
Braaakkkkk
Farrel menggebrak dengan keras meja di hadapannya , yang menjadi pemisah antara dirinya dan Pak Pratama .
Cyrin sudah menghilang selama 5 jam .
Satu-satunya petunjuk yang Farrel berhasil temukan adalah orang yang menjadi pelaku penculikan yang di duga adalah Tomi , supir Pak Pratama .
Pihak kepolisian juga sudah mulai melakukan pencarian berdasarkan bukti rekaman CCTV yang entah dari mana Daffin bisa dapatkan
" Sebaiknya kau katakan sekarang , di mana Tomi menyembunyikan tunanganku ? " bentak Farrel .
Pratama tertawa sengaja memancing emosi Farrel .
" Itu karma untuk mu anak muda . Kau mengambil semua milikku ,tapi kau lihat aku masih bisa menertawakanmu . " Ucap Pratama dengan tawa meremehkannya .
" Tapi kau , kau punya segalanya tapi dengan bodohnya kamu malah datang kesini meminta padaku agar tunanganmu kembali . " Sambungnya .
" Kalaupun ku tahu di mana Tomi sekarang , tidak akan pernah ku beritahu padamu . Aku akan memilih untuk melihatmu mati tersiksa. "
Pratama tertawa lagi .
Farrel yang sudah emosi menjadi gelap mata .
Hanya dengan 3 langkah , Ia sudah berhasil mendaratkan pukulan di rahang pria berbaju jingga mencolok itu .
Bimo menahan Farrel ,
" Rel ... tahan diri . Kita masih harus cari Cyrin , jangan sampai kamu bermasalah disini ." Peringat Bimo .
Farrel dan Bimo kemudian keluar dari kantor polisi bersamaan dengan sebuah mobil van hitam menghadang langkah keduanya .
" Daffin ? " ucap Farrel dan Bimo bersamaan .
" Pak Farrel , Pak Bimo . " Sapanya .
" Mobil siapa itu ? " tanya Farrel menunjuk mobil van dengan dagunya .
" Itu ruang kerja pribadi saya Pak . " Jawabnya .
" Maksudmu ? Berhenti bercanda Daffin , sekarang lebih baik kau minta semua tenaga keamanan kita mencari Cyrin , " desak Farrel .
" Ini juga saya mengajak anda untuk mencari Nona . " Jelas Daffin lalu menggeser pintu belakang .
Farrel dan Bimo takjub . Tak percaya dengan yang di tunjukkan Daffin .
Daffin naik lebih dulu, duduk dikursi kesukaannya .
" Yang mengemudi ? " tanya Farrel .
" Salah satu di antara kalian berdua Pak . " cengirnya .
" Kau saja Rel , kau lebih tau jalanan Jakarta ," elak Bimo .
" Kau saja Bim , aku lagi gak bisa fokus . Jangan sampai ... " Farrel menatap tajam Daffin beraninya pria itu menghentikan ucapannya .
" Jangan sampai kita terlambat dan kehilangan jejak nona Cyrin . "
Ucap Daffin menyambung
Bimo mengalah Ia yang akan menyetir .
Mengikuti arahan Daffin , belok kanan , belok kiri , putar balik hingga mobil kembali ke hotel dimana Cyrin di culik .
Bukannya masuk ke parkiran hotel , Daffin mengarahkan mobil ke bagian belakang hotel .
" Mari turun Pak . " Ajaknya .
__ADS_1
" Daffin ! berhenti membuatku bingung , apa-apan ini semua ? " rutuk Farrel .
" Ini semua alat -alat hacker milik saya Pak . " Jawab Daffin.
" Ini semua hobi saya pak , hanya masa lalu . " Sambungnya .
" Lalu untuk apa kita kesini ? " Tanya Bimo .
" Saya mengamati CCTV ,sepertinya penculik itu terakhir kali menggunakan ponselnya disini , sebelum Ia membuangnya , " ujarnya .
" Cari ponsel itu , walaupun rusak aku tetap bisa melacaknya . Kita bisa tahu dengan siapa penculik itu berkomunikasi . " Jelas Daffin .
Tanpa membuang waktu ketiganya mencari ponsel di sekitar , hingga 20 menit setelah itu Bimo yang berhasil menemukannya .
Daffin kembali ke mobil van dengan posisi Bimo kembali ke kursi kemudi , dan Farrel mengikuti langkah Daffin .
Dengan cekatan Daffin membuka ponsel itu dengan alat . Ia melepas satu per satu bagiannya hingga kini tersisa sebuah chip kecil .
Lalu Daffin segera memasang chip itu ke sebuah alat . Tangannya bergerak lincah di atas keyboard , dan muncullah data yang mereka inginkan .
Dari ponsel itu , ditemukan jika hanya ada 1 nomor yang sering Ia hubungi .
Dari isi percakapan lewat pesan singkat jika mereka berniat menculik Cyrin .
Berbagai makian keluar dari mulut Farrel .
" Sampai kapan kita akan terus diam di sini Fin ? " gusar Farrel .
Daffin menulikan telingamya ..
" Binggo ..... " serunya .
" What ? Semarang ? " Daffin membeo .
" Ada apa Fin ? " tanya Farrel .
" Ponsel yang dihubungi terakhir kali , signalnya terdeteksi di Semarang . " Jelasnya .
Daffin kembali mengutak atik keyboard . 6 layar monitor di hadapannya menampilkan kode kode yang tak Farrel mengerti dan itu makin membuatnya frustasi .
Bimo kembali ke mobil setelah menghubungi Bapaknya .
" Gimana Ibu , Bim ? " tanya Farrel .
" Masih belum sadar . Kalau Cyrin ? "
" Kata Daffin signal ponselnya ada di semarang, apa mungkin . Ini baru sekitar 6 jam " Ujar Farrel .
" Kenapa tidak mungkin? " tanya Bimo .
" Jalur tol trans Jawa . " Ucap Bimo dan Daffin bersamaan .
" Oke kita berangkat sekarang . " Ujar Bimo menahan geramanya .
Bimo yakin bisa sampai lebih cepat . Sudah sebulan ini Ia sering sekali melewati jalan tol itu saat menemui Byanca .
Farrel terduduk lemas , Ia hanya merapalkan doa doa yang Ia bisa . Apapun miliknya akan Ia berikan selama Cyrin bisa kembali dengan selamat .
Sementara Daffin masih sibuk berkutat dengan beberapa keyboard .
" Yaps... sudah ku pastikan dia itu adalah Tomi Pak . " Ujar Daffin .
Farrel mendekat . " Bagaimana kamu bisa seyakin itu ? "
Daffin menunjuk salah satu layar komputernya .
" Ini dari rekaman kamera cctv pom bensin , dianalisa kemiripan wajahnya 85% dengam Tomi . Gambar kedua dengan ciri ciri yang sama . " Jelas Daffin .
__ADS_1
" Gambar ini buram Fin . Kita tidak bisa meyakini hanya dengan ini . " Ujar Farrel .
" Bukan wajahnya Pak , tapi lihat tangan wanita ini . " Ucap Daffin .
Mata Farrel terbelalak , Ia menelan salivanya.
" Gelang itu , gelang Cyrin . " Ucapnya terbata.
Daffin mengangguk .
Sementara Farrel mengusap wajahnya kasar . Entah apa Ia harus bersyukur atau tidak .
Terakhir Daffin menunjukkan sebuah gambar yang sangat jelas menampilkan wajah Tomi .
" Ini ku dapatkan dari kamera pengawas pintu keluar tol , 96% ini dipastikan Tomi . " Ujarnya santai .
Farrel mengeluarkan ponselnya . Ia hendak menghubungi polisi .
" Akan ku minta polisi di semarang segera membekuknya , foto itu bisa jadi buktinya . " Ujar Farrel .
Daffin segera merebut ponsel Farrel .
" Kembalikan ponselku . " Ucap Farrel .
" Pak... semua yang ku lakukan ini ilegal Pak . Semua data yang Bapak lihat itu adalah data yang ku dapat setelah membobol bank data penduduk . " Jelas Daffin .
" Menurut Bapak , bagaimana bisa saya mengakses CCTV jalan tol kalau tidak saya bobol . Pak Farrel mau saya dipenjara? " tegasnya .
Farrel terdiam . Ia kembali duduk di kursinya .
" Sorry Fin , Aku hanya terlalu hawatir . "
Daffin mengangguk .
" Tenanglah Pak , saya sudah meminta orang orang yang saya kenal untuk mengawasi alamat itu . Mereka bisa kita percaya untuk membantu . " Ujar Daffin menenangkan bosnya .
" Fin , siapa kamu sebenarnya ? Ku kira aku sudah sangat mengenalmu , " sesalnya .
Daffin tersenyum , " Seseorang pernah menjulukiku detektif hacker . "
Farrel terperangah , " Jadi kamu adalah ... "
Daffin tersenyum , " Iya , dan benar kataku , kita akan bertemu dan akan ku balas semua bantuan anda kala itu . " Ujar Daffin .
.
.
.
.
.
.
" Karena itulah kebaikan. Itu tidak melakukan sesuatu untuk orang lain karena mereka tidak bisa, tapi karena kamu bisa." - Andrew Iskander
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continue