
...“Astaga Alex, bukan gitu cara gantiin popoknya, ini kebalik” sewot Maryam pada Alex, anaknya ini memang sedang belajar mengganti popok Alevir, ia merasa kasihan pada Vira yang tiap malam terjaga untuk mengganti popok atau menyusui Alevir....
Alex dengan telaten mengikuti arahan Mamanya, meskipun latihannya dilakukan pada boneka bayi tapi tetap saya Maryam tak segan memukul tangan Alex jika ia salah atau tak sesuai instruksinya. Alex begitu bersemangat mengikuti training untuk menjadi Ayah siaga buat Alevir, baik Maryam, Wening, atau Permaisuri menyempatkan diri untuk melatih Alex tiap hari sepulang kantor seperti sore ini, ia bahkan masih mengenakan kemeja kerjanya, lengan kemejanya ia gulung agar tak menghalangi gerakannya
Alex sampai berpeluh, buatnya ini lebih sulit dibanding nego proyek atau mengurus perusahaan raksasanya, bukan karena mengganti popok itu sulit tapi rasa khawatirnya yang terlalu berlebihan takut - takut jika ia salah ketika mengganti popok atau mengganti baju Alevir membuat Alevir tak nyaman, badan Alevir yang masih mungil itu juga membuatnya extra hati - hati ketika menggendong Alevir.
...“Apa ga sebaiknya Vira ditemani abdi dalem atau perawat khusus bayi saja Nak Alex? Biar kalian ga terlalu repot” tutur Wening yang setia mengamati menantunya...
...“Untuk sementara Vira dan saya maunya ngurus sendiri aja Bu, kami sedang menikmati masa - masa menjadi orang tua baru” tutur Alex sumringah...
...“Aduh gimana mau ngurusin Alevir kalo cara gendongnya aja salah, Lex!!” Sewot Maryam lagi sambil menepuk tangan Alex dan meraih boneka yang diemban Alex...
...“Gini loh caranya” ucap Maryam sambil mengemban boneka di pangkuannya, Permaisuri dan Wening hanya cekikikan melihat Alex yang kaku ...
...“Kamu belajar sama Salim aja Lex, dia kemarin telaten banget loh ngurusin Alevir” tutur Maryam, Salim memang sering mampir untuk menemui keponakan tersayangnya itu, pada saat bersama Alevir ia juga yang akan sibuk sendiri mengurus Alevir tanpa mau diganggu...
...“Ya kan dia dokter Ma, aku pengusaha, aku belum terbiasa ngurus bayi kayak gini” protes Alex sambil mengelap peluhnya...
Maryam hanya mendengus mendengar alasan anaknya
...”Tapi Mama seneng loh Lex, kalian berempat bisa deket lagi kayak sekarang” tutur Maryam lagi...
...“Berkat Alevir Ma, Alevir yang jadi bahan obrolan kami pada saat lagi kumpul” ucap Alex, senyuman bangga terukir di wajah tampannya...
Tak berapa lama Vira datang dengan mengemban Alevir, bau minyak telon bercampur minyak wangi khas bayi menguar di kamar bayi tempat Alex latihan
...“Loh Mas udah pulang? Kok ga ngabarin dulu kalo mau pulang cepet?” Tanya Vira...
...“Aih cucu gantengnya Eyang” ucap Wening sambil bergegas mengambil Alevir dari pangkuan Vira, ia lalu mengembannya, disusul Permaisuri yang kini menciumi cucunya itu mereka lalu membawa Alevir keluar dari ruang pertarungan Alex...
...“Tadi udah ke kamar sayang, tapi kamu sama Alevir lagi tidur, aku ga tega banguninnya” tutur Alex sambil mencium kening Vira, Vira sigap mencium punggung tangan Alex...
...“Ini lagi ngapain?” Tanya Vira bingung melihat Alex yang tengah mengemban boneka...
...“Lagi latihan ngurusin Alevir, biar bisa jadi Ayah siaga katanya” goda Maryam ...
Vira tersenyum hangat
__ADS_1
...“Kamu ga usah ikutan repot ngurusin Alevir Mas, kan kamu seharian udah capek kerja, biar aku aja yang ngurusin Alevir” tutur Vira...
Alex menatap lembut istrinya
...“Alevir bukan cuma tugas kamu doang Vir, dia tanggung jawab aku juga termasuk buat ganti popoknya, lagian aku ga mau kalah sama Salim, aku pasti bisa Vir.. kamu tenang aja!” Tandas Alex yang lalu kembai fokus pada popok...
Pucuk dicinta ulam tiba, baru saja disebut namanya Salim muncul diikuti Bram, keduanya celingukan mencari sosok yang mereka rindukan padahal baru kemarin sore mereka menemui Alevir.
...“Nah, kebetulan banget kamu dateng.. tolong ajarin Alex ngurusin Alevir ya, Tante udah pusing ngajarin dia dari tadi” tutur Maryam pada Salim...
Salim dan Bram terkekeh melihat Alex yang tengah tegang memakaikan popok pada boneka bayi
...“Kok gue kayak ngerasa lagi di ruang operasi sih?” Cerocos Bram melihat Alex yang kini peluh di pelipisnya tengah diusap - usap oleh Vira, sementara Alex berdiri tegang di depan meja ganti dengan mata fokus pada popok bayi ...
...“Lo belum bisa gantiin popoknya Alevir Lex?” Goda Salim pada Alex yang mendelik tajam padanya...
...“Ini lagi di training, tapi ya itu.. kaku banget! Belum apa - apa udah gemetaran tangannya, tolong ajarin ya Lim, kamu kan telaten banget ngurus Alevir” Tambah Maryam, hidung Salim kembang kempis di puji Maryam. Alex boleh menang soal apa pun dari dirinya, tapi untuk ngurusin Alevir jelas Alex kalah. ...
Salim mendekati Alex dengan dada membusung, kapan lagi ia bisa mengalahkan seorang Alex.
...“Sombong amat lo idung gede!” Sewot Bram...
Dan jadilah Salim sebagai mentor mengurus Alevir buat Bram dan Alex, keduanya kosentrasi penuh mengikuti setiap instruksi dari Salim.
Maryam dan Vira beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga.
...“Mama seneng mereka bisa deket kayak dulu lagi Vir” tutur Maryam di pada Vira sambil menyesap tehnya di ruang tengah...
...“Iya syukurlah Ma, mereka bisa kompak kayak dulu” sahut Vira, senyum mengembang di wajahnya...
...“Mama dan Baba rencananya mau jadi wakil keluarganya Bram kalo Bram mau nikah, Vir” tambah Maryam...
...“Loh kenapa Ma? Bukannya masih ada orang tuanya dokter Bram?” Tanya Vira...
Maryam menghela nafasnya
...“Bram udah diusir sama keluarganya semenjak kejadian di keraton tempo hari Vir, Bram juga dipastikan ga bakalan dapet warisannya, sekarang dia praktek di rumah sakit swasta punya temennya” ucap Maryam...
__ADS_1
Vira terhenyak
...“Kasian dokter Bram, kok Tante Ajeng bisa setega itu ya Ma, padahal dokter Bram itu baik dan apa yang diomongin sama dokter Bram tempo hari itu bener kok, orang tua dokter Bram dan dokter Salim harus belajar menghargai orang lain bukan karena statusnya aja” tandas Vira...
...“Ga semua orang berpikir seperti kita Vir, bahkan kebanyakan masih berpikiran sempit begitu, ningrat harus nikah sama ningrat, yang kaya harus nikah sama yang kaya, begitu pas kebetulan yang kaya nikahin yang miskin, yang miskin disia - siakan, kadang cuma dijadiin pembantu” tutur Maryam ...
Vira hanya bisa mengangguk - angguk, memang tidak semua orang bisa seberuntung dirinya yang diperistri Alex dan dijadikan menantu oleh Maryam tanpa melihat statusnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di kediaman Vicky
...“Kamu mau kemana Nak?” Tanya Diah pada anaknya yang tengah mematut dirinya di cermin, Vicky sudah terlihat seperti dulu lagi, wajah tampannya berseri, ia juga kembali rapi mengenakan jas dan dasi ...
...“Mau ke rumah Alex Mi, mau laporan soal kerjaan sekalian ketemu Alevir” tutur Vicky sumringah, sama seperti kedua sahabatnya yang lain ia pun sudah terpikat pada bayi mungil itu...
...“Vick, apa perasaan kamu baik - baik aja melihat anak Alex sama Vira?” Tanya Diah sambil mengelus punggung kokoh anaknya...
Vicky hening sesaat
...“Aku ga apa - apa Ma, aku ikut seneng karena Alex dan Vira udah punya keturunan, aku juga sayang sama Alevir” tutur Vicky sambil fokus mengikat dasinya...
...“Jangan paksakan hati kamu Vick, kalo kamu ga sanggup melihat mereka, jangan temuin mereka. Kalo perlu kamu resign dari kantor Alex, Mami ga apa - apa kok kita mulai hidup dari nol asal hati kamu tenang” ucap Diah lagi...
Vicky melayangkan pandangannya pada Diah
...“Mi, apa pun yang aku rasain sekarang aku anggap itu sebagai penebusan dosaku, dan aku ga mau Mi resign dari perusahaannya Alex, aku udah berjanji sama diri aku sendiri untuk membalas kebaikan Alex dan Vira dengan membantu Alex semampuku Mi” tutur Vicky...
...“Lantas apa kamu ga ada keinginan untuk berumah tangga lagi Vicky? Punya istri lagi, punya anak” tanya Diah...
Vicky menggeleng
...“Aku ga akan bisa mengganti Vira dengan siapa pun Mi, jadi aku ga akan berumah tangga lagi, sekarang aku cuma pengen ngurus Mami dan bahagiain Mami” ucap Vicky yang lantas mencium kening Maminya dan meninggalkan Diah yang lagi - lagi berlinang air mata, pikirannya melayang. Seandainya ia telah tiada, lantas siapa yang akan mendampingi anaknya nanti? Batin Diah lirih. ...
...****************...
(Note Author: Tak terasa tinggal beberapa episode menuju tamat, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua author nanti ya ❤️❤️❤️)
__ADS_1