Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Hilang (Bagian 2)


__ADS_3

...“Satu, dua…” Bian masih saja menekan dada Vira, berharap agar Vira bisa kembali bernafas, Bian kembali menoleh pada wajah Vira yang telah pucat, kepanikan Bian muncul, khawatir jika ia gagal menolong Vira. Tangan Bian terus menekan - nekan dada Vira...


...“Ya Allah… Bian, itu siapa Nak?” Pekik Ranti Ibunya Bian yang tergopoh datang menyusul anaknya yang tak kunjung pulang ...


...“Ga tau Bu, orang gila mau bunuh diri kayaknya!” Sahut Bian asal, tangannya tak berhenti memompa dada Vira...


...“Hus, kamu itu kalo ngomong jangan sembarangan, dia pasti punya alasan, kira - kira bisa diselamatkan ga nak?” Tanya Ranti lagi, ia khawatir melihat Vira yang tak bereaksi...


...“Tadi udah ga nafas Bu, ini Bian lagi ngasih CPR mudah - mudahan nafas lagi” ucap Bian...


Ibu Bian mengelus dadanya, prihatin pada wanita yang tengah terbujur tak berdaya, wajahnya pucat sudah. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling bibir pantai dibantu lampu senter yang ia bawa, berharap ada petunjuk tentang wanita malang itu, matanya memicing melihat tas dan kantong plastik yang tercecer tak jauh dari tempat mereka sekarang, ia lalu beranjak mendekati barang - barang Vira lalu memungutnya, matanya membelalak melihat susu hamil di dalam kantong kresek plastik


...“Bian, Mbanya lagi hamil” Pekik Ibunya Bian...


Bian yang mendengar itu makin panik, ia menarik nafas untuk mengumpulkan konsentrasinya dan merapalkan banyak do’a


Tak lama Vira terhenyak, seketika bangkit lalu terbatuk ketika air yang tertelan olehnya keluar dari mulut dan hidungnya


Bian terduduk lemas


...“Alhamdulillah” ucap Bian, senyum puas terbit di pipinya yang tirus. Ranti bergegas mendekat ke arah Vira, membuka selendang yang ia pakai dan melilitkannya ke badan Vira...


...“Nak, kamu ga apa - apa?” Tanya Ranti pada Vira, Vira membisu, ia kini memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil kedinginan...


...“Mba itu kalo mau bunuh diri jangan disini, kasian sama nelayan yang suka nyari ikan disini, bukannya dapet ikan malah nemuin mayatnya Mba, bisa ketiban sial Mba!” Sengit Bian pada Vira...


...“Bian! Kamu itu kalo ngomong jangan suka seenaknya gitu!” Hardik Ranti sambil mendelik pada anaknya ...


...“Nak, ayo ikut Ibu ke rumah, nanti mandi air hangat terus istirahat di rumah Ibu, ya?” Tawar Ranti pada Vira dengan senyuman hangat...


Vira menatap wajah Ranti, ia lalu menunduk, Vira ragu untuk ikut, ia tak ingin merepotkan siapa pun


...“Udah ga usah mikir lama - lama, kasian bayi dalam kandungan kamu nak” tutur Ranti, Vira seketika terhenyak mengingat anak dalam kandungannya, matanya berkaca - kaca, sakit hati kembali menderanya...


...“Udah lah Bu, kalo emang dia mau disini biarin aja, yang penting kita udah nolongin, ga usah pake dipaksa - paksa segala” ucap Bian yang lantas bangkit dan beranjak dari sana...

__ADS_1


Ranti menghela kasar nafasnya sambil menggeleng melihat kelakuan anaknya


...“Maafin ucapan anak Ibu ya nak, dia itu trauma, baru 2 tahun yang lalu kakaknya meninggal karena tenggelam” tutur Ranti lirih, Vira menoleh pada Ranti yang sibuk membenarkan selendang yang membelit di badan Vira...


...“Maafin saya Bu” ucap Vira lirih...


...“Ga apa - apa Nak, sudah takdir. Ayo kita ke rumah Ibu nak, disini udah makin dingin, ga baik buat kandungan kamu” tuturnya seraya membantu Vira untuk bangkit...


Vira melangkah dengan gontai, entah kemana lagi perjalanan hidup akan membawanya setelah ia hampir mati tadi. Ia kembali dipertemukan dengan orang baru yang menolongnya, di tempat yang ia bahkan tak tahu dimana.


Tak lama mereka sampai ke depan sebuah rumah yang sederhana, namun cukup bagus dibanding rumah - rumah warga di sekitarnya yang terbuat dari kayu dan diatapi oleh seng. Rumah Bu Ranti sudah terbuat dari tembok, dindingnya berwarna putih bersih, beberapa pot tanaman berjejer di halaman depannya


...“Ayo masuk nak” ucap Ranti pada Vira yang masih mematung, Vira memindai dirinya sendiri yang basah kuyup, kakinya yang telanjang dipenuhi oleh pasir, membuatnya enggan masuk ...


...“Maaf Bu, tapi saya basah dan kotor, nanti rumah Ibu malah jadi kotor” tutur Vira segan...


Bu Ranti menghela nafas, ia lalu mendekati Vira dan membimbing Vira untuk masuk


...“Nanti bisa dibersihkan, yang penting kamu mandi dulu pake air hangat, ganti bajunya, itu barang - barang kamu udah Ibu bawain, setelah itu kamu makan ya” tutur Ranti...


Vira mengangguk pelan


Ranti kemudian bergegas masuk ke dapur, sementara Vira duduk menunggu di ruang tamu dengan badan yang menggigil kedinginan, air matanya yang mengalir terasa hangat di pipinya yang dingin


Beberapa saat kemudian Ranti beranjak menghampiri Vira di ruang tamu, bersamaan dengan datangnya Bian yang juga sama basah dan kotornya dengan Vira


Bian masuk tanpa mengindahkan Vira


...“Bian, kalo mau mandi di kamar mandi belakang aja, Mbanya biar mandi dulu, kasian udah menggigil” ucap Ranti pada anaknya...


Bian melongo


...“Bu, aku juga menggigil loh ini, aku anaknya Ibu kenapa malah orang gila itu yang disuruh mandi duluan?!” Sewot Bian...


Ranti mencubit lengan anaknya, geram dengan kata - kata Bian yang selalu ketus

__ADS_1


...“Mulutnya itu dijaga lo Nak, kalo ngomong suka ga pake saringan ih!” ucap Ranti dengan matanya yang melotot...


...“Iya, iya, aku mandi di kamar mandi belakang deh” ucap Bian yang lalu berlalu dari sana...


Ranti mendekati Vira yang duduk tak bergeming, pandangannya kosong, untunglah sepertinya ia malah tak mendengar apa pun yang Bian ucapkan barusan.


...“Nak, ayo mandi dulu” ucap Ranti lembut, Vira menoleh lantas mengangguk pelan...


Ranti mengamati Vira dari ujung kaki hingga ujung kepala, dari baju yang ia pakai begitu pun perhiasannya terlihat jelas bahwa Vira bukan orang biasa, tapi kepahitan apa yang mambuat wanita cantik sepertinya putus asa? Batin Ranti


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nafas Sarah memburu, badannya gemetaran, keringat mengucur deras di dahinya, baru saja ia berhadapan dengan Francis dan Umar yang menginterogasinya bertubi - tubi dengan penuh amarah, seandainya saja ia tak ingat janji Diah dan Vicky untuk membantunya mendapatkan Alex, barang tentu ia sudah menyebutkan nama Diah dan Vicky sebagai komplotannya untuk menjebak Alex.


Beberapa hari yang lalu, tiba - tiba saja Vicky dan Diah mencarinya hingga ke perusahaan Papanya di Mesir, awalnya Sarah enggan menemui, namun ketika nama Alex disebut oleh Vicky, Sarah langsung tertarik dan kemudian sepakat untuk kerja sama menghancurkan pernikahan Alex dan Vira. Rasa cintanya pada Alex sangat besar hingga ia rela melakukan apa saja termasuk meninggalkan kekasihnya.


Sarah bangkit dari kursi tempat ia duduk, ia lalu berjalan pelan menuju pintu, ia mencoba untuk membuka pintu berharap hari ini orang - orang Alex lupa menguncinya, Sarah berdecih ketika lagi - lagi pintu itu terkunci dari luar.


...“Sial” umpatnya, Sarah lalu memindai ruangan sempit tempat ia ditahan berhari - hari, hanya ada 1 toilet duduk, 3 kursi, dan 1 meja di ruangan itu. Sarah bahkan harus tidur beralaskan lantai dan berbantalkan lengannya, Alex memang kejam kalau soal balas dendam...


Sarah lalu meraba - raba dressnya, lantas merogoh bagian dadanya dan meraih ponsel yang ia selipkan disana, beruntung baik Francis maupun Umar tak menggeledah badannya, hingga ia bisa menyembunyikan ponselnya. Sarah bergegas menghidupkan ponselnya yang telah berhari - hari mati, ratusan missed call dan pesan masuk baik dari keluarga, teman, hingga Vicky. Sarah memilih untuk menelepon Vicky, daya baterai ponselnya yang hampir habis harus ia manfaatkan semaksimal mungkin


Sarah menunggu Vicky menjawab teleponnya


...“Halo Sar, kamu dimana?” Ucap Vicky panik karena Sarah tiba - tiba tidak bisa dihubungi beberapa hari ini...


...“Vick, denger baik - baik, aku ketauan sama anak buahnya Alex, tapi kamu jangan khawatir aku ga akan nyebut nama kamu, yang penting kamu pegang janji kamu untuk bisa menghancurkan pernikahan Alex dan istrinya!” Ucap Sarah setengah berbisik, matanya awas melihat ke pintu takur - takut jika Francis dan Umar kembali masuk...


...“Hah? Kamu ketangkep Sar? Terus kamu dimana sekarang? Ntar aku sama orang - orangku kesana buat nyelamatin kamu” tutur Vicky makin panik, ia tak mau jika Alex apalagi Vira sampai tahu bahwa ialah dalang dibalik penjebakan Alex...


...“Ga perlu, untuk saat ini aku aman, mereka ga punya apa pun buat menekan aku supaya aku angkat bicara, sekarang sebaiknya kamu cari si Vira, dia kabur udah beberapa hari ini, jangan nyampe Alex nemuin dia duluan” tutur Sarah yang kemudian mengakhiri pembicaraanya dengan Vicky. ...


...****************...


Vicky menghela kasar nafasnya setelah ia berbicara dengan Sarah, ia tak menyangka kalau Sarah yang ia pikir bisa ia andalkan ternyata malah tertangkap basah oleh anak buah Alex, ia lupa kalau anak buah Alex tak bisa diremehkan.

__ADS_1


Vicky menyugar frustasi rambutnya ke belakang, ia sangat khawatir jika rencananya akan gagal, lantas bagaimana lagi cara ia mendapatkan Vira kembali. Vicky termenung sesaat hingga matanya terbelalak mengingat omongan Sarah barusan, bahwa Vira sudah melarikan diri berhari - hari, yang artinya rencana mereka berhasil meskipun pada akhirnya Sarah tertangkap basah oleh anak buah Alex.


Senyum terbit di wajah Vicky, harapannya untuk mendapatkan Vira kembali semakin besar, sekarang tugasnya adalah mencari Vira dan berlomba bersama orang - orang Alex yang ia tahu pasti juga sedang berusaha keras untuk menemukan Vira.


__ADS_2