My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 75 . Kekacauan Nino


__ADS_3

Sementara Farrel dan Cyrin sedang menikmati kebersamaan mereka di kota kelahiran Cyrin .


Di Jakarta , sedang terjadi keributan diruangan CEO perusahaan Wiguna .


" Sial ....... kenapa hubungan mereka berjalan secepat ini ? "


Teriak Nino penuh emosi setelah membaca artikel di beberapa media .


Alvin hanya bisa diam melihat kemarahan sang bos . Barang barang diatas meja kerja yang cukup lama Ia tinggalkan karena kecelakaan kini sudah berserakan  di lantai .


Kini Nino duduk di kursi kebesarannya , kembali Ia tatap senyum bahagia di wajah Cyrin pada foto yang menjadi sampul artikel .


" Vin ... mengapa setelah sekian lama saya baru bertemu dengannya lagi , dan kesempatan untukku tetap tidak ada . " ujar Nino .


" Vin ... cari tahu apapun mengenai Cyrin . Cari tahu mengapa selama ini Ia menyembunyikan statusnya sebagai pewaris perusahaan besar di Solo . Juga cari tahu masa lalunya , saya jadi penasaran mengapa dulu dia sempat melupakanku dan pria itu . Temukan celah apapun yang bisa membuatku merebut Cyrin dari pria itu . " Perintah Nino .


Harusnya sudah sejak dulu Ia lakukan hal ini . Harusnya Ia berusaha mengenal Cyrin lebih jauh sebelum berusaha untuk merebut hatinya .


Nino menyesal mengapa Ia selalu selangkah di belakang Farrel . Dulu saat merebut Aurora dari Farrel , Nino merasa dirinya sudah mengalahkan pria itu . Tapi saat mengetahui tabiat Aurora yang sebenarnya , Nino malah merasa kalah . Yang Ia lakukan bukannya mengalahkan Farrel , tapi membantu Farrel lepas dari jerat wanita murahan seperti Aurora .


Alvin pamit pada Nino untuk segera melaksanakan perintah bosnya . Meninggalkan Nino yang masih sibuk dengan penyesalannya .



Kehebohan tidak hanya terjadi di ruangan  CEO perusahaan Wiguna .



Tapi sebagian besar yang mengenal Cyrin pasti terkejut . Pasalnya tak ada yang menyangka jika wanita ramah , tidak sombong , dan rajin itu adalah seorang pewaris perusahaan besar . Di tambah berita hubungannya dengan pengusaha muda pewaris kerajaan keluarga Jatmika .



Banyak yang bertanya tanya apa alasan mengapa status wanita itu disembunyikan dari publik .



Beragam spekulasi bermunculan , diantaranya ada yang mengatakan jika Cyrin adalah anak dari istri simpanan . Ada juga yang mengatakan jika Cyrin hanya anak angkat . Dan masih banyak lagi .



Siapa lagi jika bukan Olla pelaku yang menyebarkan berita buruk tentang Cyrin . Olla tidak terima , mengapa semua hal bisa dimiliki Cyrin dengan mudah .



Marsha sampai geram karena banyaknya rekan rekan mereka yang terus menanyakan mengenai privasi Cyrin padanya.



Seperti belum cukup kekesalan Nino , siangnya Mama Rani masuk ke ruangannya dengan tergesa gesa bahkan mamanya itu sampai lupa mengetuk pintu .


" Nin.... Nino .... Nino ..... " panggilnya .


Nino menatap tajam pada Mamanya .


" Ma ... bisakah mama mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk ke ruanganku ? " sindir Nino .


" Itu bukan hal yang penting sekarang . " Ujar Mama Rani .


Kini wanita itu meletakkan sebuah majalah bisnis di hadapan Nino .


" Lihat artikel ini . " Ujarnya sambil menunjuk ke halaman depan sebuah majalah bisnis .


" Ini beneran Cyrin ? Cyrinda karyawan kamu kan ? Cyrinda yang kamu sukai itu kan Nino ? " Mama Rani mencecar Nino dengan beragam pertanyaan .


Nino menghela napasnya , memijit keningnya karena kepalanya terasa mau pecah saat ini .


" Ku rasa mata Mama masih berfungsi dengan baik . " jawab Nino sarkas .


" Nin ... andai saja Mama tahu jika dia pewaris perusahaan Al-Amin Garment ,  Mama pasti sudah mendukung kalian dari dulu . " ujar Mama Rani penuh penyesalan .


" Asal kamu tahu Nin , eyangmu di Solo itu berteman baik dengan almarhum eyangnya Cyrin . Seandainya kita tahu dari dulu , Mama akan membujuk eyangmu untuk bicara pada keluarga Cyrin untuk menjodohkan kalian . " ujar Mama Rani asal .


Nino menatap Mamanya .


" Ma , kenapa tidak dicoba saja ? " usul Nino .


" Tapi , bukannya Cyrin sudah bersama pewaris dari Jatmika ? Papa sudah mengingatkan Mama untuk tidak mengganggu mereka . Kamu tahukan bagaimana pengaruh perusahaan Jatmika . "  ujar Mama Rani .


" Selama mereka belum ada ikatan pernikahan . Bukankah semuanya masih mungkin ? " Nino berusaha meyakinkan mamanya .


Katakanlah Ia kini sudah menjatuhkan harga dirinya . Merebut wanita yang dimiliki pria lain dengan cara licik . Tapi Nino akan rela melakukan segala hal agar bisa memisahkan Cyrin dan Farrel .


Nino melihat Mama Rani sepertinya masih ragu . Pasti Mama Rani takut dengan peringatan papanya , pikir Nino .


" Ma .... mama tahu kan aku sangat mencintai Cyrin . Sejak bertahun tahun lalu aku mencintainya . Kami dipertemukan lagi , ku pikir takdir menghendaki kami bersama . Ku rasa aku tak akan sanggup melihat Cyrin bersama pria lain . " ujar Nino sambil menunduk dan menghela napasnya .


Ini adalah cara terakhir Nino membujuk Mamanya . Ia tahu , Mamanya tidak akan tega membuatnya bersedih .


" Sudah... sudah.... " ujar Mama Rani .


" Mama akan bicara pada eyangmu . Semoga eyangmu juga mau membantu kita . Tapi sebelum berhasil , rahasiakan dulu dari papa . Oke . " sambungnya .


Nino mengangguk . " Terimakasih Ma ... Nino juga akan cari cara untuk memisahkan Cyrin dengan pria itu . "


Siang itu , pasangan Ibu dan Anak itu menyusun rencana untuk menemui keluarga Cyrin .


__ADS_1



Hari ini pikiran Nino dipenuhi dengan banyak penyesalan . Berandai andai jika dulu dia tidak terlalu lama menyimpan perasaannya pada Cyrin . Beranda andai jika dulu dia punya keberanian untuk menyatakan perasaannya , mungkin sudah sejak bertahun tahun lalu Cyrin menjadi miliknya .



Tok ..... tok .... tok ....



Lamunan Nino terhenti saat mendengar suara pintu ruangannya diketuk lalu pintu terbuka dan masuklah sosok Alvin yang seharian ini sangat sibuk membereskan semua pekerjaan bosnya yang terbengkalai .



" Malam Pak ... " serunya .



" Pak ... saya ingin mengingatkan jika sekarang sudah pukul 10 malam . Apa Pak Nino berniat bermalam di kantor ? Jika Iya , saya pamit pulang yah Pak . " Ujarnya .



Nino akhirnya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya .



" Huuufffttt....  ternyata menerima kenyataan sesulit ini . " Gumamnya .



" Karena ini sudah lewat jam kantor , Alvin ayo temani saya minum sebentar . " Ajak Nino .



" Maaf Pak ... tapi saya besok .... "


Alvin menghentikan ucapannya setelah melihat keadaan bosnya yang memprihatinkan .



" Baiklah Pak . Tapi saya hanya akan menemani anda saja . " ujar Alvin .



" Terserah padamu . " Balas Nino .



Keduanya kini meninggalkan perusahaan menuju ke sebuah club .




Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di club .



Memilih duduk di meja yang berada di sudut ruangan , Nino mulai meneguk minumannya .


Segelas , kemudian segelas lagi . Begitu seterusnya hingga sudah hampir satu botol Ia habiskan .



Tanpa mereka duga , seorang wanita cantik  berpakaian seksi mendatangi meja keduanya .



" Biar ku tebak apa yang membuat seorang Nino kemari . " Ujar wanita itu menyindir Nino .



" Sssttttt..... diamlah Aurora . Kau tak tahu apapun . " Balas Nino dengan ketus .



" Ternyata baru mempublikasikan hubungan mereka saja kamu sudah seperti ini . Bagaimana jika mereka menikah ? Ku pikir aku akan mendengar kabar duka darimu . " Ejek Aurora .



Yah , wanita itu adalah Aurora . Malam ini dia memiliki janji bersama sugar daddynya di sebuah club . Namun tanpa Ia duga , dirinya malah bertemu Nino yang terlihat sangat kacau .



" Diamlah . " Bentak Nino .



"Alvin  , usir wanita ini jika dia masih saja mengoceh . " ujar Nino .



" Kamu yakin mau mengusirku ? Padahal aku ingin mengajakmu kerjasama . Kamu bisa mendapatkan Cyrin dan aku bisa kembali pada Farrel . " Ujar Aurora tanpa basa basi lagi .



Kening Nino mengernyit .

__ADS_1



" Bukannya kamu menjalin hubungan dengan kakaknya Cyrin ? " tanya Nino .



" Tidak lagi , setelah Farrel membongkar semua tentangku pada Bimo . " Jelasnya .



" Tenyata masih ada yang lebih menyedihkan dariku . " gumam Nino .



" Memangnya kamu bisa apa untuk memisahkan mereka ? " Tanya Nino .



" Aku bisa melakukan apapun , melenyapkannya pun aku bisa . " ujar Aurora .



" Jangan coba coba menyakiti Cyrin atau kamu akan merasakan akibatnya . "


Nino menjadi geram karena ucapan Aurora barusan .



" Aku setuju untuk kerja sama denganmu . Tapi harus dengan caraku . Aku sedang mencari tahu masa lalu  Cyrin , menurutku banyak yang masih menjadi tanda tanya . " Ujar Nino .



" Semoga ada celah bagi kita untuk menghancurkan hubungan mereka . " lanjutnya .



Aurora menyeringai , " baiklah aku akan ikuti caramu . Kita harus bergerak cepat sebelum mereka melangkah lebih jauh . "



Alvin yang sejak tadi menjadi pendengar perbincangan bos nya dengan salah satu wanita dari masa lalunya , hanya bisa menggeleng geleng saja .



Sungguh cinta membutakan mereka . Harusnya mereka tidak merusak kebahagiaan orang yang mereka cintai .



Tapi apa yang bisa diperbuat Alvin . Tugasnya adalah menjalankan perintah dari Nino .



Setelah menegak minuman beberapa gelas , Aurora hendak pergi meninggalkan Nino .



Namun tangannya di cekal oleh Nino yang sudah mulai mabuk .



" Hei ... kenapa terburu buru ? Bukankah kita sudah sepakat untuk kerja sama ? Bagaimana jika kita meresmikannya malam ini di ranjang ? "


Ajak Nino .



Tanpa diduga Aurora mencium bibir Nino hingga cekalan ditangannya terlepas .


" Sebenarnya aku juga sangat merindukan sentuhanmu sayang , tapi maaf malam ini aku sudah punya acara . Bagaimana jika kita rayakan nanti saat kerja sama kita sukses . Oke "


Ujar Aurora kemudian pergi meninggalkan meja Nino dan Alvin .



.


.


.


.


.


.


 "*Sungguh menyakitkan mengetahui bahwa kamu tidak akan pernah melihatku seperti aku memandangmu*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2