
Nino mempercepat langkahnya memasuki rumah sakit tempat Cyrin dirawat . Seharusnya sudah sejak tadi dia sampai di sini andai saja tidak ada drama yang di ciptakan mamanya dan Olla .
Pria itu hanya perlu bertanya sekali pada perawat di lantai berapa ruang rawat vvip dan kini Ia telah berada di depan ruangan itu .
Tanpa ragu Ia mengetuk pintu dan tanpa menunggu balasan dari dalam ruangan , Nino segera membuka pintu dan masuk ke dalam .
Namun sungguh sayang , pemandangan yang harus di lihatnya lagi lagi adalah pemandangan yang akan membuat harinya semakin buruk .
Yah saat ini Farrel sedang menyuapkan potongan apel pada Cyrin dengan mesranya .
Melihat itu ingin rasanya Nino segera menghujamkan pukulan ke wajah tampan Farrel karena telah berani bermesraan dengan wanita yang Ia sukai , namun apa daya jika hal itu Ia lakukan lagi maka bukan tak mungkin kali ini Cyrin tak akan memaafkannya lagi .
" Pak Nino .... Pak Nino ... " Panggil Cyrin .
Nino tersadar dari pikiran yang mengganggunya.
" Cyrin ... maaf Rin . Aku tak menyangka jika benar kamu sedang dirawat di rumah sakit . " ucap Nino lalu mendekat kearah bangkar .
Tatapan saling tak suka sudah di layangkan antara Farrel dan Nino . Bahkan Cyrin bisa merasakan hal itu .
Belum cukup hanya dengan Farrel , ternyata siang ini Nino juga harus menghadapi tatapan tak suka dari pria lain yang juga ada di ruangan itu yaitu dari Bimo .
" Maaf karena tak memberi kabar langsung Pak , tapi sungguh aku tak apa apa . Hanya sedikit kelelahan dan telat makan saja . " Ucap Cyrin .
" Oh yah.. mungkin Pak Nino sudah mengenalnya , tapi tak apa akan ku kenalkan lagi . " Lanjutnya .
" Perkenalkan Pak , beliau adalah kakakku yang pernah ku ceritakan padamu . Namanya Mas Bimo . "
Sebenarnya Nino sangat terkejut setelah mengetahui fakta jika Bimo adalah kakak dari Cyrin . Awalnya Ia mengira pria itu hanya menemani sahabatnya saja .
Nino dengan santainya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Bimo .
" Tentu saja aku sudah tahu tentangnya . Namun fakta jika Ia adalah kakakmu aku baru tahu saat ini . Apa kabar ? cukup lama kita tak berjumpa . " Ucap Nino .
Bimo segera menyambut uluran tangan Nino . " Sangat baik . Tak ada alasan untuk kita berjumpa lagi . Lagian kami tidak rasa tidak perlu memberitahu hubungan kami pada orang yang tidak dekat dengan kami . "
Balasan Bimo seperti memberi tahu batasan yang jelas untuk Nino .
" Husstt , Mas Bimo ngomong apa sih . " Tegur Cyrin .
" Maaf yah Pak Nino . " lanjutnya .
" Tak perlu minta maaf . Mungkin kakakmu masih mengingat kesalahpahaman yang sempat terjadi antara kami dulu . " Jawab Nino.
Farrel menepuk pundak sahabatnya agar lebih menjaga emosinya di hadapan Cyrin .
__ADS_1
Mengerti dengan maksud Farrel , Bimo kembali duduk di sofa dan hanya diam mengamati gerak gerik Nino .
" Kamu sakit apa Rin ? " Tanya Nino berusaha sekuat tenaga agar terlihat santai padahal dalam hatinya Ia kini tengah menahan amarah .
" Hanya kelelahan saja Pak . "
" Mulai sekarang aku yang akan memperhatikan pekerjaanmu di kantor . Kamu harus bisa membagi waktumu untuk bekerja dan beristirahat . Apa gunanya tim jika kamu harus sampai kelelahan mengerjakan pekerjaanmu . " Ucap Nino terdengar sangat perhatian . Padahal pria itu sengaja dengan maksud untuk membuat Farrel cemburu .
" Terimakasih Pak Nino atas kebaikan dan perhatian Bapak . "
" Loh kok Bapak sih. Kamu lupa yah jika di luar kantor kita ini teman . Bukannya kita sudah sepakat untuk menjadi teman ? " Tanya Nino .
Cyrin tersenyum dengan manis . " Ahh iya ... maaf yah Kak . " Ucap Cyrin .
Tapi tanpa diduga wanita itu malah mengucapkan kalimat maaf namun sambil menggenggam tangan Farrel yang sejak tadi berada di sampingnya .
Farrel merasa sangat tersanjung . Ia yakin Cyrin melakukan hal itu agar dirinya tidak salah paham lagi dan cemburu seperti sebelumnya .
Nino yang awalnya merasa menang karena berhasil membuat Farrel kesal akhirnya harus kembali kecewa .
Cyrin seperti sengaja menunjukkan padanya siapa pria yang Ia sukai .
Keadaan canggung itu akhirnya terhenti karena seorang dokter yang masuk ke ruang rawat Cyrin .
Dokter itu menyapa dengan hormat pada Farrel , lalu menjelaskan kondisi Cyrin .
" Saya sudah meresepkan beberapa vitamin untuk Nona , semoga semakin sehat dan tolong jangan sampai terlalu kelelahan lagi . " Ucap Dokter kemudian pamit pergi pada Farrel dan yang lainnya .
Semuanya ikut senang mendengar kabar dari dokter. Apalagi Cyrin , Ia sudah tak sabar untuk segera meninggalkan ruang rawat rumah sakit .
Setelah itu Nino juga ikut pamit karena masih harus kembali ke kantor .
" Aku ikut senang mendengar ucapan dokter tadi . Kalau gitu aku pamit kembali ke kantor dulu yah Rin . Istirahatlah , ku mohon jaga kesehatanmu . Kabari aku jika terjadi sesuatu . " Ucap Nino penuh perhatian .
" Terimakasih Kak . Tenanglah aku tak apa apa . Besok aku juga akan kembali bekerja . " Ucap Cyrin .
Karena ucapannya kini Ia mendapat tatapan tak mengerti dari Farrel dan Bimo .
Berbeda dengan Nino yang tersenyum senang , " Sampai jumpa kembali di kantor . Aku selalu menanti pertemuan kita lagi . " Ucapnya sebelum berlalu meninggalkan ruang rawat Cyrin .
" Tidak boleh Cyrinda . " Ucap Farrel .
" Tidak boleh apa ? "
Bimo segera menyela menjawab pertanyaan Cyrin . " Bukannya sudah jelas . Besok kamu masih harus beristirahat , tidak perlu kembali bekerja dulu . "
__ADS_1
" Tapi aku sudah sehat , seperti kata dokter . Sebaliknya aku akan sakit jika kalian terus saja memperlakukanku seperti orang sakit . Besok aku akan tetap pergi bekerja . " putus Cyrin .
Farrel menghela napasnya kasar .
" Oke oke . Pergilah , tapi ku mohon kamu harus menjaga kesehatanmu seperti kata dokter . Jangan kelelahan apalagi sampai melupakan jam makanmu . "
" Tenanglah Bim . Aku yang akan mengantar dan menjemputnya ke kantor . Jika perlu aku juga akan memastikan Ia makan tepat pada waktunya . " Ucap Farrel sambil kembali menepuk pundak sahabatnya .
Benar saja setelah cairan infusnya habis dan suster melepasnya . Cyrin segera berganti pakaian dan meminta untuk meninggalkan rumah sakit .
Semua administrasi sudah lebih dulu di selesaikan oleh Farrel .
Dan mereka bertiga segera meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Cyrin .
Satu hal yang masih Cyrin rahasiakan dari keduanya . Alasan mengapa Cyrin sampai pingsan bukanlah semata mata karena Ia kelelahan , tapi karena sakit kepala yang Ia alami setelah berusaha mengingat bayangan bayangan yang timbul karena merasa tak asing dengan hadiah hadiah dari Farrel .
Cyrin merahasiakan hal itu karena tak ingin Farrel merasa bersalah . Dan di lain pihak Ia juga semakin penasaran untuk menemukan kembali ingatannya yang hilang .
Sejak kejadian semalam , Cyrin jadi bertanya tanya mengapa tak ada ingatan sama sekali mengenai pria pria yang pernah mendekatinya ? Apa dia dulu berpenampilan sangat buruk hingga tak ada pria yang mau mendekatinya ?
Hal itu yang menjadi pertanyaan di benak Cyrin .
Apa memang benar tidak ada atau dia yang melupakan semua hal tentang pria . Termasuk memori tentang Farrel dan Nino . Apa masih ada pria lain lagi selain mereka ?
" Tapi mengapa hanya soal pria yang seolah terhapus dari ingatanku ? Apa ada yang sesuatu yang terjadi saat kecelakaan menimpaku ? " Batin Cyrin .
.
.
.
.
.
"Masa lalu tak hanya memberikan kenangan, namun juga mengenalkanmu akan makna kehidupan."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue