
Tak terasa Bimo , Farrel dan Cyrin sudah tiba di apartemen milik wanita itu .
Cyrin segera duduk di sofa dengan nyaman di ikuti oleh Bimo dan Farrel .
" Aku harus kembali ke Solo sekarang agar Ibu dan Bapak tak curiga . " Ucap Bimo .
" Iya Mas , pulanglah sekarang . Dan tolong jangan ceritakan kejadian ini pada Ibu dan Bapak yah . " Mohon Cyrin .
" Apa kamu sekarang mengusir Mas ? "
" Tentu saja tidak . Mana berani aku . Aku hanya tak ingin membuat Ibu dan Bapak mencari Mas dan berakhir curiga terjadi sesuatu pada Mas atau aku . " Jelas Cyrin .
Bimo terkekeh melihat respon adiknya .
" Iya iya .. Mas jalan sekarang yah . Supir Mas juga sudah sampai di bawah . Kamu sekali sekali berkunjunglah juga ke perusahaan yang di Jakarta . Bantu Mas memeriksa kondisi perusahaan . "
" Akan aku usahakan jika Mas berjanji memberiku imbalan yang lumayan . " Tawar Cyrin .
Bimo mengacak ngacak rambut adiknya karena gemas . Setelah memeluk dan mencium pipi adiknya , Ia lantas keluar dari apartemen di temani oleh Farrel .
Farrel akan mengantar Bimo sampai ke lobby karena Ia juga harus menemui Daffin yang hendak menemuinya di lobby .
" Rel , aku titip Cyrin lagi yah . "
" Maaf soal kemarin , aku lalai dari janjiku untuk menjaganya . Tapi kali ini tak akan kubiarkan dia jauh dari pengawasanku . "
" Terimakasih Bro , aku pulang dulu yah . "
" Hati hati dan sampaikan salamku pada Om dan Tante . " Ucap Farrel sebelum Bimo menghilang dari pandangannya .
Setelah itu Farrel menemui Daffin yang sudah menunggunya di salah satu sofa yang ada di lobby .
" Kamu dapatkan yang aku minta ? "
" Ini Pak . Sayang kotaknya sudah terbungkus , tapi aku jamin isinya sama seperti yang Pak Farrel inginkan . Bunganya juga sudah benar , ada enam tangkai . " Jelas Daffin .
" Oke . Makasih yah Fin . Kamu boleh kembali bekerja . " ucap Farrel .
" Maaf Pak , selain itu saya juga membawa ini . Berkas urgent yang butuh persetujuan Bapak segera . " Ucap Daffin dengan senyum tak bersalah di wajahnya .
Dengan berat hati Farrel menerima semua berkas yang dibawa Daffin . Dengan susah payah Ia membawa semuanya naik ke unit apartemen Cyrin .
Setelah menekan bel , tak lama pintu terbuka dan nampaklah wajah terkejut Cyrin melihat Farrel kembali dengan setumpuk barang yang di bawa pria itu .
" Mas dari mana ? Kenapa kembali membawa barang sebanyak itu Mas ? " tanya Cyrin .
Farrel tak langsung menjawab pertanyaan Cyrin . Ia menuju sofa untuk meletakkan setumpuk berkas yang Ia bawa .
" Daffin yang membawanya . Tadi aku menemuinya di lobby . "
Cyrin mengerutkan alisnya . " Mengapa Mas Farrel membawa berkas berkas kemari ? "
" Jangan bilang Mas berniat mengerjakan pekerjaan kantor Mas di sini ? "
" Iya . Memangnya tidak boleh ? Bukankah kita sudah sepakat jika hari ini aku akan menemanimu ? " Farrel menjawab disertai dengan pertanyaan .
" Tapi , jika memang pekerjaan Mas sebanyak itu harusnya Mas tidak perlu memaksakan untuk menemaniku . Aku jadi merasa bersalah sudah mengambil waktu Mas . "
" Dari pada kamu memikirkan hal yang tidak tidak , kemarilah . Aku punya sesuatu untukmu . " Ucap Farrel sambil menepuk sofa tepat di sisi nya .
Cyrin mengikuti perintah Farrel .
Pria itu lalu memberikannya sebuket bunga yang berisi enam tangkai mawar merah dan sekotak hadiah yang terikat pita .
" Bukalah . " Pinta Farrel .
Mata Cyrin seketika berbinar melihat benda apa yang ada di dalamnya .
__ADS_1
" Waahh Mas... kok pas sekali . Aku memang sangat ingin berendam saat ini untuk menghilangkan lelahku . Dan lilin aroma therapy pemberian Mas ini akan sangat membantu . " Ucap Cyrin bersemangat .
" Syukurlah kalau kamu suka . " Balas Farrel sambil mengelus lembut puncak kepala Cyrin .
" Sekarang pergilah berendam . Gunakan waktumu sebanyak yang kamu butuhkan . Aku akan menunggumu disini sambil menyelesaikan beberapa pekerjaanku . "
" Tapi Mas .... " Cyrin tak tega jika harus meninggalkan Farrel sendiri .
" Tak perlu pikirkan aku . Pergilah . Relaxkan tubuhmu . " Perintahnya sekali lagi .
Cyrin lalu tersenyum menambah pesona kecantikan di wajahnya .
" Terimakasih Mas ." Ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Farrel yang setia menunggunya di sofa ruang tamu .
Cyrin benar benar menikmati waktunya saat berendam air hangat di bathtub kamar mandinya .
Biasanya Ia akan berendam paling lama sekitar 20 menit namun kali ini Ia berendam selama 30 menit .
Selain karena essential oil favoritnya yang selalu Ia gunakan, tambahan aroma dari lilin aromatherapy pemberian Farrel benar benar membuat tubuh Cyrin lebih relax dan lebih segar .
Setelah membersihkan tubuhnya , Cyrin segera bersiap . Ia memilih mengenakan baju crop top tanpa lengan berwarna putih juga rambutnya Ia buat lebih curly agar tampilannya terlihat lebih segar .

Farrel menatap kagum pada Cyrin . Wanita ini sungguh mempesona , kini ia terlihat sangat cantik dan menggemaskan dengan style seperti ini .
" Apa pekerjaan Mas belum selesai ? " tanya Cyrin yang mengambil posisi duduk di samping Farrel .
Farrel bisa mencium aroma parfum Cyrin yang sangat lembut . Andai saja Cyrin sudah resmi menjadi kekasihnya , maka momen ini tak akan Ia sia siakan untuk mendekap erat wanita ini .
" Sudah selesai . Kamu mau makan apa untuk makan malam ? " tanya Farrel .
" Bagaimana jika makan steak ? " Usul Cyrin .
" Boleh saja . Tapi apakah steaknya masih enak jika kita memesan lewat pesan antar ? Bisa saja makanannya menjadi dingin saat diantar . "
" Kalau begitu , tak perlu makan di rumah . Bagaimana jika kita makan diluar saja ? " Bujuk Cyrin .
__ADS_1
" Tapi kamu harus banyak istirahat jika besok kamu mau kembali bekerja . "
" Mas , kita hanya akan pergi makan malam . Aku bisa lelah karena apa coba ? " Bujuk Cyrin sekali lagi .
" Baiklah jika kamu memaksa . " Farrel akhirnya mengalah .
Farrel lalu merapihkan berkas berkasnya . Cyrin hendak membantunya membawa berkas berkas itu sampai ke mobil namun segera di tolak oleh Farrel .
Cyrin menolak untuk diajak Farrel makan malam di salah satu restauran mewah milik pria itu dengan alasan pakaiannya terlalu santai dan tak cocok untuk dipakai ke restaurant tersebut .
Alhasil Farrel mengalah . Ia setuju untuk makan di cafe pilihan Cyrin . Walaupun cafenya tidak terlalu besar , namun cafe ini cukup nyaman . Pengunjungnya lebih banyak remaja .
" Rin , apa benar disini ada steak yang enak ? "
Tanya Farrel ragu .
Cyrin mengangguk yakin .
" Ya . Marsha pernah mengajakku kemari . Disini itu cafe andalan para mahasiswa yang ingin makan steak dengan budget terjangkau . " ucapnya sambil terkekeh .
Farrel hanya bisa menggelengkan kepalanya . Sungguh Ia tak paham dengan pemikiran wanita ini . Tak seperti wanita lain yang selalu ingin di ajak ke tempat mewah .
" Seharusnya Ia tak perlu memikirkan budget jika sedang bersamaku . Jangankan untuk membeli steak , membelikan restauran steak pun aku mampu . Tapi begitu sederhana pemikiran Cyrin dan itu yang membuatku makin mencintainya . " Batin Farrel yang terus saja mengamati wajah bahagia Cyrin yang sedang tersenyum .
.
.
.
.
.
"*Bahagia bukan dia yang hebat dalam segalanya, namun dia yang mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur*".
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue