My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 68 . Kejutan VS kejutan


__ADS_3

Cyrin bangun lebih pagi karena harus bersiap berangkat ke Solo .


Ini adalah kejutan yang disiapkan wanita itu untuk Ayah , Ibu , dan Mas Bimo .


" Hoooaaammmmm " 


Cyrin menguap sembari melakukan peregangan ringan .


" Padahal aku masih ngantuk . "


Rasa kantuknya mengingatkan pada kekasihnya yang sejak semalam tidak memberi kabar .


Cyrin sampai tidur larut karena menanti kabar dari Farrel .


" Apa apaan sih Mas Farrel . Aku juga bisa kok mengacuhkannya . " Ucap Cyrin yang kesal setelah melihat tidak ada sama sekali kabar dari Farrel sejak semalam .


Hanya berselang beberapa detik , ponselnya berbunyi . Cyrin langsung menjawab panggilan itu ketika nama Farrel nampak di layar  .  Ia bahkan lupa akan ucapannya beberapa detik yang lalu .


" Maaasssssss . "


" Yang.... kenapa pagi pagi sudah teriak teriak . "


Farrel menjauhkan sedikit ponsel dari telinganya.


" Biarin ... biar Mas sadar . "  balas Cyrin dengan ketus .


" Udah ah.. jangan marah marah Yang... " bujuk Farrel .


" Aku telepon pagi pagi gini karena udah kangen banget ama kamu Yang ... " lanjutnya .


" Kangen kangen tapi  dari kemarin kamu gak ada kabar . " Cyrin masih saja dalam mode jutek.


Farrel merasa ada ketukan di pintu kamarnya .


Dari suaranya sepertinya itu Bimo .


Farrel turun dari ranjang , dan dengan perlahan membuka pintu .


Tak lupa Ia isyaratkan pada Bimo untuk diam .


" Udah dulu yah Yang , aku mau mandi dulu . " ucap Farrel jujur .


Cyrin sekilas tadi mendengar suara pintu kamar yang dibuka lalu di tutup .


" Alasan . Kamu kedatangan tamu yah ? Siapa ? Kenapa teleponnya langsung mau udahan ? "  detektif Cyrin beraksi lagi .


" Gak ada  kok . Kamu salah dengar .... "


" eeehh...ehhhe.....Bim  ! "


Farrel terkejut Bimo mengambil ponsel dari tangannya lalu memutuskan sambungan telepon padahal Ia belum selesai bicara .


" weeiittsss santai santai ..... biar adikku itu makin kesel . " jawab Bimo santai .


Farrel berdecak .


" Awas aja kalau sampai adik kamu gak mau aku nikahin . Tanggung jawab . " ucap Farrel kesal kemudian ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap .



Sementara di depan pintu lobby apartemen , Cyrin sedang menunggu Byanca menjemputnya untuk mengantar ke bandara .



Tak lama  mobil yang ditunggu akhirnya berhenti tepat di depan Cyrin .



" Pagi Rin .... langsung jalan aja kan ? " tanya Byanca .



Cyrin mengangguk , lalu mobilpun mulai melaju .


__ADS_1


" Perasaan di luar lagi mendung deh Rin , kok kamu pakai kacamata sih . "



Cyrin lalu melepas kacamatanya dan menoleh pada sahabatnya .



" Astaga Rin.... itu mata kenapa ? Karena nangis ? Kenapa  ? " Byanca memberondong Cyrin dengan banyak pertanyaan .



" Satu satu dong nanyanya . " keluh Cyrin .



" Ini tuh karena Mas Farrel . Aku kok curiga dia sekarang lagi ngebohongin aku deh . " Ucap Cyrin .



" Jangan berpikir berlebihan . Percaya aja sama Kak Farrel . " Byanca coba menenangkan .



Lalu Cyrin bercerita mengenai kejadian sejak kemarin hingga pagi tadi yang menambah kecurigaannya .



" Positif thinking aja Rin . Percaya deh , kebohongan itu gak akan bisa di simpan lama lama . " saran Byanca .



" Nangisnya udahan dong ... kamu tuh mau pulang ketemu Bapak dan Ibu . Nanti mereka hawatir kalau lihat putri mereka wajahnya kusut gini . " lanjutnya .



Cyrin mengangguk .



Cyrin sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah .


Pasalnya Bapak dan Ibunya mengira jika Cyrin akan datang malam hari , tapi Cyrin memilih berangkat pagi untuk memberi kejutan .



Kembali ke Solo , Farrel yang sudah selesai bersiap mengikuti langkah Bimo menuju tempat mobilnya Ia parkirkan .


" Bim aku gak enak sama calon mertua , masa dari kemarin aku numpang makan terus sih . " Ucap Farrel .


Kini kedua pria itu sudah dalam perjalanan menuju rumah orang tua Cyrin .


" Hahahaha , santai aja . Kan gak setiap hari juga kamu di Solo . Mumpung disini , Ibu ingin masakin kamu menu andalannya . "


Keduanya mengobrol  seputar rencana mereka malam nanti untuk ketemuan dengan teman teman SMA yang juga tinggal di Solo .


Hingga tak terasa mereka sudah tiba di rumah . Bimo masuk ke dalam rumah diikuti Farrel . Keduanya diminta langsung ke meja makan oleh Ibu .


" Gimana Rel ? Enak gak ? " tanya Ibu .


" Enak Bu . "


" Jadi Farrel rencananya sampai kapan disini  ? "


Tanya Bapak .


" Saya ikut Cyrin aja Pak , biar nanti baliknya bisa bareng . "


Saat sedang asik mengobrol , dari depan si Mbok berlari tergopoh gopoh .


" Maaf Pak , Bu ..... di depan ada taksi yang masuk ke halaman rumah , dan ternyata yang turun Non Cyrin . "  ucap si Mbok .


" Hah ?? "  ucap mereka kompak .


" Ya udah kalian berdua ngumpet dulu gih di dapur . Bentar Ibu dan Bapak yang atur gimana caranya biar kalian bisa kabur . "  Ucap Ibu mulai panik karena rencana mereka terancam gagal .

__ADS_1


" Assalamualaikum . Pak... Bu .... " teriak Cyrin .


" Tumben sepi " batinnya .


" Rin ... kok datangnya sekarang . " Ucap Ibu yang muncul dari arah ruang makan .


" Loh Ibu bukannya jawab dulu toh salamnya Cyrin , emangnya Ibu gak senang anaknya pulang ? " ucap Cyrin yang kini memeluk Ibunya.


" Waalaikumsalam . Yah pasti senang dong . " balas Ibu memeluk Cyrin .


" Wangi banget , Ibu habis masak yah ? Pas banget Cyrin lapar .


Ibu tidak bisa mencegah Cyrin menuju meja makan .


Cyrin tersenyum melihat disana ada Ayahnya yang sedang makan .


" Bapak ..... " Cyrin memeluk ayahnya yang nampak sangat tegang .


" Bapak kenapa ? Lagi makan kok tegang banget. " pertanyaan itu terlontar begitu saja . Entah mengapa akhir akhir ini dia sering merasa curiga jika ada sesuatu yang tak biasa .


" Gak ... bapak gak kenapa napa kok . " jawaban ayahnya makin membuat Cyrin curiga .


Cyrin menarik salah satu kursi , " loh ini makanan siapa ? Sayang banget ditinggalin padahal masih banyak . "


" Emmm ...  itu tadi temen mancing Bapak .  Tapi mereka udah pulang kok . "  Jawab Ayahnya .


" Jawaban bapak malah makin ngawur . Sejak kapan dia hobby mancing . " Batin Ibu .


Ibu mengambilkan Cyrin nasi dan lauk , tapi tanpa di duga Cyrin beranjak dari kursinya membawa dua piring milik Bimo dan Farrel menuju dapur .


" Biar Ibu aja Rin . " cegah Ibunya .


" Biar Cyrin aja Bu . "


Bimo dan Farrel yang bersembunyi di dapur segera berlari ke dalam ruangan yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan .


Cyrin meletakkan piring kotor ke tempat pencucian .


Matanya menangkap ada buah jeruk yang tiba tiba menggodanya . Ia berniat membuat jeruk hangat .


Cyrin mencari peralatan yang Ia perlukan , membuatnya makin lama berada di dapur .


" Rin.... makan dulu . " Panggil Ibunya .


" Sebentar , Aku mau buat jeruk panas dulu . " jawab Cyrin .


Ibu ssgera menyusul ke dapur , matanya berkeliling mencari dua pria yang tadi harusnya bersembunyi di sini .


" Kamu makan dulu ,Ibu udah siapin . Jeruknya di tinggal aja , nanti Mbok yang buatin ." Ajak Ibu .


Cyrin akhirnya mengalah . Ia mengikuti Ibunya kembali ke meja makan.


" Bim... bukannya kamu bilang Cyrin datangnya malam nanti . "  Farrel berbisik .


"  Dia bilangnya gitu . Mana aku tahu kalau Cyrin punya ide ngasih kejutan juga . "  Bimo juga ikut ikut berbisik .


Farrel memijit keningnya , " Gak nyangka ... niatnya mau ngasih kejutan ke Cyrin , eh ini malah kita balik yang di kejutin . " ucap Farrel  lalu tertawa .


.


.


.


.


.


" Cinta tak pernah gagal panen. Karena bahagia dan sedih itulah hasil permanen," Moamar Emka.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2