Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Hilang (Bagian 3)


__ADS_3

..."Lex, apa sudah ada kabar dari Vira?" Tanya Maryam pada anaknya yang baru saja pulang dari rumah Kanjeng Sultan dan terduduk lemas di sofa, Maryam baru saja sampai beberapa jam yang lalu dari Dubai bersama suaminya, hatinya cemas luar biasa mendengar kabar tentang Vira yang kabur dari Alex...


..."Belum Ma, belum ada satu pun orangku yang berhasil nemuin Vira" Jawab Alex sambil memijit pangkal hidungnya...


..."Mama ga nyangka Sarah bisa melakukan hal serendah itu Lex" ujar Maryam geram, tangannya mengepal mengingat apa yang dilakukan oleh Sarah...


..."Apa yang akan kamu lakukan sama Sarah Lex?" Tanya Maryam ragu, khawatir anaknya sudah melakukan hal yang diluar batas...


..."Baru proses deportasi dan pencekalan masuk ke Indonesia lagi Ma, tapi Francis dan Umar masih interogasi" jawab Alex lagi...


..."Jangan sakiti fisiknya Lex, bagaimana pun dia seorang perempuan" ucap Maryam...


..."Iya Ma, aku tau, tapi aku harus interogasi lagi, menurut Kanjeng Sultan ada motif lain yang Sarah sembunyikan" tutur Alex lagi...


..."Maksud kamu? Sarah punya tujuan lain selain pengen dapetin kamu?" Tanya Maryam penasaran...


..."Bisa jadi Ma, tapi ga gampang Ma bikin Sarah bicara, Mama tau sendiri kan Papanya punya kekusaan besar di Mesir, mungkin Sarah ngerasa Papanya bisa nolongin dia dari masalah ini makanya dia ga mau buka suara" ucap Alex...


..."Itu karena kamu ga tau gimana caranya Lex" ucap Baba Jaber yang tiba - tiba muncul dari arah kamar...


Alex menoleh ke asal suara, kemudian bangkit dan menghambur memeluk Ayahnya tercinta


..."Serahkan sama Baba" Ucap Baba Jaber sambil mengurai pelukannya pada Alex...


..."Kali ini Sarah sudah diluar batas, dia sudah menyakiti menantu Baba dan berniat menghancurkan keluarga kalian, dia harus menanggung resikonya tanpa ada siapa pun yang bisa menolongnya" ucap Jaber...


Alex dan Maryam saling pandang ketika Babanya meraih ponsel disakunya dan menelepon Ahsan asistennya


..."Assalamua'alaikum Ahsan, tolong hubungi semua media Mesir dan Dubai terutama Indonesia, angkat topik bahwa Sarah binti Adofo, pewaris Adofo grup pernah hamil diluar nikah dan melakukan aborsi 2 tahun yang lalu, jangan lupa sertakan bukti - bukti yang kita miliki, temui para saksi dan minta untuk mau melakukan wawancara eksklusif di stasiun - stasiun TV, jangan berhenti sampai harga saham mereka jatuh merosot karena skandal Sarah" titah Baba pada Ahsan, orang kepercayaannya, Maryam dan Alex sama - sama tercekat mendengar omongan Baba tentang Sarah...


..."Baik Tuan, akan segera saya laksanakan" sahut Ahsan patuh...


..."Dan Ahsan, temukan laki - laki yang menghamili Sarah itu, buat dia melakukan wawancara ekskusif juga" tutur Baba Jaber lagi...


..."Baik Tuan" patuh Ahsan...


Baba Jaber kemudian mengakhiri panggilannya pada Ahsan


..."Baba, apa bener Sarah pernah hamil dan aborsi?' Tanya Maryam penasaran...


Baba mengangguk yakin


..."Semenjak Adofo Ayahnya Sarah meminang Alex, Baba meminta Ahsan untuk menyelidiki tentang Sarah dan kehidupannya, Baba jaga - jaga jika Alex menerima pinangan Sarah, paling tidak kita harus tau bagaimana karakter Sarah, untungnya Alex menolak dan memilih VIra" tutur Baba...


Alex semakin terpuruk mengingat apa yang Vira khawatirkan tentang Sarah benar adanya, bisa - bisanya Alex membuka tali pertemanan dengan wanita serendah itu, kebodohannya kini membuat istrinya raib entah kemana

__ADS_1


Maryam mengamati wajah anaknya yang sarat akan sesal


..."Nak, apa kamu masih muntah - muntah?" tanya Maryam pada Alex...


Alex mengangguk lemah


..."Itu artinya ikatan kamu dan anak kalian kuat, Mama yakin Vira akan merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, sabarlah Lex, dan lakukan yang terbaik untuk membawa Vira pulang kesini lagi. Untuk sementara kamu cuti aja dulu, biarkan semua pekerjaan kamu dan fokus menyelesaikan masalah ini" tutur Maryam...


..."Apa yang harus aku lakukan kalo Vira gak mau pulang lagi Ma?" Tanya Alex, air matanya menggantung di matanya tak tahan ingin menetes...


Maryam tak bisa menjawab pertanyaan Alex, ia hanya mampu memeluk anaknya untuk memberi kekuatan, jauh di lubuk hatinya yang terdalam Maryam pun tak yakin Vira akan kembali, sebagai seorang perempuan ia tahu kehancuran seperti apa yang tengah Vira hadapi sekarang.


...****************...


Vira baru saja keluar kamar ketika ia berpapasan dengan Bian, Bian sudah rapi dengan seragam kepolisiannya, badannya tegap tinggi, wajahnya dingin, rahangnya tegas, usianya mungkin terpaut 3 tahun lebih muda dibanding Vira. Bian melengos saja begitu melihat Vira, Ranti yang melihat itu mendekati Vira dan mengelus (punggungnya


..."Maafin Bian ya Nak, Bian itu sebenarnya anak yang baik, tapi Ibu ngerti kenapa dia bersikap itu pada kamu, dia marah karena kamu mau menenggelamkan diri kamu sendiri, itu mengingatkannya pada almarhumah kakaknya" tutur Ranti lirih, ia sesak mengingat anaknya yang telah tiada...


..."Maafin Vira Bu" ucap Vira sendu...


..."Vira? Jadi nama kamu Vira?" tanya Ranti...


Vira mengangguk sambil menyunggkinkan senyum, Ranti mengamati wajah cantik Vira, sulit ia percaya wanita secantik Vira ingin mengakhiri hidupnya sendiri, bahkan ketika ia tengah mengandung, Ranti kemudian menggandeng Vira menuju kursi tamu, mereka kemudian mendudukkan diri disana


..."Nak Vira mau cerita sama Ibu kenapa Nak Vira mau bunuh diri?" tanya Ranti hati - hati...


..."Nak Vira tau kan bunuh diri itu dosa besar? Apa yang terjadi Nak? Beban apa yang sedang kamu hadapi sekarang?" tanya Ranti lagi...


Vira tak bergeming, ia membisu, hanya air matanya yang keluar mewakili perasaannya


Ratih paham, ia tak ingin memaksa


..."Kalo keluarganya Nak Vira ada dimana? Apa kamu udah ngabarin orang tua kamu kalo kamu disini?" tanya Ranti lagi...


Vira mendongak perlahan dan menatap Ranti


..."Orang tua saya sudah meninggal Bu" tutur Vira, membuat Rani tercekat dan memandang Vira prihatin...


..."Maaf, apa Nak Vira sudah menikah?" tanya Ranti...


Vira mengangguk pelan


..."Nak Vira sudah ngabarin suami kalo Nak Vira ada disini?"...


Vira tertunduk kembali, enggan menjawab

__ADS_1


Ranti menghela kasar nafasnya


..."Ya sudah kalo gitu Ibu aja yang mau cerita" tutur Ranti, Vira mendongak kemudian menatap Ranti menunggu ia bercerita...


..."Kamu udah kenal Bian kan, Bian itu anak bungsunya Ibu, nah dia itu polisi kebetulan sedang ditugaskan di daerah sini, jadi Ibu ikut pindah sama dia, Bian punya 2 kakak kembar, Arjuna sama Dewi" ucap Ranti sambil memindai foto keluarga yang tergantung di dinding ruang tamunya, Vira ikut melihatnya dan menyunggingkan senyum melihat keluarga yang terlihat bahagia...


..."Itu suaminya Ibu, sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan itu Dewi yang di sebelah Arjuna, juga menyusul Bapaknya meninggal 2 tahun yang lalu" ucap Ranti, wajah Ranti yang tadinya berseri kini sendu...


Ranti menarik nafas dan memulas senyumnya lagi


..."Nah Arjuna juga polisi, sekarang dia menjabat sebagai Kapolda, tugasnya ga jauh dari sini, masih bujang dan paling keras kepala kalau soal jodoh, sibuk ngurusin kerjaannya nyampe lupa nikah, padahal Ibu sama Bian udah jodoh - jodohin dia tapi dianya malah ga mau, padahal umurnya sudah hampir 30 tahun lo sekarang" tutur Ranti lagi, ia menceritakan anaknya dengan penuh kebanggaan...


..."si Bian itu suka patroli sekitar pantai sini kalo malem - malem, soalnya suka banyak yang nyebrang pake perahu jadi imigran gelap ke Malaysia, makanya kemarin bisa nemuin kamu" tutur Ranti lagi...


..."ke Malaysia Bu?" tanya Vira penasaran...


..."Iya pada ke Malaysia, tanpa passport cuma bayar berapa juta gitu sama orang yang nyebrangin" jelas Ratih...


Vira mengangguk - angguk


..."Nak Vira ada masalah apa sebenarnya sampai Nak Vira memutuskan buat bunuh diri padahal Nak Vira sedang mengandung, apa Nak Vira ga kasian sama anak yang dikandung Nak Vira?" tanya Ranti, ia berharap setelah ia bercerita panjang lebar pada Vira akan membuat Vira terbuka padanya....


..."Saya ga tau Bu, saya capek, saya bingung mau kemana, saya bingung harus percaya sama siapa, saya cuma ingin pergi jauh, saya ga mau kembali pada kehidupan saya yang telah hancur" ucap Vira, ia kemudian menangis sesenggukan, Ranti menghambur dan memeluk Vira, membiarkan wanita malang itu menangis dalam pelukannya...


...Ranti menepuk - nepuk punggung Vira, mencoba untuk menguatkannya...


..."Nak Vira harus ingat, ada bayi dalam kandungan Nak Vira, Nak Vira ga boleh putus asa, anak itu ga tau apa pun, sebesar apa pun masalah Nak Vira, ingat bahwa ada anak kecil di perut Nak Vira yang berhak hidup dan bahagia" tutur Ranti pada Vira, Vira mengurai pelukan Bu Ranti dan mengusap air matanya...


..."Terima kasih Bu, dan maaf karena saya sudah merepotkan Ibu dan juga Bian, saya mau pamit Bu, saya ga ingin merepotkan lebih lama" ucap Vira...


...Ranti terhenyak...


..."Kamu mau pulang ke rumah orang tua kamu atau suami kamu Nak?" tanya Ranti khawatir...


..."Saya mau ke tempat lain Bu" ucap Vira...


..."Mau kemana Nak?" tanya Ranti semakin cemas...


..."Saya belum tau Bu, untuk sementara saya mau nyari rumah kontrakan dulu, setelah itu saya akan pikirkan nanti" ucap Vira sambil menyunggingkan senyum...


..."Loh, kenapa ga tinggal disini aja Nak? Itu kan ada kamar kosong, boleh kamu tempatin" tutur Ratih...


..."Jangan Bu, tolong saya ga mau merepotkan, kalo Ibu ga keberatan mungkin Ibu bisa ngasih tau saya rumah kontrakan yang kosong di sekitar sini" ucap Vira segan...


Ratih mengerti, ia pun tak akan memaksa Vira

__ADS_1


..."Ada rumah kosong yang di kontrakan di sekitar sini, tepat di bibir pantai, punya Pak Ajum, nanti Ibu antar kesana" ucap Ranti, Vira tersenyum senang, paling tidak untuk sementara waktu ia punya tempat bernaung....


__ADS_2