
Pagi ini Cyrin sedang sibuk membuat sarapan untuk kakaknya Bimo . Sesuai rencana Bimo akan kembali ke Solo siang ini .
Cyrin sudah mengajukan permintaan cuti sehari pada Angga dengan alasan ada acara keluarga yang tidak bisa Ia tinggalkan .
Padahal itu semua karena permintaan kakaknya yang meminta di antar ke bandara oleh Cyrin .
Tidak seperti biasanya , pagi ini Cyrin harus memasak lebih banyak dari biasanya .
Jika biasanya di pagi hari Cyrin hanya akan sarapan oat meal , roti , atau omelet . Tapi sarapan seperti itu tidak berlaku bagi seorang Mas Bimo .
Kakaknya itu harus sarapan Nasi beserta lauk lengkap untuk sarapan .
Jadilah pagi ini Cyrin harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan .
Nasi , ayam goreng , capcay , juga tak lupa tempe dan tahu goreng serta acar timun sudah terhidang di atas meja .
" Mas... ayo dong ceritain... semalam obrolin apa aja bareng Farrel ? " tanya Cyrin penasaran .
Mas Bimo yang baru saja selesai bersiap dan akan duduk hanya bisa menggelengkan kepalanya .
" Mending kamu mandi dulu dan bersiap untuk antar Mas ke bandara . "
" Sarapan dulu aja , setelah itu baru aku siap siap Mas . "
Tak lama setelah Cyrin duduk di hadapan Mas Bimo, bel apartemennya berbunyi .
" Siapa sih yang datang pagi pagi ? " Gerutu Cyrin .
Dengan malas Cyrin bergegas ke arah pintu, namun sebelumnya Ia melihat dulu lewat CCTV siapa yang bertamu sepagi itu .
" Astaga , kenapa dia datang di saat yang tidak tepat . "
Cyrin segera berlari ke dalam kamarnya . Tak lupa dia berteriak pada kakaknya untuk membuka pintu .
" Mas tolong bukain pintu . Aku mandi dan siap siap dulu . " Teriaknya sambil berlari masuk ke dalam kamarnya .
Mas Bimo hanya bisa menggeleng melihat tingkah adiknya .
" Kan dari tadi juga Mas sudah bilangin untuk siap siap . "
Bimo lalu membukakan pintu untuk Farrel ,
" Sorry lama Rel bukainnya . Ayo masuk . "
Farrel mengikuti langkah Bimo dari belakang .
Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Cyrin .
" Duduk dulu Rel . Cyrin lagi siap siap bentar . " Tegur Bimo .
Farrel hanya bisa tersenyum malu karena ketahuan sedang mencari Cyrin .
Bimo dan Farrel duduk berhadapan di meja makan .
" Mau langsung sarapan atau ngopi dulu sambil tungguin Cyrin ? " Tanya Bimo .
" Nungguin Cyrin saja . Kan dia yang masakin , jadi tungguin dialah . "
" Loh kok kamu yakin ini Cyrin yang masak ? "
" Aku udah pernah dimasakin sarapan sama Cyrin . " Jawab Farrel jujur .
Bimo bertepuk tangan .
" Wahhh wahhh wahh. Kamu tahu kan Cyrin itu suka masak, tapi sebenarnya dia paling malas kalau di minta masakin sarapan . Dia sendiri kalau sarapan palingan oatmeal atau roti . "
Farrel tersenyum mendengar ucapan Bimo .
Kedua sahabat yang sudah lama tak bertemu itu memanfaatkan waktu untuk mengobrol seputar masa masa SMA mereka berdua .
" Loh kok belum sarapan sih ? "
Pertanyaan Cyrin mengejutkan keduanya .
" Nungguin kamu lah Dek . " Jawab Bimo .
Cyrin mengambil tempat di samping Mas Bimo kemudian mereka bertiga memulai sarapannya .
" Mas Bimo kenapa ngerepotin Farrel untuk anterin ke Bandara , kan ada aku Mas . " Ucap Cyrin .
" Memangnya kenapa , toh Farrel nya juga yang nawarin . "
" Tapi Farrel itu sibuk Mas . Buang waktu banget nganterin Mas ke Bandara . "
__ADS_1
" Farrel aja gak komplain Dek , kok malah kamunya yang berisik . "
" Lagian kenapa kamu manggilnya Farrel , dia kan lebih tua dari kamu . Mas aduin ke Ibu biar kamu di omelin . " Ancam Bimo .
Farrel yang menjadi penonton perdebatan antara kakak beradik itu hanya diam saja dan sesekali Ia tersenyum .
" Kok jadi Mas Bimo yang ikut ikutan berisik . Memangnya aku harus manggil apa ? " tantang Cyrin .
" Yah panggil Mas Farrel lah . Sama seperti kamu manggil aku , Mas Bimo . " Ujar Bimo .
Farrel yang menjadi bahan perdebatan akhirnya ikut buka suara .
" Sudah , terserah Cyrin mau manggil apa . Aku terima terima saja . Dipanggil sayang juga boleh . "
Cyrin sontak tersedak mendengar ucapan Farrel . Bimo dan Farrel hanya tertawa melihat Cyrin yang kini wajahnya merona .
Setelah sarapan selesai , Cyrin , Bimo , dan Farrel segera berangkat ke bandara menggunakan mobil Farrel .
Selama perjalanan Cyrin lebih banyak diam . Farrel lebih banyak mengobrol dengan Bimo .
Sesekali Ia melihat ke belakang lewat spion mobil .
Rasanya gemas sekali Ia melihat Cyrin yang kini terlihat canggung bersamanya .
Padahal dulu sebelum mengetahui tentang masa lalu mereka , Cyrin seperti tak terpengaruh oleh kehadiran Farrel .
" Bim , memangnya pacar kamu gak ikut anterin ? " tanya Farrel .
" Gak . Katanya dia syuting semalaman dan subuh tadi baru bisa tidur . Aku gak mau ganggu, biarin dia istirahat aja . "
" Dek , kalau sempat sekali kali jalan lah bareng Aurora yah . Percaya sama Mas , dia orangnya baik kok . Kamu cuma perlu lebih dekat dengannya untuk lebih mengenal dia . " Ucap Bimo .
" Hemm... dilihat nanti deh Mas . "
" Apa Farrel belum tahu yah Aurora yang di maksud adalah Aurora mantannya . " Batin Cyrin.
Jalanan Jakarta di pagi hari sudah dipastikan akan macet . Maka dengan kesabaran extra akhirnya mereka sampai juga di Bandara .
Bimo berpamitan pada Farrel .
" Makasih yah Bro udah anterin . Btw , aku titip Cyrin sama kamu yah . Aku percaya kamu bisa jagain dia . " Ucapnya sambil menjabat tangan Farrel .
Bimo kemudian beralih memeluk adik satu satunya .
" Mas pulang dulu yah Dek . Kamu baik baik disini . Jangan sungkan ngomong ke Mas atau ke Ibu dan Ayah kalau kamu butuh sesuatu . Mas udah titipin kamu ke Farrel , kamu dengerin dia yah . Cuma Farrel yang bisa Mas percaya . "
" Siap Bos . Tapi memangnya Cyrin barang apa pakai dititipin . "
Bimo tertawa mendengar respon adiknya itu .
" Mas masuk yah, mau check in . Kalian pulanglah , hati hati di jalan . "
Setelah Bimo menghilang di balik pintu , Tanpa Cyrin duga Farrel mengenggam tangannya .
" Yuk , aku anterin . Kamu mau ke kantor ? " Tanya Farrel sambil berjalan dengan tangan yang terus menggenggam tangan Cyrin .
" Aku udah ngajuin cuti . " Jawab Cyrin singkat .
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Cyrin hanya bisa diam .
Dia mulai berpikir , sejak kemarin ada yang berubah dari Farrel .
" Farrel bersikap lebih hangat dari biasanya . Selain itu , sekarang dia mulai berbicara menggunakan sapaan aku-kamu padaku . " Batin Cyrin .
Tak terasa mobil sudah melaju sekitar 30 menit meninggalkan bandara .
" Rin.. kok dari tadi kamu diam saja ? " Tanya Farrel .
" Gak... gak kenapa napa Kok . "
" Masakan kamu memang gak pernah mengecewakan . Buka restauran gih . " Ucap Farrel .
" Yee.. gak semudah itu . Buka restauran perlu banyak hal . Bukan karena hanya bisa masak aja . Modalnya belum cukup . He... he... he... " Jawab Cyrin sejujurnya .
" Kok gitu , minta sama Mas mu aja . Gampang kan ? "
" Ye.. kalau itu namanya aku kerja di restauran dong karena kan modalnya dari Mas Bimo . Impianku itu punya restauran sendiri , walaupun kecil tapi dari hasilku sendiri . "
Farrel tersenyum , " Jadi benar yang dikatakan Bimo . " batinnya .
Sebenarnya dia sudah tahu hal ini dari Bimo jika Cyrin selalu menolak bantuan darinya untuk membuka restauran , makanya wanita itu sibuk mencari pekerjaan hingga akhirnya bekerja di perusahaan Nino .
Cyrin kembali mengamati jalan ,
" Loh loh, kok kita lewat sini ? Ini bukan jalan ke apartemenku . "
" Iya , tapi sorry nih Rin . Boleh aku minta tolong gak , kita mampir ke kantorku sebentar aja yah. Ada yang urgent perlu ku periksa . "
Cyrin hanya diam .
" Kamu gak keberatan kan Rin ? " Farrel memastikan kembali .
" Iya . Terserah Mas saja . " Jawabnya .
Cyrin segera menutup mulutnya dengan kedua tangan tatkala menyadari panggilannya pada Farrel menjadi Mas .
Farrel tertawa melihat respon Cyrin .
" Astaga... Maaf maaf Mas.. eh maksudku , Maaf Rel . "
" Kok minta maaf , aku malah senang kamu panggil Mas . Gak usah di ubah lagi yah , panggil Mas aja . Dari pada aku minta kamu panggil sayang , pilih yang mana ? "
Farrel kembali menggoda Cyrin membuat wajah wanita itu kembali merona .
" Ya udah , aku milih manggilnya Mas aja . "
Farrel tersenyum . " Ulang sekali lagi dong panggil aku . "
" Mas Farrel . " Ucap Cyrin .
" Sekali lagi dong . " pinta Farrel lagi .
Cyrin mengerutkan alisnya tapi tetap melakukan permintaan Farrel .
" MAS Farrel . " Ucap Cyrin menekankan kata ' MAS ' .
Farrel tersenyum senang . " Sekali lagi yah... please. Ini yang terakhir. Aku janji . "
Cyrin membulatkan matanya ,
" Mas mas mas mas mas mas mas mas mas Farrel . " Ucapnya dengan kesal .
Farrel tertawa melihat Cyrin yang kesal . Tanpa di duga Farrel mengelus lembut puncak kepala Cyrin membuat wanita itu kembali merona .
.
.
.
.
.
"Suatu hari, aku mendapati diriku tersenyum tanpa alasan, lalu aku menyadari aku sedang memikirkanmu. Mungkinkah ? "
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue