My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 46 . Masa lalu Bimo dan Byanca


__ADS_3

Bimo meminta izin Byanca untuk mengemudikan mobil milik wanita itu menuju apartemen Cyrin .


Karena tidak ingin banyak perbincangan , Byanca menyetujui saja permintaan Bimo .


Beberapa menit mobil melaju dengan keheningan antara dua orang di dalamnya .


" By... kamu masih marah pada Aku? " tanya Bimo hati hati .


" Marah ? Tentu saja tidak . Aku tidak punya alasan untuk itu . "


" Lalu mengapa setelah kejadian malam itu kamu menghilang . Kamu seperti menghindari aku . " Ucap Bimo mulai membahas masa lalu mereka .


Inilah yang Byanca hawatirkan . Bimo membahas masa lalu yang pernah terjadi diantara mereka . Membahas hal yang bahkan tak pernah Ia ceritakan pada Cyrin , sahabatnya.


" Aku tidak menghilang atau menghindarimu Mas , aku memang sudah berencana untuk pindah ke Jakarta dan meneruskan kuliahku disini . "  Bantah Byanca sekali lagi .


" Tapi mengapa aku tidak bisa menghubungimu lagi . Aku sungguh menyesal dengan kejadian malam itu , aku ingin minta maaf padamu . "


" Kenapa harus minta maaf . Mas tidak salah , kita berdua malam itu dalam keadaan tidak begitu sadar . Sudahlah tak perlu di bahas lagi . Aku bahkan sudah melupakannya . " ucap Byanca tegas .


Bimo akhirnya memilih berhenti untuk bicara pada Byanca . Dalam benaknya Ia sebenarnya cukup kecewa karena ucapan Byanca bahwa wanita itu sudah melupakan semuanya .


Tak terasa mobil sudah tiba di apartemen Cyrin. Bimo sudah turun dari mobil Byanca dan berterimakasih pada wanita itu .


Namun sayang Byanca segera melajukan mobilnya menjauh tanpa sepatah kata lagi untuk Bimo .


" Apa benar kamu sudah melupakan kejadian malam itu By ? Aku saja masih mengingat dengan jelas kejadian saat itu . Aku ragu dari sikapmu yang terus saja menghindariku , aku jadi berpikir apa saat ini kamu masih menyimpan rasa itu padaku ? " Bimo bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap mobil Byanca yang akhirnya menghilang dari pandangannya .




Sementara Byanca terus saja menangis sepanjang perjalanan Ia pulang ke apartemennya .



Ia telah berbohong jika sudah melupakan semua kenangan yang pernah terjadi antara dirinya dengan Mas Bimo .



Sejak malam itu ,walaupun sudah empat tahun yang lalu tapi Byanca belum bisa menghapus Bimo dari hatinya .



Alasan sibuk karena pekerjaan yang sering Ia gunakan saat orang lain bertanya mengapa hingga saat ini Ia belum memiliki kekasih .



Alasan itu juga yang Ia berikan pada Cyrin sahabatnya , walaupun wanita itu tidak percaya dengan mudah dan tetap mencurigai jika Byanca masih mencintai kakaknya .



Byanca segera masuk ke kamarnya saat Ia sudah tiba di apartemen miliknya .



Ia masih terus saja menangis .


" Kenapa harus malam ini sih aku bertemu dengannya lagi . Kenapa harus sekarang , aku belum siap . " Ucap Byanca pada dirinya sendiri .



Ia lantas berbaring , pikirannya kini menerawang jauh mengingat kejadian empat tahun lalu bersama Bimo .



~~~~~~~ *Flashback On* ~~~~~~~~



Semuanya berawal sekitar empat tahun yang lalu . Saat Byanca dan Cyrin masih berstatus sebagai pelajar kelas tiga SMA .



Bukan rahasia lagi jika Byanca menaruh hati pada Bimo yang tak lain adalah kakak sahabatnya . Bahkan sejak mereka masih SMP , Byanca sudah menyukai pria itu .



Saat masih SMP ,  Byanca pernah menyatakan perasaannya pada Bimo namun ditolak dengan alasan Ia masih anak kecil .



Setelah beranjak SMA , Byanca masih saja memberanikan dirinya beberapa kali menyatakan perasaannya pada Bimo . Namum tetap saja di tolak .



Cyrin sebagai sahabat Byanca terus saja bertanya pada kakaknya alasan mengapa Ia selalu menolak Byanca .



Saat itu Bimo beralasan jika Ia tidak ingin pacaran hingga lulus SMA .



Alhasil setelah mendengar informasi itu dari Cyrin , Byanca segera menghentikan aksinya . Ia memberi waktu bagi Bimo untuk fokus menyiapkan diri untuk ujian kelulusan . Karena saat itu memang Bimo sudah kelas 3 SMA sedang dirinya kelas 1 SMA .



Namun tak Ia sangka tepat saat kelulusan Bimo, Ia menerima kabar jika pria itu telah memiliki seorang kekasih .



Betapa hancurnya perasaan Byanca saat itu . Untung saja Ia memiliki Cyrin sahabatnya yang bersedia menghiburnya .



Sejak saat itu Ia hanya bisa menyukai dan menyayangi Bimo diam diam . Ia menyembunyikan perasaannya agar Bimo tidak menjauhinya .



Tanpa diketahui oleh orang lain , sebenarnya dalam lubuk hati Bimo Ia juga menyayangi Byanca . Ia juga memiliki perasaan pada sahabat adiknya itu . Hanya saja , saat itu Ia pikir mereka belum cukup dewasa untuk menjalin hubungan pacaran .



Bimo hawatir jika saja mereka berpacaran dan berakhir putus , maka tentu saja itu akan berpengaruh pada hubungan persahabatan antara adiknya dan Byanca .



Jadilah , Bimo juga memilih menyanyangi Byanca diam diam . Ia sengaja berpacaran dengan banyak wanita lain agar Byanca tidak menaruh harapan padanya .



Dua tahun berlalu . Malam ini adalah pesta kelulusan Byanca dan Cyrin dari Sekolah Menengah Atas .

__ADS_1



Walaupun dua tahun telah berlalu , perasaan Byanca dan Bimo masih sama . Mereka berdua masih sama sama menyimpan perasaan satu sama lain .



Malam itu salah satu teman angkatan Cyrin mengadakan pesta kelulusan di salah satu club .


Bimo yang menemani adiknya , malam itu sangat terpesona dengan kecantikan Byanca .



Ia terus saja menatap Byanca membuat Byanca menjadi malu .



Mereka bertiga menengguk beberapa gelas minuman beralkohol , itu adalah pertama kali bagi Cyrin dan Byanca merasakan minuman itu .



Bimo pun terus saja mengawasi keduanya . Saat Ia rasa kesadaran keduanya sudah mulai berkurang , Ia mengajak adik dan sahabatnya itu untuk pulang .



Karena arah rumah mereka berlawanan , Bimo memilih untuk mengantar Cyrin pulang lebih dulu . Setelah itu Ia melajukan mobilnya menuju rumah Byanca .



Namun saat dalam perjalanan , Byanca yang setengah kesadarannya sudah menghilang mengoceh tak karuan .



" Mas.. kamu jahat . Aku sudah menunggu kamu lulus , eh saat itu tiba nyatanya kamu sudah pacaran dengan gadis lain . " Oceh Byanca sambil menatap Bimo .



Bimo mengerti apa yang sedang di ucapkan oleh Byanca karena Ia sudah mendengar cerita dari Cyrin .



" Maafkan aku By . Aku punya alasan untuk itu . " Ucapnya .



" Alasan ? Omong kosong . Alasan apa yang bagus untuk seorang pria yang suka berganti ganti pasangan seperti Mas ? " tanya Byanca dengan setengah kesadarannya .



Entah keberanian dari mana Ia mengutarakan semua isi hatinya .



Bimo menepikan mobilnya . Ia lantas membalik badannya menghadap pada Byanca .


" By , maafkan aku . Saat itu aku pikir kita berdua belum cukup dewasa . Aku tak ingin nantinya merusak persahabatanmu dengan Cyrin jika terjadi masalah di antara kita . "



" Lalu menurutmu apa sekarang aku sudah cukup dewasa untuk bisa bersamamu ? Apa aku sudah cukup dewasa untuk bisa memilikimu . " Tantang Byanca .



Deru nafas Byanca yang sedikit berbau alkohol terasa menerpa wajah Bimo yang kini semakin dekat dengan wajah gadis itu .




Byanca yang memang masih sangat menyanyangi Bimo , di tambah lagi dengan pengaruh minuman membuatnya tak kuasa menolak ciuman Bimo .



Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan kini berubah menjadi lebih menuntut . \*\*\*\*\*\*\* dan pertarungan lidah keduanya terjadi dengan begitu panasnya .



Bimo sudah terpengaruh hawa nafsunya . Ia pikir mungkin ini sudah saat yang tepat baginya dan Byanca untuk bersatu .



Dengan cekatan Bimo menurunkan resleting dress yang dikenakan gadis itu sambil Ia menjelajahi leher jenjang putih mulus milik Byanca .



Rasanya mereka berdua kini mencurahkan semua rasa sayang yang mereka pendam selama ini .



Tangan Bimo tak tinggal diam , Ia sudah meraba kedua bukit yang telah nampak setelah Ia berhasil menurunkan resleting dress Byanca .



Suasana sepi daerah itu  , di tambah dengan pengaruh alkohol membuat Bimo berani melakukan hal yang lebih jauh .



Ia mengangkat tubuh mungil Byanca ke atas pangkuannya tanpa melepaskan kegiatan mereka yang saling berperang lidah .



Sesekali Bimo membisikkan pada Byanca jika dia juga menyayangi gadis itu . Kini Ia ingin bersama gadis itu selamanya .



Karena bisikan itu juga lah membuat Byanca makin berani dan tak menolak perlakuan Bimo . Bahkan Ia juga membalasnya .



Masih dalam keadaan saling berpelukan dalam pangkuan Bimo , ponsel pria itu berdering .



Bunyinya cukup mengganggu aktivitas keduanya . Byanca menghentikan sejenak kegiatan mereka . Ia berbalik dan meraih ponsel Bimo dan menekan tombol jawab serta loud speaker pada ponsel itu .



Bimo tak menyadari apa yang dilakukan Byanca karena Ia sedang sibuk memainkan dua bukit Byanca yang terpampang di hadapannya .



" Halo sayang , kamu  kok lama banget ? Aku udah tungguin dari tadi nih di hotel . Kenapa kamunya belum datang sih . "


__ADS_1


Suara wanita terdengar dari ponsel Bimo .



Bimo menghentikan kegiatannya karena menyadari dan sangat mengenali suara itu .



Ia segera meraih ponsel dari tangan Byanca dan memutuskan sambungan telepon .



Air mata Byanca segera mengalir tanpa bisa di tahan .



Dengan segera Ia berpindah dari pangkuan Bimo kembali ke kursi yang tadi Ia duduki . Lantas Ia segera merapikan kembali pakaiannya .



" Antarkan aku pulang . " Ucap Byanca datar .



" By... maafkan aku . Aku akan jelaskan semuanya . "



Byanca hanya diam dan menatap keluar jendela membelakangi Bimo .



" Oke , maafkan aku . Aku salah . Aku memang sekarang masih punya pacar , tapi aku tidak bohong kalau aku say.... "


Ucapannya segera di hentikan oleh Byanca .



" Sudahlah Mas . Antarkan saja aku pulang . Aku yang bodoh karena masih menyimpan perasaanku pada kamu Mas . " Sela Byanca .



" Antar saja aku pulang . Lalu temuilah pacarmu , sepertinya kamu telah membuatnya lama menunggu di hotel . Anggap saja malam ini tidak terjadi apa apa di antara kita . Aku akan melupakan kejadian dan semua ucapan Mas malam ini . "



Bimo menghela nafasnya kasar . Ia yakin tak ada gunanya Ia memaksa Byanca untuk mendengarkan penjelasannya malam ini . Gadis itu sudah salah paham padanya .



Bimo memilih mengikuti keinginan Byanca . Ia mengantarkan gadis itu pulang ,dan berniat kembali lagi besok untuk menemui  dan menjelaskan semuanya pada Byanca . Ia juga berniat untuk menyatakan perasaannya besok .


Malam ini Ia akan menyelesaikan hubungannya dengan pacarnya .



Byanca telah salah paham , Bimo tak ada maksud apa apa bertemu dengan pacarnya di hotel . Pacarnya hanya meminta Bimo menjemputnya karena Ia baru saja selesai menghadiri pesta pernikahan kakak sepupunya .



Keesokan harinya , Bimo segera menuju ke rumah Byanca untuk menemuinya . Namun sayang , menurut orang tuanya pagi tadi Byanca sudah berangkat ke Jakarta .



Byanca akan meneruskan kuliahnya di Jakarta . Nomor ponsel gadis itu juga sudah tak bisa Ia hubungi .



Nomor ponsel baru milik Byanca yang diberikan Cyrin juga tetap tidak bisa Ia hubungi , sepertinya Byanca telah memblokir nomor ponsel Bimo .



Dan begitulah hingga kini  , Byanca yang terlanjur kecewa tidak pernah mendapatkan penjelasan dari Bimo .



Sedang Bimo juga akhirnya kembali mengubur perasaannya pada Byanca karena berpikir telah menyakiti perasaan gadis itu .



Sampai akhirnya Bimo bertemu Aurora dan menjalin kasih dengannya . Sedang Byanca setelah itu tidak pernah sekalipun Ia dekat dengan pria . Wanita itu seperti membentengi dirinya . Perasaan sayangnya pada Bimo membangun benteng yang menutup hatinya pada pria lain .



~~~~~~~~~~~~ Flashback OFF ~~~~~~~~



Byanca kembali menangis mengingat setiap kenangan masa lalunya dengan Bimo .



Sama halnya dengan Byanca , kini Bimo lebih banyak melamun . Bahkan Aurora menyadari perubahan sikap kekasihnya itu .



Bimo terus memikirkan Byanca , " Sudah empat tahun berlalu , dan kini aku dan Byanca dipertemukan kembali . Entah apa yang akan terjadi , tapi tak bisa ku pungkiri jika saat menatap mata Byanca perasaan yang ku simpan di dalam pintu tertutup di hatiku sepertinya ingin memaksa untuk keluar . " Batin Bimo .



.


.


.


.


.


"Dua orang mungkin berjalan di jalan yang berbeda sekarang, tetapi jika mereka ditakdirkan untuk bersama, maka mereka pasti akan menemukan jalan kembali satu sama lain suatu hari nanti."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2