Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Kemarahan keluarga Vicky


__ADS_3

Diah duduk lemas di ruang tunggu rumah sakit, Sumirah pelayannya Diah sibuk mengipas - ngipas majikannya. Tak lama derap sepatu yang melangkah tergesa terdengar mendekat, Ningsih, Murni, dan Asri serta beberapa orang sepupu Diah yang lain mendekati Diah


...“Mba, ini ada apa? Kok bisa - bisanya Vicky sampai babak belur begitu?” Tanya Ningsih bertubi pada Diah yang tengah berlinang air mata...


...“Aku ga tau Ningsih, pulang - pulang dia sudah babak belur begitu” ucap Diah yang kemudian terisak, Murni menghambur dan memeluk sepupunya itu...


...“Lah ya kok aneh, moso Vicky yang biasa dijaga ketat sama bodyguardnya bisa - bisanya babak belur begitu, apa mungkin dia dirampok?” Tutur Asri sewot...


Diah menghapus kasar air matanya, ia kemudian mencoba mengingat lagi kemana Vicky pergi sebelum kejadian nahas itu terjadi, Diah terlonjak begitu mengingat bahwa sebelum Vicky pulang dalam kondisi babak belur ia menghubungi Diah dan bilang kalo dia udah menemukan Vira.


...“Vira” gumam Diah...


Ningsih mendelik


...“Opo mba, Vira? Vira mantan istrinya Vicky itu?” Tanya Ningsih sewot...


Diah mengangguk pelan


...“Lah apa hubungannya Vira sama Vicky yang babak belur gitu, ga mungkin juga si Vira yang badannya kecil bisa bikin Vicky yang gagah perkasa nyampe bonyok gitu mba!” tutur Murni menimpali...


Diah menghela kasar nafasnya


...“Vicky tergila - gila sama Vira Mba Murni, tiap hari kerjaannya ngelamun, hidupnya ga karu - karuan semenjak cerai sama Vira, apalagi semenjak tau kalo anaknya digugurin sama Gendis dan Utari hamil sama laki - laki lain” ucap Diah lemas...


...“Lah terus hubungannya apa toh Diah sama Vira?” Tanya Asri lagi ...


...“Aku nyuruh Vicky nyari Vira buat rujuk mba, aku tau Vicky ga bisa hidup tanpa Vira, apalagi setelah tau Vira pernah hamil anaknya” tutur Diah yang sontak membuat semua sepupunya tersentak kaget...

__ADS_1


...“Kamu ini waras kan Diah? Kok bisa - bisanya kamu mau mungut lagi bala yang udah kita buang?” Tanya Ningsih dengan mata melotot dan nafas yang terengah - engah menahan marah...


...“Kamu sama Vicky itu kena pelet opo santet sih Diah, udah susah - susah kita ngeluarin si Vira dari hidupnya anak kamu, lah kok kamu mau pungut lagi!” Sewot Asri...


Sepupu Diah yang lain kemudian riuh mencaci keputusan Diah


Diah menghela kasar nafasnya seiring dengan air matanya yang kembali menetes


...“Aku rela melakukan apa aja untuk kebahagiaan Vicky Mba, termasuk jika harus menjadikan Vira menantuku lagi” tutur Diah lirih...


...“Wong edan kamu Diah, apa ga ada perempuan lain buat Vicky yang sederajat sama kita? Lah itu anaknya Mas Sumarsono sepupu jauh kita itu cantik, apa anaknya Mas Rio? Dia juga ga kalah cantik, moso iya harus si Vira yang ga jelas asal usulnya? Vicky itu ibarat berlian lah kamu lumpurin sama si Vira yang rendahan begitu!” Nyalang Ningsih...


Beberapa perawat yang tengah bertugas menoleh ke arah mereka karena membuat kegaduhan di ruang tunggu tersebut


“Hus, jangan ribut - ribut Mba, ini di rumah sakit” ujar sepupu Diah yang lain, Ningsih kemudian menarik kasar nafasnya sebelum ia mendudukkan diri di samping


...“Kalo menurut aku ya itu ulah si Vira, dia jual mahal waktu diajak rujuk sama si Vicky, terus mungkin minta temennya atau pacarnya yang baru buat mukulin Vicky” tutur Asri...


...“Mungkin itu orang suruhan Alex” seloroh Diah...


...“Alex? Alex siapa toh Mba? Pacar barunya si gembel itu? Apa suami barunya?” Tanya Murni...


...“Alexander Yusuf Danuarja Al Maktoem Mba, putra Nyonya Maryam dan Tuan Jaber, Vira lagi deket sama dia katanya” ucap Diah sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya...


...“Alex yang itu? Triliuner yang itu?” Sewot Ningsih, lagi - lagi ia membuat keributan dan alhasil para perawat kembali menoleh ke arah mereka...


...“Ga mungkin Vira dapetin Alex, kalo pun deket paling cuma jadi gundik dan pelampiasan nafsunya aja, kalo pun nyampe nikah paling karena si Vira cantik, habis puas si Vira ditinggalin, kayak si Vicky ini!” tutur Asri sewot...

__ADS_1


Diah menghela kasar nafasnya, jantungnya berdegup kencang, kemarahan membuncah di dadanya terhadap Vira, baru saja ia membuka hatinya kembali untuk janda anaknya itu, tapi kemudian ia malah mendapatkan balasan sekejam ini. Diah benar - benar membenci Vira sekarang.


...“Yo wes, terus gimana ini baiknya? Ga mungkin kita ngadepin keluarga Al Maktoem kan? Ketemu sama mereka aja udah bikin aku keringet dingin” ucap Murni lagi...


...“Apa kita laporin aja si Vira ke kantor polisi? Biar dia tau rasa” ucap Ningsih, Diah tak bergeming ia sudah tak peduli lagi yang penting baginya adalah kesembuhan sang putra tercinta...


...“Lah ngapain dilaporin ke kantor polisi toh? Bukti kita apa? Dan dengan gampangnya Alex bisa ngeluarin dia” tandas Ningsih...


...“Terus gimana Mba baiknya? Aku ga rela kalo Vicky dihajar begitu terus kita ga bales si Vira!” Tandas Murni...


...“Aku ada usul, gimana kalo kita nikahin lagi si Vira sama Vicky” ucap Sri yang membuat semua sepupunya mendelik ke arahnya...


...“Kamu sudah gila Sri?” sentak Ningsih...


...“Dengerin aku dulu mba, dengan kita nikahin lagi si Vira sama Vicky paling tidak Vicky akan mendapatkan lagi keinginannya untuk bersatu lagi sama si Vira, dan kita bisa bikin si Vira cuma jadi gundik Vicky sama babunya Diah, Vicky bebas nikah lagi sama siapa pun, si Vira biar nangis darah ngeliat Vicky sama istri barunya dan Diah punya babu gratis seumur hidupnya” tutur Sri...


Diah dan sepupu - sepupunya yang lain mendengarkan saran dari Sri, beberapa orang manggut - manggut setuju


...“Lah tapi gimana caranya bawa Vira kesini lagi toh? Pasti ada orang - orangnya Alex di deketnya dia” ucap Ningsih, Bagus sepupu Diah yang lain maju mendekati Ningsih dan Diah yang tengah duduk...


...“Untuk masalah itu tenang aja, aku punya banyak orang, tinggal nyari alamat si Vira aja, habis itu kita eksekusi” ucap Bagus...


...“Yo wis, berarti sudah diputuskan kan? Apa semuanya setuju? Dan kamu Diah apa kamu setuju?...


Diah mengangguk pelan, yang lain manggut tanda setuju


Hari itu diputuskan nasib Vira sesuai keinginan mereka, semua caci maki dan hinaan terhadap Vira mewarnai pembicaraan antara keluarga besar itu, tak satu pun diantaranya yang berbelas kasih atau paling tidak meredam api besar yang kian membara. Bagi mereka Vira adalah mahluk hina yang bisa diperlakukan semena - mena.

__ADS_1


__ADS_2