My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 29 . MAS


__ADS_3

Pagi ini Cyrin sedang sibuk membuat sarapan untuk kakaknya Bimo . Sesuai rencana Bimo akan kembali ke Solo siang ini .


Cyrin sudah mengajukan permintaan cuti sehari pada Angga dengan alasan ada acara keluarga yang tidak bisa Ia tinggalkan .


Padahal itu semua karena permintaan kakaknya yang meminta di antar ke bandara oleh Cyrin .


Tidak seperti biasanya , pagi ini Cyrin harus memasak lebih banyak dari biasanya .


Jika biasanya di pagi hari Cyrin hanya akan sarapan oat meal , roti , atau omelet . Tapi sarapan seperti itu tidak berlaku bagi seorang Mas Bimo .


Kakaknya itu harus sarapan Nasi beserta lauk lengkap untuk sarapan .


Jadilah pagi ini Cyrin harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan .


Nasi , ayam goreng , capcay , juga tak lupa tempe dan tahu goreng serta acar timun sudah terhidang di atas meja .


" Mas... ayo dong ceritain... semalam obrolin apa aja bareng Farrel  ? " tanya Cyrin penasaran .


Mas  Bimo yang baru saja selesai bersiap dan akan duduk hanya bisa menggelengkan kepalanya .


" Mending kamu mandi dulu dan bersiap untuk antar Mas ke bandara . "


" Sarapan dulu aja , setelah itu baru aku siap siap Mas . "


Tak lama setelah Cyrin duduk di hadapan Mas Bimo, bel apartemennya berbunyi .


" Siapa sih yang datang pagi pagi ? " Gerutu Cyrin .


Dengan malas Cyrin bergegas ke arah pintu, namun sebelumnya Ia melihat dulu lewat CCTV  siapa yang bertamu sepagi itu .


" Astaga , kenapa dia datang di saat yang tidak tepat . "


Cyrin segera berlari ke dalam kamarnya . Tak lupa dia berteriak pada kakaknya untuk membuka pintu .


" Mas tolong bukain pintu . Aku mandi dan siap siap dulu . " Teriaknya sambil berlari masuk ke dalam kamarnya .


Mas Bimo hanya bisa menggeleng melihat tingkah adiknya .


" Kan dari tadi juga Mas sudah bilangin untuk siap siap . "


Bimo lalu membukakan pintu untuk Farrel ,


" Sorry lama Rel bukainnya . Ayo masuk . "


Farrel mengikuti langkah Bimo dari belakang .


Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Cyrin .


" Duduk dulu Rel . Cyrin lagi siap siap bentar . " Tegur Bimo .


Farrel hanya bisa tersenyum malu karena ketahuan sedang mencari Cyrin .


Bimo dan Farrel duduk berhadapan di meja makan .


" Mau langsung sarapan atau ngopi dulu sambil tungguin Cyrin ? " Tanya Bimo .


" Nungguin Cyrin saja . Kan dia yang masakin , jadi tungguin dialah . "


" Loh kok kamu yakin ini Cyrin yang masak ? "


" Aku udah pernah dimasakin sarapan sama Cyrin . " Jawab Farrel jujur .


Bimo bertepuk tangan .


" Wahhh wahhh wahh. Kamu tahu kan Cyrin itu suka masak, tapi sebenarnya dia paling malas kalau di minta masakin sarapan  . Dia sendiri kalau sarapan palingan oatmeal atau roti . "


Farrel tersenyum mendengar ucapan Bimo .


Kedua sahabat yang sudah lama tak bertemu itu memanfaatkan waktu untuk mengobrol seputar masa masa SMA mereka berdua .


" Loh kok belum sarapan sih ? "


Pertanyaan Cyrin mengejutkan keduanya .


" Nungguin kamu lah Dek . " Jawab Bimo .


Cyrin mengambil tempat di samping Mas Bimo kemudian mereka bertiga memulai sarapannya .


" Mas Bimo kenapa ngerepotin Farrel untuk anterin ke Bandara , kan ada aku Mas . " Ucap Cyrin .


" Memangnya kenapa , toh Farrel nya juga yang nawarin . " 


" Tapi Farrel itu sibuk Mas . Buang waktu banget nganterin Mas ke Bandara . "

__ADS_1


" Farrel aja gak komplain Dek , kok malah kamunya yang berisik . "


" Lagian kenapa kamu manggilnya Farrel , dia kan lebih tua dari kamu . Mas aduin ke Ibu biar kamu di omelin . " Ancam Bimo .


Farrel yang menjadi penonton perdebatan antara kakak beradik itu hanya diam saja dan sesekali Ia tersenyum .


" Kok jadi Mas Bimo yang ikut ikutan berisik . Memangnya aku harus manggil apa ? " tantang Cyrin .


" Yah panggil Mas Farrel lah . Sama seperti kamu manggil aku , Mas Bimo . " Ujar Bimo .


Farrel yang menjadi bahan perdebatan akhirnya ikut buka suara .


" Sudah , terserah Cyrin mau manggil apa . Aku terima terima saja . Dipanggil sayang juga boleh . "


Cyrin sontak tersedak mendengar ucapan Farrel . Bimo dan Farrel hanya tertawa melihat Cyrin yang kini wajahnya merona .


Setelah sarapan selesai , Cyrin , Bimo , dan Farrel segera berangkat ke bandara menggunakan mobil Farrel .



Selama perjalanan Cyrin lebih banyak diam . Farrel lebih banyak mengobrol dengan Bimo .


Sesekali Ia melihat ke belakang lewat spion mobil .



Rasanya gemas sekali Ia melihat Cyrin yang kini terlihat canggung bersamanya .


Padahal dulu sebelum mengetahui tentang masa lalu mereka , Cyrin seperti tak terpengaruh oleh kehadiran Farrel .



" Bim , memangnya pacar kamu gak ikut anterin ? " tanya Farrel .



" Gak . Katanya dia syuting semalaman dan subuh tadi baru bisa tidur . Aku gak mau ganggu, biarin dia istirahat aja . "



" Dek , kalau sempat sekali kali jalan lah bareng Aurora yah . Percaya sama Mas , dia orangnya baik kok . Kamu cuma perlu lebih dekat dengannya untuk lebih mengenal dia . " Ucap Bimo .



" Hemm... dilihat nanti deh Mas . "



" Apa Farrel belum tahu yah Aurora yang di maksud adalah Aurora mantannya . " Batin Cyrin.



Jalanan Jakarta di pagi hari sudah dipastikan akan macet . Maka dengan kesabaran extra akhirnya mereka sampai juga di Bandara .



Bimo berpamitan pada Farrel .


" Makasih yah Bro udah anterin . Btw , aku titip Cyrin sama kamu yah . Aku percaya kamu bisa jagain dia . " Ucapnya sambil menjabat tangan Farrel  .



Bimo kemudian beralih memeluk adik satu satunya .


" Mas pulang dulu yah Dek . Kamu baik baik disini . Jangan sungkan ngomong ke Mas atau ke Ibu dan Ayah kalau kamu butuh sesuatu . Mas udah titipin kamu ke Farrel , kamu dengerin dia yah . Cuma Farrel yang bisa Mas percaya . "



" Siap Bos . Tapi memangnya Cyrin barang apa pakai dititipin . "



Bimo tertawa mendengar respon adiknya itu .


" Mas masuk yah, mau check in . Kalian pulanglah , hati hati di jalan . "



Setelah Bimo menghilang di balik pintu , Tanpa Cyrin duga Farrel mengenggam tangannya .


" Yuk , aku anterin . Kamu mau ke kantor ? " Tanya Farrel sambil berjalan dengan tangan yang terus menggenggam tangan Cyrin .


" Aku udah ngajuin cuti . " Jawab Cyrin singkat .

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Cyrin hanya bisa diam .


Dia mulai berpikir , sejak kemarin ada yang berubah dari Farrel .


" Farrel bersikap lebih hangat dari biasanya . Selain itu , sekarang dia mulai berbicara menggunakan sapaan aku-kamu padaku . " Batin Cyrin .


Tak terasa mobil sudah melaju sekitar 30 menit meninggalkan bandara .


" Rin.. kok dari tadi kamu diam saja ? " Tanya Farrel .


" Gak... gak kenapa napa Kok . "


" Masakan kamu memang gak pernah mengecewakan . Buka restauran gih . " Ucap Farrel .


" Yee.. gak semudah itu . Buka restauran perlu banyak hal . Bukan karena hanya bisa masak aja . Modalnya belum cukup . He... he... he... " Jawab Cyrin sejujurnya .


" Kok gitu , minta sama Mas mu aja . Gampang kan ? "


" Ye.. kalau itu namanya aku kerja di restauran dong karena kan modalnya dari Mas Bimo . Impianku itu punya restauran sendiri , walaupun kecil tapi dari hasilku sendiri . "


Farrel tersenyum , " Jadi benar yang dikatakan Bimo . " batinnya .


Sebenarnya dia sudah tahu hal ini dari Bimo jika Cyrin selalu menolak bantuan darinya untuk membuka restauran , makanya wanita itu sibuk mencari pekerjaan hingga akhirnya bekerja di perusahaan Nino .


Cyrin kembali mengamati jalan ,


" Loh loh, kok kita lewat sini ? Ini bukan jalan ke apartemenku . "


" Iya , tapi sorry nih Rin . Boleh aku minta tolong gak , kita mampir ke kantorku sebentar aja yah. Ada yang urgent perlu ku periksa . "


Cyrin hanya diam .


" Kamu gak keberatan kan Rin ? " Farrel memastikan kembali .


" Iya . Terserah Mas saja . " Jawabnya  .


Cyrin segera menutup mulutnya dengan kedua tangan tatkala menyadari panggilannya pada Farrel menjadi Mas .


Farrel tertawa melihat respon Cyrin .


" Astaga... Maaf maaf Mas.. eh maksudku , Maaf Rel . "


" Kok minta maaf , aku malah senang kamu panggil Mas . Gak usah di ubah lagi yah , panggil Mas aja . Dari pada aku minta kamu panggil sayang , pilih yang mana ? "


Farrel kembali menggoda Cyrin membuat wajah wanita itu kembali merona .


" Ya udah , aku milih manggilnya Mas aja . "


Farrel tersenyum . " Ulang sekali lagi dong panggil aku . "


" Mas Farrel . " Ucap Cyrin .


" Sekali lagi dong . " pinta Farrel lagi .


Cyrin mengerutkan alisnya tapi tetap melakukan permintaan Farrel .


" MAS Farrel . " Ucap Cyrin menekankan kata ' MAS ' .


Farrel tersenyum senang . " Sekali lagi yah... please. Ini yang terakhir. Aku janji . "


Cyrin membulatkan matanya ,


" Mas mas mas mas mas mas mas mas mas Farrel . " Ucapnya dengan kesal .


Farrel tertawa melihat Cyrin yang kesal . Tanpa di duga Farrel mengelus lembut puncak kepala Cyrin membuat wanita itu kembali merona .


.


.


.


.


.


 "Suatu hari, aku mendapati diriku tersenyum tanpa alasan, lalu aku menyadari aku sedang memikirkanmu. Mungkinkah ? "


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2