Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
4 sahabat 1 cinta (bagian 2)


__ADS_3

Pagi ini Vira kelimpungan, ia tak menemukan KTPnya dimana pun, Bi Welas, Tuti dan Mbok Asih yang ikut mencarinya pun tak menemukannya dimana pun.


Vira kemudian berpikir sejenak, mengingat - mengingat kira - kira dimana ia meninggalkannya


Vira menepuk pelan jidatnya, ia baru ingat hari terakhir ia ke kantor beberapa hari yang lalu, pada saat naik angkot hendak pulang ke rumah, Vira yang saat itu sedang tak karuan tak menyadari ketika KTP yang ia simpan di dompet kecilnya terjatuh saat Vira merogoh uang untuk membayar angkot, artinya besar kemungkinan Vira tak akan bisa menemukan KTPnya lagi


Vira dengan gontai meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Francis bahwa hari ini ia tidak bisa ke kantor lagi karena harus mengurus KTPnya yang hilang


Beberapa saat kemudian ponsel Vira berdering, pesan masuk dan ternyata itu dari Alex


...“Vir, nanti saya kirim Umar dan sopir saya untuk mengantarkan kamu kemana pun” isi pesan Alex ...


Vira tersenyum senang membaca pesan dari Alex


...“Baik Tuan, terima kasih” balas Vira...


...“Vir” tulis Alex...


...“Iya Tuan” balas Vira...


...“Saya kangen” tulis Alex lagi...


...Pipi cantik Vira memerah...


...“Saya juga” balas Vira...


...Vira kemudian meletakkan ponselnya di nakas kamarnya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selang beberapa waktu kemudian Umar dan seorang sopir menjemput Vira, Vira kemudian pamit pada keluarganya dan berlalu...


...Selepas Vira pergi, suara ketukan pintu depan terdengar, Bi Welas yang sedang ada di dapur tergopoh berjalan menuju pintu depan...


Alex, Francis dan beberapa bodyguard Alex berdiri di depan pintu


...“Oalah Tuan Alex dan Den Prancis toh yang datang” ujar Bi Welas...


...“Mari - mari masuk” ajak Bi Welas sopan...


Alex pun kemudian masuk, sementara Francis dan para bodguard menunggu Alex dengan duduk di kursi taman


...“Silakan duduk Tuan” ujar Bi Welas, Alex pun duduk di kursi ruang tamu...


...“Terima kasih Bi” ucap Alex sopan...


...“Tuan mau minum apa?” Tanya Bi Welas sopan...


...“Mmmhh saya mau teh yang seperti tadi malam Bibi bikin” ujar Alex, ia memang suka dengan rasa teh yang Bi Welas buat tadi malam...


...“Baik Tuan, sebentar ya” ucap Bi Welas kemudian berlalu...


Beberapa saat kemudian Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti datang tergopoh membawa minuman dan makanan untuk Alex, Francis dan bodyguard Alex


Bi Welas menyuguhkan secangkir teh sesuai pesanan Alex tadi, sementara Mbok Asih dan Tuti menyuguhkan teh, kacang rebus, dan singkong rebus pada Francis dan para bodyguard


Francis memakan singkong rebus yang baru pertama kali ia rasakan dengan lahap, blasteran bule itu bahkan meminta Mbok Asih untuk mengupaskan kacang rebus untuknya dan memakannya dengan lahap, membuat Mbok Asih dan Tuti tergelak


...“Tuan ada apa kesini, Non Vira sedang keluar rumah tadi sama Den Umar” ujar Bi Welas...


...“Saya kesini mau ketemu sama Bibi, ada yang mau saya tanyakan tentang Vira dan Vicky” tutur Alex...


Mbok Asih dan Tuti yang mendengar ucapan Alex ikut penasaran akan maksud Alex


Mereka kemudian ikut duduk disana


...Alex yang masih menggunakan setelan jas tampak begitu berwibawa, tatapannya mendominasi membuat Tuti dan Mbok Asih merinding...


...Bi Welas menghela nafas pelan, ia kemudian mulai menceritakan penderitaan Vira pada saat menikah dengan Vicky, termasuk pengkhianatan Vicky dan bagaimana Vira kehilangan janinnya...


...Alex mematung, tak menduga sahabat masa kecilnya adalah penyebab penderitaan terbesar Vira...


...Mbok Welas yang mulai terisak karena mendengar lagi cerita tentang penderitaan Vira turut menceritakan bagaimana Vira kehilangan orang tuanya dulu, dan bagaimana Vira yang masih bayi dianiaya Ibu tirinya hingga ia harus dititipkan di panti. ...


...Tuti tak mau kalah, Tuti menceritakan bahwa Bu Citra pernah memberitahunya tentang masa kecil Vira yang mengenaskan, Vira kecil kelas 2 SD dipukuli oleh orang tua angkatnya hingga Vira sakit parah dan kejang, Vira juga dijadikan pembantu oleh orang tua angkatnya ...


...Saat menginjak SLTP, Vira remaja kembali di adopsi oleh suami istri yang merupakan pengusaha, namun Vira kembali dipulangkan dalam kondisi mengenaskan, Vira divonis kurang gizi dan menderita patah tulang oleh dokter, saudara angkat Vira yang tak lain adalah anak pertama pasangan pengusaha itu cemburu karena pacarnya jatuh cinta pada Vira...


...Semenjak itu Vira dijadikan bulan - bulanan, rambutnya digunting, baju - baju seragamnya digunting sehingga ia ke sekolah dengan baju yang penuh jahitan tangan Vira sendiri, Vira pun kerap dikurung dan tak diberi makan hingga berhari - hari. Saat terlambat pulang sekolah karena hujan deras Vira dipukuli habis - habisan karena di fitnah telah berkencan dengan seorang pria oleh saudara angkatnya, Vira dipukul membati buta hingga tulang kakinya yang kurus patah....


...Vira kemudian dikembalikan ke panti dengan alasan sering keluyuran dan tak mau belajar padahal saat itu Vira bahkan mendapat ranking 1...


...Saat SMA Vira mendapat beasiswa masuk sekolah swasta elite jalur prestasi, anak - anak orang kaya itu membully Vira karena Vira anak panti asuhan, ketika makan di kelas nasi Vira ditaburi pasir oleh teman - temannya yang perempuan, namun Vira tetap memakannya karena ia lapar dan tak punya uang untuk membeli makan di kantin...

__ADS_1


...Tapi Vira menceritakan semua kepahitan yang menimpanya dengan tetap tersenyum seolah itu hanyalah gurauan...


...Alex tak bisa berkata apa - apa, hatinya sangat ngilu, dadanya begitu sesak mendengarkan setiap peristiwa yang dilalui Vira...


...Ia tak pernah menduga bahwa nasib Vira tak secantik wajahnya...


Semuanya hening, hanya sekali - sekali terdengar isakan dari Mbok Asih, Bi Welas, dan Tuti


...****************...


Beberapa saat kemudian Vira pulang ke rumah setelah mengurus semua yang diperlukan untuk membuat KTP baru, begitu sampai di rumah hati Vira berbunga melihat mobil Alex terparkir di depan rumah Vira


Vira masuk ke rumah setelah menyapa ramah Francis dan bodyguard Vira di halaman rumahnya


Saat masuk, Alex yang melihat Vira datang langsung menghambur dan memeluk Vira erat


...“Maaf” ujar Alex...


...“Tu - Tuan” ucap Vira terbata, ia malu karena semua orang disitu melihatnya di dalam pelukan Alex...


...“Maaf” ujar Alex lagi...


...“Kenapa Tuan?” Tanya Vira bingung...


...“Maaf karena saya terlambat datang” ujar Alex ...


...“Iya” sahut Vira sambil balas memeluk Alex, ia tak peduli apa pun sekarang ia hanya ingin berada dalam mimpinya lebih lama ...


...“Saya akan menepati janji saya” ucap Alex lagi...


...“Tuan” ujar Vira...


...“Ya” jawab Alex ...


...“Jangan membuat janji yang tidak bisa Tuan tepati” ucap Vira...


...“Saya akan tepati” sahut Alex ...


Vira menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan Alex, kemudian memejamkan matanya, menghirup wangi parfum Alex, ia akan mengingat wangi ini sampai nanti ketika waktunya ia terbangun dari mimpi ini


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Sore itu Alex belum beranjak dari rumah Vira, ia hanya duduk di sebelah Vira dan hampir tidak mengizinkan Vira kemana pun...


...Warga sekitar banyak yang ikut penasaran akan kehadiran Alex, mereka berbondong - bondong menunggu di sekitar rumah Vira untuk melihat paras Alex yang jadi buah bibir semenjak siang hari tadi, membuat Pak RT dan keamanan setempat harus turun tangan untuk membubarkan warga yang bergerombol...


...Para bodyguard Alex tak mengindahkan warga yang berkumpul, mereka tak melihat adanya ancaman untuk keselamatan Tuannya, warga semata - mata hanya ingin melihat sosok Alex. ...


Saat warga sudah bubar, sebuah mobil sport mewah terlihat parkir di depan rumah Vira tepat di belakang mobil Alex


Di dalam rumah Alex maupun Vira hanya duduk dalam hening, masing - masing tenggelam dalam pikirannya sendiri


...“Vir” ...


...“Iya Tuan” ...


...“Aku dan Sarah tidak melakukan apa pun” Tutur Alex tiba - tiba...


...“Baik Tuan” jawab Vira sambil tersenyum...


...“Aku tak punya keinginan untuk menyentuhnya sama seperti aku selalu ingin menyentuh kamu” ujar Alex dengan mata yang tetap fokus ke depan...


...“Baik Tuan” sahut Vira lagi yang juga tatapannya lurus ke depan...


Alex menoleh pada Vira, begitu pun Vira sehingga netra mereka bertemu


Alex menulusuri wajah Vira dengan jarinya, Vira pun melakukan hal yang sama, kemudian netra mereka saling melihat untuk beberapa saat, mendamba satu sama lain


Alex kemudian menarik wajah Vira dan mendaratkan ciuman di bibir merah Vira, Vira menyambutnya hangat


Mereka kemudian berpagut mengalirkan rasa saling damba satu sama lain


Ciuman Alex turun ke leher Vira, hingga harus berhenti karena suara ketukan, Alex dan Vira kemudian beringsut dan merapikan posisi duduk mereka


“Maaf Tuan dan Non Vira, ada Tuan Bram dan Salim di depan” ucap Bi Welas dengan wajah bimbang


...“dokter Bram dan dokter Salim Bi? Mereka tau darimana Vira tinggal disini”? Ujar Vira kaget...


...“Bibi juga ga tau Neng” ucap Bi Welas...


...“Tuan, maaf saya permisi sebentar” ucap Vira ...


...“Baik, persilakan mereka masuk kesini” titah Alex...

__ADS_1


...“Baik Tuan” ujar Vira patuh...


Bram dan Salim memindai Francis dan Umar serta beberapa bodyguard Alex yang kini berdiri tegap di depan rumah Vira


Mereka tak mengetahui siapa yang sedang bersama Vira sekarang di dalam


Hingga Bi Welas pun kembali dari dalam rumah diikuti wanita cantik yang membuat Bram dan Salim tersenyum lebar melihatnya


Wajah cantik itu, wajah yang mereka cari kemana - mana beberapa bulan belakangan ini


Vira memasang senyum terbaiknya


...“dokter Bram dan dokter Salim, dari mana dokter berdua tahu kalau saya disini?” tanya Vira sopan dan ramah...


...“Vira” ucap Bram, ingin sekali ia memeluk wanita yang ia puja itu andai tak mengingat banyaknya orang berjas di depan mereka sekarang...


Salim merasakan hal yang sama, tangannya sudah geregetan ingin merengkuh wanita yang membuatnya gila belakangan ini


...“Mari masuk dokter Bram, dokter Salim” ucap Vira dengan senyuman ramah di wajah cantiknya...


Kedua orang dokter tampan tersebut kemudian masuk ke dalam rumah Vira yang asri


Mereka mengekori Vira masuk ke dalam hingga netra mereka hampir loncat dari tempatnya melihat sosok Alex sedang duduk di ruang makan Vira dengan gagahnya


...“Alex?” Tanya Bram...


Alex kemudian bangkit dari tempat duduknya lantas mengulurkan tangannya dengan senyuman hangatnya


...“Apa kabar Bram, Salim?” Ucapnya sambil menjabat tangan kedua orang itu bergantian...


...“Kabar baik” jawab Salim...


Mereka bertiga kemudian duduk di meja yang sama, disusul Vira yang duduk di sebelah Alex


...“Kalian saling kenal?” Tanya Bram...


...“Ah iya, Tuan Alex ini atasan saya di kantor” jawab Vira jujur...


...“Tuan?” Tanya Alex pada Vira...


...“I- iya Tuan” ucap Vira terbata...


...“Bukannya tadi aku sudah bilang untuk memanggilku sayang bukan Tuan?” Tanya Alex tiba - tiba...


...“Kapan Tuan bilang begitu?” Tanya Vira polos...


...“Kamu lupa? Tanya Alex yang kemudian menarik kursi Vira untuk lebih dekat dengannya...


Bram dan Salim yang melihat perlakuan Alex pada Vira mengeraskan rahangnya, tak dapat dipungkiri mereka sangat cemburu sekarang


...“Tu - Tuan, saya benar - benar tidak ingat” ujar Vira polos ...


...“Kamu ingin aku ingatkan?” Tanya Alex yang jarinya mulai membelai rambut Vira ...


Salim dan Bram jelas tak rela, ingin rasanya mereka memberikan bogem mentah di wajah ganteng Alex, namun urung karena mereka tak mau Vira kecewa


...“Tu - Tuan” ujar Vira gugup, ia malu diperlakukan seperti itu di depan Bram dan Salim...


Satu kecupan dari Alex mendarat di pipi Vira yang membuat muka Vira merah padam


Alex tersenyum puas, tangannya tak melepas tangan Vira yang ia genggam erat


Vira gelagapan dibuatnya


Aura tegang menguar di ruang makan itu, tiga orang sahabat kecil itu kini seolah sedang menjadi musuh satu sama lain


...“Apa kabar Lex?” Tanya Salim ingin membuyarkan drama Alex di depannya...


...“Kabar baik Salim, kamu juga begitu kan?” jawab Alex dengan bibir yang menyunggingkan senyum...


“Sudah lama kenal Vira? ” tanya Bram kemudian


...“Belum, tapi kami sudah sangat dekat” ujar Alex sambil merangkul pundak Vira ...


Jangan tanya bagaimana perasaan Salim dan Bram, seandainya Vira tidak disitu sudah pasti terjadi baku hantam


Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti yang mengintip diam - diam di pintu dapur ikut merasa tegang


...“Ciloko iki ciloko!” Ujar Mbok Asih setengah berbisik...


...“Aduh ini pada ganteng, Mba Vira milih yang mana ya ntar?” Tutur Tuti yang juga ikut berbisik...


Vira tak akan mungkin berpikir bahwa ketiga sahabat kecil ini punya keinginan yang sama untuk memiliki Vira, ia tak akan percaya bahwa ada 3 orang laki - laki yang masing - masing memiliki sejuta pesonanya ingin memiliki wanita yatim piatu dan miskin sepertinya.

__ADS_1


__ADS_2