My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 112. Film Komedi


__ADS_3

Berbekal alamat yang dikirimkan Cyrin, Rasya melajukan mobilnya menuju salah satu kompleks pertokoan yang cukup ramai.


Rasya melajukan mobilnya pelan, mengikuti panduan dari aplikasi penunjuk arah pada ponselnya.


“Apa benar ini tempatnya? Sepertinya tempat ini belum buka” gumamnya.


Namun ketika Ia mendapati mobil Cyrin terparkir di halaman, langkah kakinya yang lambat segera Ia percepat.


“Rin...,” panggilnya ragu.


“Masuklah dok, duduklah dulu aku akan selesaikan masakanku, sebentar lagi kok. “ Ucap Cyrin , wanita itu sedikit meninggika suaranya agak dokter Rasya bisa mendengarnya.


Rasya mengamati ke sekeliling tempat itu, “Jadi ini restauran impianmu ?” tanya Rasya saat Ia melihat Cyrin muncul dengan membawa hidangan makan siang yang dari aromanya saja sudah menggugah selera.


“Dari ceritamu sepertinya konsepnya aneh, tapi saat melihatnya langsung, aku jadi mengerti dengan konsepnya.” Ucap Rasya.


"Ku yakin restauranmu ini akan sangat populer bagi pasangan yang ingin acara privat bersama kekasihnya." Ujar Rasya.


“Dok makanlah dulu, dan katakan padaku bagaimana rasanya.” Pinta Cyrin.


Rasya mulai menyendokkan masakan Cyrin, mencicipi rasa dari hasil olahan tangan wanita yang Ia kagumi, “Enak, semuanya pas.” Komentar Rasya terhadap menu olahan seafood dan sayuran yang baru saja Ia cicipi.


“Tapi Rin, di mana Farrel? Aku belum melihatnya.” Tanya Rasya.


Pertanyaan yang disimpannya sejak pertama kali Ia menyadari ketidak hadiran pria itu disana.


Cyrin hanya menghela napasnya.


“Sebenarnya ini maksudku mengajakmu bertemu Dok,” ujar Cyrin.


Terlihat dengan jelas jika dirinya saat ini sedang kecewa.


“Aku merasa Farrel masih ragu dengan kesembuhanku." Ucapnya.


Dan mengalirlah cerita Cyrin mengenai semua kekhawatirannya , juga dugaannya mengenai Farrel yang tidak mencintainya lagi.


“Aku akan menjawab ini sebagai temanmu, bukan doktermu. Karena menurutku ini tak ada sangkutannya dengan kesehatan mentalmu.” Jelas Rasya.


“Farrel pria yang sangat beruntung, menurutku kau mempertanyakan cintanya padamu karena hatimu kini menyadari jika rasa cintamu padanya sudah tumbuh semakin besar.” Ujar Rasya.


“Dan hatimu juga ingin menuntut Farrel membalasnya sebesar itu. Semua itu naluriah Rin, semuanya murni karena hatimu, tidak ada sangkut pautnya dengan pikiranmu.” Lanjutnya.


Tanpa mereka ketahui , ada seorang pria yang sejak tadi berdiri dibalik pintu .


Pria dengan hati yang sempat memanas saat tahu jika kekasihnya pergi untuk menemui pria lain.


Untung saja Ia mendengar semua pembicaraan Cyrin dan dokter Rasya, hatinya yang hampir saja terbakar api cemburu akhirnya bisa padam karena kata-kata cinta yang diucapkan kekasihnya.


♡♡♡♡♡


“Ekhhemm,” Farrel berdeham saat masuk ke dalam restaurant sang kekasih dan mendapati kekasihnya sedang makan berdua dengan pria yang tak lain adalah mantan dokternya.


“Farrel,” ucap Cyrin lirih.


“Bagaimana kau bisa tau Aku di sini?”

__ADS_1


Cyrin menatap tajam ke arah Dokter Rasya, namun pria itu menggeleng.


Sementara Farrel semakin menipiskan jarak antara dirinya dengan Cyrin.


Rasya sendiri mulai merasa situasinya menjadi sangat canggung, entah mengapa Ia merasa seperti sedang tertangkap basah menjadi selingkuhan.


Cup.


Farrel mengecup bibir Cyrin sekali tanpa peringatan dan di saksikan oleh Rasya.


“Ini hukuman karena bibirmu ini menyebut nama kekasihmu tanpa ada kata sayang.”


Cup.


Ciuman dari Farrel mendarat sekali lagi.


“Yang ini hukuman karena kau melupakan janjimu untuk makan siang bersamaku.” Ucapnya , lalu berbalik pada Dokter Rasya dan memberikan senyumnya.


“Dokter Rasya, apa kabar?” sapa Farrel.


“Baik Pak Farrel, bagaimana dengan Anda?” balas Dokter Rasya.


“Kurang baik, kekasihku ini sudah berani bertingkah.” Jawabnya.


“Wanita kadang ingin dimengerti lebih, “ Balas Rasya.


“Hemm, harusnya aku dulu juga mengambil kuliah ilmu psikologi sepertimu Dok agar bisa lebih mengerti wanita.” Balas Farrel.


Farrel membalas telak ucapan dok


Cyrin menyadari suasana kini mulai memanas dan akhirnya Ia memilih untuk menengahi.


“Kamu belum makan sayang?” tanya Cyrin.


Farrel mengangguk.


“Duduklah disini, aku akan menyiapkannya untukmu.”


Saat Cyrin ke dapur mengambil peralatan makan untuk Farrel, bisa Ia lihat mata pria itu yang menatapnya tajam.


“Habislah aku,” batin Cyrin.


Makan siang kali ini berjalan sangat jauh dari rencana Cyrin.


Ketegangan sungguh terasa, hingga 30 menit waktu makan siang terasa bagai 30 hari bagi Cyrin.


Dokter Rasya juga sepertinya paham dengan kondisi yang semakin canggung. Sehingga Ia pamit undur diri setelah makan siang usai.


Cyrin yang masih kesal pada Farrel mulai bersungut-sungut saat membersihkan meja makan.


Farrel tetap tak menanggapi Cyrin sedikitpun hingga akhirnya Ia mendengar suara air mengalir.


Farrel menghampiri Cyrin segera , memeluk wanita yang Ia cintai itu dari belakang.


“Maafkan aku sayang, aku yang salah.” Bisik Farrel.

__ADS_1


“Iya, aku maafin. Lepasin gih cuciannya masih bany... mmmmpphhhhh,” Ucapan Cyrin tak selesai karena Farrel tanpa permisi mendaratkan ciuman di bibir Cyrin.


Salahkan pesona Farrel dan ciumannya yang begitu memabukkan, yang tadinya Ia ingin protes kini Ia malah berbalik sehingga mereka saling berhadapan.


Tangan Farrel melingkari pinggang rampingnya sedang tangan Cyrin sudah melingkar manja di leher sang kekasih.


Lama saling berpagutan, meluapkan semua perasaan yang ada, cinta, kasih sayang, kesal, kecewa, harapan, juga hasrat yang keduanya coba tahan.


Huh... huh... huh....


Suara napas saling memburu saat pagutan mereka terhenti.


“Maafkan aku sayang, aku akan coba lebih mengerti kamu.” Ucap Farrel.


“Sebagai permintaan maafku, kamu mau nonton film?” bujuk Farrel.


“Oke, permintaan maaf diterima. “ balas Cyrin.


“ Sepertinya aku memang harus menikahimu lebih cepat sayang, “ batin Farrel.


“Sungguh tak ku bayangkan jika tadi kami tak bisa menahan hasrat itu, maka dapur akan menjadi tempat kami mengenang saat pertama kami.” batinnya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Setelah sengaja memilih film dengan genre komedi untuk menghindari adegan-adegan yang bisa saja membuat sesuatu yang tidur, bangkit kembali.


Namun sayang sungguh sayang, harapan Farrel sepertinya tidak menjadi kenyataan.


Pasalnya walaupun bergenre komedi, namun hampir setiap adegannya selalu diselingi dengan hal hal yang menyerempet kiri, kanan, atas, dan bawah.


“Sayang, filmnya berapa lama lagi selesainya?” tanya Farrel.


“45 menit lagi sayang,” bisiknya di telinga Farrel karena tak ingin mengganggu pengunjung lainnya.


Menit demi menit Farrel melewatinya dengan perasaan gusar. Seandsinya saja penontontonnya tidak sebanyak ini, Ia pasti sudah bebas bergerilya di tubuh Indah sang kekasih.


Akhirnya film usai, Cyrin terus terkekeh saat Farrel bercerita jujur padanya.


Kekesalan Farrel semakin memuncak tatkala mereka melihat ada angka 18 + tertulis kecil di sudut kanan atas pada poster film .


Kekesalan Farrel menjadi kesenangan bagi Cyrin. Ia sangat puas menertawi kekasihnya. Bahkan saat mereka sudah dalam perjalanan.


“Loh sayang, kok lewat jalan jni. Memangnya kita mau kemana lagi?” Tanya Cyrin.


“Ke apartemenku. “ Jawab Farrel singkat.


“Untuk apa? Aku sudah lelah sayang,” tolak Cyrin.


“Lelah? Padahal kamu hanya terus tertawa sejak tadi, jadi ku pikir.....” Farrel menjeda ucapannya beberapa saat.


“Malam ini aku berniat membuatmu terus tertawa sayang. “ Lanjutnya.


Ucapan Farrel membuat Cyrin hanya bisa menelan salivanya.


“Siapapun, selamatkan aku ......” pekiknya dalam hati.

__ADS_1


♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡


__ADS_2