
...Pagi ini Vira tengah berada di rumah kontrakan milik Yani, beruntung Yani yang sudah ia anggap sebagai kakak yang tak pernah ia miliki itu mau menampungnya selama Vira menjauh dari Alex...
...“Dek, kamu udah ngabarin orang rumah kalo kamu lagi sama Kakak?” Tanya Yani sambil menyodorkan sepiring nasi uduk lengkap dengan lauknya pada Vira...
...“Udah Kak, aku bilang lagi nginep di rumah temen beberapa hari” jawab Vira sambil menyendok nasi uduknya...
...“Kamu ga dicariin Tuan Alex dek kalo kamu ga kerja?” Tanya Yani sambil mengunyah makanannya...
...“Biarin aja Kak, biar dia nyariin nyampe pusing” tutur Vira acuh...
...“Dek, kamu itu kenapa sih?” Tanya Yani ...
Vira menghela nafas
...“Tadi malem pas di pesta aku ketemu sama mantan suamiku dan istri barunya Kak” ucap Vira lirih...
...“Hah? Kok bisa?” Ucap Yani yang lalu meletakkan sendoknya dan menatap lekat Vira...
...“Tuan Alex yang ngundang, jadi mantan suami aku itu sahabat kecilnya Tuan Alex” tutur Vira yang kini memainkan makanannya, ia sudah tak selera...
...“Terus gimana pas mantan suami kamu ketemu kamu?” tanya Yani makin penasaran...
...“Dia ngeliatin aku terus Kak, habis itu nangis pas Tuan Alex bilang aku tunangannya” ucap Vira datar...
Yani kaget, ia yang tengah minum langsung menyemburkan minumannya ke sembarang arah membuat mulut dan lantainya basah
“Tunangan dek? Kalian udah tunangan?” Yani makin berapi - api, ia kini sibuk mengelap mulutnya
...“Ya bukan tunangan gitu sih Kak, cuma dia ngasih cincin gitu terus bilang kalo aku cuma punya dia, jadi itu sebagai pengikat gitu Kak” tutur Vira lemas...
Yani ternganga, mulutnya sampai terbuka lebar
...“Jadi kamu sama Tuan Alex emang pacaran, terus udah tunangan gitu?” tanya Yani heboh sambil mengguncang - guncang tangan Vira...
...“I - iya Kak” jawab Vira terbata, entah kenapa ia lagi - lagi keceplosan kalau depan Yani, Yani ini selalu berhasil membuat Vira nyaman untuk menceritakan apa pun masalahnya...
Yani kemudian menghela nafasnya pelan
...“Jadi kamu ngambek gara - gara Tuan Alex ngundang mantan suami kamu?” tanya Yani...
Vira mengangguk pelan
...“Bukannya adek harusnya bangga bisa nunjukkin ke mantan suami adek sama pelakornya kalo adek dapetin yang jauh lebih baik?” goda Yani sambilmenaikkan satu alisnya...
Vira meletakkan sendoknya, ia kemudian tersenyum miris
...“Kak Yani tau ga rasanya melihat suami Kak Yani sendiri bergumul sama perempuan lain?” tanya Vira lirih...
Yani terperanjat, ia yang baru saja hendak menyendokan makanan ke mulutnya langsung terpaku, sendok yang ia pegang sampai jatuh dari tangannya, Yani kemudian meminggirkan piringnya dan menatap lekat wajah Vira
__ADS_1
...“Dek, kamu liat langsung suami kamu dulu lagi begituan sama pelakornya?” tanya Yani dengan mata berkaca - kaca...
Vira mengangguk pelan, air matanya meleleh lagi
...“Bahkan setelah itu aku dihina, ditampar, dijambak, sama diseret sama mantan suami aku” ucap Vira sambil mengusap pelan air matanya yang tak berhenti menetes...
Yani menghambur memeluk Vira, bagaimana pun ia seorang perempuan juga, ia bisa merasakan apa yang Vira rasakan
...“Ya Allah dek, maaf.. Kak Yani ga tau kalo ceritanya sesadis itu, yang sabar ya dek” ucap Yani sambil memeluk Vira erat, punggung Vira ia elus - elus lembut berharap agar Vira lebih tenang...
Yani kemudian mengurai pelukannya lantas kemudian membelai rambut Vira dengan mata yang berkaca - kaca
...“Itu makanya aku ga mau ketemu mantan suami aku lagi Kak, apalagi ngeliat istri barunya” ujar Vira sambil menunduk...
...“Iya Kak Yani ngerti dek, udah kamu jangan nangis lagi, jangan mubazirin air mata kamu demi iblis itu, liat aja dia nyesel kan sekarang buktinya?!” tutur Yani menguatkan Vira...
Vira hanya tersenyum miris
Hujan tiba - tiba turun dengan derasnya, langit yang tadinya cerah tiba - tiba berubah gelap gulita
Yani celingukan melihat keluar, ia lantas bangkit dan berlari keluar rumah
...“Aku angkat jemuran dulu dek!” Pekik Yani dari luar...
...Vira tak bergeming, ia larut dalam lamunannya sendiri, ia kemudian menekuk lututnya, matanya sendu dan berkaca - kaca...
Yani tergopoh masuk ke rumah membawa setumpuk baju, wangi khas deterjen menyeruak di dalam rumah
Yani lantas mulai melipat jemurannya yang kering dan memisahkan yang basah karena kehujanan, Vira memperhatikan tangan Yani yang terampil, hingga tiba - tiba ia melihat baju bayi milik anak Yani disana
Vira meraih baju bayi itu, ia kemudian memindaiinya, mengelus - ngelusnya, dan menciumi bajuanaj Yani tersebut. Pikirannya kemudian melayang, seandainya anaknya masih ada di kandungannya, tentu ia akan bisa memakaikan anaknya baju sama seperti itu
Vira memeluk baju anak Yani, ia kemudian terisak dan menangis sesenggukan, membuat Yani terkejut dan sibuk menenangkan Vira, Yani ikut sedih melihat Vira, ia kemudian beringsut mendekati Vira dan membelai rambut Vira dengan penuh kasih sayang
...“Dek, udah jangan nangis, adek yang ikhlas ya dek” ucap Yani yang kemudian merengkuh tubuh ringkih Vira ...
...“Anak aku dibunuh Kak, dia digugurin mertua mantan suamiku” ucap Vira terpekik sambil terus mengemban baju anak Yani di pelukannya...
Deeeeeegggg..
Yani mematung, ia kaget luar biasa, Yani pikir kandungan Vira keguguran bukan digugurkan oleh orang lain, demi apa pun ia tak pernah mendengar cerita setragis ini dalam hidupnya, ia tak menyangka bahwa kehidupan wanita berwajah cantik di depannya ini tak seindah rupanya yang menawan.
Air mata Yani luruh sudah, ia memeluk hangat tubuh Vira tanpa bisa berkata apa - apa, tenggorokan Yani seolah tercekat dengan hati yang bagai di iris sembilu.
...****************...
Alex kembali mengusap wajahnya entah untuk yang ke berapa kali, ia terus saja menatap cincin yang Vira kembalikan di tangannya, sesekali ia menoleh ke jendela kantornya melihat hujan deras yang sedang turun
Mata Alex memerah lelah, malam ini ia tak memejamkannya sama sekali, ia sibuk mencari Vira kemana pun yang terpikir olehnya setelah ia tak menemukan Vira di rumahnya
__ADS_1
Ia bahkan belum menyentuh sarapannya sama sekali yang teronggok di atas meja minibar di kantornya
Alex kemudian menoleh ke kursi kerja dimana Vira biasa berada menyambutnya dengan senyum yang membuat hari - hari Alex kian berwarna.
Francis dan Umar yang setia menemani hanya bisa saling pandang tanpa mampu berkata melihat atasannya yang sedang tak karuan.
Alex menghela pelan nafasnya, ia kemudian merogoh ponsel di saku jasnya, kemudian ia menghubungi sang Mama yang selalu menenagkannya di kala ia sedang gundah
...“Hallo Ma” sapa Alex pada sang Mama, jarinya tak berhenti memijit pelipisnya...
...“Hallo Lex, ada apa Nak? Apa kamu ga sedang di kantor? Kok tumben nelepon Mama sepagi ini?” Tanya Ibunya bertubi - tubi pada anak semata wayangnya...
...“Mama dimana sekarang?” Tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan - pertanyaan sang Mama...
...“Mama lagi di Brunei Lex, Baba lagi acara disini” jawab Nyonya Maryam Ibunya Alex...
...“Ma” panggil Alex...
...“Heem” sahut Mamanya singkat...
...“Aku udah berbuat kesalahan Ma, aku udah menyakiti hati seorang perempuan karena egoku sendiri” tutur Alex lirih...
Nyonya Maryam hening sejenak
...“Lex, segera minta maaf Nak. Mama ga tau apa masalahnya tapi yang harus kamu tau hati perempuan itu rapuh, sekali hatinya terluka akan sulit mengobatinya. Sebelum ia tak mau memaafkan, kamu harus segera minta maaf Nak” nasihat Ibunya Alex...
Alex terdiam mencerna setiap kata - kata Ibunya
...“Lex, Mama dan Baba dari dulu selalu bilang untuk jangan membuat janji yang tidak bisa kamu tepati dan jangan pernah menyakiti hati perempuan, apalagi kalau kamu menyayangi dia, segera minta maaf sama dia Lex” tutur Mamanya penuh kasih...
Alex makin tersudut, bukankah ia memang sudah berjanji pada Vira untuk melindunginya dan tidak menyakiti hatinya? Lantas apa yang telah dia lakukan pada Vira? demi egonya untuk menunjukkan bahwa ia kembali mengalahkan Vicky, Alex rela mengorbankan perasaan Vira, Vira tak ubahnya boneka yang ia ambil dari Vicky kemudian ia pamerkan kembali setelah ia poles.
...“Hallo Lex.. hallo!” Panggil Mamanya pada Alex yang tak juga bicara...
...“Iya Ma” sahut Alex lirih...
...“Lex, Mama yakin kamu akan bisa menyelesaikan apa pun masalah kamu dengan baik, dari dulu setiap keputusan yang kamu ambil selalu tepat, kalau pun kamu sedang melakukan kesalahan sekarang itu artinya kamu kurang matang saat mengambil keputusan, coba kamu tanya diri kamu sendiri apa perasaanmu terhadap wanita itu? Apa kamu benar menyayangi dia?” Lanjut Mamanya Alex...
Alex hening, ia tak berkata apa - apa, otaknya mengulang setiap omongan Mamanya
...“Lex?” panggil Mamanya...
...“Iya Ma” jawab Alex singkat...
...“Mama pergi dulu ya Lex, Baba sudah jemput” ucap Mamanya Alex yang kemudian mengakhiri teleponnya...
Alex termenung lama di tempatnya, ia tak bergeming, ia kembali mengulang perkataan Mamanya tadi, sebenarnya apa yang ia rasakan terhadap Vira, apakah cinta, kasian, atau tertantang karena semua sahabatnya menginginkan Vira?
Alex memijit - mijit pelipisnya demi menghilangkan sakit kepala yang tengah ia rasakan
__ADS_1
Semakin ia rasa semakin ia tahu yang ia rasakan pada Vira adalah perasaan cinta, terlepas dari rasa prihatin yang juga ia rasakan atas nasib yang menimpa wanita malang itu.