My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 23 . Dugaan Cyrin


__ADS_3

Mobil Cyrin yang dikemudian Farrel sudah berhenti di depan lobby .


Farrel turun dan membuka pintu untuk Cyrin , " Silahkan . "


Cyrin tersenyum lalu ikut turun .


Tanpa mereka duga , Nino muncul dan segera menarik kerah baju kaos polo milik Farrel dan melayangkan tinju tepat di pipi kiri Farrel .


' Buuuggghhhhh '


" Aaarrggggghhhhhhh " terdengar suara teriakan nyaring dari Cyrin .


Farrel yang memang dalam keadaan tidak siap , mendapat pukulan yang tiba tiba membuatnya sedikit terdorong ke belakang .


Tentu saja Farrel terpancing emosi . Dengan gerakan cepat Ia membalas meraih kerah kemeja Nino dan hendak melayangkan tinju balasan .


Tapi teriakan Cyrin dan pegangan Cyrin di kaosnya yang terasa bergetar membuat Farrel mengurungkan niatnya . Ia tahu wanita di sampingnya kini sedang ketakutan .


Masih mempertahankan posisi seperti akan membalas pukulan Nino , " Eh... apa apaan ini ? Kamu datang main pukul saja . " Teriaknya .


" Sudah Rel... sudah lepasin . " Suara Cyrin terdengar bergetar .


Daffin dan Alvin , sekertaris dari kedua CEO yang saling bersitegang itu segera menghampiri keduanya  .


Daffin perlahan menarik bosnya untuk mundur ke belakang begitupun dengan Alvin  .


" Itu bukan apa apa jika dibanding 6 tahun lalu saat kamu dan sahabatmu itu juga memukuliku . " Bentak Nino .


Farrel tertawa  . " Oh , jadi kamu masih tak terima soal kejadian 6 tahun lalu ? Dasar pendendam . "


" Lalu bagaimana saya harus membalas perbuatanmu yang meniduri mantan kekasihku ??? Apa saya juga harus melakukan hal yang sama hahh ??? "


Sontak saja ucapan Farrel barusan membuat emosi Nino kembali terpancing .


Ia hendak kembali melayangkan tinjunya pada Farrel , tapi dihalangi oleh Alvin yang masih memegang lengan dan merangkul pundaknya .


Tanpa mereka sadari , Cyrin mendengar semua ucapan Farrel . Ia mengerutkan keningnya  , apa maksud dengan ucapan Farrel barusan ?


" Sepertinya ini masalah pribadi kalian berdua . Silahkan kalian selesaikan sendiri . Saya permisi . "


" Sial . " Farrel merutuki dirinya yang tak sadar jika disitu ada Cyrin . Mengapa aku berkata seperti itu  , pikirnya .


Cyrin berlalu meninggalkan Farrel dan Nino , Ia masuk ke dalam gedung perusahaan dengan pikiran yang berkecamuk .


" Ha ha ha ha ha ", Nino tertawa .


" Terimakasih karena kamu sudah membuat Cyrin tahu masa lalu diantara kita . Sekarang jauhi Cyrin , dia sudah tahu rencanamu yang sebenarnya mendekatinya . "  Peringat Nino pada Farrel .


Ia lalu masuk begitu saja ke dalam gedung perusahaannya meninggalkan Farrel . Tujuan utama Nino adalah ruangan Cyrin .


Saat sampai di sana , Nino mengurungkan niatnya menghampiri Cyrin . Dari jauh Ia bisa melihat wanita itu tengah memijit sendiri keningnya .


Ia berpikir untuk memberi Cyrin waktu sendiri , " Dia pasti sangat terkejut akibat ulahku tadi . " Batin Nino .


Sementara Farrel di luar gedung perusahaan Wiguna sedang mengacak acak rambutnya , Ia bahkan melupakan rasa sakit di rahangnya yang terlihat lebam karena pukulan Nino .


" Sial , kenapa aku sampai kelepasan ngomong seperti itu . Aku yakin Cyrin akan salah paham . " Ucapnya lirih .


" Pak Farrel , ayo kita pergi dari sini . " Ajak Daffin .


" Orang orang mulai berdatangan dan melihat kemari Pak . " Lanjutnya .


Farrel kembali menatap sejenak ke dalam perusahaan Wiguna , lalu Ia beranjak masuk ke dalam mobilnya bersama Daffin .


Dengan perlahan mobilnya pun melaju meninggalkan tempat itu .


Untunglah kejadian tadi masih sangat pagi , sehingga belum banyak karyawan yang datang dan bisa menyaksikan kejadian tadi .


Alvin sudah memperingati semua orang disana untuk tutup mulut dan tidak membahas kejadian pagi tadi .


Namun sayang , ada satu orang yang luput dari pantauan Alvin . Yah dia adalah Olla .


Olla tentu saja tak ingin kehilangan momen .

__ADS_1


Ia yang merekam kejadian saat Nino memukul Farrel segera mengirimkan video itu pada Nyonta Wiguna atau Mamanya Farrel .


" Hemm... semakin besar saja kesempatanku untuk mendapatkanmu Kak . " batin Olla .



Hari sudah semakin siang dan  di sebuah ruang kerja mewah yang ada di salah satu gedung perusaan yang tinggi menjulang, seorang pria sedang uring uringan .



Yah , pria itu adalah Farrel . Ia mondar mandir sudah seperti setrikaan saja .



" Bagaimana jika Cyrin salah paham ? " Ucapnya.



" Itu sudah pasti Pak . " Komentar Daffin makin membuat Farrel gelisah .



Ia kembali mencoba menghubungi ponsel Cyrin , tapi tak di jawab .



" Arrrgghhh , sialan si Nino .  "



Farrel kembali duduk di kursi kebesarannya . Ia berpikir bagaimana cara membalas perbuatan Nino .



Sebuah ide terlintas di benaknya .



" Fin , bukannya saya adalah investor di perusahaan Panca Sakti  ? "




" Hubungi Panca Sakti , katakan padanya aku akan menarik dana investasiku jika mereka tetap melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Wiguna . " Perintah Farrel .



" Tapi Pak , bukankah ini masalah pribadi Anda ? Mengapa di kaitkan dengan bisnis . " Tanya Daffin yang merasa tidak setuju dengan ide bosnya itu .



" Lakukan saja perintahku . " Ucap Farrel tegas tak ingin di bantah .



Daffin kemudian undur diri dari ruangan Farrel untuk segera melakukan perintah bosnya itu .



Sedang Farrel kembali menghubungi Cyrin namun masih tak ada jawaban .



Akhirnya Ia mengirim pesan pada wanita itu ,


" Maafkan saya atas perbuatanku tadi . Saya yakin kamu terkejut . Tenangkanlah dulu pikiranmu . Saya akan menjemputmu sore nanti sesuai janji kita , dan akan saya jelaskan semua padamu . "



Begitulah isi pesan singkat yang dikirimkan Farrel .


__ADS_1


Sementara Cyrin yang menerima dan membaca pesan itu hanya merespon dengan berdecih .



" Apa maksudnya dengan membalas Pak Nino . "



" Bisa saja dia mendekatiku dengan alasan 12 pertemuan itu untuk membalas Pak Nino , itulah alasan dia selalu sensitif saat aku bersama Pak Nino . "



" Apa Farrel punya niat buruk padaku ? "



Begitulah pertanyaan pertanyaan yang kini muncul di benak Cyrin .



Di ruangan lain di gedung perusahaan Wiguna , Nino sedang melakukan rapat dengan para direktur dari masing masing bagian di perusahaannya .


" Saya berencana membatalkan rencana untuk mengajukan kerja sama dengan Jatmika Company . " Ucapnya .


Yah itulah keputusan Nino . Ia akan menjauhkan Cyrin dan Farrel .


" Tapi Pak , jika kita berhasil  kerjasama dengan Jatmika Company maka kita akan mendapat keuntungan yang besar . " Ucap direktur keuangan .


" Betul Pak. Tidak hanya itu saja , nama perusahaan kita juga akan semakin melambung dan semakin di percaya oleh perusahaan lainnya  . Kita akan semakin mudah mendapatkan kerja sama dengan perusahaan lain lagi nantinya . " Komentar dari direktur pemasaran .


Nino mengakui jika semua alasan itu benar adanya .


Jatmika Company adalah perusahaan besar dan bonafide . Jika berhasil bekerja sama dengannya maka keuntungan yang didapat akan sangat besar . Tidak ada perusahaan yang rugi saat berkeja sama dengan Jatmika Company  .


" Bukankah kita bisa mencari perusahaan lain lagi selain Jatmika Company ? " tanya Nino yang masih kekeh ingin mundur .


Saat masih berdebat dengan beberapa direktur yang ingin mempertahankan pengajuan kerja sama dengan Jatmika Company , direktur pemasaran meminta izin untuk menerima panggilan telepon di luar ruangan .


Saat Ia masuk kembali , Ia membawa berita yang cukup mengejutkan .


" Perusahaan Panca Sakti menghentikan kerja sama memasok bahan baku untuk perusahaan kita Pak . " Ucapnya pada Nino .


" Loh ? Alasannya ? Bukankah masih ada 2 bulan lagi kontrak kita dengan mereka . Mereka yang rugi karena harus membayar pinalti . " Ucap Nino .


" Benar Pak , saya sudah katakan seperti itu . Tapi kata mereka , mereka lebih baik membayar pinalti itu dari pada harus kehilangan investasi dari CEO Jatmika Company . Ini perintah langsung dari beliau . " Ucap direktur itu dengan tergagap .


" Sial Farrel . Ternyata dia membalasku dengan cara ini . "


Seketika ruangan menjadi riuh . Para direktur itu saling berkomentar menyampaikan pendapat mereka . Mereka kini yakin ada masalah pribadi antara CEO mereka dengan CEO Jatmika Company .  Mereka hawatir jangan sampai perusahaan lain juga ikut ikutan membatalkan kerja sama .


Nino yang geram dan makin pusing mendengar ocehan dari direktur direktur itu segera pergi meninggalkan ruang rapat diikuti Alvin di belakangnya .


" Panggilkan Cyrin ke ruanganku sekarang . Aku ingin bicara dengannya . " perintah Nino yang segera dilaksanakan Alvin .


.


.


.


.


.


" Ada baiknya tak gegabah dalam berujar. Bumerang begitu dilempar, biasanya akan kembali pada si pelontar. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2