
Walaupun ini hari libur , bukan berarti jalanan kota Jakarta juga libur dari kata macet .
Karena terjebak macet Cyrin tiba di Mall lebih lama dari waktu janjiannya bersama Nino .
Cyrin menghubungi Nino , ternyata pria itu sudah sejak tadi menunggunya di bioskop .
Cyrin mempercepat langkahnya menuju bioskop . Saat masuk ke sana , dari kejauhan Cyrin sudah bisa melihat Nino yang sedang berbincang dengan seorang pria .
" Maaf Kak aku terlambat . " ucap Cyrin menyesal .
Sontak saja Nino dan pria di hadapannya menoleh memandang Cyrin .
" Tak apa . Aku juga belum terlalu lama kok . " Jawab Nino .
" Eh kenalkan ini Fritz . Dia pemilik salah satu dealer mobil terbesar di Jakarta . " Ucap Nino .
" Kamu yang datang ke pesta Pak Pratama bersama Pak Farrel dari Jatmika kan ? " tanya Fritz memastikan .
Cyrin mencoba mengingat wajah pria itu , cukup lama sampai akhirnya Ia ingat . Semalam Ia memang sempat dikenalkan oleh Farrel .
" Oh iya aku ingat . Semalam kita sudah berkenalan . " Ucap Cyrin ramah .
" Jadi semalam dia pergi bersama Farrel . " batin Nino menahan kesal .
" Kupikir kamu dan Pak Farrel menjalin hubungan , ternyata kamu sama Nino .... "
Belum selesai Fritz berbicara Cyrin segera menyela .
" Tidak . Aku dan Kak Nino teman . Kami dulu bersekolah di SMA yang sama . Sungguh beruntung bagiku karena Kak Nino juga yang kini menjadi atasanku di kantor . " Jelas Cyrin .
Ia mencegah Fritz salah paham akan hubungannya dengan Nino .
Nino hanya bisa tersenyum kecut , rupanya Cyrin menjelaskannya sampai seperti itu . Pikir Nino .
Setelah Fritz pamit , kini tinggal Nino dan Cyrin .
Cyrin merasa ada sedikit perubahan dari sikap Nino . Sepertinya pria itu tidak seceria di saat mereka baru berjumpa tadi .
" Kak Nino sudah beli tiketnya ? " tanya Cyrin berbasa basi .
Nino tersenyum lalu menunjukkan dua tiket film yang mereka akan tonton .
Untung saja tak lama setelah itu pemberitahuan jika film mereka akan segera dimulai terdengar . Cyrin dan Nino beranjak untuk masuk ke studio setelah sebelumnya membeli popcorn dan minuman .
Entahlah tapi mengapa Cyrin merasa sangat bosan . Bisa jadi karena filmnya yang kurang menarik atau karena Nino yang sejak tadi hanya diam saja .
Tak sengaja tangan Cyrin dan tangan Nino bersentuhan saat Cyrin yang akan minum salah mengira tempat Ia meletakkan minumannya .
Hal itu membuat jantung Nino berdebar lebih kencang .
" Maaf Kak , aku kira yang itu milikku . " Ucap Cyrin yang terlihat biasa saja . Sangat berbeda dengan Nino yang kini menjadi salah tingkah .
" Tak apa . " jawabnya singkat .
__ADS_1
" Kamu memakai gelang baru . Cantik . Sangat cocok untukmu . " Nino mengomentari gelang yang tidak Ia ketahui jika itu pemberian dari rivalnya .
" Terimakasih . " Jawab Cyrin sambil tersenyum .
Setelah itu suasana canggung akhirnya mengilang . Nino tidak sediam sebelumnya , dan Cyrin juga mulai bisa menghilangkan sedikit rasa bosannya .
Setelah 3 jam menonton, akhirnya film selesai .
Nino dan Cyrin berjalan beriringan keluar dari bioskop .
" Kamu mau kemana lagi Rin ? " tanya Nino .
" Entahlah . "
" Masih terlalu sore untuk makan malam . Apa kamu mau kita berbelanja dulu sebelum makan malam ? " usul Nino .
" Hemm.... bagaimana kalau kita nge teh saja . Aku dan Byanca pernah ke salah satu cafe disini, kue dan tehnya sangat lezat . "
" Oke. Aku ikut saja kemana tuan putri pergi . " Ucap Nino .
Nino cukup kagum dengan suasana cafe pilihan Cyrin . Ia cukup sering berbelanja di Mall ini namun baru kali ini dia ke cafe yang dipilih Cyrin . Ternyata tempat nya sangat nyaman . Selain itu kopi yang di pesan Nino juga sangat nikmat .
" Jadi semalam kamu pergi bersama Farrel ? " tanya Nino .
" Iya . Kami ke acara anniversary PH rekanan Mas Farrel . " Jawab Cinta jujur .
" Berarti wanita yang wajahnya di buramkan oleh media saat memberitakan soal CEO Jatmika Company adalah kamu Rin . " Ucap Nino .
Nino segera mengeluarkan ponselnya dan mencari artikel yang Ia sebutkan tadi kemudian menunjukkannya pada Cyrin .
Cyrin terkejut sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan . Yah , wanita di foto itu memang dirinya .
" Cyrin , jika boleh tahu sebenarnya apa hubungan kalian berdua ? Apa kalian berpacaran ? " tanya Nino .
Cyrin menggeleng .
" Kak Nino aku akan jujur padamu . Hubunganku dan Mas Farrel memang saat ini sedang dekat . Mas Farrel sudah menyatakan perasaannya padaku . "
Nino merasa sangat geram . Benar dugaannya jika Farrel lebih dulu sudah menyatakan cintanya pada Cyrin .
" Tapi mengapa Cyrin bilang jika mereka belum pacaran . Apakah dia ditolak lagi ? " batin Nino .
" Rin , lalu bagaimana jika saat ini aku juga mengatakan jika aku juga suka padamu . Aku tertarik padamu . Aku menyayangimu sebagai seorang wanita . Apa kamu akan menerimanya ? " Tanya Nino dengan ragu .
" Sebaiknya Kak Nino jangan ucapkan hal itu padaku . Aku tak ingin mengecewakan Kak Nino . Aku sangat senang dan besyukur bisa mengenal Kak Nino . Tapi untuk menjalin hubungan lebih dari teman aku tak akan bisa . Karena sejujurnya aku juga menaruh hati pada Mas Farrel . " Cyrin mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengungkapkan isi hatinya pada Nino .
" Jadi ku harap jika Kak Nino memang mengharapkan hubungan yang lebih dari ini , aku sangat minta maaf karena tak bisa menerimanya . " Lanjut Cyrin .
Nino menunduk . Ia merasa sangat kecewa . Ia bahkan sudah di tolak sebelum Ia secara resmi menyatakan perasaannya .
Sebenarnya ingin rasanya Nino meledak ledak meyampaikan kekecewaannya pada Cyrin . Tapi Ia mengurungkan niatnya .
" Baiklah . Aku mengerti dan aku hargai keputusan mu . Aku juga tak ingin membebanimu dengan perasaanku , jadi kamu jangan terlalu pikirkan ucapanku yang tadi . " Ucap Nino berusaha tegar .
__ADS_1
" Tapi Rin , bisakah kita tetap menjadi teman ? Jangan merubah sikapmu padaku dan jangan menghindariku , ku mohon . " Lanjut Nino .
Cyrin tersenyum . " Tentu saja kita tetap berteman . Mana mungkin aku memusuhi bosku sendiri . " Cyrin kemudian tertawa .
Ternyata memberi pengertian ke Nino tidak sesulit yang Ia pikirkan .
Tanpa Cyrin sadari , dua pria sedang berjalan ke arah mejanya dan Nino .
" Rin.. bukannya kamu pergi bersama Byanca dan Marsha . " Tegur Farrel tanpa basa basi saat tiba di meja Cyrin dan Nino .
" Ma..aas... Mas Farrel . " Cyrin tak menyangka jika akan bertemu Farrel disini .
" Tadi Byanca dan Marsha ... emm.. emm.. mereka .... tadi mereka .... " Cyrin dengan gugup berusaha mencari alasan .
Ia merutuki otaknya yang tiba tiba saja buntu saat sedang diperlukan seperti sekarang .
" Sudahlah . Sekarang kamu masih mau di sini atau ikut pulang bersamaku . " Farrel memberi pilihan pada Cyrin .
Setelah berpikir beberapa saat , Cyrin akhirnya berpamitan pada Nino .
" Kak , bolehkah aku pulang lebih dulu ? Maafkan aku , tapi aku harus pergi sekarang . " ucapnya .
Farrel mendengar hal itu merasa cukup lega , Cyrin memilih dirinya .
" Pergilah . Tak apa . Tapi hubungi aku jika dia menyakitimu . " Ucap Nino berusaha tenang dan menahan emosinya .
Nino hanya bisa menatap kepergian Cyrin dan Farrel .
" Aku tidak boleh semudah ini menyerah . Aku akan mengikuti alur yang dibuat oleh Cyrin . Jika memang dia saat ini hanya ingin berteman , maka aku akan menjadi temannya dan dengan perlahan merebut hatinya dari pria itu . " Batin Nino .
.
.
.
.
.
"Lepaskan daripada memaksakan. Ikhlaskan daripada menyakitkan. Relakan daripada berjuang sendirian."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1