


Bukannya masuk ke parkiran hotel  , Daffin mengarahkan mobil ke bagian belakang hotel .


" Mari  turun Pak . " Ajaknya .

__ADS_1


" Daffin ! berhenti membuatku bingung , apa-apan ini semua ? " rutuk Farrel .


" Ini semua alat -alat hacker milik saya Pak . " Jawab Daffin.


" Ini semua hobi saya pak , hanya masa lalu . " Sambungnya .


" Lalu untuk apa kita kesini ? " Tanya Bimo .


" Saya mengamati CCTV ,sepertinya penculik itu terakhir kali menggunakan ponselnya disini , sebelum Ia membuangnya ,  " ujarnya .


" Cari ponsel itu , walaupun rusak aku tetap bisa melacaknya . Kita bisa tahu dengan siapa penculik itu berkomunikasi . " Jelas Daffin .


Tanpa membuang waktu ketiganya mencari ponsel di sekitar , hingga 20 menit setelah itu Bimo yang berhasil menemukannya .


Daffin kembali ke mobil van dengan posisi Bimo kembali ke kursi kemudi , dan Farrel mengikuti langkah Daffin .


Dengan  cekatan Daffin membuka ponsel  itu dengan alat  .  Ia melepas satu per satu bagiannya hingga kini tersisa sebuah chip kecil .


Lalu Daffin segera memasang chip itu ke sebuah alat . Tangannya bergerak lincah di atas keyboard , dan muncullah data yang mereka inginkan .


Dari ponsel itu , ditemukan jika hanya ada 1 nomor yang sering Ia hubungi .


Dari isi percakapan lewat pesan  singkat jika mereka berniat menculik Cyrin .


Berbagai makian keluar dari mulut Farrel .


" Sampai kapan kita akan terus diam di sini Fin ? "  gusar Farrel .


Daffin menulikan telingamya ..


" Binggo ..... "  serunya .


" What ? Semarang ? " Daffin membeo .


" Ada apa Fin ? " tanya Farrel .


" Ponsel yang dihubungi terakhir kali , signalnya terdeteksi di Semarang . "  Jelasnya .


Daffin kembali mengutak atik keyboard . 6 layar monitor di hadapannya menampilkan kode kode yang tak Farrel mengerti dan itu makin membuatnya frustasi .


Bimo kembali ke mobil setelah menghubungi Bapaknya .


" Gimana Ibu , Bim ? " tanya Farrel .


" Masih belum sadar . Kalau Cyrin ? "


" Kata Daffin signal ponselnya ada di semarang, apa mungkin  . Ini baru sekitar 6 jam "  Ujar Farrel .


" Kenapa tidak mungkin? "  tanya Bimo .


" Jalur tol trans Jawa . " Ucap Bimo dan Daffin bersamaan .


" Oke kita  berangkat sekarang . " Ujar Bimo menahan geramanya .


Bimo yakin bisa sampai lebih cepat . Sudah sebulan ini Ia sering sekali melewati jalan tol itu saat menemui Byanca .


Farrel terduduk lemas , Ia hanya merapalkan doa doa yang Ia bisa . Apapun miliknya akan Ia berikan selama Cyrin bisa kembali dengan selamat .


Sementara Daffin masih sibuk berkutat dengan beberapa keyboard .


" Yaps... sudah ku pastikan dia itu adalah Tomi Pak . " Ujar Daffin .


Farrel mendekat . " Bagaimana kamu bisa seyakin itu ? "


Daffin menunjuk salah satu layar komputernya .


" Ini dari rekaman kamera cctv pom bensin  ,  dianalisa kemiripan wajahnya 85% dengam Tomi .  Gambar kedua dengan ciri ciri yang sama . " Jelas Daffin .

__ADS_1


" Gambar ini buram  Fin . Kita tidak bisa meyakini hanya dengan ini . " Ujar Farrel .


" Bukan wajahnya Pak , tapi lihat tangan wanita ini . " Ucap Daffin .


Mata Farrel terbelalak , Ia menelan salivanya.


" Gelang itu , gelang Cyrin . "  Ucapnya terbata.


Daffin mengangguk .


Sementara Farrel mengusap wajahnya kasar . Entah apa Ia harus bersyukur atau tidak .


Terakhir Daffin menunjukkan sebuah gambar yang sangat  jelas menampilkan wajah Tomi .


" Ini ku dapatkan dari kamera pengawas pintu keluar tol , 96% ini dipastikan Tomi . " Ujarnya santai .


Farrel mengeluarkan ponselnya . Ia hendak menghubungi polisi .


" Akan ku minta polisi di semarang segera membekuknya , foto itu bisa jadi buktinya . " Ujar Farrel .


Daffin segera merebut ponsel Farrel .


" Kembalikan ponselku . " Ucap Farrel .


" Pak... semua yang ku lakukan ini ilegal Pak . Semua data yang Bapak lihat itu  adalah data yang ku dapat setelah membobol bank data penduduk . " Jelas Daffin .


" Menurut Bapak , bagaimana bisa saya mengakses CCTV jalan tol kalau tidak saya bobol . Pak Farrel mau saya dipenjara? "  tegasnya .


Farrel terdiam . Ia kembali duduk di kursinya .


" Sorry Fin , Aku hanya terlalu hawatir . "


Daffin mengangguk .


" Tenanglah Pak , saya sudah meminta orang orang yang saya kenal untuk mengawasi alamat itu . Mereka bisa kita percaya untuk membantu . "  Ujar Daffin menenangkan bosnya .


" Fin , siapa kamu sebenarnya ? Ku kira aku sudah sangat  mengenalmu , " sesalnya .


Daffin  tersenyum , " Seseorang pernah menjulukiku detektif hacker . "


Farrel terperangah , " Jadi kamu adalah ...  "


Daffin tersenyum  , " Iya   , dan benar kataku , kita akan bertemu dan akan ku balas semua bantuan anda kala itu . " Ujar Daffin .


.


.


.


.


.


.


" Karena itulah kebaikan. Itu tidak melakukan sesuatu untuk orang lain karena mereka tidak bisa, tapi karena kamu bisa." - Andrew Iskander


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2