My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 49 . Kunjungan Nino


__ADS_3

Nino mempercepat langkahnya memasuki rumah sakit tempat Cyrin dirawat .  Seharusnya sudah sejak tadi dia sampai di sini andai saja tidak ada drama yang di ciptakan mamanya dan Olla .


Pria itu hanya perlu bertanya sekali pada perawat di lantai berapa ruang rawat vvip dan kini Ia telah berada di depan ruangan itu .


Tanpa ragu Ia mengetuk pintu dan tanpa menunggu balasan dari dalam ruangan , Nino segera membuka pintu dan masuk ke dalam .


Namun sungguh sayang , pemandangan yang harus di lihatnya lagi lagi adalah pemandangan yang akan membuat harinya semakin buruk .


Yah saat ini Farrel sedang menyuapkan potongan apel pada Cyrin dengan mesranya .


Melihat itu ingin rasanya Nino segera menghujamkan pukulan ke wajah tampan Farrel karena telah berani bermesraan dengan wanita yang Ia sukai , namun apa daya jika hal itu Ia lakukan lagi maka bukan tak mungkin kali ini Cyrin tak akan memaafkannya lagi .


" Pak Nino .... Pak Nino ... " Panggil Cyrin .


Nino tersadar dari pikiran yang mengganggunya.


" Cyrin ... maaf Rin . Aku tak menyangka jika benar kamu sedang dirawat di rumah sakit . " ucap Nino lalu mendekat kearah bangkar .


Tatapan saling tak suka sudah di layangkan antara Farrel dan Nino . Bahkan Cyrin bisa merasakan hal itu .


Belum cukup hanya dengan Farrel , ternyata siang ini Nino juga harus menghadapi tatapan tak suka dari pria lain yang juga ada di ruangan itu yaitu dari Bimo .


" Maaf karena tak memberi kabar langsung Pak , tapi sungguh aku tak apa apa . Hanya sedikit kelelahan dan telat makan saja . " Ucap Cyrin .


" Oh yah.. mungkin Pak Nino sudah mengenalnya , tapi tak apa akan ku kenalkan lagi . " Lanjutnya .


" Perkenalkan Pak , beliau adalah kakakku yang pernah ku ceritakan padamu . Namanya Mas Bimo . "


Sebenarnya Nino sangat terkejut setelah mengetahui fakta jika Bimo adalah kakak dari Cyrin . Awalnya Ia mengira pria itu hanya menemani sahabatnya saja .


Nino dengan santainya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Bimo .


" Tentu saja aku sudah tahu tentangnya . Namun fakta jika Ia adalah kakakmu aku baru tahu saat ini . Apa kabar ? cukup lama kita tak berjumpa . " Ucap Nino .


Bimo segera menyambut uluran tangan Nino . " Sangat baik . Tak ada alasan untuk kita berjumpa lagi . Lagian kami tidak rasa tidak perlu  memberitahu hubungan kami pada orang yang tidak dekat dengan kami . "


Balasan Bimo seperti memberi tahu batasan yang jelas untuk Nino .


" Husstt , Mas Bimo ngomong apa sih . " Tegur Cyrin .


" Maaf yah Pak Nino . " lanjutnya .


" Tak perlu minta maaf . Mungkin kakakmu masih mengingat kesalahpahaman yang sempat terjadi antara kami dulu . " Jawab Nino.


Farrel menepuk pundak sahabatnya agar lebih menjaga emosinya di hadapan Cyrin .

__ADS_1


Mengerti dengan maksud Farrel , Bimo kembali duduk di sofa dan hanya diam mengamati gerak gerik Nino .


" Kamu sakit apa Rin ? " Tanya Nino berusaha sekuat tenaga agar terlihat santai padahal dalam hatinya Ia kini tengah menahan amarah .


" Hanya kelelahan saja Pak . "


" Mulai sekarang aku yang akan memperhatikan pekerjaanmu di kantor . Kamu harus bisa membagi waktumu untuk bekerja dan beristirahat . Apa gunanya tim jika kamu harus sampai kelelahan mengerjakan pekerjaanmu . " Ucap Nino terdengar sangat perhatian . Padahal pria itu sengaja dengan maksud untuk membuat Farrel cemburu .


" Terimakasih Pak Nino atas kebaikan dan perhatian Bapak . "


" Loh kok Bapak sih. Kamu lupa yah jika di luar kantor kita ini teman . Bukannya kita sudah sepakat untuk menjadi teman ? " Tanya Nino .


Cyrin tersenyum dengan manis . " Ahh iya ... maaf yah Kak . " Ucap Cyrin .


Tapi tanpa diduga wanita itu malah mengucapkan kalimat maaf namun sambil menggenggam tangan Farrel yang sejak tadi berada di sampingnya .


Farrel merasa sangat tersanjung . Ia yakin Cyrin melakukan hal itu agar dirinya tidak salah paham lagi dan cemburu seperti sebelumnya .


Nino yang awalnya merasa menang karena berhasil membuat Farrel kesal akhirnya harus kembali kecewa .


Cyrin seperti sengaja menunjukkan padanya siapa pria yang Ia sukai .


Keadaan canggung itu akhirnya terhenti karena seorang dokter yang masuk ke ruang rawat Cyrin .


Dokter itu menyapa dengan hormat pada Farrel , lalu menjelaskan kondisi Cyrin .


" Saya sudah meresepkan beberapa vitamin untuk Nona , semoga semakin sehat dan tolong jangan sampai terlalu kelelahan lagi . " Ucap Dokter kemudian pamit pergi pada Farrel dan yang lainnya .


Semuanya ikut senang mendengar kabar dari dokter. Apalagi Cyrin , Ia sudah tak sabar untuk segera meninggalkan ruang rawat rumah sakit .


Setelah itu Nino juga ikut pamit karena masih harus kembali ke kantor .


" Aku ikut senang mendengar ucapan dokter tadi . Kalau gitu aku pamit kembali ke kantor dulu yah Rin . Istirahatlah , ku mohon jaga kesehatanmu . Kabari aku jika terjadi sesuatu . " Ucap Nino penuh perhatian .


" Terimakasih Kak . Tenanglah aku tak apa apa . Besok aku juga akan kembali bekerja . " Ucap Cyrin .


Karena ucapannya kini Ia mendapat tatapan tak mengerti dari Farrel dan Bimo .


Berbeda dengan Nino yang tersenyum senang , " Sampai jumpa kembali di kantor . Aku selalu menanti pertemuan kita lagi . " Ucapnya sebelum berlalu meninggalkan ruang rawat Cyrin .


" Tidak boleh Cyrinda . " Ucap Farrel .


" Tidak boleh apa ? "


Bimo segera menyela menjawab pertanyaan Cyrin . " Bukannya sudah jelas . Besok kamu masih harus beristirahat , tidak perlu kembali bekerja dulu . "

__ADS_1


" Tapi aku sudah sehat , seperti kata dokter . Sebaliknya aku akan sakit jika kalian terus saja memperlakukanku seperti orang sakit . Besok aku akan tetap pergi bekerja . " putus Cyrin .


Farrel menghela napasnya kasar .


" Oke oke . Pergilah , tapi ku mohon kamu harus menjaga kesehatanmu seperti kata dokter . Jangan kelelahan apalagi sampai melupakan jam makanmu . "


" Tenanglah Bim . Aku yang akan mengantar dan menjemputnya ke kantor . Jika perlu aku juga akan memastikan Ia makan tepat pada waktunya . " Ucap Farrel sambil kembali menepuk pundak sahabatnya .


Benar saja setelah cairan infusnya habis dan suster melepasnya . Cyrin segera berganti pakaian dan meminta untuk meninggalkan rumah sakit .


Semua administrasi sudah lebih dulu di selesaikan oleh Farrel .


Dan mereka bertiga segera meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Cyrin .


Satu hal yang masih Cyrin rahasiakan dari keduanya . Alasan mengapa Cyrin sampai pingsan bukanlah semata mata karena Ia kelelahan , tapi karena sakit kepala yang Ia alami setelah berusaha mengingat bayangan bayangan yang timbul karena merasa tak asing dengan hadiah hadiah dari Farrel .


Cyrin merahasiakan hal itu karena tak ingin Farrel merasa bersalah . Dan di lain pihak Ia juga semakin penasaran untuk menemukan kembali ingatannya yang hilang .


Sejak kejadian semalam , Cyrin jadi bertanya tanya mengapa tak ada ingatan sama sekali mengenai pria pria yang pernah mendekatinya ? Apa dia dulu berpenampilan sangat buruk hingga tak ada pria yang mau mendekatinya ?


Hal itu yang menjadi pertanyaan di benak Cyrin .


Apa memang benar tidak ada atau dia yang melupakan semua hal tentang pria . Termasuk memori tentang Farrel dan Nino . Apa masih ada pria lain lagi selain mereka ?


" Tapi mengapa hanya soal pria yang seolah terhapus dari ingatanku ? Apa ada yang sesuatu yang terjadi saat kecelakaan menimpaku ? " Batin Cyrin .


.


.


.


.


.


 "Masa lalu tak hanya memberikan kenangan, namun juga mengenalkanmu akan makna kehidupan."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2