
Di ruang tunggu sebuah salon kecantikan mewah . Ada sekelompok sosialita yang tak pernah merasa puas jika tidak mengomentari kehidupan orang lain .
" Jeng Anin beruntung banget deh , calon mantunya itu anak dari pengusaha garment terbesar di Solo . Bener gak jeng ? "
Cyrin menghentikan langkahnya saat sayup-sayup telinganya mendengar seorang wanita membicarakan dirinya .
' Jeng Anin ' yang tak lain adalah calon mama mertuanya tidak terdengar memberi tanggapan apapun .
Serasa belum puas jika harus pulang tanpa ada informasi , suara wanita itu terdengar kembali .
" Kalian udah pada lihat konfrensi pers mereka ? " tanyanya yang langsung di sahuti heboh oleh rekan rekannya , kecuali Mama Anin .
" Ternyata selain kaya , calon mantu jeng Anin itu sangat cantik loh , " lanjutnya .
" Maaf yah jeng Anin , tapi timbul spekulasi akhirnya . Banyak yang ingin tahu alasan kenapa putrinya sejak dulu tidak pernah di ekspose ke media , padahal keluarga mereka itu sudah kaya sejak zaman kakek neneknya . " Ujar wanita berkemeja putih .
" Kata kerabatku yang di Solo , banyak berita soal putri di keluarg itu . Ada yang bilang putrinya bukan anak kandung , ada juga kabar jika putrinya itu sakit-sakitan , bahkan ada yang bilang kalau putrinya itu sudah meninggal saat dilahirkan , " ujar wanita yang lain lagi .
" Husss ... maaf yah jeng Anin , bukan maksud kami ingin ... , " ucapan rekan wanita yang lain disela oleh Mama Anin .
"Ingin apa heh ? " desisnya .
Mama Anin tidak bisa lagi menahan amarahnya saat calon menantu kesayangannya dikatakan telah meninggal .
" Jeng Anin tidak perlu semarah itu , kami cuma bicara berdasarkan berita yang kami dengar di luaran . Harusnya tadi jeng Anin berkomentar dong , beri tahu kami berita yang benar itu yang mana . " Ujar wanita berkemeja putih lagi membela dirinya .
" Memangnya kamu siapa hingga saya perlu klarifikasi berita itu ? Memangnya kalian semua orang penting ? " balas Mama Anin .
" Atau jangan-jangan benar yah kalau pernikahan putra Jeng Anin ini karena perjodohan bisnis ? Makanya putrinya tidak di publis , karena udah dipingit dari bayi . " Ujarnya dengan tawa.
Mama Anin reflek menyiram wajah wanita itu dengan air dari gelas yang tak jauh dari jangkauannya .
Cyrin sudah tidak tahan lagi , " ampuni aku Ya Allah karena akan bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua , tapi sungguh Engkau maha mengetahui alasanku . " Doanya dalam hati sambil melangkah mendekati Mama Anin .
Baru saja wanita itu ingin membalas menyiram Mama Anin , dengan sigap Cyrin menahan tangan wanita itu .
Dengan mudah Cyrin merebut gelas dari tangan lawannya dan menyiram lagi ke wajah wanita itu.
" Heh , siapa kau ? Kau tidak tahu siapa saya ? " bentaknya pada Cyrin .
" Dasar wanita bodoh , " sinis Cyrin .
" Sejak tadi kalian terus menyebut namaku , tapi tidak tahu orang yang kalian bicarakan ? " lanjut Cyrin dengan tatapan meremehkan .
" Aku adalah Cyrinda Gayatri Al Amin , satu satunya putri dari keluarga Al Amin . Pengusaha garment terbesar di Solo . " Ujar Cyrin dengan lantang sambil melangkah maju dengan pelan ke arah lawannya .
" Masih kurang informasinya ? Sebentar lagi aku akan menikah dengan satu satunya putra di keluarga Jatmika . Tentu kalian sudah tahu bagaimana besarnya perusahaan itu bukan ? "
Cyrin semakin geram karena tidak ada dari mereka membalas ucapan Cyrin .
" Kenapa sekarang kalian pada diam hah ? Apa kalian baru sadar jika posisi keluarga kalian dalam bahaya ? Ku sarankan kalian bersiap dari sekarang , karena setelah pernikahanku hal pertama yang kulakukan adalah menyapa kalian. "
Cyrin sangat mengerikan saat ini , Mama Anin saja sampai bergidik melihat tingkah calon menantunya .
" Udah Nak , rugi meladeni orang seperti mereka , " ujar Mama Anin .
Cyrin mengangguk megikuti ucapan Mama Anin.
Sekilas Ia bisa melihat tatapan sinis dari wanita berkemeja putih pada Mama Anin . Hal itu memancing emosinya lagi .
" Kenapa menatap mertuaku seperti itu hah ? Apa anda masih ingin bertanya tengtangku ? Tanyakan sekarang langsung pada orangnya ," ujar Cyrin .
Mama Anin menarik lengan Cyrin agar mau beranjak .
" Dasar wanita bar-bar , tidak sopan ," lirih suara wanita itu menghina Cyrin .
" Aku hanya akan sopan pada orang yang pantas ku hargai . Tapi itu tidak berlaku untuk kalian , " balas Cyrin .
" Ku beritahu , di keluargaku aku dijaga bagai sebuah bongkahan berlian raksasa . Dan itu sudah menjawab semua pertanyaan kalian pada mertuaku , " tegasnya .
Kening wanita yang sejak tadi menjadi teman berdebatnya , tampak mengernyit .
Cinta menyeringai , " ada apa ? Anda belum mengerti arti ucapanku ? " tanya Cyrin meremehkan .
Cyrin tertawa , " baiklah aku akan maklum . Ku yakin kamu tidak pernah meilihat bongkahan berlian kan ? Karena yang kamu miliki hanya pecahan kecil berlian saja . " Ucap cyrin disertai dengan tatapan meremehkan dan telunjuk mengarah ke kalung yang lawannya gunakan .
Jeeedeeerrrrr .
__ADS_1
Petir seperti menyambar wanita itu . Ia baru saja dipermalukan .
Apalagi kini Cyrin melangkah pergi bersama Mama Anin meninggalkan wajah merah lawannya yang sedang menahan malu dan amarah .
Sementara di mobil , Cyrin sedang mengatur pernapasannya .
" Tarik napas ..... buang , " arahan Mama Anin .
" Giman nak ? Udah mendingan ? " tanyanya .
Cyrin mengangguk .
" Ma , kejadian tadi hanya rahasia kita berdua yah . Jangan sampai Farrel tahu yah Mam , " pintanya .
" Iya , rahasia kita berdua aman kok . "
" Tapi kamu ini gimana sih Rin ,tadi aja di dalam ada lawannya kamu berani banget sekarang di mobil malah gemetar gini , " ucap Mama Anin .
Keduanya lalu tertawa bersama mengingat apa yang baru saja mereka alami .
Karena pertengkaran tadi , Cyrin dan Mama Anin tidak jadi merias wajah di salon .
Sementara itu di lain tempat Daffin berteriak menyebut nama bosnya .
" Ada apa denganmu Daffin ? Jangan berulah , masih banyak yang harus ku periksa namun hari sudah semakin sore . " Ujar Farrel .
" Tapi Pak bos harus lihat ini , ini soal nona Cyrin ," ucapnya .
Bibir Farrel terbuka , sangat sulit untuk mengatupkannya kembali .
" Itu benar Cyrin ? Tunanganku ? Benar Cyrinda ku ? " tanyanya berulang kali pada Daffin .
" Benar Pak , ini Nona Cyrin . "
" Siapa sekumpulan wanita itu ? Berani sekali membuat Cyrinku yang manja dan lemah lembut menjadi bar -bar ," ucap Farrel .
" Sepertinya bermula saat Nyonya Anin yang bertengkar lalu akhirnya Nona Cyrin datang membantu , " ujar Daffin .
Daffin mengulang beberapa kali video yang menampilkan dua wanita penguasa Jatmika sebagai pemeran utama .
Daffin kini paham setelah mendengar dengan sekasama ucapan seseorang yang merekam video amatir itu .
" Pantas saja Nyonya Anin marah jika Nona Cyrin dikatakan telah meninggal dunia sejak lahir , " gumam Daffin .
" Apa katamu ? " bentak Farrel tak terima .
" Bukan kataku Pak , tapi kata saksi mata , " sangkalnya .
" Makanya dengar baik-baik dong , " protes Daffin .
" Kamu saja yang dengar , nanti laporkan padaku , " putus Farrel .
Belum lama Daffin keluar dari ruangannya , kini sekertarisnya itu kembali masuk dengan heboh diselingi tawa .
" Pak , video Nona Cyrin jadi tranding topik ," lapor Daffin .
__ADS_1
" Apa ? Kenapa kamu malah diam , harusnya sekarang kamu hubungi tim legal kita . Cari penyebar video dan minta hapus segera ," tukasnya .
" Pak Farrel tenang dulu . Nona Cyrin tranding karena banyak yang mendukung aksinya . Para pengunjung salon yang lain , ramai-ramai mengomentari video itu . Semuanya membeberkan kejadian sebenarnya . " Jelas Daffin .
Farrel akhirnya bisa bernapas lega , " syukurlah . Aku takut Cyrin dibullly ."
" Tenang aja Pak , Nona mendapat banyak dukungan . Bahkan ada hashtag khusus untuk nona yang dibuat oleh para netizen , " ujar Farrel.
" Hashtag ? Apaan ? " Farrel penaaran .
#sicantikbongkahanberlian
#berlianbongkahannopecahpecahclub
#sicantikberliansudahpunyaorang
#sicantikberlianpembasmikaumgibahan
Baru empat tag yang dibacanya , tapi Farrel sudah tidak sanggup lagi menahan tawa .
" Fin sekarang dia ada dimana ? " tanya Farrel .
Daffin menghubungi supir Cyrin .
" Nyonya dan nona sudah berada di hotel Pak , " jawabnya .
Farrel menutup berkas yang sedang Ia baca .
Menemui calon istrinya saat ini lebih penting. Rasa rindu menyerang dirinya .
" Fin , tetap cari pemilik video dan minta dia menghapusnya . Cari orang yang bisa menghapus jejak-jejak digital yang sudah terlanjur ada . " Perintahnya sangat jelas pada Daffin .
" Lakukan secepatnya , aku tidak rela banyak pria lain memujanya . Dia hanya milikku , hanya aku yang boleh mengaguminya . Bahkan berlianpun akan kalah dengan keindahannya dimataku . " Jelas sekali di mata pria itu terpancar binar binar kekaguman .
CEO bucin , begitulah julukan Daffin padanya . Ia segera melangkah pergi untuk menemui pujaan hati .
Daffin menyeringai mendapatkan tugas itu dari bosnya .
" Kenapa harus susah susah mencari orang lain jika aku bisa melakukannya sendiri ," gumamnya .
Daffin kembali kemeja kerjanya sambil bersiul .
" Akhirnya aku bisa bermain lagi , " serunya saat mengeluarkan laptop pribadinya dari laci .
Derektif Hacker .
Itulah julukan Daffin dalam dunia itu . Tanpa diketahui oleh seorangpun , Ia adalah hacker yang sangat disegani dalam dunia maya .
Belum pernah mengalami kegagalan saat membobol pertahanan keamanan sistem apapun , membuat kemampuannya mendapatkan penghormatan dari hacker junior .
Hanya 10 menit Ia berkutat dengan laptopnya , setelah itu dengan menekan sekali tombol enter dan tugasnya pun selesai .
Daffin menatap puas hasil kerjanya .
" Beres . " Gumamnya .
.
.
.
.
.
.
"Daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu, akan lebih terhormat jika ada keberanian untuk mengatakan, saya tidak tahu."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue