
Hari ini seperti ada yang kurang bagi Cyrin . Sejak pulang dari Surabaya , hubungannya dengan Farrel semakin dekat . Tidak hanya saat bertemu tapi mereka sering kali saling bertukar pesan, entah membahas hal penting sampai lelucon yang tidak penting bisa saja menjadi bahan pembicaraan mereka .
Pagi tadi Farrel menyampaikan jika Ia akan ke Jepang dan akan memberi kabar jika sudah sampai di sana .
Namun bodohnya Cyrin , dia sudah tahu jika penerbangan ke Jepang bukan dalam waktu 1 atau 2 jam tapi mengapa Ia sudah mengharapkan pesan dari Farrel yah .
Ketika Cyrin sedang menyibukkan dirinya agar bisa sedikit mengalihkan pikirannya dari Farrel , telepon di meja kerjanya berbunyi .
Segera Ia terima dan ternyata itu adalah telepon dari bosnya atau lebih tepatnya adalah Nino.
" Cin .. malam nanti kamu senggang gak ? " tanya Nino .
" Kebetulan malam ini saya belum ada janji Pak . Memangnya ada apa Pak ? "
" Saya ingin mengajak kamu makan malam . Sekalian kita bisa obrolin progres project kerja sama kamu . " Bujuk Nino .
" Baiklah Pak . " Cyrin menyetujui ajakan Nino .
" Berangkatnya bareng aja yah , pulang kantor saya tunggu di parkiran . " Ucap Nino sebelum akhirnya mengakhiri sambungan telepon .
Waktu berlalu rasanya lama sekali . Beruntung tadi siang dia meeting dengan salah satu kliennya , jadi Ia bisa melupakan Farrel walau hanya sebentar .
Tapi kini Cyrin sedang fokus mengerjakan materi untuk Ia presentasikan pada Farrel . Bukannya malah fokus , pikirannya malah traveling ke waktu yang mereka habiskan berdua di Surabaya .
Sesekali Ia melirik jam di pergelangan tangannya menghitung sudah berapa jam Farrel berada diudara .
Marsha yang melihat kelakuan sahabatnya itu berniat menggodanya .
" Cieee.... Cyrin cantik lagi nungguin apa nih ??? "
" Apaan sih ... " balas Cyrin .
" Lagi nunggu kabar dari Jepang atau kabar dari lantai atas , hayoo yang mana ? " Lanjut Marsha menggoda Cyrin .
Cyrin meletakkan jari telunjuk pada bibirnya , mengisyaratkan agar Marsha diam . Ia cemas Olla salah paham padanya .
" Awas loh Rin ketahuan yang di Jepang kalau kamu makan malam sama pria lain , bisa ngambek tuh . " Ledek Marsha makin ngawur menurut Cyrin .
" Apaan sih Sha... lanjutin kerja aja gih . " Balas Cyrin .
Marsha terkekeh , bukan karena Ia berhasil menggoda Cyrin tapi karena Ia berhasil memancing amarah Olla .
Buktinya Olla dengan wajah merah padam segera bangkit dari kursinya dan keluar dari ruangan . Tentunya wanita itu tahu siapa pria dari lantai atas yang dimaksud Marsha .
" Tuh kan Sha.. Olla jadinya salah paham tuh . "
Ucap Cyrin .
__ADS_1
" Biarin . Dia pikir aku gak tau kalau dia yang sudah bayar Ana untuk sebar gosip di grup soal kamu . Tunggu aja aku dapat bukti aku aduin ke Pak Nino . " Gerutu Marsha yang geram melihat tingkah Olla .
Jam demi Jam berlalu , akhirnya saat pulang kantorpun tiba .
Cyrin meminta tolong pada Marsha untuk membawa mobilnya pulang ke apartemennya.
" Jangan lupa ijin dulu sama Mas yang lagi di Jepang. Ketahuan , bisa ngambek loh dia . " Ledek Marsha sekali lagi saat mereka akan berpisah di parkiran .
Tanpa mereka berdua sadari ternyata Nino sudah sejak tadi berada di sekitar mereka dan tentu saja mendengar pembicaraan mereka barusan .
" Mas yang di Jepang ? Siapa Rin yang dimaksud Marsha ? " Tanya Nino yang tiba tiba muncul .
" Eh.. Pak Nino .. gak ada . Akal akalan Marsha Aja . " Jawab Cyrin .
Kok rasanya aneh yah . Kenapa aku tiba tiba merasa tidak nyaman dengan situasi ini . Kenapa rasanya aku seperti sedang selingkuh yah .
Nino dan Cyrin segera berangkat ke restauran tempat mereka akan makan malam .
Pikiran Cyrin tidak bisa fokus pada Nino . Ia terus memikirkan ucapan Marsha .
" Apa benar Farrel akan marah kalau aku makan malam dengan pria lain ? Tapi apa urusannya, dia kan bukan siapa siapanya aku . Tapi kalau beneran marah , kan aku juga yang repot . Masih ada 10 kali pertemuan nih . Apa aku kirim pesan aja yah bilang kalau aku lagi dinner bareng teman kantor ? " Batin Cyrin .
Setelah peperangan dalam pikirannya . Akhirnya Cyrin memutuskan untuk mengirim pesan pada Farrel .
Setelah itu Cyrin lanjut menyantap hidangan makan malamnya .
" Sepertinya kamu banyak pikiran Rin , lagi ada masalah yah ? "
" Gak ada Pak . Saya baik baik saja. "
" Kak , bukan Pak . Kita sudah tidak berada di lingkungan atau jam kantor lagi Rin . " Sela Nino .
" Tapi sejak tadi aku lihat kamu sepertinya lagi memikirkan sesuatu . " Lanjutnya .
" Pekerjaan kantor gak usah terlalu di pikirin . Jangan kamu pikirin sampai di rumah , cukup di kantor saja . " Ucap Nino .
Nino melihat Cyrin sudah menyelesaikan makan malamnya . Ia merasa ini waktu yang pas untuk menanyakan hal yang sangat ingin dia tahu .
" Rin.. maaf yah jika aku menanyakan hal yang begitu pribadi . Tapi apa benar kamu sudah punya kekasih ? " Tanya Nino .
" Kekasih ? Aku gak punya kak . " Jawab Cyrin dengan jujur .
" Lalu yang mengantarmu pagi tadi siapa ? " tanya Nino lagi .
Cyrin berpikir sejenak . Apa mungkin dia bilang jika yang mengantarnya adalah calon customernya . Dari pada Nino salah paham , akhirnya dia memilih untuk tidak memberitahu Nino .
" Itu hanya temanku . Memangnya ada apa ? "
Jawab Cyrin singkat . Lagian menurutnya Ia tidak berbohong, Farrel memang temannya . Pikirnya .
Nino akhirnya bisa lega setelah mendengar jawaban langsung dari Cyrin .
" Tak apa . Aku hanya ingin memastikan saja jika kali ini tak ada yang jadi penghalang untuk aku ..... "
Ucapan Nino terhenti karena ponsel Cyrin berdering .
Cyrin segera menginterupsi ucapan Nino saat melihat nama yang nampak di layar ponselnya kini adalah ' Raja Drama ' .
Cyrin berdiri dan menjauh untuk menerima telepon .
" Halo . " Sapa Cyrin .
" Rin , kamu beneran lagi makan malam sama bos kamu ? Bos kamu yang mana ? Yang bareng kamu saat presentasi yah ? " Pertanyaan beruntun dari Farrel membuat Cinta kebingungan .
" Satu satu dong nanyanya . Memangnya Farrel sudah sampai di Jepang yah ? " balas Cyrin bertanya .
" Iya aku baru saja landing dan baca pesan kamu . "
__ADS_1
Wajah Cyrin seketika merona , memikirkan apa maksud Farrel langsung menghubunginya setelah mengetahui Ia makan malam bersama seorang pria .
" Rin , kamu belum jawab pertanyaanku . " Lanjut Farrel .
" Iya benar , ini aku masih di restauran . Aku bareng CEO ku namanya Pak Nino . " Jawab Cyrin .
" Maksudmu Nino Alton Wiguna ? " Tanya Farrel memastikan .
" Iya benar . "
Farrel terkejut , Ia tak menyangka jika Nino kembali mendekati Cyrin sama seperti dulu saat mereka masih di SMA .
" Rin , apa kamu tahu jika Nino dulu juga bersekolah di SMA Bima Sakti ? "
" Iya . " Jawab Cyrin singkat .
" Lalu apa kamu juga tahu jika saat SMA Nino sempat menyukaimu ? "
" Iya . " Jawab Cyrin lagi .
" Lalu mengapa kamu seperti tidak mengingatku ? " tanya Farrel .
Cyrin sungguh bingung dengan pertanyaan Farrel , " Memangnya kita sudah saling mengenal sebelumnya ? "
" Rin , apa kamu sedang bercanda denganku ? " tanya Farrel yang mulai kesal .
" Aku tidak bercanda . Apa memang kita pernah bertemu sebelumnya ? "
" Arrghh... sekarang tidak penting apa kita pernah bertemu atau tidak . Yang penting sekarang aku ingin kamu pulang sekarang . Supirku akan sampai 5 menit lagi , dia akan mengantarmu . " Ucap Farrel .
" Kamu marah padaku karena aku makan malam bersama bos ku ? Kenapa ? Kamu cemburu ? " Todong Cyrin tanpa basa basi lagi pada Farrel .
" Tidak perlu banyak pertanyaan Cyrinda . Sekarang atau lupakan soal kerjasama dan perjanjian kita . " ucap Farrel tidak ingin di bantah .
Setelah itu sambungan telepon terputus .
Cyrin kembali ke meja dengan wajah yang bingung .
" Ada apa ? Apa yang menghubungimu adalah pria jepang yang Marsha maksud ? " Tanya Nino.
" Hemm bukan Kak. Yang tadi adalah kakakku . Dia baru saja datang dari Solo dan memintaku pulang segera . " Cyrin berbohong .
" Ohh begitu yah , kalau begitu ayo ku antar pulang . "
" Hemm tak perlu Kak . Kakakku sudah mengirimkan supir dan sepertinya supir itu sudah sampai disini . "
" Aku pulang duluan yah Kak , dan terimakasih makan malamnya . " Ucap Cyrin bahkan sebelum Nino bisa membujuknya .
" Huhhh... Mengapa kamu masih sulit untuk ku dekati Rin. Mengapa sepertinya sejak 6 tahun lalu rasanya aku tak pernah punya kesempatan untuk memasuki hatimu . " Batin Nino .
Sementara di perjalan pulang ke apartemen bersama supir yang di tugaskan Farrel untuk menjemputnya , Cyrin mendengar supir itu menghubungi Farrel jika kini Cyrin sudah pulang bersamanya .
" Pria itu sebenarnya mau apa sih dariku ? Kenapa dia membuatku merasa seperti kekasih yang ketahuan sedang bersama pria lain . " Batin Cyrin .
.
.
.
.
"Menaruh hati di atas ketidakpastian sikap sama saja seperti menaruh tangan di tangan seseorang yang tidak mau menggenggam."
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue