
Hari sudah semakin siang . Matahari tersenyum bahkan mungkin tertawa melihat beberapa orang termasuk Cyrin terus saja berlindung pada tubuh Farrel dari teriknya sinar matahari .
Bimo dan Byanca yang baru saja kembali setelah berjalan jalan bingung melihat tikar dan perlengkapan yang tadi Ia gelar sudah dirapikan.
" Mas ... By ... pindah tempat aja yuk . Aku gak kuat kalau panas gini . " Pinta Cyrin .
" Kalian berdua dari mana ? Hampir aja ku tinggal lagi kalian disini . " sambung Farrel yang kompak dengan Cyrin .
" Ya udah ayo . Udah siang juga , nyari makan aja yuk . " Usul Bimo .
Mereka kembali menuju tempat mobil mereka diparkirkan .
Bimo dan Byanca masih tetap pada posisi duduk di kursi belakang , sedang kini Farrel menggantikan Cyrin mengemudi .
Sebelum melajukan mobil , Farrel sempat sempatnya membantu Cyrin menyeka keringat yang ada di wajah cantik calon istrinya .
Hal itu tentu membuat dua orang yang menjadi penonton merasa mual dengan tingkah Farrel .
" Udahan dong mesra mesraannya . Makin lapar deh jadinya lihat kalian berdua . " gerutu Bimo dari kursi belakang .
" Mas Bimo lapar ? Mau makan sandwich dulu gak ? Lumayan untuk ngeganjal lapar . " tawar Byanca dengan penuh perhatian .
Cyrin yang mendengar perhatian Byanca mengernyitkan keningnya , tak percaya jika kini Byanca memberikan perhatian secara terang terangan pada kakaknya .
Cyrin dan Farrel saling tatap , lalu Farrel mengedikkan bahunya tanda Ia juga tak tahu apa yang telah terjadi .
Byanca membuka salah satu kotak bekal yang tadi mereka bawa .
" Loh... kok sandwichnya gak ada ? Masa iya kalian berdua habisin semuanya ? " tanya Byanca pada Farrel dan Cyrin .
Farrel dan Cyrin hanya bisa tertawa .
" Maaf yah By .... aku dan Farrel masing masing hanya makan 1 aja kok . Beneran , sumpah . " ujar Cyrin sambil menaikkan dua jarinya membentuk huruf V .
" Lalu yang lainnya ? Perasaan aku buatnya banyak . " tanya Byanca sambil bergumam .
" Aku bagiin ke anak anak kecil penduduk sekitar . He he he he he .... " jawab Cyrin jujur .
Byanca menutup kembali kotak bekal yang sudah kosong itu . Kemudian beralih lagi membuka kotak bekal yang lain .
" Kosong juga . " Gumamnya lirih .
Seperti tak pantang menyerah , Byanca membuka satu per satu kotak bekal yang Ia dan Cyrin siapkan .
Namun Ia tak menemukan satupun makanan yang mereka bawa .
" Rin ... makanan yang lainnya juga ... "
Ucapan Byanca terhenti karena Cyrin segera menjawab tanpa menunggu pertanyaan Byanca selesai .
" Juga aku bagiin . " sambungnya tanpa ada penyesalan sama sekali .
" Sandwichnya gak cukup . Ternyata anak anak tadi rombongan datangnya . Jadinya aku buka aja semua bekalnya untuk mereka . " ujar Cyrin .
" Mereka tadi kelihatan senang banget yah Mas Farrel . "
Cyrin menatap Farrel seakan meminta persetujuan pria itu .
" Tapi kami yang sedih karena lapar sekarang . " batin Byanca dan Bimo . Sayang mereka tidak berani mengucapkannya .
" Iya sayang . Anak anak tadi emang senang semuanya . Apalagi karena gak cuma makanan , mereka juga kamu beri uang seratus ribuan per anak . " ujar Farrel .
Farrel lalu berbalik menatap Bimo . Bimo hanya merespon dengan anggukan tanda prihatin .
Pasalnya Bimo sudah paham jika uang yang Cyrin bagikan pasti bersumber dari dompet Farrel karena Cyrin tadi meninggalkan tasnya di mobil .
Sudah menjadi kebiasaan , seorang Cyrin tidak akan pernah tega saat melihat anak anak kecil yang kesusahan .
Ia akan memberikan apapun yang Ia bisa agar anak anak itu merasa senang . Baginya , dia harus bersyukur karena lebih beruntung dari pada anak anak itu .
Byanca , Bimo , dan Farrel sudah tahu itu sejak lama . Makanya mereka hanya diam saja dan tidak berniat protes . Jika nekat , bisa bisa Cyrin akan mengeluarkan kultumnya seharian .
Farrel hanya bisa menambah laju mobil agar mereka bisa segera tiba di restauran dan menikmati makan siang secepatnya .
Kini keempatnya sudah berada di dalam sebuah restauran yang menyuguhkan berbagai hidangan seafood .
__ADS_1
Mereka sangat menikmati makan siang ini . Jika Farrel dan Cyrin bersikap saling romantis itu sudah biasa . Tapi yang kini membangkitkan jiwa detektif Cyrin adalah sikap kakaknya dan sahabatnya .
Entah mengapa Cyrin merasa keduanya bersikap berbeda . Lebih perhatian satu sama lain . Ucapan Bimo yang sangat lembut pada Byanca .
Belum lagi sesekali Cyrin mendapati Bimo mengelus pucuk kepala Byanca dengan penuh kasih sayang .
Cyrin tentunya senang jika kecurigaannya benar terjadi . Sudah sejak mereka masih SMA Byanca menyimpan perasaan pada kakaknya . Semoga kini Mas Bimo bisa membalas perasaan Byanca.
Mereka sudah menyelesaikan makannya dan kini sedang menikmati Es dawet telasih . Salah satu hidangan minuman andalan di kota solo . Es dawet yang berisikan ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, biji telasih, cairan gula, santan, dan tambahan es batu sungguh pas di nikmati saat cuaca panas seperti sekarang .

Namun ada hal lain yang lebih menarik perhatian Cyrin dari semangkuk es dawet telasih . Yaitu adalah pemandangan kakak dan sahabatnya yang duduk di hadapannya .
Bimo merentangkan tangannya di atas sandaran kursi yang di duduki Byanca , menampilkan kesan memiliki dan posesif .
Lalu Byanca yang sesekali menyuapkan es dawet pada Bimo karena tangan Bimo yang lain sibuk mengipas ngipas Byanca dengan kertas yang entah dia dapat dari mana .
" Ck... ck .... ck ... sungguh mencurigakan . " gumam Cyrin disertai decakan .
" Tuh... " Seru Cyrin sambil menatap Bimo dan Byanca .
Farrel mengikuti pandangan Cyrin dan mengangguk . Menurutnya wajar saja jika pria bersikap seperti itu pada kekasihnya . Pikirnya .
" Eh .. kekasih .... ? " Batin Farrel terkejut dengan pikirannya sendiri .
Farrel dan Cyrin saling tatap . Sepertinya pikiran mereka sama .
" Mas Farrel ... sepertinya ada sesuatu yang kita lewatkan nih ... " Ujar Cyrin menyindir Bimo dan Byanca .
" Iya sayang ... sepertinya sesuatu telah terjadi dan kita tidak tahu apa apa . " balas Farrel kompak menyindir Bimo sahabatnya .
" Apaan emang ? Apa ada yang kalian lupa di pantai ? " tanya Bimo tanpa rasa bersalah .
" Iya ... sepertinya aku melupakan kegalauan sahabatku disana . " Jawab Farrel ketus .
" Ha... ha... ha... " Bimo tertawa setelah mengerti apa yang dimaksud adik dan sahabatnya .
__ADS_1
" Jadi apa yang kami lewatkan nih ? Apa kalian udah jadian ? " tanya Cyrin tanpa basa basi lagi.
" Enggak .... " Jawab Byanca .
" Belum .... " Jawab Bimo .
Walaupun jawaban mereka berbeda , tapi mereka kompak megucapkannya bersamaan .
" Jadi yang benar yang mana ? " tanya Cyrin tak sabar .
" Doain aja secepatnya bisa jadian dan menyusul kalian berdua . " jawab Bimo .
Rona merah muncul di pipi Byanca mendengar jawaban Bimo . Apalagi Bimo mengakhirinya dengan mengecup punggung tangan Byanca di hadapan Cyrin dan Farrel .
" Wwooowww.....wwwoooowww..... wwwwoowww.... " respon Cyrin dan Farrel heboh.
" Sayang sini , kita pasangan senior gak boleh kalah . " ujar Farrel lalu mengecup singkat bibir Cyrin .
Sontak saja Farrel mendapat lemparan kotak tissu dari Bimo .
Sementara Cyrin hanya mengedikkan bahunya . Tersenyum pada Byanca untuk menyampaikan rasa bahagianya .
" Sirik aja . " ledek Farrel pada Bimo .
" Sayang , pokoknya kita gak boleh kalah langkah yah . Kita harus menikah secepatnya , oke . " Ujar Farrel membuat Cyrin hanya bisa geleng geleng kepala .
Hari itu keempatnya sangat menikmati kebersamaan mereka . Ada kesedihan dan penyesalan yang berhasil mereka bebaskan hari itu . Kini mereka siap berjalan kedepan untuk meraih kebahagiaan dengan orang yang tepat di sisi mereka .
.
.
.
.
.
"*Aku percaya ada kesempatan kedua dalam hidup dan sepertinya aku sedang memperjuangkannya, yaitu mendapatkan cintamu lagi*."
.
.
.
.
To be continue
\*\*\*\*\*\*\*\* kasih yang manis manis duluuuuuu sebelum yang sepeet sepeeett yahh.... like dan komennya dikit banget .... othor otw nangeeessss 😢😢😢😢\*\*\*\*\*\*
__ADS_1