Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Titik terang


__ADS_3

Baru beberapa jam saja Vira kembali ke rumahnya tapi Alex sudah sangat merindukannya, ia berkali - kali menelepon Vira untuk menanyakan kapan Vira akan kembali menemaninya, ia takut Vira pergi lagi, baru kali ini Alex merasakan begitu takut kehilangan seseorang.


Di dunianya yang nyaris sempurna, tak ada yang tak bisa Alex dapatkan. Alex punya semua yang diingkan seorang pria dari mulai harta, tahta, dan bahkan wanita yang rela antri untuk mendapatkan cinta Alex, namun wanita sederhana itu yang mampu menaklukan hati Alex. Alex jelas tak pernah berpikir atau membayangkan bahwa ia akan terpikat oleh janda dari sahabatnya sendiri, namun jika takdir sudah berbicara maka siapa yang akan mampu menolaknya?


Alex baru saja menghubungi Vira untuk ke sebelas kalinya semenjak Vira pulang ke rumahnya, Francis dan Umar yang ada di ruangan Alex lagi - lagi harus menahan tawa melihat betapa bucinnya Alex pada Vira, pria yang dikenal tegas dan cerdas dalam berbisnis ini kini tak berkutik di depan seorang wanita.


...“Kamu sudah laksanakan perintahku Umar?” Tanya Alex pada Umar, matanya tengah fokus memindai dokumen, kemudian menanda tanganinya...


...“Sudah Tuan, surat pembatalan investasinya sudah dikirimkan langsung pada Tuan Vicky” jawab Umar...


Alex tersenyum puas


...“Bagus, pastikan tidak ada rekanan kita yang mau berinvestasi di perusahaannya, kalau ada yang nekad segera putus kerja samanya” titah Alex yang masih sibuk menanda tangani setumpuk dokumen di depannya...


...“Baik Tuan” ucap Umar patuh...


Alex kemudian menghela nafasnya pelan, ia lalu menyandarkan punggungnya, kemudian kembali fokus dengan dokumennya


...“Tuan” ucap Francis...


...“Ya” sahut Alex dengan mata yang tetap fokus pada dokumen di depannya...


...“Kami sudah menemukan informasi mengenai pelaku pengguguran kandungan Nona Vira” tutur Francis, Alex seketika mendongak, ia kemudian menetap lekat wajah Francis...


...“Kalian sudah pastikan?” Tanya Alex...


...“Sudah Tuan, namun ketiga pelaku sedang melarikan diri, saat ini orang - orang kami tengah mengejar mereka, kami juga sudah menempatkan orang - orang kami untuk menyamar dan menunggu di semua titik yang mungkin mereka datangi” tutur Umar...


Alex tersenyum puas


...“Bagus, pastikan mereka tertangkap, dan kalau sudah tertangkap, interogasi dulu mereka secara menyeluruh sebelum diserahkan kepada pihak berwajib, kita punya orang bekas agen dinas rahasia kan?” Tanya Alex...


...“Betul Tuan, akan saya sampaikan pada mereka agar bersiap untuk proses interogasi” ucap Umar...


Senyuman terbit di wajah tampan Alex, sebentar lagi satu per satu janjinya pada Vira akan ia tepati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Vira baru saja sampai di kamar Alex, ia kini lalu sibuk mengelap muka dan rambutnya yang basah karena kehujanan. Salahnya memang, ia tadi meminta sopirnya Alex untuk pulang karena memang tadinya ia berniat kembali ke hotel besok paginya, namun karena Alex terus menghubunginya dan memintanya untuk segera datang dengan alasan ia drop lagi. Akhirnya Vira naik ojek online agar cepat sampai, namun di pertengahan jalan hujan deras turun.


Vira memindai seluruh penjuru ruang duduk di kamar presiden suite Alex, ia tak menemukan Francis ataupun Umar disana, ia lalu melangkah menuju ruang tidur Alex yang ternyata juga kosong. Vira kemudian menuju kamar mandi Alex, ia mengetuknya beberapa kali dan kemudian membukanya karena tak ada jawaban namun tak ada Alex disana. Vira menyerah, ia yakin Alex pasti masih di kantornya padahal ini sudah sore.


...“Bandel” gumam Vira...


Vira kemudian duduk di sofa di sebelah tempat tidur Alex, ia lalu meniup - niup tangannya berharap agar rasa dingin yang ia rasakan berkurang, hampir seluruh bajunya basah, ia pun tak membawa baju ganti. Dan meskipun ia memiliki baju di ruangan kerjanya, tapi tak mungkin ia keluar dalam kondisi basah kuyup seperti itu


Beberapa saat kemudian suara sensor keycard terdengar dari luar kamar, Vira bangkit dari duduknya untuk menyambut orang yang datang.

__ADS_1


Alex yang masih mengenakan setelan jasnya berjalan masuk ke kamarnya, matanya terbelalak melihat Vira dengan baju dan rambut yang basah


Alex segera menghambur ke arah Vira


...“Vir, kamu kenapa basah gini?” tanya Alex panik...


...“Ga apa - apa Lex, cuma kehujanan aja tadi” ucap Vira lembut...


Alex kemudian bergegas menuju kamar mandinya, ia lalu keluar dengan membawa handuk di tangannya, Alex mendudukkan Vira di sofanya lantas mengelap wajah dan rambut Vira yang basah dengan telaten


...“Kamu berendam air hangat terus ganti baju ya, kamu bisa flu kalau ga ganti baju” tutur Alex ...


...“Aku ga bawa baju ganti Lex, baju kerjaku juga di kantor kamu” sahut Vira...


...“Kalau gitu kamu pake kemejaku ya Vir, kalau ga ganti baju kamu bisa sakit Vir” ucap Alex khawatir ...


Vira mengangguk ragu


...“Vir, jangan takut.. kita udah mau nikah, kamu harus membiasakan diri memakai apa pun yang aku punya” tutur Alex yang seketika membuat wajah Vira merona ...


...“Sekarang kamu berendam dulu pake air hangat ya” titah Alex...


Vira mengangguk patuh, ia kemudian beranjak menuju kamar mandi. Sementara Alex menunggu Vira di dalam kamarnya dengan perasaan tak karuan.


Baru kali ini Alex membiarkan seorang perempuan untuk mandi di kamar mandinya, pikiran Alex berlayar, gelora bergemuruh di dadanya. Alex yang masih mengenakan setelan jasnya kemudian membuka dasinya yang terasa mencekik, ia lalu membuka jasnya dan vestnya, meninggalkan kemeja yang melekat di badan atletisnya


...“Lex, kemejanya yang mana?” Pekik Vira dari walk in closet...


Alex yang mendengar teriakan Vira segera menghampiri wanita itu di walk in closet, sesampainya disana, mata Alex membulat melihat Vira yang hanya memakai bathrobe untuk menutupi tubuhnya, dan handuk kecil yang melilit di kepalanya, Alex menelan salivanya, ototnya menegang, jantunganya berdebar


...“Please jangan bangun, please” batin Alex pada sesuatu yang sudah bangun dengan sempurna...


...“Lex, kemeja kamu kebanyakan, aku bingung pilih yang mana” ucap Vira sambil memilah - milah kemeja Alex yang berjejer rapi...


Alex berdehem untuk menghilangkan rasa groginya


...“Kam - kamu boleh pake yang mana aja Vir” ucap Alex dengan suara yang bergetar...


...“Loh Lex, kamu gemetaran gitu, kamu sakit lagi ya?” Tanya Vira panik, Vira segera menghampiri Alex yang tengah berdiri terpaku dengan wajah yang memerah...


...“Tuh kan kamu demam lagi Lex, aku udah bilang kamu jangan kerja dulu!” tutur Vira sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Alex, Alex yang memang sudah merasakan panas karena gelora yang tengah membuncah benar - benar menahan hasratnya, ...


Vira yang tak mengerti apa yang tengah Alex alami terus saja menyentuh wajah Alex untuk memastikan kalau Alex memang sedang demam


...”Aku pake baju dulu ya, habis itu aku panggilin dokter” ucap Vira sambil berjalan ke arah walk in closet dan kemudian memilah - milah lagi kemeja Alex yang akan ia pakai...


Alex meledak sudah, ia tak tahan lagi melihat kulit putih mulus Vira yang hanya terbalut jubah mandinya, Alex melangkah menuju walk in closet, ia kemudian menerobos lantas mendorong Vira ke arah dinding

__ADS_1


...“Al - Alex, kamu ngapain?” tanya Vira gelagapan, Alex seperti sudah tak mendengar apa pun yang Vira katakan, matanya berkabut, ia ingin segera merengkuh hasrat bersama Vira...


Vira yang sudah terpojok di dinding kemudian dihimpit oleh Alex


...“Lex” ucap Vira...


Alex yang sudah terbakar hasrat segera memagut bibir ranum Vira, kemudian menyesapnya lalu mendorong lidahnya mencari lidah Vira yang tengah gelagapan di serang oleh Alex.


Tak sampai disitu, tangan Alex kemudian bergerilya ke dada Vira dan ******* - ***** keduanya, Vira yang merasakan desakan Alex mencoba untuk meredam hasratnya sendiri yang mulai terpancing, Vira lantas mendorong Alex pelan dan melepas pagutan Alex


...“Lex..” ucap Vira yang langsung dibungkam dengan ciuman Alex, kini bibir Alex mengunci bibir Vira...


Suara decapan terdengar nyaring di kamar itu, membuat suasana semakin erotis


Alex lekas membuka kancing kemejanya satu per satu, membuat dadanya yang bidang dan perutnya yang sixpack terekspos sempurna, Ia lalu menyibak sedikit jubah mandi Vira membuat pundak mulusnya terlihat jelas, tangan Alex kemudian bergerak ke tengah jubah mandi Vira, lantas memasukkan tangannya ke dalam lalu meletakkan tangannya di atas perut Vira yang rata, kini kulit mereka bersentuhan membuat keduanya semakin mendamba


Alex lantas perlahan membuka tali jubah mandi Vira membuat wanita itu sontak menyilang kakinya, menyadari itu Alex menghentikan pagutannya, ia lantas memindai Vira yang bathrobenya telah setengah terbuka, dada Vira terekspos disana membuat Alex kembali gelap mata dan langsung menciumi dada Vira dan memagutnya, kemudian ia menambahkan lagi jejak kemerahan disana. Ia lantas memainkan lidahnya disana membuat Vira semakin tak sadar


Alex yang sudah kalap, perlahan membuka gespernya, dan menurunkan resleting celananya, hingga kemudian ia baru saja hendak menurunkan celananya ketika ponselnya berdering nyaring, Alex langsung terkesiap, ia tahu yang kini tengah meneleponnya adalah Ibunya, karena tak ada yang berani menelepon Alex di jam istrirahatnya kecuali Ibunya


Alex menghela kasar nafasnya, kemudian membenarkan gesper dan resleting celananya, ia lalu melihat Vira yang masih bersender di dinding walk in closetnya dan sibuk membenarkan bathrobenya dengan nafas yang terengah.


Alex kemudian mengecup kening Vira


...“Kita harus segera nikah Vir, aku ga bisa nahan lebih lama” ucap Alex sambil tersenyum ...


...“Alex!” tukas Vira dengan wajah yang memerah...


Alex kemudian beranjak dari sana untuk segera menjawab telepon dari sang Mama, sementara Vira masih tak bergeming dari sana, ia menghela kasar nafasnya


...“Hampir saja” gumam Vira ...


Vira bergegas meraih kemeja Alex dan memakainya, ia tidak ingin lagi memancing hasrat pria yang ia cintai itu. Vira kemudian berjalan menuju ruang tidur Alex, Alex terlihat sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya, Vira mendekati Alex, ia lalu memeluk laki - laki yang ia cintai itu dari belakang, Alex yang menyadari itu menoleh sebentar dan memegang tangan Vira yang melingkar di perutnya. Alex tampak fasih berbicara dalam bahasa Arab dengan orang yang Vira tak tahu siapa, hingga beberapa saat kemudian Alex mengakhiri pembicaraannya.


Alex kemudian mengurai pelukan Vira, ia lalu berbalik dan meraih Vira dalam pelukannya, kemudian ia mengecup kening Vira.


...“Kamu siap ketemu orang tuaku?” tanya Alex...


Vira terlonjak, jantungnya berdebar kencang, Vira tak menyangka ia akan bertemu orang tua Alex secepat ini.


...“Jangan takut, aku yakin mereka pasti akan jatuh hati sama kamu” ujar Alex lagi...


Vira tak bergeming, ia khawatir kalau orang tua Alex tak akan menyetujui pernikahan mereka


...“Alex, kalau orang tua kamu ga setuju sama hubungan kita gimana?” ucap Vira lirih...


...“Aku akan tetap nihakin kamu” jawab Alex tenang sambil mengelus - ngelus punggung Vira lembut...

__ADS_1


Vira hening, ia diam - diam mempersiapkan hatinya untuk kembali kecewa, karena bukan tak mungkin ia akan ditolak oleh orang tua Alex mengingat latar belakang Vira. Wajah Vira berubah murung, ia bisa membayangkan reaksi orang tua Alex ketidak melihatnya nanti, mungkin cacian dan hinaan yang akan ia dapat lebih menyakitkan dibanding yang sudah - sudah. Vira mengeratkan pelukannya pada Alex seolah hendak memberi tahu bahwa ia tak ingin kehilangan Alex, namun ia harus bersiap untuk itu.


__ADS_2