My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 95 . Lebih indah dari berlian


__ADS_3

Di ruang tunggu sebuah salon kecantikan mewah . Ada sekelompok sosialita yang tak pernah merasa puas jika tidak mengomentari kehidupan orang lain .


" Jeng Anin  beruntung banget  deh , calon mantunya itu anak dari pengusaha garment terbesar di Solo . Bener gak jeng ? "


Cyrin menghentikan langkahnya saat sayup-sayup telinganya mendengar seorang wanita membicarakan dirinya .


' Jeng Anin ' yang tak lain adalah calon mama mertuanya tidak terdengar memberi tanggapan apapun .


Serasa belum puas jika harus pulang tanpa ada informasi , suara wanita itu terdengar kembali .


" Kalian udah pada lihat konfrensi pers mereka ? "  tanyanya yang langsung di sahuti heboh oleh rekan rekannya , kecuali Mama Anin .


" Ternyata selain kaya , calon mantu jeng Anin itu sangat cantik loh , " lanjutnya .


" Maaf yah jeng Anin , tapi timbul spekulasi akhirnya . Banyak yang ingin tahu alasan kenapa putrinya sejak dulu tidak pernah di ekspose ke media , padahal keluarga mereka itu sudah kaya sejak zaman kakek neneknya . " Ujar wanita berkemeja putih .


" Kata kerabatku yang di Solo , banyak berita soal putri di keluarg itu . Ada yang bilang putrinya bukan anak kandung , ada juga kabar jika putrinya itu sakit-sakitan , bahkan ada yang bilang kalau putrinya itu sudah meninggal saat dilahirkan , " ujar wanita yang lain lagi .


" Husss ...  maaf yah jeng Anin , bukan maksud kami ingin  ... , " ucapan rekan wanita yang lain disela oleh Mama Anin  .


"Ingin apa heh ? " desisnya .


Mama Anin tidak bisa lagi menahan amarahnya saat calon menantu kesayangannya dikatakan telah meninggal .


" Jeng Anin tidak perlu semarah itu , kami cuma bicara berdasarkan berita yang kami dengar di luaran . Harusnya tadi jeng Anin berkomentar dong , beri tahu kami berita yang benar itu yang mana . " Ujar wanita berkemeja putih lagi membela dirinya .


" Memangnya kamu siapa hingga saya perlu klarifikasi berita itu ? Memangnya kalian semua orang penting ? " balas Mama Anin .


" Atau jangan-jangan benar yah kalau pernikahan putra Jeng Anin ini karena perjodohan bisnis ? Makanya putrinya tidak di publis , karena udah dipingit dari bayi . " Ujarnya dengan tawa.


Mama Anin reflek menyiram wajah wanita itu dengan air dari gelas yang tak jauh dari jangkauannya .


Cyrin sudah tidak tahan lagi , " ampuni aku Ya Allah karena akan bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua , tapi sungguh Engkau maha mengetahui alasanku . " Doanya dalam hati sambil melangkah mendekati Mama Anin .


Baru saja wanita itu ingin membalas menyiram Mama Anin , dengan sigap Cyrin menahan tangan wanita itu .


Dengan mudah Cyrin merebut gelas dari tangan lawannya dan menyiram lagi ke wajah wanita itu.


" Heh , siapa kau  ? Kau tidak tahu siapa saya ? " bentaknya pada Cyrin .


" Dasar wanita bodoh , " sinis Cyrin .


" Sejak tadi kalian terus menyebut namaku , tapi tidak tahu orang yang kalian bicarakan ? " lanjut Cyrin dengan tatapan meremehkan .


" Aku adalah Cyrinda Gayatri Al Amin , satu satunya putri dari keluarga Al Amin . Pengusaha garment terbesar di Solo . " Ujar Cyrin dengan lantang sambil melangkah maju dengan pelan ke arah lawannya .


" Masih kurang informasinya ? Sebentar lagi aku akan menikah dengan satu satunya putra di keluarga Jatmika . Tentu kalian sudah tahu bagaimana besarnya perusahaan itu bukan ? "


Cyrin semakin geram karena tidak ada dari mereka membalas ucapan Cyrin .


" Kenapa sekarang kalian pada diam hah ? Apa kalian baru sadar jika posisi keluarga kalian dalam bahaya  ? Ku sarankan kalian bersiap dari sekarang , karena  setelah pernikahanku hal pertama yang kulakukan adalah menyapa kalian. "


Cyrin sangat mengerikan saat ini , Mama Anin saja sampai bergidik melihat tingkah calon menantunya .


" Udah Nak , rugi meladeni orang seperti mereka , " ujar Mama Anin .


Cyrin mengangguk megikuti ucapan Mama Anin.


Sekilas Ia bisa melihat tatapan sinis dari wanita berkemeja putih pada Mama Anin . Hal itu memancing emosinya lagi .


" Kenapa menatap mertuaku seperti itu hah ? Apa anda  masih ingin  bertanya tengtangku ? Tanyakan sekarang langsung pada orangnya ," ujar Cyrin .


Mama Anin menarik lengan Cyrin agar mau beranjak .


" Dasar wanita bar-bar , tidak sopan ," lirih suara wanita itu menghina Cyrin .


" Aku hanya akan sopan pada orang yang pantas ku hargai . Tapi itu tidak berlaku untuk kalian , " balas Cyrin .


" Ku beritahu , di keluargaku aku dijaga  bagai sebuah  bongkahan berlian raksasa .  Dan itu sudah menjawab semua pertanyaan  kalian pada mertuaku , " tegasnya .


Kening wanita yang sejak tadi menjadi teman berdebatnya , tampak mengernyit .


Cinta menyeringai , " ada apa ? Anda belum mengerti  arti ucapanku ? " tanya Cyrin meremehkan .


Cyrin tertawa , " baiklah aku akan maklum . Ku yakin kamu tidak pernah meilihat bongkahan berlian kan ? Karena yang kamu miliki hanya pecahan kecil berlian saja . " Ucap cyrin disertai dengan tatapan meremehkan dan telunjuk mengarah ke kalung yang lawannya gunakan .


Jeeedeeerrrrr .

__ADS_1


Petir seperti menyambar wanita itu . Ia baru saja dipermalukan .


Apalagi kini Cyrin melangkah pergi bersama  Mama Anin  meninggalkan wajah merah lawannya yang sedang menahan malu dan amarah .



Sementara di mobil , Cyrin sedang mengatur pernapasannya .



" Tarik napas ..... buang  , " arahan Mama Anin .



" Giman nak ? Udah mendingan ? " tanyanya .



Cyrin mengangguk .



" Ma , kejadian tadi hanya rahasia kita berdua yah . Jangan sampai Farrel tahu yah Mam , " pintanya .



" Iya , rahasia kita berdua aman kok . "



" Tapi kamu ini gimana sih Rin ,tadi aja di dalam ada lawannya kamu berani banget sekarang di mobil malah gemetar gini , " ucap Mama Anin .



Keduanya lalu tertawa bersama mengingat apa yang baru saja mereka alami .



Karena pertengkaran tadi , Cyrin dan Mama Anin tidak jadi merias wajah di salon .




Sementara itu di lain tempat Daffin berteriak menyebut nama bosnya .


" Ada apa denganmu Daffin ? Jangan berulah , masih banyak yang harus ku periksa namun hari sudah semakin sore . " Ujar Farrel .


" Tapi Pak bos harus lihat ini , ini soal nona Cyrin ," ucapnya .


Bibir Farrel terbuka , sangat sulit untuk mengatupkannya kembali .


" Itu benar Cyrin ? Tunanganku ? Benar Cyrinda ku ? " tanyanya berulang kali pada Daffin .


" Benar Pak , ini Nona Cyrin . "


" Siapa sekumpulan wanita itu ? Berani sekali membuat Cyrinku yang manja dan lemah lembut menjadi bar -bar ," ucap Farrel .


" Sepertinya bermula saat Nyonya Anin yang bertengkar lalu akhirnya Nona Cyrin datang membantu , " ujar Daffin .


Daffin mengulang beberapa kali video yang menampilkan dua wanita penguasa Jatmika sebagai pemeran utama .


Daffin kini paham setelah mendengar dengan sekasama ucapan seseorang yang merekam video amatir itu .


" Pantas saja Nyonya Anin marah jika Nona Cyrin dikatakan telah meninggal dunia sejak lahir , " gumam Daffin .


" Apa katamu ? " bentak Farrel tak terima .


" Bukan kataku Pak , tapi kata saksi mata , " sangkalnya .


" Makanya dengar baik-baik dong , " protes Daffin .


" Kamu saja yang dengar , nanti laporkan padaku , " putus Farrel .


Belum lama Daffin keluar dari ruangannya , kini sekertarisnya itu kembali masuk dengan heboh diselingi tawa .


" Pak , video Nona Cyrin jadi tranding topik ," lapor Daffin .

__ADS_1


" Apa ? Kenapa kamu malah diam , harusnya sekarang kamu hubungi tim legal kita . Cari penyebar video dan minta hapus segera ," tukasnya .


"  Pak Farrel tenang dulu . Nona Cyrin tranding karena banyak yang mendukung aksinya .  Para pengunjung salon yang lain , ramai-ramai mengomentari video itu  . Semuanya membeberkan kejadian sebenarnya . " Jelas Daffin .


Farrel akhirnya bisa bernapas lega , " syukurlah . Aku takut Cyrin dibullly ."


" Tenang aja Pak , Nona mendapat banyak dukungan .  Bahkan ada hashtag khusus untuk nona yang dibuat oleh para netizen , " ujar Farrel.


" Hashtag ? Apaan ? " Farrel penaaran .


#sicantikbongkahanberlian


#berlianbongkahannopecahpecahclub


#sicantikberliansudahpunyaorang


#sicantikberlianpembasmikaumgibahan


Baru empat tag yang dibacanya , tapi Farrel sudah tidak sanggup lagi menahan tawa .


" Fin sekarang dia ada dimana ? " tanya Farrel  .


Daffin menghubungi supir Cyrin .


" Nyonya dan nona sudah berada di hotel Pak , " jawabnya .


Farrel menutup berkas yang sedang Ia baca .


Menemui calon istrinya saat ini lebih  penting. Rasa rindu menyerang dirinya .


" Fin , tetap cari pemilik video dan minta dia menghapusnya . Cari orang yang bisa menghapus jejak-jejak digital yang sudah terlanjur ada . " Perintahnya sangat jelas pada Daffin .


" Lakukan secepatnya , aku tidak rela banyak pria lain memujanya . Dia hanya milikku , hanya aku yang boleh mengaguminya  . Bahkan  berlianpun akan kalah dengan keindahannya dimataku . " Jelas sekali di mata pria itu terpancar binar binar kekaguman .


CEO bucin , begitulah julukan Daffin padanya . Ia segera melangkah pergi untuk menemui pujaan hati .


Daffin menyeringai mendapatkan tugas itu dari bosnya .


" Kenapa harus susah susah mencari orang lain jika aku bisa melakukannya sendiri  ," gumamnya .


Daffin kembali kemeja kerjanya sambil bersiul .


" Akhirnya aku bisa bermain lagi , " serunya saat mengeluarkan laptop pribadinya dari laci .


Derektif Hacker .


Itulah julukan Daffin dalam dunia itu . Tanpa diketahui oleh seorangpun , Ia adalah hacker yang sangat disegani dalam dunia maya .


Belum pernah mengalami kegagalan saat membobol pertahanan keamanan sistem apapun , membuat kemampuannya mendapatkan penghormatan dari hacker junior .


Hanya 10 menit  Ia berkutat dengan laptopnya , setelah itu dengan menekan sekali tombol enter  dan tugasnya pun selesai .


Daffin menatap puas hasil kerjanya .


" Beres . " Gumamnya .


.


.


.


.


.


.


"Daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu, akan lebih terhormat jika ada keberanian untuk mengatakan, saya tidak tahu."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2