My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 82 . Melindungi Cyrin


__ADS_3

Tok... tok... tok...


" Permisi Pak ... " ujar Daffin .


" Ya ... ada apa Fin ? Bunga dan kuenya sudah diterima Cyrin ? " tanya Farrel .


" Sudah Pak . "


" Baru saja sekertaris Pak Nino dari Wiguna menghubungi saya . Pak Nino ingin mengatur waktu bertemu dengan Anda dalam waktu dekat ini . " ujar Daffin .


Farrel mengernyitkan keningnya .


" Nino ingin bertemu denganku ? Apa urusan bisnis ? "


" Bukan Pak . Kata Alvin sekertarisnya , Pak Nino ingin membahas soal Nona Cyrin . Dan ini sangatlah penting . "


Farrel menghentikan aktivitasnya yang sedang menandatangani berkas .


" Soal calon istriku ? " ulang Farrel .


" Mau apa lagi Nino itu . Apa belum cukup jelas penolakan Cyrin yang terakhir lewat Eyang dan Mamanya . " Geram Farrel .


" Atur pertemuanku dengannya secepat mungkin . Tapi jangan sampai calon istriku tahu . " Perintah Farrel .


Setelah Daffin berkomunikasi dengan Alvin  , akhirnya Farrel dan Nino setuju untuk bertemu di sebuah ruang VIP salah satu club terkenal di Jakarta .



Malam harinya , Farrel sedang menikmati makan malam bersama Cyrin di sebuah restauran setelah sebelumnya mereka mengunjungi sebuah toko perhiasan untuk memesan cincin pernikahan .



" Yang , bagaimana di kantor , apa Nino masih menemuimu ? " tanya Farrel .



Cyrin menggeleng . " Memangnya ada apa ? Bukankah wajar jika aku bertemu dengannya di kantor , dia kan CEOnya . Yang aneh jika aku bertemu dengannya di luar jam dan lingkungan kantor . "



" Tidak ada apa- apa . Aku hanya tidak ingin ada orang lain yang berniat menganggu hubungan kita . "



Setelah itu keduanya kembali membahas mengenai persiapan pernikahan .



Sebenarnya Cyrin ingin sekali bertemu dengan Nino . Ia ingin minta maaf perihal  Eyang dan Mamanya yang harus ditolak oleh Cyrin .



Tapi hari ini , Nino seperti menghindarinya . Bahkan saat Cyrin melihat Nino berjalan kearahnya , pria itu segera memutar balik seperti menghindar .



Sementara Farrel masih memikirkan apa yang ingin dibicarakan Nino padanya . Berani sekali Nino jika dia ingin bertemu Farrel hanya untuk mengacaukan hubungannya dengan Cyrin .



Sebelum pulang , Farrel izin ke toilet sementara Cyrin masih menunggu di mejanya .



Saat menunggu Farrel , tiba-tiba saja ada seorang pelayan yang menghampirinya .


" Permisi Nona , ini ada titipan dari pria di meja sana . " Ujarnya sambil menunjuk ke arah meja di dekat pintu .



Cyrin mengikuti arah yang ditunjukkan pelayan , namun yang dia lihat adalah seorang pria memakai jaket kulit hitam dan topi yang menutupi wajahnya . Pria itu segera berdiri dan meninggalkan mejanya kemudian keluar dari restauran saat menyadari Cyrin menatap ke arahnya .



Pelayan itu masih berdiri di meja Cyrin saat Farrel sudah kembali dari toilet .


__ADS_1


" Ada apa sayang ? Apa kamu butuh sesuatu ? " tanya Farrel membuat Cyrin terkejut .



" Eh.. hemm.... tidak ada Mas . " Jawab Cyrin gugup .



" Bunga itu dari siapa ? " tanya Farrel menatap tajam pada pelayan yang sedang gugup .



" Ini.. ini dari restauran ini . Benar dari restauran . Mereka membagikan setangkai mawar pada pelanggan . Benar kan ? "


Ujar Cyrin kemudian meminta dukungan dari pelayan itu .



" Iiyaa Nona . " Jawabnya terbata-bata .



" Oh . Tinggalkan saja bunga itu . Calon istriku tidak boleh menerima bunga dari orang lain selain aku . Akan kubelikan yang lebih bagus dari itu . " Ujar Farrel dengan angkuhnya .



Cyrin diam saja dan memilih menuruti ucapan Farrel agar tidak ada keributan .



Cyrin segera menggandeng lengan Farrel , " Pulang yuk Mas , aku sudah ngantuk . " Ujar Cyrin manja .



Farrel dan Cyrin melangkah meninggalkan restauran .



" Aku akan menutup resto ini jika ku tahu pelayannya berani memberikan bunga pada calon istriku . " Ujar Farrel .




Cyrin menelan salivanya saat mendengar ancaman Farrel . Ia memilih mengeratkan gandengannya pada lengan Farrel .



Setelah mengantar Cyrin pulang ke apartemen , Farrel segera melajukan mobilnya ke tempat janjiannya dengan Nino . Ia terpaksa berbohong pada Cyrin jika dirinya harus pulang lebih awal karena masih harus memeriksa beberapa berkas .


Saat berjalan masuk ke dalam club , Farrel melihat Daffin yang menunggunya .


" Apa dia sudah datang ? " tanya Farrel .


" Sudah Pak . Dia juga hanya datang berdua bersama sekertarisnya Alvin . "


Farrel menoleh pada Daffin . " Tak penting dia datang dengan siapa , aku yakin akan tetap menang jika harus melawannya . "


Daffin mencebikkan bibirnya tanpa sepengetahuan Farrel . " Sombong sekali Pak Bos ini , " batinnya .


Daffin membukakan pintu ruang VIP tempat Nino sudah menunggu .


Farrel duduk di sofa yang posisinya berhadapan dengan Nino .


Selain Nino dan Alvin , di ruangan itu juga ada 2 orang wanita berpakaian minim sedang duduk di samping Nino dan Alvin . Sesekali wanita itu menuangkan minuman pada gelas mereka .


" Ada apa kau ingin menemuiku ? " tanya Farrel tak ingin berlama lama ditempat itu .


" Santailah Farrel , kapan lagi kita bisa duduk bersama seperti ini . " ujar Nino .


" Tuan , apa aku perlu memanggil temanku yang lain untuk menemani tamu mu ? " tanya wanita yang bergelayut manja di lengan Nino .


" Tanyakan saja langsung padanya apa dia mau . " Jawab Nino .


Wanita itu lalu mendekat ke arah Farrel , menuangkan minuman di gelas yang berada di hadapan Farrel .


" Tuan , apa malam ini kamu butuh teman ? "

__ADS_1


" Jangan bicara padaku dan  menjauhlah dari hadapanku . " Bentak Farrel .


" Dan kau Nino , jangan berlama-lama . Aku tidak memiliki banyak waktu untuk meladenimu . " Tegas Farrel .


Nino tertawa , lalu memberi kode pada dua wanita itu untuk keluar dulu .


" Ku rasa aku juga akan menolak wanita lain sepertimu andai saja aku berhasil memiliki wanita sempurna seperti Cyrin . " Ujar Nino membuat Farrel geram .


" Ini soal Aurora . " lanjutnya .


Farrel berdecak . " Kau ingin membahas apa sebenarnya ? Jika soal wanita ****** itu aku tidak tertarik . "


" Wanita ****** itu tahu soal masa lalu Cyrin . Soal penculikan dan trauma yang dialami Cyrin . " Ujar Nino membuat Farrel terkejut .


" Dari mana kau dan dia tahu soal itu ? "


" Jika ingin , harusnya aku bisa tahu hal ini dari dulu . Salahku karena tidak mencari tahu masa lalu dari wanita yang ku cintai . " Jawab Nino .


" Perhatikan ucapanmu . Cyrin itu calon istriku . Tidak pantas bagimu memiliki perasaan padanya . " Peringat Farrel .


" Sebaiknya sekarang kamu tidak perlu menghawatirkan perasaanku padanya . Aku sudah merelakan demi kebahagiaannya . "  Ujar Nino .


" Sebaiknya kau hawatir pada Aurora . Dia berniat untuk mengacaukan pernikahan kalian dengan memanfaatkan trauma Cyrin . "


" Dari mana kau bisa tahu hal itu ? Dan bagaimana aku bisa percaya padamu ? " 


Tanya Farrel . Ia belum bisa percaya pada Nino seutuhnya . Bisa saja ini salah satu rencananya untuk mengalihkan perhatian Farrel agar lebih mengawasi Aurora ketimbang dirinya .


" Karena awalnya aku dan Aurora ingin bekerjasama . Info itu juga dia tahu setelah menguping pembicaraanku dengan Alvin . "


Ujar Nino .


" Setelah penolakan Cyrin terakhir kali pada Eyang dan Mama ku , aku sadar jika hatinya sudah menjadi milikmu sepenuhnya . Dan ku pikir mungkin kamulah yang bisa menyembuhkannya dari traumanya . "


" Itulah aku menolak ajakan Aurora untuk melanjutkan kerjasama kami . Melihat Aurora yang tidak terima dengan keputusanku , ku pikir dia akan tetap melanjutkan rencananya . "


" Jadi berhati-hatilah . Awasi Aurora dan Cyrin . Di kantor aku sudah menempatkan seseorang untuk mengawasi Cyrin . Selebihnya itu menjadi tanggung jawabmu . " Ujar Nino memperingati Farrel .


Tak lama setelah pembicaraan kedua pria itu selesai . Farrel dan Daffin pergi meninggalkan Nino dan Alvin yang ingin melanjutkan melewati malam mereka di club .


Keheningan terjadi selama perjalanan pulang Farrel . Daffin sesekali melirik ke arah bosnya yang terus diam .


Farrel memikirkan kemungkinan apa yang bisa dilakukan wanita ****** itu untuk mengacaukan pernikahannya .


Pikirannya tiba-tiba membawanya pada ingatan kejadian di restauran beberapa jam yang lalu .


" Fin ... kamu periksa CCTV di restoran XX . Sepertinya tadi ada pelayan yang tiba-tiba saja memberi setangkai bunga mawar pada Cyrin . Pastikan bunga itu dari siapa . " Perintah Farrel .


" Juga tempatkan beberapa pengawal untuk mengawasi tempat yang sering Cyrin kunjungi . Lakukan dengan tenang , jangan sampai Cyrin curiga . Kamu ingatkan trauma yang dialami Cyrin , jangan sampai keberadaan pengawal membuatnya ketakutan dan  tak nyaman . "


Daffin segera menyanggupi perintah bosnya .


" Sepertinya aku harus menghubungi Bimo dan memberitahu hal ini . Sekarang bukan hanya nasib pernikahannya yang Ia pikirkan  , tapi keselamatan dari wanita yang sangat Ia cintai . " Batin Farrel .


.


.


.


.


.


" Ketika kamu menyadari kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan seseorang, kamu akan menginginkan sisa hidupmu dimulai secepat mungkin.” – When Harry Met Sally 


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2