
Belum cukup lama berada di dalam ruang rawat Cyrin , tapi Aurora sungguh merasa kesal dengan sikap Cyrin yang manja pada Farrel dan Bimo .
Tak lama setelah itu , datanglah dua orang paruh baya yaitu Tuan dan Nyonya Jatmika .
" Pagi semua " , sapa Mama Anin ramah .
" Pagi ", jawab Bimo, Farrel , dan Cyrin bersamaan .
" Cyrin ... bagaimana keadaan kamu Nak ? " tanya Mama Anin hawatir .
" Alhamdulillah , aku sudah baikan tante . "
" Ini tante bawain sarapan untuk kalian berdua . Yah tante gak tahu kalau di sini ramai , jadinya cuma bawa untuk kalian berdua aja . "
" Eh , ini Bimo kan ? " tanya Mama Anin sambil menatap lekat Bimo .
" Iya tante , aku Bimo . Sudah lama banget gak ketemu yah sama tante dan om . " Sapa Bimo ramah sambil mencium punggung tangan Mama Anin dan Papa Jatmika .
" Bagaimana kabar Ibu dan Ayah kamu ? Kalian tuh yah , bisa bisanya umpetin kalau Cyrin ini adik kamu . " Celoteh Mama Anin .
" Kok mama malah omelin orang yang sakit sih . Cyrin tambah pusing nanti Ma... " Komentar Papa Jatmika membuat yang lain tertawa .
Mereka akhirnya mengobrol banyak hal pagi itu . Bimo juga mengenalkan Aurora kepada Tuan dan Nyonya Jatmika sebagai kekasihnya .
Sementara dalam hati Aurora entah mengapa tiba tiba saja timbul kebencian pada Cyrin . Banyaknya orang yang memberi perhatian padanya , bahkan orang tua Farrel makin membuatnya iri . Bagi Aurora wanita seperti Cyrin itu tidak pantas berakhir bahagia , karena dari lahir hidupnya sudah terlalu banyak kebahagiaan .
Bagi Aurora, Cyrin sangat beruntung. Dilahirkan dari keluarga kaya , memiliki orang tua dan kakak yang sangat menyayanginya . Semua kebutuhannya terpenuhi tanpa harus bersusah payah . Apa lagi sekarang Ia memiliki Farrel yang terlihat begitu mencintai dirinya , begitu juga dengan orang tua Farrel yang sangat menyayangi Cyrin .
Hal hal itu yang entah mengapa membuat Aurora dulunya iri pada Cyrin . Tapi sekarang level irinya sudah berubah menjadi benci . Dalam hatinya Ia sudah bertekad untuk merebut semua kebahagiaan wanita itu .
Rasanya belum cukup orang orang yang menyayangi Cyrin berkumpul disini , pagi itu datang lagi dua orang wanita yang mengaku sebagai sahabat Cyrin membuat Aurora semakin kesal .
Yah dia adalah Byanca dan Marsha .
Setelah menyapa semua orang yang ada di sana , kedua wanita itu berhambur memeluk sahabat mereka yang masih berbalut pakian khas rumah sakit .
" Tega yah kamu Rin . Aku baru tahu pagi tadi dari Byanca . Aku rasanya jadi sahabat gak ada guna banget . " Ucap Marsha sambil terisak .
Sontak saja semua yang ada di ruangan itu tertawa . Kecuali Byanca .
Rasanya hati wanita itu hancur berkeping keping , setelah melihat seorang wanita cantik bergelayut manja di lengan Bimo .
Bimo yang sadar jika Byanca memperhatikan tingkah Aurora , entah mengapa tiba tiba saja merasa risih dengan sikap sang kekasih .
Ia mencoba melepas tautan tangan Aurora .
" Kamu kenapa sih beb , aku lelah banget nih pulang syuting pagi langsung di ajakin kesini . Biarin aku nyender bentar sama kamu . " Rengek Aurora manja pada Bimo yang berusaha menjauh darinya .
" Kalau kamu lelah kenapa tadi kamu maksain ikut kesini . " Ucap Bimo yang akhirnya mengalah pada Aurora .
Byanca dan Marsha tak bisa berlama lama berada di sana karena mereka masih harus ke kantor .
Setelah berpamitan dan berjanji akan kembali lagi sepulang kantor mereka berdua akhirnya keluar dari ruang rawat Cyrin .
Bimo yang melihat kepergian Byanca segera melepas paksa tangannya dari gelayutan Aurora.
Ia segera mengejar Byanca .
" By... By ... Byanca tunggu sebentar . " Teriak Bimo .
Byanca yang menyadari namanya dipanggil menoleh dan melihat jika sumber suara itu berasal dari Bimo .
Ia meminta Marsha untuk lebih dulu berjalan menuju parkiran .
" Mas Bimo , ada apa ? "
" Kita masih perlu bicara By . Aku harus jelasin semuanya sama kamu soal yang dulu . "
" Persoalan yang mana yah Mas ? Aku rasa tidak pernah terjadi apapun diantara kita Mas , jadi tidak ada yang perlu dibicarakan lagi . "
" Kamu yakin By ? Sampai kapan kamu mau terus menghindar ? Apa perlu aku ulangi perbuatan kita dulu agar kamu bisa mengingatnya ? " Bimo sudah terpancing emosi karena Byanca yang terus menghindarinya .
Byanca tak menyangka Bimo akan berucap seperti itu . Ia melihat kebelakang sudah ada Aurora yang sepertinya mengikuti Bimo .
__ADS_1
" Aku tidak menghindar sama sekali . Tapi saranku sebaiknya Mas Bimo samperin kekasih Mas dulu yang sepertinya punya banyak pertanyaan pada Mas sekarang . "
Ucapan Byanca membuat Bimo menoleh kemana arah tatapan Byanca , Ia melihat ada Aurora di sana .
Bimo mengusap kasar wajahnya .
" Dulu dan sekarang sama aja Mas . Mas selalu punya kekasih saat kita bertemu , jadi tidak ada alasan untuk kita bicara atau bertemu lagi Mas . Jagalah perasaan pasangan Mas , aku juga wanita aku tahu bagaimana perasaan kekasih Mas saat ini . Permisi Mas Bimo . " Ucap Byanca kemudian berlalu meninggalkan Bimo .
" Sial ... kenapa momennya selalu seperti ini saat aku bertemu Byanca lagi . " batin Bimo .
Bimo sibuk dengan pikirannya sendiri membuatnya tak mendengar jika sejak tadi Aurora memberikan banyak pertanyaan padanya.
Selepas kepergian Byanca , Bimo menjadi murung dan lebih banyak diam . Ia bahkan mengacuhkan semua ucapan dan pertanyaan Aurora . Karena kesal diperlakukan seperti itu , Aurora memilih pergi ke perusahaan milik Tuan Pratama yang tak lain adalah sugar daddy nya .
" Lebih baik aku bertemu dengan daddy saja . Di sana aku bisa mendapat uang dan juga kepuasan . Dari pada disini , mataku ternodai dengan sikap jal*ng Cyrin pada Farrel . " Gerutu Aurora saat taksi sudah melaju menjauh dari rumah sakit .
Sementara itu di perusahaan Wiguna saat ini , Olla terus saja merengek pada Nino untuk mau datang dan menjadi pasangannya untuk pesta ulang tahun dirinya yang akan Ia selenggarakan tiga hari lagi .
" Please Kak Nino ... mau yah Kak ? Cuma hadir aja kok . Mama dan Papa Kak Nino juga akan datang . "
Nino membuang nafasnya kasar .
" Oke .. oke .. aku akan datang . Tapi hanya sebagai tamu . Bukan pasanganmu . " Putus Nino .
Walaupun keinginannya tidak terpenuhi , tapi Olla sudah cukup puas jika Nino sudah berjanji untuk datang .
Dari kejauhan Nino melihat Marsha dan Byanca berjalan berdua menuju kantin .
" Byanca , Marsha . " Panggil Nino .
Olla sudah tahu apa yang akan Nino tanyakan membuatnya cemberut .
" Kalian mau ke kantin untuk makan siang yah ? " tanya Nino basa basi .
" Iya Pak . " Jawab keduanya bersamaan .
" Loh tumben cuma berdua . Kemana Cyrin ? "
" Cyrin izin tidak bekerja Pak . Dia sedang di rawat di Rumah sakit . " Jawab Byanca .
" Di rawat ? Di rumah sakit ? Memangnya apa yang terjadi padanya ? " tanya Nino mulai panik .
" Kemarin malam dia tiba tiba saja pingsan di apartemennya , mungkin karena kelelahan . " Jelas Byanca .
__ADS_1
" Di rumah sakit mana ? "
Byanca akhirnya memberi tahu alamat rumah sakit Cyrin .
Nino yang sudah bersiap untuk segera pergi menemui wanita yang Ia sukai harus tertahan karena bersamaan saat itu Mamanya datang .
Wanita paruh baya itu datang setelah tadi Olla sempat menghubunginya . Olla meminta wanita itu membantu membujuk putranya agar mau datang ke pesta ulang tahun dirinya .
Dengan berat hati , Nino akhirnya menunda kepergiannya untuk menjenguk sang pujaan hati .
Di ruangan Nino kini sedang terjadi perdebatan antara Nino dan Mamanya . Olla kembali meminta Nino untuk menjadi pasangannya selama pesta dan Mama Nino juga mendukung keinginan Olla .
Nino sudah merasa bosan harus beradu argumen dengan sang Ibu akhirnya memilih mengalah .
" Oke ... oke .. aku setuju . Aku akan menemanimu selama pesta . Tapi dengan satu syarat , kamu juga harus mengundang Cyrin , Byanca , dan Marsha . " Tawar Nino .
Awalnya Mama Nino ingin menolak namun segera di cegah oleh Olla .
" Oke Kak , aku setuju . Lagian aku juga mengundang banyak teman kantor yang lain . "
" Tak apa Tante , kita bisa ambil kesempatan untuk memberi Cyrin pelajaran di pestaku nanti . Kita bisa membuatnya dipermalukan disana . " Bisik Olla pada Nyonya Wiguna yang tak lain adalah Mamanya Nino .
.
.
.
.
.
.
" *Jika kamu menginginkan bulan, jangan bersembunyi dari malam*.
*Jika kamu menginginkan setangkai mawar, jangan takut durinya*.
*Jika kamu menginginkan cinta, jangan bersembunyi dari dirimu sendiri " - Rumi*
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue