My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 89 . Revenge - first step


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit , hari ini Cyrin sudah kembali ke apartemen .


Farrel dan Cyrin sedang menikmati buah-buahan segar yang Ibu Hindun hidangkan di balkon apartemen .


Selama Cyrin dirawat di rumah sakit , Farrel tidak pernah meninggalkannya . Semua urusan perusahaan dikerjakan oleh Daffin .


" Mas , hari ini masih gak ngantor ? "


Farrel menggeleng , mulutnya sedang sibuk mengunyah buah apel .


" Kasihan banget jadi Daffin yah , punya bos yang suka bolos , " ledek Cyrin .


" Memangnya kamu mau aku tinggal ke kantor ? "


Farrel balik bertanya pada Cyrin .


Wanita yang sebentar lagi jadi istrinya itu malah menggeleng sambil menyengir .


Farrel mencubit pipi Cyrin membuatnya mengaduh yang akhirnya menjadi bahan tertawaan Farrel .


Farrel sudah bersiap mendaratkan kecupan di bibir pink tunangannya , namun harus gagal karena getaran dari ponsel yang ada di saku kemejanya .


Drrrtttt...... Drrrtttt......


" **** . " Geramnya .


Farrel menerima panggilan yang ternyata dari asistennya Daffin .


" Ya Fin , kamu gangguin aku dan Cyrin yang lagi mesra mesraan nih . " Farrel sengaja memberikan kode pada Daffin agar Ia paham jika saat ini Cyrin berada di dekatnya .


Farrel sudah tahu permalasahan apa yang ingin dilaporkan Daffin .


" Saya mengerti bos , " balasnya sambil tertawa .


" Target sudah menangkap umpannya Pak , sekarang sedang memaksa naik . " Ujar Daffin tak mau kalah dari bosnya menjelaskan dengan kode .


Farrel menahan tawanya .


" Baiklah , saya kesana sekarang . "


" Mas mau pergi ? " tanya Cyrin tepat setelah Farrel menyimpan kembali ponsel ke sakunya .


" Yang , maafin aku yah . "


" Aku harus pergi ke kantor , ada yang harus aku selesaikan . " Farrel sungguh berharap Cyrin akan mengizinkannya .


Sejak sakit , Cyrin tidak ingin ditinggalkan sendiri . Dia akan mengalami serangan panik saat sendiri .


Itulah mengapa walaupun sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit , Cyrin masih tetap harus konsultasi dengan psikiater .


Cyrin sebenarnya tidak rela jika Farrel pergi , tapi dia juga tidak bisa egois terus menahan Farrel bersamanya .


" Yang ... boleh aku pergi sebentar ? Aku janji hanya sebentar saja . "  Farrel meyakinkan Cyrin .


Cyrin masih diam .


Namun Ibu Hindun yang tak sengaja mendengar pembicaraan putri dan calon menantunya segera menyela , " pergilah Nak . Ada Ibu dan Bapak yang menemani Cyrin . "


Farrel kembali menatap Cyrin dan menggenggam tangannya .


" Baiklah , akan ku tunda saja pertemuanku . " Putus Farrel .


Farrel mengambil ponsel di saku kemejanya berniat menghubungi Daffin . Tapi Cyrin malah merebut ponselnya .


" Pergilah Mas , tapi janji padaku kembalilah secepatnya , " ujar Cyrin .


Farrel membelai lembut surai Cyrin , " iya sayang . Aku janji akan menyelesaikannya secepat mungkin . "


Ibu Hindun tersenyum melihat interaksi keduanya , " kok lihat mereka berdua aku jadi kangen masa masa kasmaran dengan Bapak dulu . " Dan Ibu Hindun akhirnya menertawakan pikirannya sendiri .


" Tunggu aku pulang yah sayang . " Ujar Farrel sembari memberikan kecupan di kening Cyrin .




Farrel tiba di perusahaannya lebih lama dari perkiraannya .



Para karyawan wanita semakin kagum dengan sosok CEO mereka yang untuk pertama kalinya ke kantor dengan menggunakan kemeja casual dan celana berbahan jeans .



Daffin sudah siap menyambut sang bos saat keluar dari lift  .



" Di mana dia ? " tanya Farrel .



" Masih menunggu di ruang tunggu . "


__ADS_1


" Panggil ke ruanganku , " titahnya .



Farrel mengambil file yang disiapkan Daffin sebagai  bukti dan beberapa copy surat pembelian saham .



" Permisi Pak , Pak Pratama ingin bertemu Anda . " Ujar Daffin .



Farrel memberikan tatapan meremehkan pada pria paruh baya yang kini raut wajahnya hanya menampakkan kecemasan .



Daffin mempersilahkan Pak Pratama duduk .



" Pak Pratama , akhirnya kau datang juga menemuiku  , " ujar Farrel .



" Maaf Pak Farrel , tapi saya ingin bertanya alasan Anda menarik semua investasi anda di perusahaan saya ? " tanyanya tanpa basa-basi lagi .



Farrel menaikkan satu alisnya , " bukankah dana investasi itu adalah milikku ? Aku bebas mau menariknya kapanpun . "



" Selama ini investasi Anda berkembang dengan baik . Apa mungkin ada alasan lain ? Apa perusahaan kami membuat kesalahan ? "



Pak Pratama sungguh membenci harus mengiba seperti saat ini , apalagi pada pria yang jauh lebih muda darinya .



Seandainya investor lain tidak ikut goyah setelah Jatmika Company menarik investasinya kemungkinan PH entertainment masih bisa Ia pertahankan .



" Bukan perusahaanmu yang membuat kesalahan , tapi jal\*ngmu . " Bentak Farrel .



" Maksud Anda ? Siapa yang anda maksud jal\*ng ? "




Pak Pratama terkejut , tak menyangka jika Farrel sudah mencari tahu sejauh ini .



" Tapi apa yang wanita itu lakukan , tidak ada sangkut pautnya denganku . Jika Anda mau , saya akan memberikan dia pada Anda . "


Pak Pratama masih tak mengerti dengan maksud Farrel , Ia bahkan salah paham .



" Cih.... menatap wanita itupun aku tak sudi ," ujar Farrel .



" Pak Pratama , apa kamu tahu tunanganku seminggu ini harus dirawat di rumah sakit karena mendapat ancaman dari seorang pria ? " tanya Farrel .



Pak Pratama mengernyitkan keningnya .



Farrel memberikan foto dari potongan video CCTV yang menunjukkan seorang pria memakai jaket hitam , topi , dan masker .



" Saya tidak mengenal pria ini . " Ujar Pak Pratama membela dirinya .



" Apa sekarang Anda menuduhku yang mengancam tunangan anda ? "



Farrel menyeringai , " kata beberapa saksi pria itu memiliki tatto bergambar pisau di punggung tangan kanannya . "



Terlihat tubuh Pak Pratama menegang .


__ADS_1


" Apa kau sudah mengenal pria itu ? "


Pak Pratama terdiam .



" Biar ku beritahu jawabannya , dia adalah supir pribadimu . " Ucapan Farrel terjeda .



" Sungguh sayang kau harus terlibat dalam masalah ini , padahal semua ini ide  jal\*ng mu itu . "



" Aurora , apa dia ? " tanya Pak Pratama memastikan .



" Siapa lagi jika bukan dia . Apa kamu masih punya yang lain lagi . "



" Tapi kenapa Anda membalas perbuatan Aurora itu pada saya ? Saya bahkan tidak mengetahui jika wanita itu adalah tunangan Anda , seandainya saya tahu tidak mungkin saya berani . "


Pak Pratama masih terus membela diri .



" Supirmu itu tidak akan bertindak jika perintahnya bukan berasal darimu . Sangat di sayangkan  karena korbannya kali ini adalah tunanganku . " Ujar Farrel .



" Tentunya kau sudah tahu aku seperti apa .  Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu milikku . "



" Kau harus sadar , jal\*ngmu itu telah membawamu pada kehancuran karena berani mengusikku . "



Farrel beranjak kembali ke meja kerjanya . Ia sudah muak menatap wajah pria di hadapannya .



" Daffin , bawa dia pergi dari hadapanku . " Perintah Farrel .



" Tolong Pak Farrel , maafkan kesalahan saya . Ampuni saya Pak . Saya akan memberi pelajaran pada Aurora , saya sendiri yang akan membalas perbuatannya pada tunangan anda . "



Farrel tidak menjawab apapun .



Daffin harus sedikit memaksa Pak Pratama keluar dari ruangan Farrel .



" Ku peringatkan agar anda jangan coba coba mengusik kehidupan Pak  Farrel lagi . Jika anda berani lakukan itu , aku tidak bisa pastikan kali ini apa yang akan dia ambil darimu . Nyawamu mungkin ? "



Daffin kembali memberi peringatan pada pria paruh baya itu sebelum lift membawanya pergi dengan amarah yang membara pada Aurora .



" Fiiuuuuhhh .... step one , done . " Batin Daffin .



.


.


.


.


.


.


"*Dirimu bisa bersembunyi dari kesalahan yang kamu perbuat, namun tidak dari penyesalanmu. Kamu bisa saja bermain dengan dramamu, tapi tidak dengan karmamu*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2