
" Kamu bareng siapa ? " tanya Farrel pada Bimo sambil menatap ke arah Cyrin yang duduk sambil menunduk .
" Oh iya... ini kenalin adik ku . " Ucap Bimo menjawab pertanyaan Farrel .
" Dek... " Tegur Bimo .
Dengan terpaksa Cyrin berdiri dan menatap Farrel .
" Cyrinda .... kamu ???? " Ucap Farrel yang terkejut dengan apa yang di lihatnya .
Bimo dan Cyrin kompak tersenyum melihat raut wajah Farrel saat ini .
" Far.... rel ... Ha...i .... " Ucap Cyrin tergagap .
" Bim , maksud kamu ? Adik kamu siapa ? " Bimo tak menghiraukan sapaan Cyrin , Ia memilih memastikan kepada sahabat SMA nya .
" Iya .. ini adikku . Cyrinda Gayatri Al Amin . " Jawab Bimo memperjelas maksud ucapannya .
" Kok aku jadi bingung yah . " Gumam Farrel .
" Duduk dulu gih Rel . Aku jelasin . " Ucap Bimo .
Farrel lantas mengambil posisi duduk di samping Bimo sehingga kini Ia berhadapan langsung dengan Cyrin .
Tatapan Farrel tak pernah lepas dari Cyrin. Wanita itu sampai harus terus menunduk mengabaikan makanannya yang belum sempat Ia sentuh sama sekali .
" Rel , sebelumnya aku mau minta maaf . Sebenarnya Cyrin ini adik kandungku . Hanya saja saat sekolah dulu kami berdua sepakat untuk tidak memberitahukan pada siapapun mengetai status hubungan kami . " Bimo mulai menjelaskan semuanya .
" Alasannya ? " Tanya Farrel singkat .
" Karena saat SMP Cyrin merasa terganggu dan tidak nyaman saat orang orang tahu jika dia adalah putri bungsu keluarga Al Amin . Ku pikir kamu tahukan bagaimana keluargaku di Solo . "
Farrel cukup lama diam .
" Pantas saja dulu sepertinya kamu tahu banyak soal Cyrin , jadi itu alasannya . Dulu aku sempat curiga jika kamu juga suka sama Cyrin . " Ucap Farrel sambil tertawa .
Tawa Farrel membuat Cyrin dan Bimo lega . Cyrin akhirnya bisa mengangkat wajahnya dan berani menatap balik Farrel .
" Kamu gak marah ? " tanya Cyrin .
" Marah karena ? " tanya Farrel balik .
" Yah karena dulu dan sekarang saya gak jujur sama kamu . "
" Tidak , kenapa juga saya harus marah . Itu hak kalian untuk publikasikan hubungan kalian berdua . " Jawab Farrel .
" Yang penting sekarang kalian sudah mau terbuka padaku , itu artinya kalian juga percaya padaku . " lanjut Farrel .
" Ya sudah karena sekarang tugas Mas sudah selesai , Mas pamit dulu yah . Kalian selesaikanlah jika memang ada kesalah pahaman diantara kalian berdua . " Ucap Bimo seraya berdiri dari duduknya .
" Tapi Mas belum makan malam . " Cegah Cyrin .
Entah mengapa tiba tiba saja Cyrin merasa canggung untuk berdua saja bersama Farrel .
" Mas mau makan bareng pacar Mas saja . Kalian nikmatilah waktu kalian . Bicarakan semuanya . Bye Dek . Bye Rel . Aku titip adikku yah . " Ucap Bimo sambil menepuk lengan Farrel .
Kini di meja itu tersisa Farrel dan Cyrin .
Awalnya mereka berdua cuma diam saja .
" Rel "
__ADS_1
" Rin "
Ucap mereka bersamaan .
" Kamu duluan deh . " Ucap Cyrin .
" Saya mau jelasin ke kamu soal ucapan Nino itu semua gak benar . Saya gak pernah berniat manfaatkan kamu untuk membalas Nino . "
" Oke , saya mengakui jika syarat 12 kali pertemuan itu memang hanya akal akalan saya saja . Tapi itu karena saya kesal kamu berpura pura tidak mengenaliku . Tidak ada hubungannya dengan permasalahan yang pernah terjadi antara saya dan Farrel . "
Farrel akhirnya memilih jujur mengenai niat awalnya .
Beberapa hari ini Ia sudah pikirkan , jika memang pertemuannya dengan Cyrin kembali karena mungkin mereka berjodoh maka Ia ingin memulainya dengan kejujuran .
" Aku gak pura pura . Aku memang gak ingat sama sekali . Aku juga baru saja tahu menurut Mas Bimo , sewaktu di London aku pernah mengalami kecelakaan dan aku kehilangan sebagian ingatanku saat di SMA . " Cyrin berusaha menjelaskan kesalah pahaman antara dirinya dan Farrel .
" Bukan hanya kamu , tapi aku juga tidak mengingat Nino . Hanya saja bedanya saat bertemu Nino , dia langsung menceritakan padaku hal hal apa saja yang kulupakan mengenai dirinya . " lanjut Cyrin.
" Kecelakaan ? Lalu bagaimana kondisi kesehatanmu sekarang ? " tanya Farrel hawatir .
" Aku baik baik saja . Hanya terkadang kepalaku sakit jika memaksa mengingat suatu hal yang telah kulupakan . "
" Ya sudahlah , kalau begitu tak perlu ingat yang sudah berlalu . Sekarang kesalah pahaman kita sudah clear kan ? " Farrel memastikan kembali pada Cyrin .
Cyrin mengangguk lalu tersenyum padanya .
" Ya sudah , kamu lanjutin makan gih . " Ucap Farrel .
" Saya sudah gak berselera . Kamu pesan makanan aja, saya tungguin . " Jawab Cyrin .
" Sebenarnya saya kangen masakan kamu . Sarapan kemarin saya coba buat omelet tapi rasanya gak sama seperti buatanmu . " Ujar Farrel .
" Ha ... ha.. ha.. " Cyrin tertawa .
" Kalau kamu gak keberatan , saya dengan senang hati . " Sambut Farrel .
Mereka berdua akhirnya pergi dari restauran menuju apartemen Cyrin dengan mengendarai mobil masing-masing .
Sekitar 30 menit waktu yang mereka habiskan di jalan sampai tiba di kompleks apartemen Cyrin .
" Silahkan masuk . " Ajak Cyrin setelah Ia membuka pintu apartemennya .
" Apartemen kamu selalu bersih dan rapi . " Puji Farrel .
" Soalnya saya tinggal disini sendiri . Jarang ada orang yang datang kesini . Hanya kedua sahabat saya , kamu , dan Pak Nino yang pernah kemari . " Jawab Cyrin .
Raut wajah Farrel seketika berubah ketika mendengar nama Nino .
Cyrin menyadari hal itu . Ia segera mengalihkan pembicaraan .
" Farrel , kamu suka makan spaghetti ? " tanyanya .
" Suka . "
" Aku buat spaghetti saja yah , biar cepat. Jam makan malam sudah lewat terlalu lama . " Ucap Cyrin .
Farrel mengangguk , lalu duduk di sebuah kursi bar yang berada di dekat dapur .
Farrel mengamati setiap gerak gerik Cyrin . Mulai dari Ia memakai apronnya , mengikat rambut , saat Ia mencuci tangannya sebelum mulai mengolah bahan bahan yang telah Ia keluarkan dari lemari pendingin .
Entah mengapa jantungnya berdebar dua kali lebih cepat walau hanya melihat Cyrin melakukan gerakan gerakan sederhana saat memasak .
__ADS_1
Cyrin sesekali tersenyum saat matanya beradu dengan mata Farrel .
20 menit kemudian Cyrin akhirnya menghidangkan 2 piring spaghetti saus jamur .
Farrel mulai menyuapkan spaghetti ke mulutnya.
" Bagaimana rasanya ? " Tanya Cyrin .
" Hemm.. enak , masakanmu tak pernah mengecewakanku . " Jawab Farrel sambil tersenyum .
Mereka lalu mengobrol berbagai hal , mulai dari bisnis sampai mengenang masa masa SMA .
Farrel cukup heran dengan kondisi Cyrin . Bagaimana Cyrin bisa melupakan dirinya , melupakan soal Nino , tapi dia bisa mengingat hal hal lain seperti kejadian lucu saat acara ulang tahun sekolah , masa masa ospek , dan banyak hal lain .
Tak terasa mereka telah menghabiskan makan malam mereka .
Sebagai dessert Cyrin menghidangkan puding yang Ia buat kemarin .
Farrel sungguh menikmati malam ini . Hidangan yang sangat nikmat ditemani oleh wanita cantik yang bisa menarik peehatiannya .
Sampai ponsel Cyrin berbunyi . Setelah meminta izin pada Farrel , Ia menerima panggilan telepon yang ternyata dari Bimo .
" Halo Mas " , ucap Cyrin .
" Halo Dek , kamu di mana ? " tanya Bimo dari seberang telepon .
" Di apartemen . Aku dan Farrel tidak jadi makan di restauran , jadi aku mengajaknya kemari karena aku akan memasak . " Jelas Cyrin .
" Oh Farrel ada di sana , boleh aku berbicara dengannya ? " Pinta Bimo .
Cyrin memberikan ponselnya pada Farrel .
" Rel dari sana kamu langsung balik ? Jika masih ada waktu , aku ingin mengajakmu bertemu . Tapi tolong jangan beri tahu Cyrin . Ada sesuatu yang harus kamu tahu tentangnya . " Ucap Bimo .
" Ok , sekarangpun aku bisa . Kirimkan alamatnnya . " Jawab Farrel menyanggupi permintaan Bimo .
Setelah panggilan telepon terputus , Farrel seger menghabiskan pudingnya dan berpamitan pada Cyrin .
" Hemmm memangnya apa sih yang di katakan Mas Bimo sampai Farrel sangat tergesa gesa . " Tanya Cyrin dalam hatinya .
.
.
.
.
.
"Takdir itu lucu. Ada saja caranya mempertemukan dua orang yang tak punya urusan dengan cara yang seolah kebetulan." - Ninna Lestari"
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue