Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Permohononan Diah (Bagian 2)


__ADS_3

Diah memindai sekeliling pendopo tempat ia menunggu Vira, pendopo itu terlihat kokoh dengan lampu - lampu kristal yang menggantung mewah, tiang - tiang menjulang kokoh dengan kursi - kursi khas istana menambah kesan megah begitu melihatnya. Beberapa prajurit keraton berdiri tegap setia berjaga, para abdi dalem hilir mudik melaksanakan tugasnya membereskan sisa - sisa pesta akbar yang baru selesai di gelar


Disini lah Vira sekarang bersama sanak saudaranya yang berlimpah tahta dan harta, wanita baik yang pernah ia khianati kesetiannya karena hasutan keluarga dan bayang - bayang gelar keningratan. Vira yang sekarang juga adalah Nyonya Alexander, pewaris keluarga Al - Maktoem. Jauh dari sangkaan Vira yang dulu dipandang sebelah mata oleh ia dan keluarga besarnya kini pernikahannya saja menjadi topik utama berhari - hari di berita - berita.


Air mata penyesalan Diah mengalir seolah tak ada habisnya


Tak berapa lama derap langkah terdengar mendekat , jantung Diah berdegup kencang, harap - harap cemas kalau Maryam dan Vira yang datang, dan benar saja Maryam datang diekori wanita cantik yang telah membuat anaknya setengah gila menginginkannya kembali


Diah seketika berdiri, menyongsong Vira yang semakin mendekat, entah didikan siapa bahkan setelah ia sakiti sekali pun Vira masih mau mencium punggung tangannya dengan takzim, wajahnya yang cantik mengulum senyum hangat.


...“Tante apa kabar?” Tanya Vira lembut namun mampu menggetarkan hati Diah, ia malu bahkan teramat malu berhadapan dengan Vira...


Bibir Diah gemetaran, hendak berucap tapi ia tak mampu


Maryam dan Vira saling berpandangan, lalu mendudukkan diri di depan Diah, Diah masih saja membisu namun pandangannya awas melihat Vira, wanita itu semakin cantik, raut bahagia terlihat di wajahnya yang mempesona. Jelas sudah kehidupannya sekarang telah membuat Vira sangat bahagia, berbanding terbalik dengan kehidupan anaknya.


...“Mba, Mba Diah ga apa - apa kan?” Tanya Maryam membuyarkan lamunan panjang Diah...


Diah mengangguk pelan lalu tertunduk, Maryam dan Vira kembali saling berpandangan bingung dengan apa yang sedang Diah alami


...“Tante, Tante ada perlu apa nyari Vira sampai kesini?” Tanya Vira lagi...


Diah mengusap air matanya, bibirnya yang semakin gemetaran ia paksakan untuk berucap


...“Maafin Mami Vir” ucapnya lirih, lupa jikalau yang ia hadapi sekarang bukan menantunya lagi...


Vira memandang Diah lekat, sungguh tampilan wanita itu sekarang jauh berbeda dengan yang ia kenal dulu, wanita di depannya terlihat kusam dan berantakan


...“Tante, apa ada yang bisa Vira bantu?” Tanya Vira lagi, enggan menanggapi permintaan maaf mantan mertuanya...


Diah mengangguk pelan, ia mengusap air matanya dengan tisu yang sudah tak berbentuk, entah berapa kali ia sudah menangis


...“Mba Diah, kasih tau sama Vira Mba mau minta bantuan apa” tutur Maryam meyakinkan Diah yang tampak ragu...


Diah mengusap kembali air matanya


...“Mami mau minta tolong Vir, tolong temuin Vicky sekali aja, kondisi Vicky semakin hari semakin memprihatinkan” ucap Diah gemetaran...


Jantung Vira memompa cepat, dadanya bergemuruh, entah setidak tahu malu apa wanita di depannya ini sampai masih punya nyali minta tolong setelah memporak porandakan hidup Vira


...“Tante tau itu ga mungkin kan? Vira udah nikah sama Mas Alex sekarang, Vira ga mau sampai Alex tersinggung, dan maaf Vira ga mau masuk ke masa lalu Vira lagi, itu terlalu menyakitkan Tante” tandas Vira...


Diah mengangguk pelan, air mata lolos lagi dari matanya yang sudah sembab dan bengkak


...“Mami ngerti Vir, tapi Mami mohon sekali ini saja, Vicky cuma mau ketemu kamu Vir, Mami mohon tolong Mami” ucap Diah sambil terisak...


Maryam menatap Diah prihatin, lalu menatap Vira yang tengah menahan amarah


...“Tante, apa Tante ga mikirin perasaan Utari kalo Vira datang menemui suaminya?” Tohok Vira, ia tak mengetahui jika Utari telah diusir dari rumah Vicky karena hamil oleh laki - laki lain...


Diah hanya Diam, ia bingung mulai darimana jika harus menjelaskan aib keluarganya sendiri terlebih di depan Nyonya Maryam


...“Vicky sendirian Vir, dia pengen ketemu kamu, sekali aja Vir” pinta Diah lagi wajahnya memelas menyiratkan keputus asaan...


Vira tersenyum miris


“Maaf Tante, Vira ga bisa. Vira ga mau ketemu sama Vicky lagi apa pun alasannya, Vira permisi Tante” ucap Vira lalu bangkit dan hendak beranjak, namun Diah tak tinggal diam, ia langsung bangkit dan mengejar Vira lantas berlutut di depan Vira. Membuat Vira dan Maryam tersentak kaget


“Mami mohon Vir” ucap Diah yang tengah berlutut dan menangis terisak

__ADS_1


Vira segera meraih tangan Diah, dan membantunya berdiri


...“Iya Tante, baik Vira bantu akan bantu Tante” ucap Vira, ia tak menyangka jika Diah akan berlutut di depannya, bagaimana pun sebagai seorang manusia tentunya Vira tak tega...


Diah seketika menghambur dan memeluk Vira, seandainya dulu ia tak menyakiti wanita sebaik Vira hanya gara - gara latar belakangnya, tentunya nasib ia dan putranya tak akan memprihatinkan seperti ini, penyesalan selalu saja datang terlambat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cukup lama untuk meyakinkan Kanjeng Sultan, Permaisuri, Romo, terutama Ibu Wening dan Alex agar Vira bisa membantu Diah dan menemui Vicky, sampai akhirnya mereka setuju meskipun dengan berbagai macam syarat, salah satunya adalah pengawalan ketat.


Iring - iringan panjang mobil yang ditumpangi Vira dan Alex mengular membelah jalan raya, beberapa mobil bodyguard dan prajurit tangguh keraton menjaga mereka di depan dan di belakang.


Sepanjang jalan Alex mewanti - wanti istrinya agar berhati - hati terhadap Vicky nanti, Alex tak mau kejadian nahas yang pernah menimpa Vira harus terjadi lagi, Vira menanggapi Alex dengan senyuman, badannya tak lepas dari rengkuhan Alex, membuat hatinya yang tak karuan terasa lebih damai


Beberapa saat kemudian mobil memasuki kawasan rumah sakit tempat Vicky dirawat, jantung Vira semakin memompa cepat, dadanya terasa sesak karena dendam.


Alex dan Vira kemudian turun, dan diekori oleh puluhan orang bodyguard serta prajurit keraton. Vira melangkah dengan lunglai, beberapa kali langkahnya terhenti ragu tuk melanjutkan, namun bayangan ketika Diah berlutut di depannya membuat ia yakin kembali.


Ruangan tempat Vicky di rawat sudah nampak di depan mata, Diah pun sudah berdiri setia di depan ruangan


Vira menghentikan langkan dan menoleh pada Alex


...“Mas, Mas beneran ga mau ikut masuk ke dalam?” Tanya Vira pada Alex...


Alex menggeleng


...“Aku takut ga bisa nahan emosiku Vir” jawab Alex ...


...“Ya udah, aku masuk dulu ya Mas” ucapnya sambil mengurai gandengan Alex, Alex seolah tak rela ia kembali memeluk Vira erat enggan melepas...


...“Aku bentar aja kok” ucap Vira lagi lalu mengurai pelukannya...


Vira berjalan cepat menuju Diah, ia ingin segera menyelesaikan semuanya dan kembali pada Alex. Diah menghambur dan memeluk Vira


...“Terima kasih Vir” ucap Diah, Vira hanya berdiri mematung tak berkata apa - apa, Diah kemudian menggandeng tangan Vira memasuki kamar Vicky. Bau parfum menyeruak begitu Diah membuka pintu kamar itu, parfum Vicky yang paling disukai oleh Vira dulu, namun kini parfum itu membuatnya mual. Diah membimbing Vira perlahan hingga kini Vira melihat Vicky yang tengah duduk di tempat tidurnya, selang infus masih terpasang di lengannya yang kini kurus....


Vicky tersenyum sumringah melihat wanita yang begitu ia rindukan berdiri di depannya, wanita yang kelihatan semakin cantik itu kini menatapnya lekat, Vicky kini memakai bajunya yang menjadi favorit Vira, rambutnya tertata klimis, wajahnya yang tampan berseri meskipun terlihat sangat tirus dengan mata yang cekung dan lingkaran mata yang hitam kontras di wajahnya yang putih


...“Vira” ucap Vicky lirih, ia hendak beringsut bangun namun Diah segera memburu...


...“Vick, jangan bangun dulu, kamu masih lemah” ucap Diah...


...“Ada Vira disini Mi, Vira nemuin aku Mi” ucapnya dengan senyum yang mengembang dan mata berkaca - kaca...


...“Iya Nak, Vira kesini buat nemuin kamu” ucap Diah seraya mengecup rambut anaknya...


Vira masih saja berdiri mematung, ia tak bergeming bahkan tak ada belas kasih sedikit pun di sorot matanya yang penuh kebencian


Diah beranjak menghampiri Vira


...“Duduk Vir” ucapnya sambil mendudukkan Vira di kursi depan tempat tidur Vicky, ia lalu beringsut duduk di sofa di belakang kursi Vira...


Vicky menatap Vira dengan penuh cinta, wanita di depannya kini terlihat lebih mempesona, Vicky ingin menghambur memeluk Vira, namun badannya lemah tak berdaya


...“Ada apa Mas mau ketemu sama saya?” Tanya Vira datar, ia menatap benci pada Vicky...


Vicky mengerti kemarahan Vira, ia pun bertekad akan menerima bagaimana pun perlakuan Vira


...“Makasih udah mau datang menemui aku Vir” ucap Vicky sendu...

__ADS_1


...“Saya datang karena Tante Diah, bukan karena Mas” tukas Vira ketus...


Vicky memejamkan mata menahan perih hatinya, Diah tak jauh berbeda


...“Vir, maafin Mas” ucap Vicky lagi lirih...


...“Untuk dosa yang mana?” Tanya Vira sengit...


...“Untuk semua yang udah Mas lakuin sama kamu” ucap Vicky lagi, air mata menetes dari matanya yang memerah...


...“Dosa kamu terlalu banyak, saya ga bisa maafin kamu” tandas Vira ...


Vicky menangis, dadanya sesak mengenang betapa berengseknya dia pada Vira dulu


...“Maafin Mas Vir, Mas mohon” tutur Vicky lirih...


...“Ada hal lain yang perlu dibicarakan? Saya buru - buru, suami saya menunggu” ucap Vira lalu hendak bangkit...


“Alex ada disini?” Tanya Vicky


...“Iya suami saya ada disini” jawab Vira singkat...


Vicky menarik nafas guna melegakan dadanya yang sesak


...“Kamu bahagia Vir sama Alex?” Tanya Vicky ...


...“Sangat bahagia, dia laki - laki terbaik yang pernah saya temui” ucap Vira dengan senyum sinis...


Vicky mengepalkan tangannya menahan rasa sakitnya, sementara Diah mengusap air matanya yang berderai


...“Apa kamu udah bener - bener ngelupain Mas, Vir?” Tanya Vicky lirih, meskipun ia sudah tahu jawabannya, tak mungkin Vira masih mengingatnya...


...“Saya bukan pengkhianat seperti kamu, hanya Alex yang ada di hati saya sekarang, dan sampai saya mati nanti” tandas Vira yang sukses membuat Vicky tertampar hebat...


...“Vira, tolong jangan hukum aku seberat ini, aku tau aku sudah melakukan kesalahan besar terhadap kamu, tapi tolong beri aku kesempatan lagi” Vicky memohon, tatapannya memelas penuh harap...


...“Jangan membuat saya tambah jijik sama kamu Mas, apa ga cukup semua perbuatan rendah kamu? Terus sekarang dengan mudahnya kamu meminta kesempatan pada saya disaat kamu masih jadi suami Utari dan Ayah dari bayi hasil perselingkuhan kalian!” Tutur Vira sengit...


Vicky menghapus air matanya yang kembali meleleh, sementara Diah sibuk terisak


...“Mas sama Utari udah cerai, dan anak yang di kandung bukan anak Mas, itu anak selingkuhannya” ucap Vicky sendu...


Vira tercekat sesaat sebelum kemudian ia tertawa terbahak - bahak sambil bertepuk tangan


...“Jadi maksud kamu, dulu kamu tega ninggalin saya nyampe anak kita digugurin oleh Tante Gendis, hanya untuk perempuan yang hamil oleh laki - laki lain gitu?” Tanya Vira yang kemudian tertawa terbahak lagi seolah itu adalah hal yang lucu baginya...


Dada Vicky bergemuruh hebat, hatinya sakit luar biasa, bagaimana mungkin ia bisa melakukan hal serendah itu dulu, Vicky meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya, sementara Diah terisak sudah


...“Maafin aku Vira, maaf karena aku udah membuat kamu menderita, tolong Vir jangan siksa aku seperti ini” Vicky meminta dengan memelas...


...“Ini belum seberapa dibanding dengan apa yang saya rasain dulu Mas, semua penghinaan, pengkhianatan, caci maki, dan yang paling menyakitkan kamu membuat saya kehilangan anak saya” tutur Vira dingin, wajahnya sarat kebencian...


Vira kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak keluar, Diah ikut bangkit begitu pun Vicky yang hendak beringsut dari tempat tidurnya untuk mengejar Vira


...“Tolong jangan cari saya lagi, saya ga mau suami saya tersinggung karena masa lalu saya terus menghantui, bagi saya kamu udah mati Mas” ucap Vira sebelum kemudian ia keluar dari ruangan Vicky...


Vicky menguatkan badannya sekuat tenaga, ia lalu beringsut turun hingga ia limbung dan jatuh dari tempat tidurnya, jarum infus lepas sudah dari tangannya menyisakan darah segar yang menetes, Diah segera memburu Vicky, membantu Vicky untuk bangun, Vicky lantas menghalau Ibunya dan menghambur keluar dari ruangannya. Namun apa yang ia lihat di depan matanya sungguh membuatnya hancur berkeping - keping, Vira tengah dalam pelukan Alex yang kini menatap Vicky dengan tajam.


...“Vira” ucap Vicky lirih sebelum ia ambruk ke lantai dan menangis sesenggukan. ...

__ADS_1


__ADS_2