
...“Selamat pagi Mamanya Alevir” ucap Alex lembut pada Vira yang baru membuka matanya, Alex yang masih berbaring miring di samping Vira itu memang dari tadi telah menanti istrinya untuk bangun, niatnya ingin melanjutkan pergulatan panas mereka seperti tadi malam yang juga berlanjut setelah sholat shubuh tadi. ...
Alex dan Vira memang tengah menikmati gelora yang makin membuncah di antara keduanya, Alevir yang tengah tidur bersama Mama Maryam dan Baba membuat mereka bebas menuntaskan hasrat yang menggelitik mereka belakangan ini
...“Masih mau lanjut?” Tanya Vira, jarinya nakal menelusuri dada bidang Alex yang tak terbalut apa pun...
...“Lanjut sampai Alevir punya adek” seru Alex sambil beringsut dan mengukung tubuh polos istrinya. Tidak butuh waktu lama untuk keduanya membangkitkan gairah mereka, memang pada dasarnya mereka saling mendamba. ...
Vira menyambut setiap sesapan Alex di bibirnya, ia bahkan menarik tengkuk Alex untuk makin memperdalam ciuman mereka
...“Udah berkali - kali dari tadi malem loh Mas” ucap Vira serak dengan mata terpejam saat Alex tengah bermain dengan dadanya...
...“Kalo Alevir anteng, seharian pun aku sanggup Vir” ucapnya sesaat sebelum ia memainkan lidahnya di dada Vira, lidah Alex terasa panas di tubuh polos Vira yang diterpa udara dingin dari AC...
...“Mas” cuma kata itu yang mampu Vira loloskan dari bibirnya saat lidah Alex kini makin turun dan mencapai intinya...
...“Mas, jangan main - main terus” protes Vira yang sudah tak sanggup menahan geloranya. Alex paling senang memang kalau membuat istrinya itu penasaran. Namun kali ini Alex pun sudah tak tahan mendengar rengekan manja istrinya. Alex memposisikan dirinya untuk memasuki, dan menyatukan jarinya dengan jari Vira saat mereka berhasil menyatu, keduanya melenguh, merasakan dahsyatnya rasa yang tengah mereka nikmati...
...“Vir, rasanya masih sama, nyekik banget” ucap Alex serak, pelipisnya berpeluh. Vira tak bergeming hanya mampu membuka dan menutup mulutnya saat Alex semangat menghentak - hentak...
Tangan Alex tak diam, tangan kokohnya itu bergerilya di dada Vira, meremas dan memilin, menciptakan sensasi yang membuat Vira makin terbuai
...“Hah!” ucap Vira saat suaminya makin cepat menghentak, tubuh panas keduanya kini telah berpeluh, mereka berlomba saling menghadiahkan pelepasan...
Cukup lama Alex mereguk nikmat yang disuguhkan Vira, hingga akhirnya ia memekik memanggil nama wanita yang paling ia cintai
...“Vira!” Pekiknya seiring dengan pelepasannya, melengkapi pelepasan Vira yang sudah berulang kali, keduanya kemudian saling memagut kembali sebagai penutup sebelum keduanya beringsut dari tempat tidur untuk membersihkan diri...
Kalau Vira segera mandi dan bersiap untuk menjemput Alevir dari kamar Mama Maryam, lain lagi dengan Alex yang kini tengah berenang di kolam renang depan kamarnya. Vira mengintip sebentar badan atletis suaminya yang sedang melaju di air kolam renang. Inginnya sih ikut berenang dan bermanjaan dengan suaminya di kolam renang, tapi ia pun ingin segera menjemput Alevir, meskipun sudah ada pengasuh dan pelayan yang mengurus Alevir tapi tetap saja Vira tak bisa jauh lama - lama dari anaknya itu.
Vira kemudian beranjak dari kamarnya setelah menyediakan semua keperluan Alex, baru saja ia keluar dari kamarnya dan turun menuju kamar Mama Maryam di lantai pertama ketika ponsel yang ia genggam berbunyi, nama Wening muncul di layar ponselnya
...“Assalamu’alaikum Bu” sapa Vira...
...“Wa’alaikum Salam Nduk, Vir apa kamu sibuk hari ini?” Tanya Wening...
...“Enggak Bu, Vira di rumah aja hari ini soalnya lagi ada mertua Vira disini, Romo Sultan dan Ibu Permaisuri juga lagi nginep disini Bu. Romo sama Ibu masih diluar kota atau udah pulang?” Tanya Vira...
...“Ibu udah di keraton Vir, ada yang mau Ibu bicarain sama kamu” tutur Wening...
...“Oh boleh Bu, Vira ke keraton aja ya nanti sama Mas Alex” sahur Vira...
...“Ga usah Vir, nanti Ibu aja yang mampir ke rumah, sekalian Ibu mau ketemu Alevir” ucap Wening yang lalu memutus pembicaraan antara mereka...
Vira termenung sebentar, pikirannya menerka - nerka tentang apa yang ingin Wening bicarakan, tak biasanya Ibunya itu menghubunginya hanya untuk membicarakan sesuatu, biasanya Romo lah yang akan menghubungi Vira terlebih dulu jika ada masalah apa pun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang menjelang ketika Wening sampai di kediaman Alex dan Vira, ia memindai rumah yang terlihat sepi bahkan hanya pelayan yang membuka pintu untuknya tadi. Baru saja Wening mendudukkan dirinya ketika Vira menghambur menghampirinya dengan wajah sumringah, Vira lalu meraih tangan Wening lantas mencium punggung tangannya
...“Ibu udah lama?” Tanya Vira ...
...“Baru aja Vir, ini pada kemana kok sepi banget?” Tanya Wening sambil celingukan memindai rumah mewah Vira...
...“Romo Sultan sama Baba lagi main golf Bu, kalo Mama Maryam sama Ibu Permaisuri lagi hadirin acara deket sini, Bu” jawab Vira...
Wening mengangguk - angguk
...“Alevir mana Vir? Ibu kangen banget” ucap Wening...
__ADS_1
...“Alevir lagi sama Mas Vicky dan Mas Alex di ruang rapat, Bu.. ada Francis sama Umar juga” jawab Vira...
Wajah Wening yang tadinya sumringah berubah meredup mendengar nama Vicky
...“Vicky sering kesini Vir?” Tanya Wening, wajahnya nampak tak senang...
...“Sering sih Bu, tapi ga sesering Bram sama Salim, emang kenapa Bu?” sahut Vira...
...“Apa kamu ga salah Vir, gimana pun kan Vicky itu mantan suami kamu, apa Alex ga tersinggung atau terganggu kalo Vicky sering datang kesini?” Cecar Wening tiba - tiba ...
Vira tersenyum saja, ia setenang mungkin menanggapi cecaran Wening, ia tahu Wening hanya khawatir pada rumah tangganya dan Alex
...“Mas Alex ga keberatan kok Bu, justru Mas Alex yang suka ngundang Vicky kesini, mereka berdua kan sahabatan dari kecil Bu” tutur Vira lembut, Wening malah mulai berapi - api dibuatnya, wajahnya menyiratkan ketidak sukaan ...
...“Apa kalian lupa kalo Vicky itu nyoba misahin kalian dengan ngejebak Alex?” Sewot Wening, dadanya kembang kempis...
Vira setenang mungkin menghadapi Wening
...“Itu kan udah masa lalu Bu, baik Vira maupun Alex pengen ngubur masa lalu, lagian dengan kejadian yang menimpa kami membuat rumah tangga kami makin kuat kok, Bu” ucap Vira lagi...
...“Apa ada jaminan dia ga akan berusaha misahin kalian lagi Vira? Lagian kenapa sih kamu harus gampang aja ngasih Alevir buat main sama Vicky, kalo dia niat macem - macem juga sama Alevir gimana? Duh Vira, Alevir itu calon Sultan, pewaris keluarga Al - Maktoem, jangan sembarangan gitu lah ngizinin siapa aja buat gendong dan main sama Alevir” cerocos Wening lagi, Vira hanya bisa tersenyum miring, entah kenapa Wening hari ini, ia tampak uring - uringan...
...“Loh ada Mba Wening toh” ucap Maryam yang baru saja sampai, di belakangnya mengekor Permaisuri...
Wening menghela nafasnya, menetralkan rasa kesalnya, lantas bangkit dan mencium pipi kiri dan kanan Maryam serta Permaisuri, namun Maryam dan Permaisuri jadi saling pandang, bingung dengan raut wajah wening yang tak seperti biasa
...“Eh iya, katanya tadi ada yang Ibu mau omongin sama Vira, soal apa Bu” Tanya Vira, ia mencoba mengalihkan topik demi membuat suasana nyaman kembali...
Wening berdehem, Maryam dan Permaisuri ikut mendudukkan dirinya, menanti kata - kata yang akan keluar dari mulut Wening
...“Ini soal Hanum, Vir” ucap Wening, kesalnya sedikit mereda. Hanum adalah anak sulung Wening dan Romo...
Wening berdehem
...“Iya Hanum baik - baik aja, tadi malam bahkan ada yang ngelamar Hanum Vir” tutur Wening...
...“Alhamdulillah” tutur Vira, yang diamini Maryam dan Permaisuri ...
...“Wah, siapa toh Dik Ayu yang ngelamar Hanum?” Tanya Permaisuri dengan wajah sumringah mendengar keponakannya ada yang melamar...
Wening menghela nafasnya, sekali lagi raut mukanya tampak tak senang
...“Bram” sahut Wening singkat, Vira mengerutkan keningnya...
...“Bram siapa Bu maksudnya?” Tanya Vira ...
...“Bram temennya Alex, Vir” tandas Wening, tangannya lantas memijit - mijit pelipisnya, sementara Vira melongo, sedang Maryam dan Permaisuri tersenyum senang...
...“Dokter Bram Bu?” Tanya Vira lagi, ia mencoba meyakinkan dirinya, khawatir pendengarannya yang salah...
Wening hanya mengangguk, sementara Vira sontak tersenyum bahagia
...“Terus Hanumnya mau Bu? Apa mereka udah pacaran sebelumnya?” Tanya Vira antusias...
...“Hanumnya mau Vir, ternyata mereka udah pacaran berbulan - bulan” tutur Wening, tangannya masih saja memijit pelipisnya...
...“Hanum beruntung Mba, Bram itu anak baik, saya sudah kenal sama Bram dari Bram masih kecil Mba” tutur Maryam...
Wening melayangkan pandangannya pada Maryam
__ADS_1
...“Apanya yang beruntung Mba, apa Mba Maryam lupa orang tuanya itu siapa? Dia yang menghina Vira dulu Mba, dia yang merendahkan Vira, apa mungkin saya mau besanan dengan orang seperti itu Mba?” Sewot Wening ...
Maryam menghela nafasnya, ia mengerti kegelisahan besannya itu
...“Mba, Bram itu udah ga sama orang tuanya lagi, dia udah diusir, malah hak warisannya saja sudah dicabut Mba, jadi Mba ga usah khawatir, nanti saya dan suami yang akan mewakili keluarga Bram untuk melamar Hanum secara resmi” tutur Maryam lagi, Vira mengamini...
...“Dik Ayu jangan khawatir, saya juga ngeliat kayaknya Bram anak baik, dia juga pekerja keras” tambah Permaisuri...
Bukannya mereda, Wening malah tambah meradang
...“Tapi gimana pun dia tetap anak dari orang yang udah nyakitin Vira anak saya, memang saya bukan yang melahirkan Vira, tapi kasih sayang sama pada Vira sama seperti Ibu pada anaknya, kalo Vira sudah memaafkan, tapi tidak dengan saya, saya ga mau besanan dengan orang angkuh seperti itu!” Tandas Wening, wajahnya memerah...
Vira terdiam, sementara Maryam dan Permaisuri saling pandang kembali
...“Dik Ayu, coba pertimbangkan lagi, tadi kan Mba Maryam udah bilang kalo Mba Maryam dan suami yang akan mewakili orang tua Bram, lagian kasian Mba kalo anaknya udah sama - sama mencintai” tutur Permaisuri ...
...“Entah terbuat dari apa hati kalian sampai dengan gampang memaafkan orang yang sudah berbuat jahat pada Vira, tapi saya pribadi tidak bisa segampang itu memaafkan mereka, hati saya masih sakit. Jangankan buat Hanum, kalo dulu misalnya Mba Maryam juga menghina Vira sudah barang tentu saya pasti menolak pernikahan Vira dan Alex” tandas Wening lagi...
Permaisuri bungkam, entah kata - kata apalagi yang bisa meyakinkan Wening
...“Tolong dipikirin dulu dengan kepala dingin ya Mba, kasian Hanum kalo Mba nyampe nolak lamaran Bram hanya gara - gara kesalahan orang tuanya” tutur Maryam...
Wening mengernyitkan keningnya, matanya menatap lekat Maryam
...“Hanya Mba bilang? Sepertinya kesalahan orang tua Bram yang bilang kalo Vira itu cocok buat dijadikan gundik itu sepele ya buat Mba?” Sinis Wening...
Maryam mulai meradang, sementara Vira dan Permaisuri mulai gelisah karena situasi yang memanas
...“Apa karena Mba sudah lama berteman dengan orang tuanya Bram jadi Mba gampang maafin gitu aja? Itu sebabnya juga Mba ga masalah ketika Alex mengundang mantan suami Vira yang udah nyakitin Vira ke rumah ini dan bebas datang kapan aja yang dia mau?” Sinis Wening lagi...
Maryam benar - benar berang dengan tuduhan Wening
...“Ini apa maksudnya ya Mba? Mba kenapa jadi mojokkin saya?” Sengit Maryam...
Jantung Vira berdebar, situasi sudah makin tak terkendali, kini di depannya Wening dan Maryam tengah sama - sama mengumbar amarah. Setali tiga uang dengan Vira, Permaisuri pun semakin tak nyaman
...“Bu, Ma, sudah.. tolong jangan ribut, kita bisa bicarakan ini baik - baik kok” ucap Vira, ia memberanikan dirinya untuk menengahi Ibu dan mertuanya...
...“Ibu sebenarnya datang kesini buat minta tolong sama kamu dan Alex untuk ngomong sama Bram agar memutuskan hubungannya dengan Hanum, meskipun Bram sudah diusir oleh orang tuanya, tapi tetap saja gimana pun itu tetap orang tuanya Bram, ikatan darah ga akan bisa berubah sampai kapan pun” tandas Wening...
...“Tapi sepertinya sudah jelas semua orang di rumah ini akan berpihak pada siapa, jadi sia - sia saja Ibu datang kesini” sinis Wening yang lalu bangkit dari duduknya...
...“Saya permisi” ucapnya, yang lantas beranjak menuju keluar rumah Vira, Vira sigap ikut berdiri dan mengekori Ibunya itu, namun ia tak kuasa berkata, hanya mampu meraih tangan Wening dan mencium punggung tangannya sebelum Wening masuk ke dalam mobilnya dan berlalu dari situ...
Vira masuk kembali ke dalam rumahnya dengan langkah gontai, sesampainya di ruang tengah tempat mereka berbincang tadi Vira tak menemukan Mama Maryam, hanya Permaisuri yang duduk dengan wajah sendu
...“Mama masuk ke kamar ya Bu?” Tanya Vira pada Permaisuri...
...“Iya Nak, kayaknya kesel banget sama Dik Wening” jawab Permaisuri ...
...“Ini kenapa jadi gini ya Vir?” Tanya Permaisuri lirih...
...“Vira juga ga tau Bu, Vira bingung kalo udah gini” ucap Vira tak kalah lirih, bagaimana tak bingung di satu sisi ada mertuanya dan di sisi lain ada Ibunya yang ia tahu sangat menyayanginya...
...“Kamu harus segera bicarakan ini dengan Alex, ini harus selesai Vir, jangan sampai berlarut - larut Nduk” tutur Permaisuri ...
...“Iya Bu, semoga semuanya cepat selesai” ujar Vira, bukan hanya Maryam dan Wening yang ia pikirkan, tapi juga Bram, ia benar - benar prihatin pada nasib Bram jika memang nantinya lamarannya pada Hanum ditolak oleh keluarga Romo, sementara Vira tahu Bram orang yang baik, Bram sudah mencoba segala cara untuk mengubah pandangan orang tuanya, ia bahkan sampai rela kehilangan jatah warisannya. ...
(Note Author: Tak terasa tinggal beberapa episode menuju tamat, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua author nanti ya ❤️❤️❤️)
__ADS_1