
...Suara dentuman musik yang memekakan telinga tidak membuat Vicky menghentikan aktivitas minum - minumnya di sebuah club elite khusus untuk kalangan berduit...
...Ya, belakangan Vicky tiap hari bertandang ke tempat ini, menurutnya ini adalah tempat untuk melarikan diri dari bayangan Vira yang senantiasa menghantuinya...
Utari memang ada di rumah untuknya, Utari juga mampu memberikannya kepuasan, bahkan Utari juga tengah mengandung anaknya, tapi entah kenapa wajah Vira tak bisa ia lupakan sedikit pun
Ponsel Vicky kambali bergetar entah sudah yang ke berapa puluh kali, Vicky dengan malas merogoh saku jasnya dan meraih ponselnya
Tampak berpuluh - puluh panggilan tak terjawab dari Utari dan Gendis, dan ada 1 panggilan tak terjawab dari Maminya
Vicky segera menghubungi Maminya, ia tidak ingin membuat Maminya marah besar karena ia tahu pasti Utari dan Gendis sudah mengadukannya, Vicky berjalan gontai keluar club karena suara di dalam club bisa membuat Maminya berang
...“Halo Mi” sapa Vicky pada Maminya di ponsel...
...“Vick, kamu dimana? Kamu minum lagi? Aduh Vick kamu jangan gini dong, Mami malu sama Tante Gendis dan Utari, Utari sampai nangis - nangis nelepon Mami katanya tiap hari kamu pulang sambil mabuk!” Cerocos Diah ...
...“Iya Mi, bentar lagi aku pulang” jawabnya singkat tak ingin adu argumen dengan Ibunya tercinta itu...
...“Mami juga dapet laporan dari Rossa kalo kamu sudah jarang ke kantor, bahkan beberapa kali kamu batalin meeting sama klien penting, apa bener Vick?” Todong Diah...
...“Vick, kamu kenapa sih? Apa ini gara - gara Vira? Sudah lah Vick lupain Vira kalian udah bercerai, sekarang sudah ada Utari, dia udah bisa ngasih kamu keturunan yang tidak bisa Vira lakukan, Utari juga berdarah ningrat sama seperti kita!” tandas Diah lagi ...
...“Maaf Mi, aku ga bisa.. aku tetep pengen bawa Vira pulang lagi ke rumah, aku ga akan berhenti sampai nemuin Vira lagi” ucap Vicky lirih...
...“Hheuuuuhhh.. Ya sudah terserah kamu aja, kalau Vira memang bisa kamu bawa pulang lagi jadikan dia istri kamu yang kedua, beberapa paman Mami juga istrinya lebih dari satu, nanti Mami bicarakan sama Tante Gendis, tapi Mami minta kamu untuk memprioritaskan Utari karena dia yang ngasih kamu keturunan dan dia dari keluarga terhormat, dan kamu harus inget pengorbanan Utari buat Mami dan kamu” cerocos Diah kemudian...
...“Iya Mi, aku ngerti.. yang penting Vira harus kembali lagi sama aku” tegas Vicky...
...“Emangnya orang kamu belum nemuin Vira juga? Apa perlu orang Mami ikut nyari?” Tanya Diah...
...“Ga perlu Mi, orang - orangku yang mencari Vira sudah sangat banyak.. tinggal menunggu hasilnya” ...
__ADS_1
...“Tapi ini udah berbulan - bulan loh Vic, eh kenapa kamu ga tanyain ke panti lagi, Mami yakin mereka pasti tau dimana Vira sekarang, kamu inget kan gimana pedulinya Vira sama anak - anak di panti, jadi rasanya ga mungkin kalo Vira ninggalin mereka begitu”...
Vicky terdiam sesaat sebelum senyum terbit di wajahnya yang tampan
Apa yang Diah sampaikan barusan ada benarnya, Vira memang tak mungkin meninggalkan anak- anak panti begitu saja, ia terlalu menyayangi anak - anak itu, dulu saja salah satu syarat yang Vira ajukan agar Vicky bisa menikahinya adalah Vicky harus bisa menjamin kesejahteraan anak - anak panti
...“Ya udah Mi, besok pagi aku segera ke panti” ...
...“Kok pagi sih? Sepulang kamu dari kantor Vick! Inget kamu udah beberapa hari absen ga ke kantor, Mami ga mau ya performa perusahaan menurun gara - gara kamu lalai ngurusnya, inget Vick kamu baru bebeberapa bulan yang lalu tanda tangan surat perjanjian sama investor Dubai, Mami ga mau mereka sampai kecewa Vick!” Tandas Diah...
...“Iya.. iya Mi, besok pagi aku ngantor” jawab Vicky enggan, entah kenapa semenjak Vira pergi ia kehilangan semangat untuk bekerja...
...“Nah gitu dong, sekarang kamu pulang.. temui Utari dan minta maaf sama dia, kasian dia Vick.. dia gadis yang baik” Titah Vira...
...“Baik Ma, aku pulang sekarang” jawab Vicky dan lalu mengakhiri pembicaraan dengan Ibunya, Vicky kemudian meninggalkan club itu untuk pulang ke rumahnya ...
...****************...
Utari tengah berbicara dengan Dion menggunakan ponselnya, Utari terlihat berbunga - bunga, beberapa kali wajahnya merona dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya
...“Aku kangen Dion, kamu kapan pulang ke Indonesia?” Tanya Utari pada Dion yang tak lain adalah kekasihnya bahkan sebelum ia menjadi istri Vicky...
...“Secepatnya baby, tapi kamu tambahin uang jajan aku buat disini dong beb, aku pengen beli jam tangan baru nih!” rayu Dion...
...“Ya udah kamu butuh berapa, aku transfer sekarang” ujar Utari ...
...“2 M aja beb, ga banyak… aku liat jam tangan bagus banget tadi” jawab Dion girang...
...“Iya iya ntar aku transfer, tapi kamu cepetan pulang ya.. aku sama anak kita kangen sama kamu sayang!” Ucap Utari manja...
...“Iya beb, makasih ya sayang.. aku pasti segera pulang” ...
__ADS_1
...“Nah gitu dong, ak…” Utari segera menutup sambungan teleponnya dengan Dion mendengar suara kenop pintu yang diputar dari luar...
Utari kemudian mengubah posisinya menjadi duduk, lalu mengambil obat tetes mata di laca nakasnya dan gegas menetaskannya di matanya, mata Utari seketika basah seolah - olah ia baru saja menangis
Pintu kamar terbuka, Vicky masuk ke dalam kamar yang ia tempati bersama Utari..
Vicky melihat Utari yang sedang duduk di tepi ranjang sambil terisak, tangannya mengelus perutnya yang membuncit, seketika rasa bersalah menyusup ke dalam relung hati Vicky
...“Utari, kamu kenapa sayang? Kamu kok nangis?” Tanya Vicky panik sambil mendudukkan dirinya di samping Utari...
...“Kamu yang bikin aku nangis Mas, apa salahku sama kamu? Apa kurang pengorbanan aku Mas nyampe kamu ga peduli sama aku dan anak kita? drama Utari...
...“Maafin aku sayang, maaf.. aku ga bermaksud gitu. Belakangan aku lagi pusing sama masalah kerjaan aja” jawab Vicky sambil merengkuh Utari lembut...
...“Bohong! Kamu bukan pusing masalah kerjaan, kamu pusing karena Vira nyampe sekarang ga ketemu kan?!” Todong Utari sambil melepas rangkulan Vicky dengan kasar...
...“Apa kurangnya aku Mas? Aku udah memberikan semuanya buat kamu!” Ujar Utari dan kemudian kembali terisak...
Vicky menarik Utari ke dalam pelukannya
...“Iya sayang, aku minta maaf.. aku janji mulai sekarang aku akan lebih perhatian sama kamu, udah ya jangan nangis lagi, aku ga mau kamu stress.. kasian anak kita” ...
...“Ya udah gini deh, kamu lagi pengen apa? Mobil baru? Rumah? Perhiasan? Tas? Atau apa.. kamu tinggal sebut aja, Mas pasti kasih buat kamu” bujuk Vicky...
Utari tersenyum licik dalam pelukan Vicky karena merasa berhasil mengelabuhi Vicky
...“Aku pengen berlian Mas, satu set.. edisi terbaru!” Ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya...
...“Iya, besok kita beli ya.. tapi kamu ga boleh nangis lagi!” Ujar Vicky sambil mengurai pelukannya dan menyeka air mata Utari...
Vicky kemudian mengecup bibir Utari, Utari lantas membalas kecupan Vicky dengan pagutan liar pada bibir suaminya itu, tangan Utari kemudian bergerilya membuka satu per satu kancing kemeja Vicky, malam itu Utari benar - benar membuat Vicky tak berdaya, meskipun pikiran Vicky tak sedikit pun lepas dari wajah Vira yang begitu ia rindukan.
__ADS_1