My Lovely Customer

My Lovely Customer
Bab 44 . Ingatan masa lalu


__ADS_3

Setelah drama makan siang tadi , sore ini Cyrin mendapat kabar dari Farrel jika dirinya tidak bisa menemui Cyrin karena malam nanti kedua orang tuanya meminta untuk makan malam bersama .


Karena tak ada rencana lain lagi , setelah jam pulang kantor tiba Cyrin bergegas menuju tempat Ia memarkirkan mobilnya pagi tadi .


" Rin... Cyrin .... " terdengar suara namanya dipanggil membuat wanita itu menoleh ke sumber suara .


" Olla , Ada apa ? " tanyanya .


" Boleh bicara sebentar ? " pinta Olla .


" Boleh . Di mana ? "


" Di cafe depan saja . Kita ketemu di sana saja . "


Setelah menyetujui usulan Olla , Cyrin segera melajukan mobilnya ke cafe yang di maksud Olla menyusul wanita itu yang sudah lebih dulu pergi ke cafe .


Saat Cyrin masuk ke dalam cafe Ia bisa melihat Olla di salah satu meja . Segera Ia mendekat ke arah Olla .



" Olla ... "


" Rin .. duduklah . "


" Ada apa sampai mengajakku bertemu di sini ? "


" Aku ingin bicara soal Kak Nino . "


" Pak Nino ? Ada apa dengannya ? "


" Aku tahu jika Kak Nino memiliki perasaan padamu , tapi apa kamu sudah tahu bagaimana hubunganku dengannya ? " Tanya Olla .


Cyrin hanya diam . Ia lebih memilih untuk mendengarkan saja ucapan Olla .


" Biar bagaimana pun usaha Kak Nino untuk memperjuangkan perasaannya padamu , tapi sayang tetap aku yang akan menjadi istri Kak Nino nantinya . " Terang Olla .


" Kami berdua sudah dijodohkan sejak kecil , kami tumbuh besar bersama . Aku tahu segala hal tentangnya , begitu juga dengannya yang tahu segalanya tentangku . " Lanjutnya .


" Olla , ini ketiga kalinya aku harus mengucapkan hal yang sama . Pertama , aku sudah pernah katakan kepada Nyonya Wiguna jika antara aku dan putranya tak akan mungkin ada hubungan yang lebih . Kedua , aku dan Pak Nino sudah bersepakat untuk berteman dan tidak lebih dari itu . Ketiga , ku pikir kamu bisa lebih tenang karena aku tidak memiliki perasaan apapun padanya . " Jawab Cyrin .


" Ku pikir aku tahu perasaanmu untuk siapa . Tapi baguslah jika kamu sudah paham , dan ku harap ucapanmu tidak hanya di mulut saja .  Ku minta kamu untuk tidak mendekati Kak Nino lagi , jangan memberinya harapan lagi seakan akan kamu akan menerima cintanya .  Biarkan aku yang akan mengisi hatinya . "


Cyrin tersenyum . " Olla ku pikir kamu belum mengenal Pak Nino dengan baik . Jika kamu mengenalnya maka kamu akan tahu jika bukan aku yang mendekatinya . Pak Nino tak akan mudah membiarkan orang lain mendekatinya . "


Olla merasa kesal dengan ucapan Cyrin barusan.


" Dan sepertinya Pak Nino juga belum mengenalmu dengan baik . Karena jika Ia benar benar tahu tentangmu , harusnya dia bisa menyadari betapa besar cintamu padanya hingga kamu rela menurunkan harga dirimu untuk memintaku menjauhi pria yang kamu sukai . " Lanjut Cyrin .


" Kamu jangan asal ngomong yah . Aku tidak akan pernah menurunkan harga diriku padamu . " Sanggah Olla .


" Uppsss sorry jika aku salah . Baiklah ku ralat ucapanku . Kamu bukannya menurunkan harga dirimu  tapi kamu sedang memperjuangkan cintamu . " Jawab Cyrin .


" Ku pikir tidak ada lagi yang harus kita bicarakan .  Aku permisi . "


Cyrin segera pergi meninggalkan cafe itu dengan perasaan kesal .



Cukup lama waktu yang Cyrin habiskan di jalan untuk bisa sampai di apartemen karena macetnya jalanan .



Ia segera merebahkan dirinya di tempat tidur untuk melepas penatnya setelah seharian bekerja ditambah dengan drama drama yang harus Ia lewati hari ini .



Tanpa sengaja matanya melihat ke arah nakas dan di sana ada sebuah paper bag yang kemarin diberikan oleh Farrel .



Cyrin beranjak untuk membuka paper bag itu , dilihatnya di dalam sana ada sebuah buku dan sebuah buket yang berisi empat tangkai mawar merah .



Sayang sekali bunga mawarnya sudah sedikit layu mungkin karena dibiarkan berada semalaman di dalam paper bag .



" Yahh , bunga yang ini juga udah layu . Mana ada empat tangkai lagi , sayang banget . " Batin Cyrin .


__ADS_1


" Bentar , empat tangkai . Waktu Mas Farrel ngasih cokelat mawarnya ada satu . Terus waktu ngasih boneka mawarnya ada dua ,ngasih kue mawarnya ada tiga , dan sekarang buku mawarnya ada empat tangkai . " Gumam Cyrin .



Wanita itu merasa seperti pernah mengalami hal seperti ini juga . Tiba tiba saja di pikirannya seperti terlintas sesuatu .



" *Kamu mau gak jadi pacar aku . " Ucap seorang pria*



" *Maaf , tapi saya gak bisa . " Terdengar jawaban dari seorang wanita* .



" *Baik , aku akan menunggu sampai kamu mau mengakui perasaanmu dan bisa untuk berpacaran denganku . " Balas sang pria lagi* .



Suara suara seperti itulah yang kini terdengar di benak Cyrin . Wanita itu seperti sedang diputarkan sebuah adegan dalam benaknya namun sayang peristiwa saat itu terbayang kurang jelas , hanya suaranya saja yang Cyrin bisa dengar .



Cyrin merasa penasaran dengan hal itu , Ia lantas mencoba mengingat ingat kira kira kejadian apa yang baru saja terlintas di pikirannya .



Namun sayang bukannya malah bisa mengingat kepingan memori itu , Ia malah dilanda sakit kepala yang teramat dahsyat . Apalagi setelah terbersit sebuah suara yang sangat mengerikan baginya . Suara seorang wanita yang menjerit minta tolong .



" *Jangan .... tolong... lepaskan aku* .... "



Teriakan teriakan itu terlintas juga di pikiran Cyrin kini membuat kepalanya terasa makin sakit . Ia mencoba menghubungi Farrel namun pria itu tidak menjawab panggilannya .



Ia lalu mencoba menghubungi Byanca , namun cukup lama menunggu panggilannya belum di jawab.




" Halo ... Rin , Halo .. Halo... kamu gak apa apa ? Kamu di mana ? Kok ada suara kaca pecah sih. Rin ... rin ... rin ... "


Suara Byanca terdengar panik dari ponsel Cyrin namun tak ada jawaban dari si pemiliknya membuat Byanca makin panik .



Segera Byanca bergegas menuju apartemen Cyrin , tempat pertama yang terpikirkan olehnya .


" Semoga kamu baik baik aja Rin . " Batin Byanca .



Sementara di kediaman keluarga Jatmika , Farrel sedang makan malam bersama kedua orang tuanya .


" Rel , tadi kamu dan perusahaan Wiguna makan siang di Resto X yah ? " tanya Mama Anin pada putranya .


" Mama tau dari mana ? " Jawab Farrel dengan pertanyaan juga .


Sebenarnya Mama Anin tidak bisa menampik jika Ia tidak hawatir pada putranya setelah mendengar ucapan nyonya Wiguna mengenai Cyrin .


Hanya saja Ia tidak langsung percaya apalagi setelah Ia mengenal langsung bagaimana sikap dan perilaku Cyrinda yang sangat lembut dan sopan . Itulah mengapa malam ini Ia mengundang putranya untuk menanyakan langsung .


" Mama tadi juga makan siang di sana bersama teman Mama yang tak lain adalah istri dari pemilik perusahaan Wiguna . "  Jelas Mama Anin .


" Ohh jadi Mama kenal Mamanya Nino . " Gumam Farrel .


" Jadi kamu kenal sama putranya ? "


" Tentu saja. Dia kan partner bisnis aku . Tentulah aku mengenalnya . "


Farrel bisa menangkap dari raut wajah mamanya jika ada sesuatu yang membuatnya gelisah .


" Ada apa Ma ? Tanyakan saja jika ada yang menjadi pikiran Mama . " Saran Farrel .


Mama Anin terlihat menghela napasnya .

__ADS_1


" Begini Rel , tadi di resto kami juga berpapasan dengan si Nino itu . Ada Cyrin juga di sana , tadi sempat nyapa mama juga . "


" Tentu saja , orang mereka baru aja kelar meeting sama aku . Tapi aku gak langsung pergi , karena lanjutin meeting internal perusahaan lagi . " Komentar Farrel .


Farrel mengamati wajah Mama nya . Masih ada yang mengganjal sepertinya .


" Lalu ? Apa masih ada yang ingin Mama sampaikan lagi ? " tanya Farrel .


Papa Jatmika hanya menjadi penonton dan pendengar percakapan antara istri dan putranya .


" Begini Rel , tadi kata teman Mama itu kalau Cyrin memiliki sifat yang kurang baik . Katanya dia tipe wanita yang suka mendekati pria kaya untuk memanfaatkan hartanya . " Ucap Mama Anin ragu . Ia hawatir jika putranya akan marah .


Namun yang terjadi Farrel malah merespon ucapan Mamanya dengan tawa .


" Ha... Ha... Ha... "


" Lalu Mama percaya ? " Tanyanya balik .


Mama Anin mematung .


" Ma ... aku bisa menjamin jika Cyrin tak seperti apa yang dikatakan teman Mama . "


" Wanita itu tak membutuhkan hartaku Ma. Ia sudah memiliki semuanya . " Ucap Farrel .


" Maksud kamu ? " Mama Anin bingung dengan penjelasan Farrel .


" Mama ingat gak sahabat aku saat SMA , si Bimo ? " tanya Farrel .


Mama Anin mengangguk .


" Nah ternyata Cyrin itu adik kandungnya Bimo satu satunya . Aku juga baru baru ini mengetahui hal itu . Selama SMA mereka berdua memang menyembunyikan statusnya karena Cyrin yang tidak ingin di kenal sebagai putri bungsu keluarga Al-Amin . Keluarga pemilik perusahaan tekstil dan batik terbesar di Solo . " Jelas Farrel .


" Oh yah ?? Apa alasan Cyrin tak ingin di kenal sebagai putri bungsu keluarga Al Amin ? " Tanya Papa Jatmika . Ia menjadi tertarik dengan perbincangan keduanya .


" Cyrin menginginkan kehidupan biasa saja . Katanya terlalu banyak orang yang berpura pura baik padanya saat tahu jika dia adalah putri dari keluarga Al Amin . Ia suka ketulusan Pa , sama seperti dirinya yang selalu tulus dalam hal apapun . "


" Wahh... Papa jadi kagum pada Cyrin . "


" Itu juga yang membuatku menyukainya dari dulu hingga sekarang Pa. Dari sebelum aku mengetahui siapa dia , aku sudah mencintai kesederhanaannya . Bahkan saat aku tahu siapa dia sebenarnya , aku makin mencintainya . Aku makin tertarik dengan sifat sederhana , tidak sombong , bahkan pekerja kerasnya . " Ucap Farrel yang sangat bersemangat jika membicarakan soal Cyrin .


" Syukurlah perkataan teman Mama tidak benar . Mama lebih percaya padamu Nak . " Ucap Mama Anin .


" Tapi aneh yah dari caranya membicarakan soal Cyrin , sepertinya nyonya Wiguna sangat tak menyukai Cyrin . "  Lanjut Mama Anin .


" Aku tak paham soal itu . Nanti akan kutanyakan padanya . "


" Iya . Minta Cyrin berhati hati jika berurusan dengan Mamanya Nino itu . "


Farrel mengangguk menyetujui ucapan Mamanya .


Tiba tiba saja Ia menjadi teringat akan Cyrin , dan entah mengapa perasaannya jadi tak enak .


Sampai Farrel selesai dengan makan malamnya dan mengecek ponselnya . Disana ada satu panggilan tak terjawab dari Cyrin .


Farrel mencoba menghubungi kembali namun tidak ada jawaban dari wanita itu membuatnya makin hawatir .


" Kok perasaanku jadi tak enak . Semoga Cyrin baik baik saja . Semoga tidak terjadi sesuatu padanya . " Gumam Farrel sambil terus mencoba menghubungi Cyrin .


.


.


.


.


.


 "Anda tidak akan bisa melupakan masa lalu karena Anda harus ingat dulu apa yang harus Anda lupakan."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2