Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Berdarah (Bagian 2)


__ADS_3

Ambulance memasuki area rumah sakit, para petugas yang tengah menunggu di pintu ruangan ICU dengan sigap membantu petugas yang menurunkan brankar dari ambulance


Salim dengan gontai mengekor dari belakang, ia kemudian menunjukkan kartu identitas kedokterannya pada dokter yang berjaga agar ia diperbolehkan masuk ke dalam ICU


Para dokter dan perawat yang berjaga sigap menangani Vira, mereka tampak serius memeriksa badan Vira yang penuh luka


Salim hendak membantu, ia tahu caranya, tapi tangannya tak berhenti gemetar, air mata tak juga berhenti keluar, seorang dokter kemudian menghampirinya


...“Dok, sebaiknya anda keluar karena anda sedang syok, dokter tenangkan diri dulu, biar pasien kami yang menangani” ucap dokter itu sambil menepuk - nepuk bahu Salim...


Salim mengangguk lemah, ia memang tak sanggup merawat Vira, jangankan merawat, melihatnya pun tak sanggup, kini dokter tengah menggunting celana jeans yang dipakai Vira, luka menganga lebar disana, darah kering dan segar bercampur


Salim bergegas keluar, ia kemudian berjongkok depan ICU, tangannya yang penuh darah memijit - mijit pelipisnya berulang kali, tangis masih setia menemaninya. Salim kemudian bangkit, ia menekan rasa syoknya, ia lalu merogoh ponselnya dan menghubungi Bram, kemudian ia menghubungi Tuti, dan terakhir ia menghubungi Alex, meskipun ia ragu


Tak butuh waktu lama, derap sepatu terdengar di koridor rumah sakit, Alex dengan wajahnya yang syok setengah berlari menghampiri Salim yang sedang duduk termangu dengan tangan di pelipisnya, Francis dan Umar serta bodyguard Alex setia mengekorinya


Seorang perawat keluar dari ruangan ICU, Francis sigap menghampiri dokter tersebut dan mengajaknya bicara


Sementara Alex mendudukkan dirinya yang hampir limbung di samping Salim yang masih menatap pintu ICU


...“Itu darah Vira?” Tanya Alex lirih...


Salim kemudian memindai dirinya sendiri, ia baru sadar bahwa celana denimnya, kemeja flanelnya, bahkan tangannya penuh dengan darah Vira


...“Iya” jawab Salim singkat...


Alex meluruh, jantungnya seolah berhenti berdetak, matanya panas hendak mengeluarkan air mata


...“Apa yang terjadi Lim?” Tanya Alex pilu, ia kini ikut menatap pintu ICU...

__ADS_1


...“Tadi gue ninggalin dia di mobil, gue mau beliin dia es krim, pas keluar mini market Vira tau - tau udah ketabrak” jawab Salim dengan suara bergetar...


Alex terdiam, ia tak mampu bicara apa pun, ia syok luar biasa, kejadian tadi pagi di lobby hotel terbayang kembali, saat Vira menatapnya dengan luka


...“Vira kayaknya lelah, Lex” ucap Salim lirih, ia lalu membuka kacamatanya...


...“Maksud lo apa Lim?” Tanya Alex dengan suara gemetar...


...“Pas dia habis liat lo tadi pagi, gue tau ada yang ga beres sama dia, dia ga ngomong, dia juga ga nangis, dan setau gue orang yang bahkan ga bisa ngeluarin air mata adalah orang yang hatinya udah terlalu luka” tutur Salim...


Alex makin meluruh, seluruh tubuhnya gemetaran, air mata perlahan menetes di wajah tampannya, kalau saja ia menjelaskan lebih cepat pada Vira tentang apa yang terjadi, mungkin Vira tak akan disini sekarang


...“Gue udah bilang ama lo, kalo lo ga sanggup buat ngelindungin Vira lo panggil gue, gue bakal datang, gue yang akan ngelindungin dia” ucap Salim pada Alex yang kini menatap nanar pintu ruangan ICU...


Terbayang bagaimana terpukulnya Vira tadi saat ia melihat Alex dengan Sarah, belum lagi kejadian kemarin saat Alex seolah menjauhinya


^^^“Gue sanggup ngelindungin dia Lim” ucap Alex lirih ^^^


Alex terdiam, tenggorokannya seolah tercekat, ia tak mampu berkata apa pun pada Salim


Tak lama derap langkah kembali terdengar, Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti datang dengan tergopoh, wajah mereka panik. Francis segera menemui mereka dan memberi tahu apa yang terjadi pada Vira, seketika itu jerit tangis terdengar, mereka bertiga menangis sesenggukan, mendengar Vira yang begitu mereka sayangi kini tengah kritis.


Beberapa saat kemudian seorang dokter keluar dari ICU, Alex dan Salim kompak bangkit dan mendekati sang dokter, begitu pula Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti


...“Maaf tadi suaminya yang mana ya?” Tanya sang dokter...


...“Saya” ucap Salim dan Alex kompak...


Salim kemudian menghela nafasnya

__ADS_1


...“Ini suaminya Vira dok” ucap Salim lirih sambil menunjuk Alex...


...“Loh ini Tuan Alex kan?” Tanya dokter tersebut setelah memindai wajah Alex yang merupakan pemilik rumah sakit tersebut...


...“Jadi Nyonya Vira itu istrinya Tuan Alex?” Tanya dokter tersebut memastikan...


...“Iya dok” ucap Alex mantap...


...“Begini tuan Alex, kondisi istri anda sangat kritis, ada luka yang dalam di kepalanya, dan ada semacam logam yang menancap disana, kami harus segera melakukan tindakan operasi, agar logam tersebut tidak mengenai bagian vital di kepala pasien” ucap dokter ...


Salim maupun Alex tambah syok mendengar penjelasan dokter


...“Mohon do’anya, karena sekarang pasien tidak merespon apa - apa, kami belum tahu kenapa tapi tubuh pasien seolah menolak semua tindakan” tutur dokter itu lagi...


Hancur sudah hati semua orang yang mendengarnya, Alex limbung hingga Francis sigap menangkapnya dan mendudukkannya di kursi, sementara Salim berjongkok di lantai dengan kepala tertelungkup menahan agar isak tangisnya tak terdengar


Isak tangis kembali terdengar, do’a - do’a di lafalkan dari setiap bibir yang tengah menunggu Vira


Beberapa saat kemudian Alex sudah mengurus segala administrasi Vira, begitu pun surat izin untuk tindakan operasinya


Kini mereka menunggu dalam keheningan, menanti kabar baik dari ruang operasi


Bi Welas, Mbok Asih, Tuti, dan bahkan Umar melantunkan ayat suci, sementara do’a tak lepas dari bibir Salim dan Alex, Alex begitu panik, ia tak henti berjalan mondar mandir.


...“Lim, lo bersihin badan dulu terus ganti baju, nantiFrancis yang urus” ucap Alex pada Salim, Salim kemudian mengangguk patuh lalu beranjak disana didampingi Francis...


Alex terduduk lesu, seandainya ia lebih cepat memberi tahu Vira kalau kesibukannya kemarin sampai mengacuhkannya adalah karena ia sedang mengurus surat pembatalan merger perusahaannya dan Sarah, merger itu sebagai mahar kepada Alex yang dipinang oleh keluarga Sarah, Alex belum mengiyakan, namun merger sudah dilaksanakan.


Dan kedatangan Sarah kemarin karena Alex yang mengundangnya. Malam itu di kamar Alex, Alex membicarakan tentang kompensasi yang harus ia berikan kepada Sarah dan keluarganya atas pembatalan merger sepihak oleh Alex, ketika nominal telah disepakati ia dan Sarah kemudian melakukan video call dengan Mama dan Babanya Alex untuk memberi tahu bahwa kesepakatan telah dibatalkan, dan oleh karena itu Alex bebas menikahi Vira. Dan pagi ini saat Vira melihat ia dan Sarah di lobby tak lain karena Alex hendak mengantarkan Sarah untuk pulang, Alex dan Sarah sepakat untuk saling menghargai layaknya seorang teman.

__ADS_1


Tapi kesalah pahaman itu kini mengantarkan Vira ke meja operasi, Alex tahu ia yang menyebabkan semua ini, kini ia berharap Vira segera bangun, karena ia akan segera menikahinya.


__ADS_2