
“ Setiap rindu membutuhkan temu . Maka , temuilah saat aku lelah menghampirimu . Ceritakan segala keluh kesahmu padaku .”
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
“Jika aku di posisi Farrel aku akan sedih saat tau akulah orang terakhir yang mengetahui kesembuhanmu .”
Ucapan Dokter Rasya saat mereka berbincang siang tadi terus mengganggu pikiran Cyrin .
“ Apa benar aku telah salah ? “ batinnya .
Cyrin menghubungi Mama Anin untuk memastikan jadwal kepulangan Farrel dari Surabaya . Namun Ia harus merasakan kekecewaan , saat Mama Anin memberi tahu jika Farrel akan lebih lama dari jadwal yang telah direncanakan .
“ Bukankah dia sudah berjanji untuk tidak pergi jauh dariku ? “ gumam Cyrin .
“ Sebaiknya kamu jujur saja pada Farrel , katakan semuanya . Apa yang kamu hawatirkan sampai memilih untuk merahasiakan ini semua . “ Saran Ibu .
“ Selagi dia hanya pergi seminggu . Tidak ada yang bisa menebak apa yang bisa diperbuat oleh seseorang yang terlanjur kecewa . “ Sambung Ibu .
“ Astaga ….. kenapa aku kembali tidak bisa tidur , “ gerutu Cyrin .
“ Ibu bukannya menenangkan malah membuatku makin takut . “ Lanjutnya saat melihat Ibunya tidur dengan lelap di ranjang untuk pendamping pasien .
“ Apa besok aku ke Surabaya aja ? “
Dan tanpa pikir panjang , tiket tujuan Jakarta – Surabaya atas nama Cyrin sudah terbit .
Setelah itu barulah Cyrin akhirnya bisa bernapas lega dan memejamkan matanya , “ aku sudah tak sabar besok ingin mengejutkan Mas Farrel . “
Keesokan harinya Cyrin sedang bersiap saat Bimo dan Ibunya baru saja kembali dari kantin rumah sakit .
“ Loh Rin , udah rapi kamu mau kemana ? “ tanya sang Ibu .
“ Aku mau ke Surabaya , mau nyusul Mas Farrel . “ Jawabnya .
“ Tidak dek , Mas tidak mengijinkanmu pergi sendiri sejauh itu . Terlalu bahaya dan beresiko , " tolak Bimo yang tidak setuju dengan ide adiknya .
“ Mas , di sana ada Mas Farrel kok , aku gak akan sendiri . “ Sanggahnya .
“ Tidak Cyrin . Sabarlah , Farrel akan pulang 3 hari lagi . Jika tidak , aku sendiri yang akan kesana menjemputnya . “ Tegas Bimo tidak ingin ada bantahan lagi .
Akhirnya hari itu Cyrin mengalah, dan dia memilih untuk keluar dari rumah sakit hari itu juga .
Mereka kembali ke apartemen , semuanya masih sama dalam pandangan Cyrin .
Cyrin kini duduk di tepi tempat tidurnya , mengamati foto dirinya dan Farrel . “ Semoga setelah ini tidak ada lagi masalah dalam hubungan kita Mas Farrel , “ Ucapnya pada foto yang Ia pegang .
“ Kenapa Dek ? “ tanya Bimo yang melihat Cyrin sepertinya sedang banyak pikiran .
“ Ingat , kamu masih harus bisa menjaga emosimu agar tetap stabil . “ Peringat Bimo .
“ Iya Mas , aku ingat . “ Balas Cyrin .
__ADS_1
“ Hanya saja Mas, apa Farrel akan kecewa yah saat tau kalau sebenarnya aku sudah lama sembuh ? “
Bimo mengedikkan bahunya , “ entahlah , mungkin dia akan kecewa . Tapi kamu jelaskan saja padanya apa alasanmu , dia pasti akan mengerti . “
“ Semoga saja , “ balas Cyrin . Tapi masih ada raut kekhawatiran yang tersirat diwajahnya .
“ Dari pada kamu galau , mending ikut Mas. Ada sesuatu untukmu . “
Dengan memaksakan senyumnya , Cyrin mengikuti kemana Bimo membawanya .
“ Inikan jalan ke perusahaan Mas Farrel , kita mau ke mana Mas ? “ tanya Cyrin penasaran .
Bimo tetap diam . Dan diamnya semakin menambah rasa penasaran Cyrin .
Mobil Bimo melaju lebih jauh , sekitar 1 km dari Gedung tinggi milik perusahaan Jatmika . Lalu membelok ke kanan untuk memasuki sebuah kompleks pertokoan .
Mobil Bimo berhenti di depan sebuah bangunan yang sangat unik . Bagian depannya berbentuk rumah dengan kaca di sekelilingnya , ada pintu kayu berwarna putih di bagian kanan yang dibuka Bimo .
“ Ayo masuk , “ ajaknya .
Cyrin melangkah mengikuti Bimo ,
“ Restauran ? One table ? Mas apa maksudnya ini ? “ tanya Cyrin dengan ragu .
“ Ya , ini hadiah dari Mas Bimo untuk kamu Dek . Bukankah konsepnya seperti ini yang kamu inginkan ? “ tanya Bimo memastikan .
“ Sebenarnya ini Mas persiapkan sebagai hadiah pernikahan dari Mas untukmu , tapi ambillah sekarang. Mas akan pikirkan hadiah pernikahan lainnya lagi nanti . “ Ungkapnya dengan candaan .
Cyrin mengangguk lalu berhambur memeluk Bimo . “ Terimakasih Mas . “
Sesaat Cyrin sempat melupakan kegelisahannya mengenai Farrel . Cyrin sudah bertekad akan fokus untuk bisnis restaurant yang akan Ia geluti mulai dari sekarang .
Sejak pagi Cyrin sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pria yang sangat Ia rindukan .
Pagi-pagi dia sudah mendatangi kediaman orang tua Farrel dengan membawa banyak bahan makanan .
“ Pagi Ma … Pagi Pa … , “ sapanya pada Mama Anin dan Papa Jatmika yang baru saja akan memulai sarapan .
Cyrin berlalu menuju dapur untuk meletakkan semua bahan makanan yang Ia bawa agar Bibi lebih mudah untuk mengaturnya .
“ Kenapa membawa bahan makanan sebanyak itu Nak ? “ tanya Mama Anin pada Cyrin yang baru saja kembali dari dapur dan bergabung dengan keduanya di meja makan .
“ Beberapa hari lagi aku akan membuka restaurant Ma , hari ini aku akan memasak beberapa contoh menu makanannya . Ku harap Mama dan Papa memberiku komentar yang jujur , “ Jelas Cyrin .
“ Wah , berarti hari ini Mama bisa bebas dong dari tugas memasak , “ ujar Mama Anin senang .
“ Benar Ma , pokoknya hari ini Cyrin yang akan masak makan siang dan makan malam . “
__ADS_1
Sarapan pagi itu mereka habiskan dengan membahas rencana restaurant Cyrin dan juga mengenai rencana Cyrin untuk memberi kejutan pada Farrel .
Waktu terus berjalan , malam hari yang Cyrin tunggu akhirnya tiba . Farrel menghubungi Mama Anin jika dirinya sudah dalam perjalanan menuju rumah .
Cyrin sudah siap menunggu Farrel di kamarnya dan memadamkan semua lampu .
30 menit berikutnya , terdengar suara pintu kamar yang dibuka . Cyrin bisa melihat Farrel berdiri cukup lama di depan pintu , tangannya meraba ke dinding mencari saklar lampu .
Klik …
“ Cyrin ? “
“ Ya Mas , This is me . “
Senyum manis merekah di wajah cantik wanita yang kini berada di hadapan Farrel .
Sementara Farrel berdiri terpaku ditempatnya , tanpa ekspresi .
“ Harusnya aku senang saat ini , harusnya aku Bahagia , “ batin Farrel .
“ Mas , “ Panggil Cyrin .
Farrel memusatkan lagi tatapannya pada Cyrin .
“ Apa Mas tidak senang aku ada di sini ? Apa Mas tidak merindukanku ? “ tanya Cyrin .
“ Hemmm… tentu aku sangat senang , dan aku sangat merindukanmu . “ Jawab Farrel .
“ Kemarilah , “ ucapnya sambil merentangkan tangannya .
Cyrin berhambur ke dalam pelukan Farrel , pelukan yang sangat Ia rindukan . Pelukan hangat yang selalu bisa menenangkannya .
“ Bagaimana bisa kamu disini ? “ tanya Farrel yang sesekali menciumi puncak kepala Cyrin .
Farrel tidak bisa membohongi hati dan perasaannya jika Ia sangat merindukan wanita dalam dekapannya .
Terlepas dari kekecewaan yang Ia rasakan, terselip rasa syukur karena Cyrin sudah kembali lagi bersamanya .
“ Mas , maafkan aku sebenarnya aku sudah sembuh beberapa minggu yang lalu . “ Ungkap Cyrin .
Farrel bungkam . Akhirnya Ia mendengar langsung kenyataan ini dari Cyrin .
Farrel melepaskan pelukan mereka ,
“ Tunggulah sebentar , aku akan membersihkan diriku dulu . Setelah itu baru kita bicara lagi . “
Cyrin merasa sikap Farrel tiba-tiba berubah menjadi dingin , “ apa Mas Farrel marah padaku ? "
Farrel yang hendak masuk ke kamar mandi menghentikan langkahnya .
“ Apakah aku patut marah ? bagaimana pendapatmu ? “
Dan Cyrin hanya bisa membisu . “ Ini kesalahanku , semoga dia akan mengerti alasanku . “
.
.
.
" Kita harus lamban membentuk keyakinan, tapi begitu terbentuk, kita harus kuat untuk mempertahankannya. Karena yakin membuat segalanya jadi mungkin, sedangkan pendirian membuat segalanya menjadi mudah."
.
.
.
To be continue
__ADS_1
*** KK KK readers kesayangan mommy ... menjelang tamat dan say good bye ke Cyrin dan Farrel.... banyak banyakin like dan komen dong , kalau boleh gift dan vote nya juga yah kk ***