
Setelah lamaran yang digelar 3 hari yang lalu dikediaman orang tua Cyrin , hari ini Farrel dan Cyrin sudah siap kembali menjalani rutinitas mereka dengan status baru .
Harusnya mereka kembali ke Jakarta 2 hari yang lalu , namun karena Mama Anin masih ingin berkeliling Solo keduanya harus rela memundurkan jadwal kepulangan mereka menjadi semalam .
Pagi ini seperti biasa Farrel menjemput Cyrin di apartemennya agar bisa mengantarkan calon istrinya bekerja .
" Masih ngantuk yah Yang ? Kelihatan banget kamu tuh masih capek . Ini nih kenapa aku bilang kamu berhenti aja kerjanya . " ujar Farrel sambil mengelus lembut punggung tangan Cyrin .
" Hemm... udahan dong Mas bawelnya . Kan udah dibicarain juga soal ini , kita berdua juga udah sepakat kan . " balas Cyrin .
" Iya .... iya .... iya sayangku . Aku diam , kamu tidur lagi gih . Nanti udah sampai aku bangunin yah . " ujar Farrel .
Cyrin mengangguk lalu sedikit merebahkan sandaran kursinya . Kemudian mulai memejamkan matanya .
Sesekali Farrel mengusap lembut puncak kepala calon istrinya itu .
Tak terasa mobil Farrel tiba di halaman parkir gedung perusahaan Wiguna lebih cepat dari semestinya . Keadaan jalan yang lengang membuat Farrel memutuskan untuk memarkirkan dulu mobilnya .
" Hemmm.... 10 sampai 15 menit lagi masih bisa lah yah . " gumamnya .
Farrel masih membiarkan Cyrin tertidur . Ia memutuskan menunggu sekitar 15 menit lagi sebelum membangunkan calon istrinya itu .
Namun, baru sekitar 10 menit Farrel melihat ada pergerakan Cyrin sepertinya Ia akan segera bangun .
Tiba tiba terlintas ide untuk menjahili calon istrinya itu .
Farrel berpura pura sedang berbicara di telepon dengan seseorang .
" Iya ... ada kok disini . Tapi lagi tidur . Gak apa apa asal gak ketahuan aja . " ujar Farrel memulai aksinya .
Ia sengaja sedikit memiringkan badannya membelakangi Cyrin agar rencananya berjalan lancar .
Sementara Cyrin yang merasa tidak ada pergerakan mobil di tambah dengan suara Farrel yang berbicara di telepon membuatnya perlahan membuka mata .
Ucapan Farrel barusan menarik perhatiannya , " dia lagi bicara dengan siapa yah ? Kok bisik bisik gitu . " batin Cyrin mulai terpancing .
" Gak kok cantik , masih 3 bulan lagi . Kita masih bebas ketemuan kok . Biar nanti aku udah nikah , kita tetap bisa ketemuan di luar kok . " ujar Farrel lagi , antungnya kini berdetak lebih cepat . Ia gugup karena ulahnya sendiri .
Kening Cyrin mengernyit . " Apa maksudnya Mas Farrel . Apa mungkin dia sedang bicara dengan selingkuhannya . " Batin Cyrin yang masih pura pura memejamkan matanya .
" Iya sayang ... aku juga sayang dan cintanya sama kamu aja kok . Tenang aja , suatu saat nanti kita pasti akan bersatu selamanya . Kamu sabar yah sayangku . " ujar Farrel masih berpura pura .
Mendengar itu Cyrin tidak bisa lagi menahan emosinya .
Segera Ia membuka matanya dan tanpa permisi merebut ponsel Farrel .
" Siapa ini ? " bentaknya pada ponsel Farrel .
Namun Ia bingung mengapa tidak ada jawaban . Ia menjauhkan ponsel dari telinganya dan melihat ke layar .
Seketika Ia tahu jika Farrel sedang menjahilinya . Apalagi pria yang 3 bulan lagi akan menjadi suaminya itu kini tertawa .
Cyrin mendengus ... " Baiklah aku akan membalasmu , Mas . " Batin Cyrin .
Dengan kemampuan akting yang pas pasan Cyrin segera menunduk , berusaha sekuat tenaga agar air matanya bisa bekerjasama .
" Hikss... hiks .... kamu tega Mas . " ujarnya dengan suara dibuat sesedih mungkin .
Farrel menjadi panik , apalagi saat melihat pundak Cyrin sedikit bergetar .
" Yang... sayang ... kamu nangis ? Maaf sayang , aku cuma bercanda . Aku cuma mau ngetes aja kamu bisa cemburu juga gak ? Kamu kan jarang banget cemburuin aku . " ujar Farrel membela diri .
" Tapi Mas caramu keterlaluan . Aku tadi hampir pingsan dengar pembicaraan Mas . Rasanya aku ingin mati saja jika memang benar Mas berselingkuh .... " Ujar Cyrin sengaja melebih lebihkan .
" Biarkan aku sendiri Mas . Mas Farrel harus bisa instropeksi diri . " Lanjutnya lalu turun dari mobil dan berlari menuju gedung perusahaan Wiguna .
Farrel berusaha mengejar Cyrin , tapi Ia menghentikan langkahnya saat Cyrin sudah menghilang di balik pintu lobby .
" Aaaarrgggggggghhhhhh..... bodoh bodoh bodoh kamu Farrel . Gimana kalau Cyrin gak mau memaafkan kamu . Bisa bisa batal nikah nih . " gerutunya pada diri sendiri .
Sementara Cyrin yang sudah masuk ke dalam gedung perusahaan tempatnya bekerja segera menghapus air mata di pipinya .
" Sepertinya aku juga punya bakat akting . " Batinnya .
__ADS_1
Untung saja saat di Solo , dia sempat menemani Ibunya menonton sinetron di TV . Jadilah tadi dia meniru dialog dari salah satu adegan sinetron itu .
Mengingat aktingnya tadi membuat Cyrin tertawa . Ia tak sadar jika Byanca dan Marsha kini berjalan dibelakangnya .
Keduanya mengejutkan Cyrin lalu merangkulnya di masing masing sisi .
" Ciee.... yang sudah jadi calon istri Mas CEO pagi pagi udah ketawa ketawa aja ... " goda Marsha .
Cyrin makin tertawa mendapat godaan seperti itu dari Marsha .
Ketiganya berjalan sambil bergandengan tangan dengan riang sampai masuk ke dalam lift bersama .
" Kalian berdua yah pulang pulang dari Solo jadi aneh banget . " Ujar Marsha .
" Yang ini pagi pagi udah ketawa ketawa aja ... " lanjutnya sambil menoleh ke Cyrin .
" Yang ini pagi pagi ngecek ponsel mulu sambil senyum senyum ... "
Lanjut Marsha lagi , kini Ia mengalihkan pandangannya ke Byanca .
" Ck...ck...ck... apa aku ke Solo juga yah ... kali aja aku bisa ikut ikutan gila kaya mereka berdua . Biar gilanya juga kompak gitu . " Ujar Marsha saat mereka bertiga sudah sampai di lantai khusus bagian marketing dan pemasaran perusahaan Wiguna .
Prok... prok... prok....
Olla menyambut Cyrin dan Marsha dengan tepuk tangan .
" Ini dia nih... wanita yang sengaja sembunyiin identitasnya untuk nyari perhatian . " Ujar Olla .
" Olla .... maksud kamu apa ? To the point aja lah . " Ujar Cyrin yang pagi ini sangat malas berurusan dengan Olla .
" Rin ... meski semua orang sekarang muji muji kamu katanya kamu itu anak konglomerat yang low profile , tapi aku tahu kok itu semua memang rencana busuk kamu . " ujar Olla sambil menatap Cyrin dengan sinisnya .
" Ihh... nih anak kalau ngomong suka ngadi ngadi yah .... " balas Marsha yang tak terima Olla memfitnah sahabatnya .
" Kamu gak usah ikut campur yah . " balas Olla pada ucapan Marsha .
" Rin jujur aja deh , kamu sengaja kan gak ngaku karena mau mendapat perhatian Kak Nino. Kamu mau dipuji puji kan sama orang lain ? Kamu memang sukanya nyari perhatian . " Tuduh Olla .
" Olla ... dari pada kamu terus menuduhku yang tidak tidak , lebih baik kamu pikirkan cara untuk menarik perhatian Pak Nino . " ujar Cyrin .
" Tenang aja La .. 3 bulan lagi aku akan menikah. Dari dulu aku selalu menganggap Pak Nino tidak lebih dari kakak dan temanku saja . " lanjut Cyrin .
__ADS_1
Kemudian Ia mendudukkan dirinya dikursi yang seminggu ini dia tinggalkan .
" Huuffttt.... sepertinya ada baiknya aku segera mengikuti keinginan Mas Farrel untuk berhenti bekerja . " batin Cyrin .
Belum lama Cyrin mulai kembali tenggelam pada pekerjaannya yang menumpuk karena ditinggal cuti , seorang kurir mendekat ke kubikelnya .
" Maaf , ada paket untuk nona Cyrinda . " ujar kurir .
Cyrin mendengar namanya disebut segera berdiri dan menghampiri kurir tersebut .
" Saya Cyrin Pak , ada apa yah ? "
" Ini non , Ada kiriman bunga dan paket dari calon suami Nona katanya . " jelas Kurir .
Cyrin tersenyum menerima sebuket bunga dan sekotak cupcake yang diatasnya bertuliskan permohonan maaf dari Farrel .
" Terimakasih Pak . " Ujar Cyrin setelah menerima paket .
" Yang calon suaminya Mas CEO emang beda yah romantis romantisannya , pakai ngirimin bunga segala padahal baru aja ketemu pagi tadi . " goda Marsha membuat Cyrin merona .
Sementara di ruangan terbesar di gedung perusahaan Wiguna , Nino sudah tak sabar ingin mendengar laporan dari Alvin mengenai hasil penyelidikannya terhadap Cyrin .
" Jadi apa hal penting yang ingin kamu sampaikan mengenai Cyrin ? " tanya Nino tak sabar .
" Sebaiknya Pak Nino jangan sampai terkejut setelah mendengar hal ini . Jadi Nona Cyrin dulu ................... "
.
.
.
.
.
.
"*I know you love me when I saw your eyes shine bright when looked at me*."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue