My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 106 . Aku , bagimu ?


__ADS_3

“ Setiap rindu membutuhkan temu . Maka , temuilah saat aku lelah menghampirimu . Ceritakan segala keluh kesahmu padaku .”


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


“Jika aku di posisi Farrel aku akan sedih saat tau akulah orang terakhir yang mengetahui kesembuhanmu .”


Ucapan Dokter Rasya saat mereka berbincang siang tadi terus mengganggu pikiran Cyrin  .


“ Apa benar aku telah salah ? “ batinnya .


Cyrin menghubungi Mama Anin untuk memastikan jadwal kepulangan Farrel dari Surabaya . Namun Ia harus merasakan kekecewaan , saat  Mama Anin memberi tahu jika Farrel akan lebih lama dari jadwal yang telah direncanakan .


“ Bukankah dia sudah berjanji untuk tidak pergi jauh dariku ? “ gumam Cyrin .


“ Sebaiknya kamu jujur saja pada Farrel , katakan semuanya . Apa yang kamu hawatirkan sampai memilih untuk merahasiakan ini semua . “ Saran Ibu .


“ Selagi dia hanya  pergi seminggu . Tidak ada yang bisa menebak apa yang bisa diperbuat oleh seseorang yang terlanjur kecewa . “ Sambung Ibu .


“ Astaga ….. kenapa aku kembali tidak bisa tidur , “ gerutu Cyrin .


“ Ibu bukannya menenangkan malah membuatku makin takut . “ Lanjutnya saat melihat Ibunya tidur dengan lelap di ranjang untuk pendamping pasien .


“ Apa besok aku ke Surabaya aja ? “


Dan tanpa pikir panjang , tiket tujuan Jakarta – Surabaya atas nama Cyrin sudah terbit .


Setelah itu barulah Cyrin akhirnya bisa bernapas lega dan memejamkan matanya , “ aku sudah tak sabar besok ingin mengejutkan Mas Farrel . “



Keesokan harinya Cyrin sedang bersiap saat Bimo dan Ibunya baru saja kembali dari kantin rumah sakit .



“ Loh Rin , udah rapi kamu mau kemana ? “ tanya sang Ibu .



“ Aku mau ke Surabaya , mau nyusul Mas Farrel . “ Jawabnya .



“ Tidak dek , Mas tidak mengijinkanmu pergi sendiri sejauh itu . Terlalu bahaya dan beresiko , " tolak Bimo yang tidak setuju dengan ide adiknya .



“ Mas , di sana ada Mas Farrel kok , aku gak akan sendiri . “ Sanggahnya .



“ Tidak Cyrin . Sabarlah , Farrel akan pulang 3 hari lagi . Jika tidak , aku sendiri yang akan kesana menjemputnya . “ Tegas Bimo tidak ingin ada bantahan lagi .



Akhirnya hari itu Cyrin mengalah, dan dia memilih untuk keluar dari rumah sakit hari itu juga .



Mereka kembali ke apartemen , semuanya masih sama dalam pandangan Cyrin .



Cyrin kini duduk di tepi tempat tidurnya , mengamati foto dirinya dan Farrel . “ Semoga setelah ini tidak ada lagi masalah dalam hubungan kita Mas Farrel , “ Ucapnya pada foto yang Ia pegang .



“ Kenapa Dek ? “ tanya Bimo yang melihat Cyrin sepertinya sedang banyak pikiran .


“ Ingat , kamu masih harus bisa menjaga emosimu agar tetap stabil . “ Peringat Bimo .


“ Iya Mas , aku ingat . “ Balas Cyrin .

__ADS_1


“ Hanya saja Mas, apa Farrel akan kecewa yah saat tau kalau sebenarnya aku sudah lama sembuh ? “


Bimo mengedikkan bahunya , “ entahlah , mungkin dia akan kecewa . Tapi kamu jelaskan saja padanya apa alasanmu , dia pasti akan mengerti . “


“ Semoga saja , “ balas Cyrin . Tapi masih ada raut kekhawatiran yang tersirat diwajahnya .


“ Dari pada kamu galau , mending ikut Mas. Ada sesuatu untukmu . “


Dengan memaksakan senyumnya , Cyrin mengikuti kemana Bimo membawanya .


“ Inikan jalan ke perusahaan Mas Farrel , kita mau ke mana Mas ? “ tanya Cyrin penasaran .


Bimo tetap diam . Dan diamnya semakin menambah rasa penasaran Cyrin .


Mobil Bimo melaju lebih jauh , sekitar 1 km dari Gedung tinggi milik perusahaan Jatmika . Lalu membelok ke kanan untuk memasuki sebuah kompleks pertokoan .


Mobil Bimo berhenti di depan sebuah bangunan yang sangat unik . Bagian depannya berbentuk rumah dengan kaca di sekelilingnya , ada pintu kayu berwarna putih di bagian kanan yang dibuka Bimo .


“ Ayo masuk , “ ajaknya .



Cyrin melangkah mengikuti Bimo ,


“ Restauran ? One table ? Mas  apa maksudnya ini ? “ tanya Cyrin dengan ragu .



“ Ya , ini hadiah dari Mas Bimo untuk kamu Dek . Bukankah konsepnya seperti ini yang kamu inginkan ? “ tanya Bimo memastikan .


“ Sebenarnya ini Mas persiapkan sebagai hadiah pernikahan dari Mas untukmu , tapi ambillah sekarang. Mas akan pikirkan hadiah pernikahan lainnya lagi nanti . “ Ungkapnya dengan candaan .


Cyrin mengangguk lalu berhambur memeluk Bimo . “ Terimakasih Mas . “


Sesaat Cyrin sempat melupakan kegelisahannya  mengenai Farrel . Cyrin sudah bertekad akan fokus untuk bisnis restaurant yang akan Ia geluti mulai dari sekarang .




Sejak pagi Cyrin sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pria yang sangat Ia rindukan .



Pagi-pagi dia sudah mendatangi kediaman orang tua Farrel dengan membawa banyak bahan makanan .



“ Pagi Ma … Pagi Pa … , “ sapanya pada Mama Anin dan Papa Jatmika yang baru saja akan memulai sarapan .



Cyrin berlalu menuju dapur untuk meletakkan semua bahan makanan yang Ia bawa agar Bibi lebih mudah untuk mengaturnya .



“ Kenapa membawa bahan makanan sebanyak itu Nak ? “ tanya Mama Anin pada Cyrin yang baru saja kembali dari dapur dan bergabung dengan keduanya di meja makan .



“ Beberapa hari lagi aku akan membuka restaurant Ma , hari ini aku akan memasak beberapa contoh menu makanannya . Ku harap Mama dan Papa memberiku komentar yang jujur , “ Jelas Cyrin .



“ Wah , berarti hari ini Mama bisa bebas dong dari tugas memasak , “ ujar Mama Anin senang .



“ Benar Ma , pokoknya hari ini Cyrin yang akan masak makan siang dan makan malam . “


__ADS_1


Sarapan pagi itu mereka habiskan dengan  membahas rencana restaurant Cyrin dan juga mengenai rencana Cyrin untuk memberi kejutan pada Farrel .



Waktu terus berjalan , malam hari yang Cyrin tunggu akhirnya tiba . Farrel menghubungi Mama Anin jika dirinya sudah dalam perjalanan menuju rumah .


Cyrin sudah siap menunggu Farrel di kamarnya dan memadamkan semua lampu .


30 menit berikutnya , terdengar suara pintu kamar yang dibuka . Cyrin bisa melihat Farrel berdiri cukup lama di depan pintu , tangannya meraba ke dinding mencari saklar lampu .


Klik …


“ Cyrin ? “


“ Ya Mas , This is me . “


Senyum manis merekah di wajah cantik wanita yang kini berada di hadapan Farrel .


Sementara Farrel berdiri terpaku ditempatnya , tanpa ekspresi .


“ Harusnya aku senang saat ini , harusnya aku Bahagia , “ batin Farrel .


“ Mas , “ Panggil Cyrin .


Farrel memusatkan lagi tatapannya pada Cyrin .


“ Apa Mas tidak senang aku ada di sini ? Apa Mas tidak merindukanku  ? “ tanya Cyrin .


“ Hemmm… tentu aku sangat senang , dan aku sangat merindukanmu . “ Jawab Farrel .


“ Kemarilah , “ ucapnya sambil merentangkan tangannya .


Cyrin berhambur ke dalam pelukan Farrel , pelukan yang sangat Ia rindukan . Pelukan hangat yang selalu bisa menenangkannya .


“ Bagaimana bisa kamu disini ? “ tanya Farrel yang sesekali menciumi puncak kepala Cyrin .


Farrel tidak bisa membohongi hati dan perasaannya jika Ia sangat merindukan wanita dalam dekapannya .


Terlepas dari kekecewaan yang Ia rasakan, terselip rasa syukur karena Cyrin sudah kembali lagi bersamanya .


“ Mas , maafkan aku sebenarnya aku sudah sembuh beberapa minggu yang lalu . “ Ungkap Cyrin .


Farrel bungkam . Akhirnya Ia mendengar langsung kenyataan ini dari Cyrin .


Farrel melepaskan pelukan mereka ,


“ Tunggulah sebentar , aku akan membersihkan diriku dulu . Setelah itu baru kita bicara lagi . “


Cyrin merasa sikap Farrel tiba-tiba berubah menjadi dingin , “ apa Mas Farrel marah padaku ? "


Farrel yang hendak masuk ke kamar mandi menghentikan langkahnya .


“ Apakah aku patut marah ? bagaimana pendapatmu ? “


Dan Cyrin hanya bisa membisu . “ Ini kesalahanku , semoga dia akan mengerti alasanku . “


.


.


.


" Kita harus lamban membentuk keyakinan, tapi begitu terbentuk, kita harus kuat untuk mempertahankannya. Karena yakin membuat segalanya jadi mungkin, sedangkan pendirian membuat segalanya menjadi mudah."


.


.


.


To be continue

__ADS_1


*** KK KK readers kesayangan mommy ... menjelang tamat dan say good bye ke Cyrin dan Farrel.... banyak banyakin like dan komen dong , kalau boleh gift dan vote nya juga yah kk ***


__ADS_2