
Cyrin bangun lebih pagi karena harus bersiap berangkat ke Solo .
Ini adalah kejutan yang disiapkan wanita itu untuk Ayah , Ibu , dan Mas Bimo .
" Hoooaaammmmm "
Cyrin menguap sembari melakukan peregangan ringan .
" Padahal aku masih ngantuk . "
Rasa kantuknya mengingatkan pada kekasihnya yang sejak semalam tidak memberi kabar .
Cyrin sampai tidur larut karena menanti kabar dari Farrel .
" Apa apaan sih Mas Farrel . Aku juga bisa kok mengacuhkannya . " Ucap Cyrin yang kesal setelah melihat tidak ada sama sekali kabar dari Farrel sejak semalam .
Hanya berselang beberapa detik , ponselnya berbunyi . Cyrin langsung menjawab panggilan itu ketika nama Farrel nampak di layar . Ia bahkan lupa akan ucapannya beberapa detik yang lalu .
" Maaasssssss . "
" Yang.... kenapa pagi pagi sudah teriak teriak . "
Farrel menjauhkan sedikit ponsel dari telinganya.
" Biarin ... biar Mas sadar . " balas Cyrin dengan ketus .
" Udah ah.. jangan marah marah Yang... " bujuk Farrel .
" Aku telepon pagi pagi gini karena udah kangen banget ama kamu Yang ... " lanjutnya .
" Kangen kangen tapi dari kemarin kamu gak ada kabar . " Cyrin masih saja dalam mode jutek.
Farrel merasa ada ketukan di pintu kamarnya .
Dari suaranya sepertinya itu Bimo .
Farrel turun dari ranjang , dan dengan perlahan membuka pintu .
Tak lupa Ia isyaratkan pada Bimo untuk diam .
" Udah dulu yah Yang , aku mau mandi dulu . " ucap Farrel jujur .
Cyrin sekilas tadi mendengar suara pintu kamar yang dibuka lalu di tutup .
" Alasan . Kamu kedatangan tamu yah ? Siapa ? Kenapa teleponnya langsung mau udahan ? " detektif Cyrin beraksi lagi .
" Gak ada kok . Kamu salah dengar .... "
" eeehh...ehhhe.....Bim ! "
Farrel terkejut Bimo mengambil ponsel dari tangannya lalu memutuskan sambungan telepon padahal Ia belum selesai bicara .
" weeiittsss santai santai ..... biar adikku itu makin kesel . " jawab Bimo santai .
Farrel berdecak .
" Awas aja kalau sampai adik kamu gak mau aku nikahin . Tanggung jawab . " ucap Farrel kesal kemudian ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap .
Sementara di depan pintu lobby apartemen , Cyrin sedang menunggu Byanca menjemputnya untuk mengantar ke bandara .
Tak lama mobil yang ditunggu akhirnya berhenti tepat di depan Cyrin .
" Pagi Rin .... langsung jalan aja kan ? " tanya Byanca .
Cyrin mengangguk , lalu mobilpun mulai melaju .
__ADS_1
" Perasaan di luar lagi mendung deh Rin , kok kamu pakai kacamata sih . "
Cyrin lalu melepas kacamatanya dan menoleh pada sahabatnya .
" Astaga Rin.... itu mata kenapa ? Karena nangis ? Kenapa ? " Byanca memberondong Cyrin dengan banyak pertanyaan .
" Satu satu dong nanyanya . " keluh Cyrin .
" Ini tuh karena Mas Farrel . Aku kok curiga dia sekarang lagi ngebohongin aku deh . " Ucap Cyrin .
" Jangan berpikir berlebihan . Percaya aja sama Kak Farrel . " Byanca coba menenangkan .
Lalu Cyrin bercerita mengenai kejadian sejak kemarin hingga pagi tadi yang menambah kecurigaannya .
" Positif thinking aja Rin . Percaya deh , kebohongan itu gak akan bisa di simpan lama lama . " saran Byanca .
" Nangisnya udahan dong ... kamu tuh mau pulang ketemu Bapak dan Ibu . Nanti mereka hawatir kalau lihat putri mereka wajahnya kusut gini . " lanjutnya .
Cyrin mengangguk .
Cyrin sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah .
Pasalnya Bapak dan Ibunya mengira jika Cyrin akan datang malam hari , tapi Cyrin memilih berangkat pagi untuk memberi kejutan .
Kembali ke Solo , Farrel yang sudah selesai bersiap mengikuti langkah Bimo menuju tempat mobilnya Ia parkirkan .
" Bim aku gak enak sama calon mertua , masa dari kemarin aku numpang makan terus sih . " Ucap Farrel .
Kini kedua pria itu sudah dalam perjalanan menuju rumah orang tua Cyrin .
" Hahahaha , santai aja . Kan gak setiap hari juga kamu di Solo . Mumpung disini , Ibu ingin masakin kamu menu andalannya . "
Keduanya mengobrol seputar rencana mereka malam nanti untuk ketemuan dengan teman teman SMA yang juga tinggal di Solo .
Hingga tak terasa mereka sudah tiba di rumah . Bimo masuk ke dalam rumah diikuti Farrel . Keduanya diminta langsung ke meja makan oleh Ibu .
" Gimana Rel ? Enak gak ? " tanya Ibu .
" Enak Bu . "
" Jadi Farrel rencananya sampai kapan disini ? "
Tanya Bapak .
" Saya ikut Cyrin aja Pak , biar nanti baliknya bisa bareng . "
Saat sedang asik mengobrol , dari depan si Mbok berlari tergopoh gopoh .
" Maaf Pak , Bu ..... di depan ada taksi yang masuk ke halaman rumah , dan ternyata yang turun Non Cyrin . " ucap si Mbok .
" Hah ?? " ucap mereka kompak .
" Ya udah kalian berdua ngumpet dulu gih di dapur . Bentar Ibu dan Bapak yang atur gimana caranya biar kalian bisa kabur . " Ucap Ibu mulai panik karena rencana mereka terancam gagal .
__ADS_1
" Assalamualaikum . Pak... Bu .... " teriak Cyrin .
" Tumben sepi " batinnya .
" Rin ... kok datangnya sekarang . " Ucap Ibu yang muncul dari arah ruang makan .
" Loh Ibu bukannya jawab dulu toh salamnya Cyrin , emangnya Ibu gak senang anaknya pulang ? " ucap Cyrin yang kini memeluk Ibunya.
" Waalaikumsalam . Yah pasti senang dong . " balas Ibu memeluk Cyrin .
" Wangi banget , Ibu habis masak yah ? Pas banget Cyrin lapar .
Ibu tidak bisa mencegah Cyrin menuju meja makan .
Cyrin tersenyum melihat disana ada Ayahnya yang sedang makan .
" Bapak ..... " Cyrin memeluk ayahnya yang nampak sangat tegang .
" Bapak kenapa ? Lagi makan kok tegang banget. " pertanyaan itu terlontar begitu saja . Entah mengapa akhir akhir ini dia sering merasa curiga jika ada sesuatu yang tak biasa .
" Gak ... bapak gak kenapa napa kok . " jawaban ayahnya makin membuat Cyrin curiga .
Cyrin menarik salah satu kursi , " loh ini makanan siapa ? Sayang banget ditinggalin padahal masih banyak . "
" Emmm ... itu tadi temen mancing Bapak . Tapi mereka udah pulang kok . " Jawab Ayahnya .
" Jawaban bapak malah makin ngawur . Sejak kapan dia hobby mancing . " Batin Ibu .
Ibu mengambilkan Cyrin nasi dan lauk , tapi tanpa di duga Cyrin beranjak dari kursinya membawa dua piring milik Bimo dan Farrel menuju dapur .
" Biar Ibu aja Rin . " cegah Ibunya .
" Biar Cyrin aja Bu . "
Bimo dan Farrel yang bersembunyi di dapur segera berlari ke dalam ruangan yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan .
Cyrin meletakkan piring kotor ke tempat pencucian .
Matanya menangkap ada buah jeruk yang tiba tiba menggodanya . Ia berniat membuat jeruk hangat .
Cyrin mencari peralatan yang Ia perlukan , membuatnya makin lama berada di dapur .
" Rin.... makan dulu . " Panggil Ibunya .
" Sebentar , Aku mau buat jeruk panas dulu . " jawab Cyrin .
Ibu ssgera menyusul ke dapur , matanya berkeliling mencari dua pria yang tadi harusnya bersembunyi di sini .
" Kamu makan dulu ,Ibu udah siapin . Jeruknya di tinggal aja , nanti Mbok yang buatin ." Ajak Ibu .
Cyrin akhirnya mengalah . Ia mengikuti Ibunya kembali ke meja makan.
" Bim... bukannya kamu bilang Cyrin datangnya malam nanti . " Farrel berbisik .
" Dia bilangnya gitu . Mana aku tahu kalau Cyrin punya ide ngasih kejutan juga . " Bimo juga ikut ikut berbisik .
Farrel memijit keningnya , " Gak nyangka ... niatnya mau ngasih kejutan ke Cyrin , eh ini malah kita balik yang di kejutin . " ucap Farrel lalu tertawa .
.
.
.
.
.
" Cinta tak pernah gagal panen. Karena bahagia dan sedih itulah hasil permanen," Moamar Emka.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue