Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Wening Yang Semakin Murka


__ADS_3

Alex yang tengah membuai Alevir memandang cemas istrinya, semenjak siang tadi Vira sering kali melamun, bahkan ketika ia sedang menyusui Alevir


...“Kamu kenapa Vir?” Tanya Alex sesaat setelah ia membaringkan Alevir yang telah terlelap di tempat tidur bayinya. Vira tak bergeming, lebih tepatnya ia tak mendengar omongan Alex...


...“Vira” ucap Alex lagi sambil mengelus rambut Vira yang membuat Vira seketika tersadar...


...“Ah iya, kenapa Mas?” Tanya Vira...


...“Kamu kenapa?” Sahut Alex, Vira bangkit lantas memeluk suaminya, ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Alex...


...“Aku bingung sama Ibu, Mas” ucap Vira...


...“Emang kenapa sama Ibu?” Tanya Alex, tangannya lembut mengelus - elus punggung Vira...


...“Tadi siang Ibu datang Mas, terus marah - marah gara - gara dokter Bram ngelamar Hanum” tutur Vira...


...”Bram? Maksud kamu Bram temen kita?” Tanya Alex...


...“Iya Mas” sahut Vira...


Alex mengembangkan senyumnya, ia senang karena satu persatu temannya telah menemukan tambatan hatinya, selain ikut bahagia ia juga lega karena teman - temannya tak lagi mengharapkan Vira


...“Terus kenapa Ibu marah? Bukannya harusnya seneng ya?” Tanya Alex...


...“Ibu ga setuju, soalnya Ibu ga mau besanan sama orang tua dokter Bram, Mas. Katanya orang tua dokter Bram itu angkuh, Ibu juga belum bisa maafin kesalahan orang tuanya dokter Bram sama aku Mas” tutur Vira...


...“Ibu nyampe berantem sama Mama Mas, situasinya jadi ga enak banget tadi” tambah Vira lirih...


Alex mengurai pelukannya, ia kaget dengan penuturan Vira


...“Ibu berantem sama Mama, Vir?” Tanya Alex sambil menatap wajah Vira yang merengut...


...“Iya, Ibu malah tadi bawa - bawa Mas Vicky, Ibu ga suka kalo Mas Vicky dateng kesini Mas, takut masih punya niat jahat katanya, terus tadi Mama ngerasa dipojokkin sama Ibu gara - gara ngebela dokter Bram, makanya Mama marah” cerocos Vira, wajahnya muram...


...“Ibu juga mau minta tolong sama kita untuk ngomong ke dokter Bram buat mutusin Hanum, Mas” tambah Vira lagi...


Alex menghela nafasnya, situasinya membingungkan, tak mungkin membela salah satu pihak sekarang, jika membela Maryam dan Bram pasti mertuanya itu akan meradang, tapi tak mungkin juga mengiyakan keinginan Wening karena artinya ia akan menyakiti sahabatnya sendiri juga menyinggung perasaan Maryam.


...“Besok aku coba ngomong dulu sama Bram, ya Vir. Udah kamu jangan khawatir sayang, semua akan baik - baik aja” tutur Alex yang kemudian meraih Vira ke dalam pelukannya kembali, membuat rasa gusar Vira sedikit mereda. ...


...****************...


Pagi ini di meja makan suasana terasa berbeda, Vira beberapa kali mencuri pandang pada Maryam yang tak berucap sedikit pun, begitu juga dengan Permaisuri. Lain halnya dengan para Bapak - Bapak yang asyik larut dalam obrolan mereka, Kanjeng Sultan dan Baba memang tak tahu tentang polemik yang tengah melanda Wening dan Maryam.


Selesai dengan santapannya, Maryam lantas bangkit dari duduknya dan lagi - lagi tanpa sepatah kata pun, Vira sampai kehilangan selera makannya, pikirannya kalut, kali pertama ini ia mendapati mertuanya marah, dan ini karena omongan Ibunya sendiri.


Vira memijit - mijit pelipisnya, ia bingung apa yang harus dilakukannya sekarang, Alex yang melihat kepusingan Vira turut prihatin pada istrinya itu.


“Vira duluan ya” ucap Vira, ia lantas bangkit meninggalkan meja makan, Alex sigap menyusulnya


Vira naik ke lantai atas menuju kamar Alevir, tempat yang selalu membuatnya nyaman, bau harum khas bayi menguar begitu kamar itu dibuka, para pengasuh yang tengah memberes - bereskan kamar Alevir mengangguk patuh pada Vira, mereka kemudian undur diri begitu Alex yang mengekori Vira memberikan isyarat pada mereka untuk keluar.


Alex memeluk hangat istrinya dari belakang, kemudian menciumi pucuk kepalanya, sementara Vira menatap Alevir yang tengah terlelap damai di ranjang bayinya


...“Udah jangan terlalu dipikirin, Vir” tutur Alex ...


...“Gimana ga kepikiran Mas, Mama cemberut gitu, baru kali ini aku liat Mama marah, aku ngerti sih Mama marah sama Ibu atas ucapannya, tapi kenapa jadi aku juga yang dicemberutin sama Mama?” Protes Vira ...


...“Mama mungkin lagi kesel aja Vir, kasih Mama waktu buat menenangkan diri dulu ya, nanti aku coba ngomong sama Mama” tutur Alex...

__ADS_1


...“Itu baru Mama Mas, belum Ibu, Ibu sama aja marahnya sama Mama” tuturnya lagi, suaranya jelas menyiratkan kekesalan...


...“Iya.. iya aku ngerti, kamu tenangin diri dulu” ucap Alex...


...“Tenang gimana Mas, dua - duanya sama - sama penting dalam hidup aku, tapi membela salah satunya justru bisa bikin prahara Mas, mending kalo cuma berantem, kalo berpengaruh sama rumah tangga kita gimana? Kalo Ibu minta aku ninggalin kamu atau Mama minta kamu ninggalin aku gimana?” Cerocos Vira dengan tangan yang sibuk mengusap air matanya yang sudah mulai merembes...


Alex mengurai pelukannya, lantas perlahan membalik badan istrinya


...“Astaga Vira, kenapa kamu mikirnya jauh gitu sih?” Tanya Alex ...


...“Mama atau Ibu ga mungkin ngelakuin itu, mereka ga akan mungkin mau misahin kita Vir, apalagi setelah ada Alevir” tutur Alex meyakinkan istrinya...


...“Aku ga tau deh Mas, aku pusing, kamu ga liat gimana wajah Ibu dan Mama saat berantem kemarin Mas, bahkan Ibu Permaisuri aja nyampe ga berani ngomong Mas” ucap Vira lagi, ketakutannya beralasan mengingat baik Wening maupun Maryam pasti tidak akan mau saling mengalah, keduanya keras karena merasa punya alasannya sendiri...


...“Vir, ini kan cuma salah paham biasa, kamu jangan berpikir terlalu jauh Vir” ucap Alex lagi, ia tak ingin Vira larut dalam masalah yang sebenarnya tak ada sangkut pautnya langsung dengan mereka...


...“Aku ga mau situasinya kayak gini Mas, aku ga mau membuat Ibu marah, baru sekarang ini aku bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu, Mas! Tapi aku juga ga mau membuat Mama tersinggung, aku juga ga tega Mas kalo minta dokter Bram unfuk meninggalkan Hanum”...


...“Ya udah, nanti kita ke keraton ya, kita coba bicarakan dengan Ibu, siapa tau Ibu udah ga marah” hibur Alex ...


Vira menggangguk, lantas membenamkan dirinya lagi di pelukan Alex, pelukan yang selalu bisa membuatnya tenang dan damai.


...****************...


Sore harinya, Alex dan Vira sudah berada di keraton. Keduanya terkejut karena ternyata disana sedang ada Bram, tampak memprihatinkan kondisinya saat ini karena Wening tak henti - hentinya mencaci maki Bram, sementara Bram hanya duduk diam dan menunduk, di samping Wening Hanum duduk dengan kepala yang juga tertunduk dan bersimbah air mata


Vira dan Alex saling pandang sebelum kemudian keduanya gegas mendekati tempat terjadinya drama


...“Kamu ga bisa seenaknya datang dan pergi melamar anak saya begitu, sudah sana pulang!” Ketus Wening pada Bram...


...“Bu ada apa ini?” Tanya Vira saat sampai disana, Wening menoleh dan kaget akan kedatangan Vira serta Alex, begitu pun dengan Bram dan Hanum...


...“Bu, kita harus bicara” ucap Vira, ia mulai jengah dengan sikap Wening yang ia anggap sudah kelewat batas...


...“Mas, bisa tolong bawa dokter Bram dari sini?” Tanya Vira pada suaminya yang kemudian mengangguk dan lantas mengajak Bram beranjak dari situ, meninggalkan Vira, Hanum, dan Wening...


Vira mendudukkan dirinya di depan Wening


...“Ada apa? Kamu mau belain Bram, iya?” Tohok Wening...


...“Bu, apa Ibu harus sekeras itu pada dokter Bram? Apa Ibu ga bisa sedikit saja menghargai usahanya untuk melamar Hanum?” Protes Vira, matanya kemudian menoleh pada Hanum yang masih terisak, Vira prihatin melihatnya, entah apa yang membuat Wening begitu keras kepala...


...“Loh Nduk, apa salahnya Ibu memperlakukan Bram selayaknya Ibunya Bram memperlakukanmu dulu? Kalo dulu kamu yang dihina dan dicaci, apa salah kalo kini giliran anaknya yang Ibu hina?” Sengit Wening...


Vira menghela kasar nafasnya, lagi - lagi dendam menyelimuti hati Wening


...“Itu kan sudah berlalu Bu, apa gunanya kita terus - terusan mendendam Bu, dendam itu hanya akan berujung pada dendam” tutur Vira lembut, mencoba meredakan hati Ibunya yang tengah berapi....


...“Terus apa Ibu harus nerima gitu besanan sama orang angkuh begitu? Yang ada Ibu jijik, lebih baik ditolak sekarang daripada nanti mereka Ibu suruh cerai setelah nikah!” seloroh Wening yang tak pelak membuat Hanum tambah terisak...


...”Kenapa Ibu ga tanya dulu gimana perasaan Hanum? Apa Ibu ga kasian sama Hanum?” Tutur Vira lagi...


...“Untuk apa? Hanum mesti nurut sama keputusan orang tuanya, ini demi kebaikannya sendiri kok” tukas Wening, sementara Hanum tak bergeming, sudah berhenti terisak hanya saja wajahnya menunduk ...


...“Hanum, gimana perasaan kamu sama dokter Bram? Apa kamu mau nerima lamaran dokter Bram?” Tanya Vira tanpa mengindahkan omongan Wening, Wening menjadi semakin kesal dibuatnya, Hanum yang dituju mendongak sebentar lantas mengangguk pasti...


...“Tuh kan Bu, Hanum setuju. Apalagi masalahnya? Orang tua dokter Bram sudah tidak mengakui dokter Bram, bahkan sekarang Mama Maryam Bu yang akan jadi wakil orang tuanya, lagian dokter Bram itu orang baik Bu, percaya sama Vir.. “...


“Vira!” Sentak Wening menghentikan omongan Vira

__ADS_1


...“Jadi begini ya kamu, kamu membantah Ibumu sendiri hanya karena Bram? Apa ini hasil didikan mertuamu?” Sengit Wening, matanya tajam menatap Vira...


...“Bukan begitu Bu, Mama Maryam ga pernah ngajarin Vira macem - macem, apa yang Mama Maryam omongin tentang dokter Bram itu kemarin bener, Bu” terang Vira ...


...“Apa perlu aku minta kamu cerai juga dari Alex agar kamu ga dipengaruhi buruk terus untuk melawan Ibumu sendiri?” Lantang Wening...


Deg..


Hati Vira ibarat di godam, benar dugaannya, akan ada kata - kata begini yang meluncur dari Wening apabila dia tetap bersikukuh membela Bram dan Maryam


Vira terdiam, namun air mata lolos sudah dari matanya, Hanum yang melihat itu gegas mendekati Vira dan menggenggam tangannya erat - erat, sementara Wening beranjak dari situ dengan penuh amarah.


...****************...


Sementara di kursi taman Keraton Bram dan Alex pun tengah bicara


...“Maafin ya Lex, lo sama Vira jadi kebawa - bawa susah gara - gara gue” ucap Bram...


...“Ga apa - apa, ini cuma salah paham aja, Ibu dan Mama hanya butuh waktu sebentar untuk sama - sama nenangin diri” tutur Alex tenang...


Bram menundukkan kepalanya, ia lalu tersenyum miris


...“Gue ga nyangka bakal ditolak habis - habisan gini Lex, karma kali ya gara - gara orang tua gue nolak Vira dulu” ucapnya...


...“Bram udah lah, sekarang fokus dengan gimana cara mendapatkan restunya Bu Wening” tutur Alex sambil menepuk bahu temannya itu...


...“Susah Lex, gue udah berkali - kalo datang, ya gue tau mungkin gue terlalu cepat, dalam hitungan bulan gue mutusin untuk ngelamar Hanum, tapi cuma Hanum yang bisa gantiin Vira di hati gue” tutur Bram tanpa sadar...


Alex menggangguk mengerti


...“Lo udah ketemu Romo?” Tanya Alex...


...“Udah, lamaran pertama gue ke Romo, kayaknya sih Romo nerima, tapi begitu liat penolakan Ibu, Romo juga urung ngasih restu” tutur Bram lirih ...


...“Lo yang sabar, gue sama Vira bakal bantuin lo kok, gue janji” tutur Alex lagi...


Bram hanya tersenyum, ia tak terlalu berharap. Ia mengerti betul kenapa Wening menolaknya. Penghinaan terhadap Vira oleh Ibunya dulu memang diluar batas, wajar saja kalau Wening akan merasa canggung jika berbesanan dengan Ibunya nanti.


Bram dan Alex akhirnya berpisah begitu hari beranjak malam, sepanjang perjalanan ke rumahnya Vira tak henti memeluk suaminya.


...“Kenapa sayang?” Tanya Alex yang menyadari Vira memeluknya kian erat...


...“Bener kan dugaanku Mas” ucap Vira...


...“Maksudnya?” Tanya Alex tak mengerti ...


Vira diam sesaat, namun air matanya turun menyusuri pipinya


...“Ibu tadi bilang akan nyuruh kita cerai kalo kita tetap belain dokter Bram, Ibu mikirnya aku dipengaruhin sama Mama Mas” ucap Vira lirih...


Alex terhenyak, ia tak mengira Wening akan sampai tega bicara seperti itu


...“Sebenarnya dulu waktu masalah Sarah, Ibu berkali - kali minta aku cerai dari kamu Mas, makanya aku khawatir gara - gara masalah ini Ibu juga akan ngomong yang sama” ucap Vira sendu...


Alex hening, kalau masalah Sarah dia bisa mengerti kalau sampai Wening minta mereka bercerai, tapi kalau karena Bram Wening juga sampai meminta bercerai, Alex jelas tak terima.


...“Aku bingung Mas, aku takut omongan Ibu benar - benar terjadi, aku ga sanggup Mas kehilangan kamu, tapi aku juga ga mau kalau Ibu sampai kecewa Mas, aku tau Ibu sayang banget sama aku” tutur Vira lagi...


...“Aku pastiin kita ga bakalan cerai Vir, apa pun yang terjadi” ucap Alex lantas mengeratkan dekapannya pada Vira. Masalah ini kian membesar, di satu sisi ia dan Ibunya sudah berjanji pada Bram, tapi disisi lain ada Wening yang keras kepala dan mengancam keutuhan rumah tangganya. Alex memutar otaknya sepanjang perjalanan mereka untuk mencari solusi polemik yang tengah mereka hadapi. ...

__ADS_1


(Note Author: Tak terasa tinggal beberapa episode menuju tamat, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua author nanti ya ❤️❤️❤️)


__ADS_2