
Bimo meminta izin Byanca untuk mengemudikan mobil milik wanita itu menuju apartemen Cyrin .
Karena tidak ingin banyak perbincangan , Byanca menyetujui saja permintaan Bimo .
Beberapa menit mobil melaju dengan keheningan antara dua orang di dalamnya .
" By... kamu masih marah pada Aku? " tanya Bimo hati hati .
" Marah ? Tentu saja tidak . Aku tidak punya alasan untuk itu . "
" Lalu mengapa setelah kejadian malam itu kamu menghilang . Kamu seperti menghindari aku . " Ucap Bimo mulai membahas masa lalu mereka .
Inilah yang Byanca hawatirkan . Bimo membahas masa lalu yang pernah terjadi diantara mereka . Membahas hal yang bahkan tak pernah Ia ceritakan pada Cyrin , sahabatnya.
" Aku tidak menghilang atau menghindarimu Mas , aku memang sudah berencana untuk pindah ke Jakarta dan meneruskan kuliahku disini . " Bantah Byanca sekali lagi .
" Tapi mengapa aku tidak bisa menghubungimu lagi . Aku sungguh menyesal dengan kejadian malam itu , aku ingin minta maaf padamu . "
" Kenapa harus minta maaf . Mas tidak salah , kita berdua malam itu dalam keadaan tidak begitu sadar . Sudahlah tak perlu di bahas lagi . Aku bahkan sudah melupakannya . " ucap Byanca tegas .
Bimo akhirnya memilih berhenti untuk bicara pada Byanca . Dalam benaknya Ia sebenarnya cukup kecewa karena ucapan Byanca bahwa wanita itu sudah melupakan semuanya .
Tak terasa mobil sudah tiba di apartemen Cyrin. Bimo sudah turun dari mobil Byanca dan berterimakasih pada wanita itu .
Namun sayang Byanca segera melajukan mobilnya menjauh tanpa sepatah kata lagi untuk Bimo .
" Apa benar kamu sudah melupakan kejadian malam itu By ? Aku saja masih mengingat dengan jelas kejadian saat itu . Aku ragu dari sikapmu yang terus saja menghindariku , aku jadi berpikir apa saat ini kamu masih menyimpan rasa itu padaku ? " Bimo bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap mobil Byanca yang akhirnya menghilang dari pandangannya .
Sementara Byanca terus saja menangis sepanjang perjalanan Ia pulang ke apartemennya .
Ia telah berbohong jika sudah melupakan semua kenangan yang pernah terjadi antara dirinya dengan Mas Bimo .
Sejak malam itu ,walaupun sudah empat tahun yang lalu tapi Byanca belum bisa menghapus Bimo dari hatinya .
Alasan sibuk karena pekerjaan yang sering Ia gunakan saat orang lain bertanya mengapa hingga saat ini Ia belum memiliki kekasih .
Alasan itu juga yang Ia berikan pada Cyrin sahabatnya , walaupun wanita itu tidak percaya dengan mudah dan tetap mencurigai jika Byanca masih mencintai kakaknya .
Byanca segera masuk ke kamarnya saat Ia sudah tiba di apartemen miliknya .
Ia masih terus saja menangis .
" Kenapa harus malam ini sih aku bertemu dengannya lagi . Kenapa harus sekarang , aku belum siap . " Ucap Byanca pada dirinya sendiri .
Ia lantas berbaring , pikirannya kini menerawang jauh mengingat kejadian empat tahun lalu bersama Bimo .
~~~~~~~ *Flashback On* ~~~~~~~~
Semuanya berawal sekitar empat tahun yang lalu . Saat Byanca dan Cyrin masih berstatus sebagai pelajar kelas tiga SMA .
Bukan rahasia lagi jika Byanca menaruh hati pada Bimo yang tak lain adalah kakak sahabatnya . Bahkan sejak mereka masih SMP , Byanca sudah menyukai pria itu .
Saat masih SMP , Byanca pernah menyatakan perasaannya pada Bimo namun ditolak dengan alasan Ia masih anak kecil .
Setelah beranjak SMA , Byanca masih saja memberanikan dirinya beberapa kali menyatakan perasaannya pada Bimo . Namum tetap saja di tolak .
Cyrin sebagai sahabat Byanca terus saja bertanya pada kakaknya alasan mengapa Ia selalu menolak Byanca .
Saat itu Bimo beralasan jika Ia tidak ingin pacaran hingga lulus SMA .
Alhasil setelah mendengar informasi itu dari Cyrin , Byanca segera menghentikan aksinya . Ia memberi waktu bagi Bimo untuk fokus menyiapkan diri untuk ujian kelulusan . Karena saat itu memang Bimo sudah kelas 3 SMA sedang dirinya kelas 1 SMA .
Namun tak Ia sangka tepat saat kelulusan Bimo, Ia menerima kabar jika pria itu telah memiliki seorang kekasih .
Betapa hancurnya perasaan Byanca saat itu . Untung saja Ia memiliki Cyrin sahabatnya yang bersedia menghiburnya .
Sejak saat itu Ia hanya bisa menyukai dan menyayangi Bimo diam diam . Ia menyembunyikan perasaannya agar Bimo tidak menjauhinya .
Tanpa diketahui oleh orang lain , sebenarnya dalam lubuk hati Bimo Ia juga menyayangi Byanca . Ia juga memiliki perasaan pada sahabat adiknya itu . Hanya saja , saat itu Ia pikir mereka belum cukup dewasa untuk menjalin hubungan pacaran .
Bimo hawatir jika saja mereka berpacaran dan berakhir putus , maka tentu saja itu akan berpengaruh pada hubungan persahabatan antara adiknya dan Byanca .
Jadilah , Bimo juga memilih menyanyangi Byanca diam diam . Ia sengaja berpacaran dengan banyak wanita lain agar Byanca tidak menaruh harapan padanya .
Dua tahun berlalu . Malam ini adalah pesta kelulusan Byanca dan Cyrin dari Sekolah Menengah Atas .
__ADS_1
Walaupun dua tahun telah berlalu , perasaan Byanca dan Bimo masih sama . Mereka berdua masih sama sama menyimpan perasaan satu sama lain .
Malam itu salah satu teman angkatan Cyrin mengadakan pesta kelulusan di salah satu club .
Bimo yang menemani adiknya , malam itu sangat terpesona dengan kecantikan Byanca .
Ia terus saja menatap Byanca membuat Byanca menjadi malu .
Mereka bertiga menengguk beberapa gelas minuman beralkohol , itu adalah pertama kali bagi Cyrin dan Byanca merasakan minuman itu .
Bimo pun terus saja mengawasi keduanya . Saat Ia rasa kesadaran keduanya sudah mulai berkurang , Ia mengajak adik dan sahabatnya itu untuk pulang .
Karena arah rumah mereka berlawanan , Bimo memilih untuk mengantar Cyrin pulang lebih dulu . Setelah itu Ia melajukan mobilnya menuju rumah Byanca .
Namun saat dalam perjalanan , Byanca yang setengah kesadarannya sudah menghilang mengoceh tak karuan .
" Mas.. kamu jahat . Aku sudah menunggu kamu lulus , eh saat itu tiba nyatanya kamu sudah pacaran dengan gadis lain . " Oceh Byanca sambil menatap Bimo .
Bimo mengerti apa yang sedang di ucapkan oleh Byanca karena Ia sudah mendengar cerita dari Cyrin .
" Maafkan aku By . Aku punya alasan untuk itu . " Ucapnya .
" Alasan ? Omong kosong . Alasan apa yang bagus untuk seorang pria yang suka berganti ganti pasangan seperti Mas ? " tanya Byanca dengan setengah kesadarannya .
Entah keberanian dari mana Ia mengutarakan semua isi hatinya .
Bimo menepikan mobilnya . Ia lantas membalik badannya menghadap pada Byanca .
" By , maafkan aku . Saat itu aku pikir kita berdua belum cukup dewasa . Aku tak ingin nantinya merusak persahabatanmu dengan Cyrin jika terjadi masalah di antara kita . "
" Lalu menurutmu apa sekarang aku sudah cukup dewasa untuk bisa bersamamu ? Apa aku sudah cukup dewasa untuk bisa memilikimu . " Tantang Byanca .
Deru nafas Byanca yang sedikit berbau alkohol terasa menerpa wajah Bimo yang kini semakin dekat dengan wajah gadis itu .
Byanca yang memang masih sangat menyanyangi Bimo , di tambah lagi dengan pengaruh minuman membuatnya tak kuasa menolak ciuman Bimo .
Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan kini berubah menjadi lebih menuntut . \*\*\*\*\*\*\* dan pertarungan lidah keduanya terjadi dengan begitu panasnya .
Bimo sudah terpengaruh hawa nafsunya . Ia pikir mungkin ini sudah saat yang tepat baginya dan Byanca untuk bersatu .
Dengan cekatan Bimo menurunkan resleting dress yang dikenakan gadis itu sambil Ia menjelajahi leher jenjang putih mulus milik Byanca .
Rasanya mereka berdua kini mencurahkan semua rasa sayang yang mereka pendam selama ini .
Tangan Bimo tak tinggal diam , Ia sudah meraba kedua bukit yang telah nampak setelah Ia berhasil menurunkan resleting dress Byanca .
Suasana sepi daerah itu , di tambah dengan pengaruh alkohol membuat Bimo berani melakukan hal yang lebih jauh .
Ia mengangkat tubuh mungil Byanca ke atas pangkuannya tanpa melepaskan kegiatan mereka yang saling berperang lidah .
Sesekali Bimo membisikkan pada Byanca jika dia juga menyayangi gadis itu . Kini Ia ingin bersama gadis itu selamanya .
Karena bisikan itu juga lah membuat Byanca makin berani dan tak menolak perlakuan Bimo . Bahkan Ia juga membalasnya .
Masih dalam keadaan saling berpelukan dalam pangkuan Bimo , ponsel pria itu berdering .
Bunyinya cukup mengganggu aktivitas keduanya . Byanca menghentikan sejenak kegiatan mereka . Ia berbalik dan meraih ponsel Bimo dan menekan tombol jawab serta loud speaker pada ponsel itu .
Bimo tak menyadari apa yang dilakukan Byanca karena Ia sedang sibuk memainkan dua bukit Byanca yang terpampang di hadapannya .
" Halo sayang , kamu kok lama banget ? Aku udah tungguin dari tadi nih di hotel . Kenapa kamunya belum datang sih . "
__ADS_1
Suara wanita terdengar dari ponsel Bimo .
Bimo menghentikan kegiatannya karena menyadari dan sangat mengenali suara itu .
Ia segera meraih ponsel dari tangan Byanca dan memutuskan sambungan telepon .
Air mata Byanca segera mengalir tanpa bisa di tahan .
Dengan segera Ia berpindah dari pangkuan Bimo kembali ke kursi yang tadi Ia duduki . Lantas Ia segera merapikan kembali pakaiannya .
" Antarkan aku pulang . " Ucap Byanca datar .
" By... maafkan aku . Aku akan jelaskan semuanya . "
Byanca hanya diam dan menatap keluar jendela membelakangi Bimo .
" Oke , maafkan aku . Aku salah . Aku memang sekarang masih punya pacar , tapi aku tidak bohong kalau aku say.... "
Ucapannya segera di hentikan oleh Byanca .
" Sudahlah Mas . Antarkan saja aku pulang . Aku yang bodoh karena masih menyimpan perasaanku pada kamu Mas . " Sela Byanca .
" Antar saja aku pulang . Lalu temuilah pacarmu , sepertinya kamu telah membuatnya lama menunggu di hotel . Anggap saja malam ini tidak terjadi apa apa di antara kita . Aku akan melupakan kejadian dan semua ucapan Mas malam ini . "
Bimo menghela nafasnya kasar . Ia yakin tak ada gunanya Ia memaksa Byanca untuk mendengarkan penjelasannya malam ini . Gadis itu sudah salah paham padanya .
Bimo memilih mengikuti keinginan Byanca . Ia mengantarkan gadis itu pulang ,dan berniat kembali lagi besok untuk menemui dan menjelaskan semuanya pada Byanca . Ia juga berniat untuk menyatakan perasaannya besok .
Malam ini Ia akan menyelesaikan hubungannya dengan pacarnya .
Byanca telah salah paham , Bimo tak ada maksud apa apa bertemu dengan pacarnya di hotel . Pacarnya hanya meminta Bimo menjemputnya karena Ia baru saja selesai menghadiri pesta pernikahan kakak sepupunya .
Keesokan harinya , Bimo segera menuju ke rumah Byanca untuk menemuinya . Namun sayang , menurut orang tuanya pagi tadi Byanca sudah berangkat ke Jakarta .
Byanca akan meneruskan kuliahnya di Jakarta . Nomor ponsel gadis itu juga sudah tak bisa Ia hubungi .
Nomor ponsel baru milik Byanca yang diberikan Cyrin juga tetap tidak bisa Ia hubungi , sepertinya Byanca telah memblokir nomor ponsel Bimo .
Dan begitulah hingga kini , Byanca yang terlanjur kecewa tidak pernah mendapatkan penjelasan dari Bimo .
Sedang Bimo juga akhirnya kembali mengubur perasaannya pada Byanca karena berpikir telah menyakiti perasaan gadis itu .
Sampai akhirnya Bimo bertemu Aurora dan menjalin kasih dengannya . Sedang Byanca setelah itu tidak pernah sekalipun Ia dekat dengan pria . Wanita itu seperti membentengi dirinya . Perasaan sayangnya pada Bimo membangun benteng yang menutup hatinya pada pria lain .
~~~~~~~~~~~~ Flashback OFF ~~~~~~~~
Byanca kembali menangis mengingat setiap kenangan masa lalunya dengan Bimo .
Sama halnya dengan Byanca , kini Bimo lebih banyak melamun . Bahkan Aurora menyadari perubahan sikap kekasihnya itu .
Bimo terus memikirkan Byanca , " Sudah empat tahun berlalu , dan kini aku dan Byanca dipertemukan kembali . Entah apa yang akan terjadi , tapi tak bisa ku pungkiri jika saat menatap mata Byanca perasaan yang ku simpan di dalam pintu tertutup di hatiku sepertinya ingin memaksa untuk keluar . " Batin Bimo .
.
.
.
.
.
"Dua orang mungkin berjalan di jalan yang berbeda sekarang, tetapi jika mereka ditakdirkan untuk bersama, maka mereka pasti akan menemukan jalan kembali satu sama lain suatu hari nanti."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1