
Mobil Cyrin yang dikemudian Farrel sudah berhenti di depan lobby .
Farrel turun dan membuka pintu untuk Cyrin , " Silahkan . "
Cyrin tersenyum lalu ikut turun .
Tanpa mereka duga , Nino muncul dan segera menarik kerah baju kaos polo milik Farrel dan melayangkan tinju tepat di pipi kiri Farrel .
' Buuuggghhhhh '
" Aaarrggggghhhhhhh " terdengar suara teriakan nyaring dari Cyrin .
Farrel yang memang dalam keadaan tidak siap , mendapat pukulan yang tiba tiba membuatnya sedikit terdorong ke belakang .
Tentu saja Farrel terpancing emosi . Dengan gerakan cepat Ia membalas meraih kerah kemeja Nino dan hendak melayangkan tinju balasan .
Tapi teriakan Cyrin dan pegangan Cyrin di kaosnya yang terasa bergetar membuat Farrel mengurungkan niatnya . Ia tahu wanita di sampingnya kini sedang ketakutan .
Masih mempertahankan posisi seperti akan membalas pukulan Nino , " Eh... apa apaan ini ? Kamu datang main pukul saja . " Teriaknya .
" Sudah Rel... sudah lepasin . " Suara Cyrin terdengar bergetar .
Daffin dan Alvin , sekertaris dari kedua CEO yang saling bersitegang itu segera menghampiri keduanya .
Daffin perlahan menarik bosnya untuk mundur ke belakang begitupun dengan Alvin .
" Itu bukan apa apa jika dibanding 6 tahun lalu saat kamu dan sahabatmu itu juga memukuliku . " Bentak Nino .
Farrel tertawa . " Oh , jadi kamu masih tak terima soal kejadian 6 tahun lalu ? Dasar pendendam . "
" Lalu bagaimana saya harus membalas perbuatanmu yang meniduri mantan kekasihku ??? Apa saya juga harus melakukan hal yang sama hahh ??? "
Sontak saja ucapan Farrel barusan membuat emosi Nino kembali terpancing .
Ia hendak kembali melayangkan tinjunya pada Farrel , tapi dihalangi oleh Alvin yang masih memegang lengan dan merangkul pundaknya .
Tanpa mereka sadari , Cyrin mendengar semua ucapan Farrel . Ia mengerutkan keningnya , apa maksud dengan ucapan Farrel barusan ?
" Sepertinya ini masalah pribadi kalian berdua . Silahkan kalian selesaikan sendiri . Saya permisi . "
" Sial . " Farrel merutuki dirinya yang tak sadar jika disitu ada Cyrin . Mengapa aku berkata seperti itu , pikirnya .
Cyrin berlalu meninggalkan Farrel dan Nino , Ia masuk ke dalam gedung perusahaan dengan pikiran yang berkecamuk .
" Ha ha ha ha ha ", Nino tertawa .
" Terimakasih karena kamu sudah membuat Cyrin tahu masa lalu diantara kita . Sekarang jauhi Cyrin , dia sudah tahu rencanamu yang sebenarnya mendekatinya . " Peringat Nino pada Farrel .
Ia lalu masuk begitu saja ke dalam gedung perusahaannya meninggalkan Farrel . Tujuan utama Nino adalah ruangan Cyrin .
Saat sampai di sana , Nino mengurungkan niatnya menghampiri Cyrin . Dari jauh Ia bisa melihat wanita itu tengah memijit sendiri keningnya .
Ia berpikir untuk memberi Cyrin waktu sendiri , " Dia pasti sangat terkejut akibat ulahku tadi . " Batin Nino .
Sementara Farrel di luar gedung perusahaan Wiguna sedang mengacak acak rambutnya , Ia bahkan melupakan rasa sakit di rahangnya yang terlihat lebam karena pukulan Nino .
" Sial , kenapa aku sampai kelepasan ngomong seperti itu . Aku yakin Cyrin akan salah paham . " Ucapnya lirih .
" Pak Farrel , ayo kita pergi dari sini . " Ajak Daffin .
" Orang orang mulai berdatangan dan melihat kemari Pak . " Lanjutnya .
Farrel kembali menatap sejenak ke dalam perusahaan Wiguna , lalu Ia beranjak masuk ke dalam mobilnya bersama Daffin .
Dengan perlahan mobilnya pun melaju meninggalkan tempat itu .
Untunglah kejadian tadi masih sangat pagi , sehingga belum banyak karyawan yang datang dan bisa menyaksikan kejadian tadi .
Alvin sudah memperingati semua orang disana untuk tutup mulut dan tidak membahas kejadian pagi tadi .
Namun sayang , ada satu orang yang luput dari pantauan Alvin . Yah dia adalah Olla .
Olla tentu saja tak ingin kehilangan momen .
__ADS_1
Ia yang merekam kejadian saat Nino memukul Farrel segera mengirimkan video itu pada Nyonta Wiguna atau Mamanya Farrel .
" Hemm... semakin besar saja kesempatanku untuk mendapatkanmu Kak . " batin Olla .
Hari sudah semakin siang dan di sebuah ruang kerja mewah yang ada di salah satu gedung perusaan yang tinggi menjulang, seorang pria sedang uring uringan .
Yah , pria itu adalah Farrel . Ia mondar mandir sudah seperti setrikaan saja .
" Bagaimana jika Cyrin salah paham ? " Ucapnya.
" Itu sudah pasti Pak . " Komentar Daffin makin membuat Farrel gelisah .
Ia kembali mencoba menghubungi ponsel Cyrin , tapi tak di jawab .
" Arrrgghhh , sialan si Nino . "
Farrel kembali duduk di kursi kebesarannya . Ia berpikir bagaimana cara membalas perbuatan Nino .
Sebuah ide terlintas di benaknya .
" Fin , bukannya saya adalah investor di perusahaan Panca Sakti ? "
" Hubungi Panca Sakti , katakan padanya aku akan menarik dana investasiku jika mereka tetap melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Wiguna . " Perintah Farrel .
" Tapi Pak , bukankah ini masalah pribadi Anda ? Mengapa di kaitkan dengan bisnis . " Tanya Daffin yang merasa tidak setuju dengan ide bosnya itu .
" Lakukan saja perintahku . " Ucap Farrel tegas tak ingin di bantah .
Daffin kemudian undur diri dari ruangan Farrel untuk segera melakukan perintah bosnya itu .
Sedang Farrel kembali menghubungi Cyrin namun masih tak ada jawaban .
Akhirnya Ia mengirim pesan pada wanita itu ,
" Maafkan saya atas perbuatanku tadi . Saya yakin kamu terkejut . Tenangkanlah dulu pikiranmu . Saya akan menjemputmu sore nanti sesuai janji kita , dan akan saya jelaskan semua padamu . "
Begitulah isi pesan singkat yang dikirimkan Farrel .
__ADS_1
Sementara Cyrin yang menerima dan membaca pesan itu hanya merespon dengan berdecih .
" Apa maksudnya dengan membalas Pak Nino . "
" Bisa saja dia mendekatiku dengan alasan 12 pertemuan itu untuk membalas Pak Nino , itulah alasan dia selalu sensitif saat aku bersama Pak Nino . "
" Apa Farrel punya niat buruk padaku ? "
Begitulah pertanyaan pertanyaan yang kini muncul di benak Cyrin .
Di ruangan lain di gedung perusahaan Wiguna , Nino sedang melakukan rapat dengan para direktur dari masing masing bagian di perusahaannya .
" Saya berencana membatalkan rencana untuk mengajukan kerja sama dengan Jatmika Company . " Ucapnya .
Yah itulah keputusan Nino . Ia akan menjauhkan Cyrin dan Farrel .
" Tapi Pak , jika kita berhasil kerjasama dengan Jatmika Company maka kita akan mendapat keuntungan yang besar . " Ucap direktur keuangan .
" Betul Pak. Tidak hanya itu saja , nama perusahaan kita juga akan semakin melambung dan semakin di percaya oleh perusahaan lainnya . Kita akan semakin mudah mendapatkan kerja sama dengan perusahaan lain lagi nantinya . " Komentar dari direktur pemasaran .
Nino mengakui jika semua alasan itu benar adanya .
Jatmika Company adalah perusahaan besar dan bonafide . Jika berhasil bekerja sama dengannya maka keuntungan yang didapat akan sangat besar . Tidak ada perusahaan yang rugi saat berkeja sama dengan Jatmika Company .
" Bukankah kita bisa mencari perusahaan lain lagi selain Jatmika Company ? " tanya Nino yang masih kekeh ingin mundur .
Saat masih berdebat dengan beberapa direktur yang ingin mempertahankan pengajuan kerja sama dengan Jatmika Company , direktur pemasaran meminta izin untuk menerima panggilan telepon di luar ruangan .
Saat Ia masuk kembali , Ia membawa berita yang cukup mengejutkan .
" Perusahaan Panca Sakti menghentikan kerja sama memasok bahan baku untuk perusahaan kita Pak . " Ucapnya pada Nino .
" Loh ? Alasannya ? Bukankah masih ada 2 bulan lagi kontrak kita dengan mereka . Mereka yang rugi karena harus membayar pinalti . " Ucap Nino .
" Benar Pak , saya sudah katakan seperti itu . Tapi kata mereka , mereka lebih baik membayar pinalti itu dari pada harus kehilangan investasi dari CEO Jatmika Company . Ini perintah langsung dari beliau . " Ucap direktur itu dengan tergagap .
" Sial Farrel . Ternyata dia membalasku dengan cara ini . "
Seketika ruangan menjadi riuh . Para direktur itu saling berkomentar menyampaikan pendapat mereka . Mereka kini yakin ada masalah pribadi antara CEO mereka dengan CEO Jatmika Company . Mereka hawatir jangan sampai perusahaan lain juga ikut ikutan membatalkan kerja sama .
Nino yang geram dan makin pusing mendengar ocehan dari direktur direktur itu segera pergi meninggalkan ruang rapat diikuti Alvin di belakangnya .
" Panggilkan Cyrin ke ruanganku sekarang . Aku ingin bicara dengannya . " perintah Nino yang segera dilaksanakan Alvin .
.
.
.
.
.
" Ada baiknya tak gegabah dalam berujar. Bumerang begitu dilempar, biasanya akan kembali pada si pelontar. "
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue