Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kedatangan setelah kepergian


__ADS_3

...Jenazah Bu Citra dikebumikan siang itu juga setelah adik dari Bu Citra yaitu Bu Wati datang dari kampungnya, setelah Bu Citra berpulang Bu Wati lah yang akan mengasuh panti, Bu Wati sama lembut dan penyayangnya dengan Bu Citra, sehingga anak - anak panti tidak khawatir mereka akan terlantar nantinya. ...


...Menjelang sore Vira pamit pada Bu Wati, Tuti, dan anak - anak panti yang lain setelah membelikan mereka makanan, cokelat, dan es krim. Vira pun berjanji pada mereka akan kembali esok harinya ke panti. Vira yang dari kemarin merasa tidak enak badan kemudian meminta Pak Wayang untuk mengantarkannya ke rumah sakit tempat dr. Bram praktek, Vira bisa saja memanggil dr. Bram ke rumah karena dr. Bram adalah dokter pribadi keluarga suaminya, tapi ia tidak ingin menjadi pribadi manja. ...


...Sesampainya di rumah sakit Vira mendaftar, kemudian ia menunggu giliran periksa bersama pasien lain, Bi Asih setia menemani majikannya. Semakin lama Bi Asih semakin kagum pada pribadi Vira, tidak seperti kebanyakan istri seorang pengusaha yang sukses dan terkenal, Vira begitu sederhana, ia tidak pernah menggunakan baju - baju yang bermerk dan mahal, kecuali jika Vicky atau mertuanya yang menyuruhnya, ia pun kerap memasak sendiri di dapur, rela antri berpanas - panasan untuk membeli rujak atau bakso kesukaannya, dan sekarang ia mau mengantri untuk diperiksa dr. Bram padahal dr. Bram adalah dokter pribadinya. ...


...Nama Vira terdengar disebutkan, Vira dan Bi Asih bergegas masuk ke ruangan dr. Bram. dr. Bram yang melihat bahwa Vira yang datang sangat terkejut...


...“Loh kenapa ga telepon aku aja tadi Vir?” Tanya dr. Bram pada Vira, ia hanya memanggil nama saja baik pada Vicky maupun Vira, karena Bram adalah sahabat Vicky sejak kecil, Bram juga salah satu saksi perjuangan Vicky mendapatkan Vira, bahkan dulu Bram dengan terpaksa berbohong pada Vira dan mengabarkan bahwa Vicky kecelakaan hanya agar Vira datang menjenguknya, Vicky tergila - gila pada Vira dan Bram yang juga menyukai gadis itu dalam diam, akhirnya merelakan Vira untuk dimiliki Vicky ...


...“Ga apa - apa dok, kasian kalo pasien yang lain ditinggalin hanya gara - gara mau meriksa saya” jawab Vira sambil tersenyum manis ...


...Ini yang membuat Bram mabuk kepayang, simpati gadis itu, kepeduliannya pada orang lain, dan senyumnya yang selalu sukses membuat Bram salah tingkah, andai saja Vira bukan istri sahabatnya, mungkin Vira sudah ia bawa kabur.. batin Bram ...


...“Ya udah, next telepon aja ya.. biar aku yang dateng, sekalian aku mau minta dimasakin pecel sama Bi Welas” ucap dr. Bram sambil tersenyum jahil ke arah Bi Welas ...


...“Siap tuan dokter” ucap Bi Welas sambil mengacungkan dua jempolnya dan tersenyum lebar ...


...“Apa yang kamu rasain Vir?” tanya Bram pada Vira, kemudian ia mempersilakan Vira dan Bi Welas duduk ...


...“Pusing, lemes, mual, males mau ngapa - ngapain dok” jawab Vira ...


...“Sudah berapa hari, ada demam?” Tanyanya lagi ...

__ADS_1


...“Sudah sekitar 4 hari ini dok, tapi saya ga demam sama sekali” jawab Vira ...


...“Saya periksa dulu yuk” seru Bram sambil memasang stetoschope di kedua telinganya, kemudian berjalan menuju bed pemeriksaan ...


Vira mengikuti dokter itu, ia berbaring di bed pemeriksaan


...“Saya periksa ya” ujar Bram sambil mulai memeriksa dada Vira dengan stetoschopenya, entah kenapa darah Bram berdesir, jantungnya berdebar, perasaannya tidak karuan melihat dada putih bersih Vira, kemudian ia turun ke perut dan memeriksanya...


Ia memeriksa agak lama di bagian perut, menekan - nekan bagian pinggir perut Vira sebelum kemudian ia tersenyum


... “Vir, kamu ga kenapa - kenapa cuma butuh vitamin, makan yang banyak, dan please istirahat.. itu mata kamu lingkaran itemnya ngalahin panda” guyon Bram pada Vira yang membuat wanita cantik itu menunduk malu ...


...“Tapi habis ini kamu temuin dr. Salim ya, kebetulan dia sedang praktek” sambung Vicky lagi sambil sibuk menulis resep atau entah tulisan apa di secarik kertas...


...“Kenapa harus ke dr. Salim dok?” Tanya Vira heran...


...“Tuhan seandainya saja anak yang dikandung Vira sekarang adalah anakku” batin Bram...


...****************...


...Vira mengikuti perintah Bram, ia membawa secarik kertas untuk dibawa bersamanya menemui dr. Salim. dr. Salim yang membaca tulisan teman seprofesinya itu tersenyum, ia kemudian memanggil perawat, dan berbicara pelan dengan perawat tersebut,, sepertinya dr. Bram menyuruh perawat tersebut mengambil sesuatu. ...


...“Vicky ga nganter?” Tanya dr. Salim pada Vira yang sedang menunggunya dengan sabar meskipun saat ini dia benar- benar sedang mual...

__ADS_1


...“Mas Vicky sedang ke New York dok, sama Mami” jawab Vira, dr. Salim bisa menangkap suara kekecewaan Vira ...


...“Kamu ga diajak?” Tanyanya lagi menelisik...


...“Urusan kerjaan dok, kalau diajak juga sepertinya saya ga bakalan ngerti” jawab Vira merendah ...


...Dr. Salim merutuki Vicky sahabatnya itu dalam hati, bagaimana mungkin seorang suami tidak menemani istrinya periksa kehamilan, andai ia yang jadi Vicky ia tidak akan membiarkan wanita itu kemana - mana sendirian. Ia sama dengan Bram yang menyukai Vira dalam diam, hanya aja Salim lebih memilih untuk mundur dan tak berharap apa - apa begitu tau saingannya seberat Vicky dan Bram, anak konglomerat dan keturunan ningrat, meskipun Salim tergolong kaya tapi ia tidak bisa menandingi kekayaan Vicky dan Bram. ...


Perawat kembali masuk, membawakan alat yang tak lain adalah test pack.. mata Vira berbinar, apa ia hamil makanya dr. Bram menyuruhnya untuk menemui dr. Salim? Batin Vira bahagia


...“Vira, kamu kemungkinan hamil.. tapi kita pastiin dulu ya, kamu ke kamar mandi pribadi saya di sebelah sana dan pake test pack ini, setelah itu kita USG” ujar dr. Salim sambil menyodorkan test pack pada Vira ...


Vira yang menerima itu dan Bi Welas yang ikut mendengarnya senang bukan kepalang, akhirnya penantian Vira selama 3 tahun untuk menjadi seorang Ibu sudah di depan mata.


Vira gegas menuju kamar mandi, beberapa saat kemudian ia keluar.. matanya berbinar melihat 2 garis biru disana, kemudian ia memberikan test pack itu pada dr. Salim


Dr. Salim mengangguk - ngangguk, ia kemudian menyuruh Vira untuk berbaring di bed pemeriksaan.. mengoleskan cairan dingin di atas perut Vira, dan mulai menggunakan alat USG untuk melihat kondisi rahim Vira.


...“Selamat ya Vir, kamu positif hamil” ujar dr. Salim, kalau dilihat dari tanggal terakhir kamu haid, kehamilannya kurang lebih berumur 5 minggu, jantung janinnya juga sudah terdeteksi” sambungnya lagi ...


Vira menitikan air mata bahagia, begitu pun Bi Welas.. mereka berpelukan sambil tertawa riang, tak henti - hentinya Vira mengucap syukur, test pack itu ia bawa pulang beserta foto hasil USG, ia ingin segera mengabarkan berita bahagia ini pada Vicky dan mertuanya.


Vira mengelus perutnya yang masih rata, ia berbisik pada anaknya

__ADS_1


... “selamat datang anak Mama, terima kasih sudah membuat Mama sangat bahagia, Mama janji Mama akan menjaga kamu dan membahagiakan kamu” ucapnya, Bi Welas yang mendengar itu ikut bahagia.. ia memanjatkan do’a dalam hatinya semoga Vira dan anaknya akan bahagia. ...


Sesampainya di rumah, Vira langsung menghubungi Vicky namun tetap saja HP Vicky tidak aktif begitu pun Maminya, Vira kemudian mengirimkan pesan kepada suaminya, sudah berpuluh pesan yang ia kirimkan namun tak satu pun yang sampai, Vira frustasi akan hal ini, ia kemudian mengingat Rossa sekretaris pribadi Vicky yang ia sudah kenal baik, Vira berniat untuk menghubunginya besok pagi dan mencari tahu keberadaan suaminya itu.


__ADS_2