
Vicky berjalan bersama Ibunya menuju lobby kantor, langkah mereka gontai, sesekali baik Vicky maupun Diah memindai sekeliling mereka, melihat setiap jengkal bangunan kantor yang akan mereka tinggalkan, Vicky tak menyangka perusahaan yang dibangun susah payah oleh Ayahnya kini bukan lagi miliknya, dan itu semua karena kebodohannya sendiri.
Langkah mereka diiringi tatapan sinis oleh orang - orang yang berada disana, tepat seperti dugaan Vicky, ketika ia kehilangan perusahaannya maka tidak akan ada lagi yang menghormatinya. Hanya Theo yang masih setia mendampinginya, bahkan kini ia tengah berdiri patuh menunggu Tuannya di lobby.
...“Tuan” ucap Theo sambil mengangguk patuh, Vicky berjalan mendekati Theo, air matanya kembali merembes...
...“Aku sudah ga punya apa - apa Theo” ucap Vicky lirih, tangannya sibuk mengusap air mata yang meleleh di pipinya. Theo hanya membisu tak sanggup berkata apa - apa, ia prihatin pada nasib Vicky sekarang. ...
...“Kenapa kamu sebodoh itu Vick?” Sentak Diah tiba - tiba, tangannya memukul - mukul dada bidang Vicky, tangisnya pecah...
Vicky menerima saja amukan Ibunya, ini memang kesalahannya, meskipun amukan Ibunya sontak membuat mereka menjadi pusat perhatian
...“Maafin aku Mi” ucap Vicky, hanya itu yang mampu ia ucapkan untuk menghadapi amarah Ibunya, Diah masih saja terisak, ia kemudian luruh dan duduk melantai, tangisnya makin meraung - raung. Theo di dekatnya mencoba untuk membantu Diah bangun, namun Diah menepis tangan Theo, Diah seolah larut dalam kesedihannya sendiri...
Vicky tak bergeming, hanya air matanya saja yang berjatuhan
Baru saja Vicky akan membantu Ibunya untuk bangun ketika dia melihat Vira dan Alex keluar dari lift sambil bergandengan tangan dengan wajah penuh kebahagiaan, hati Vicky seketika memanas lagi, tangannya erat mengepal. Cemburunya sudah tak bisa dikendalikan, Seketika itu ia berjalan hendak mendekati Vira, Theo yang menyadari itu sigap berlari menghambur ke arah Vicky dan menahan badan atasannya itu
...“Vira!” Pekik Vicky lantang pada Vira, membuat semua orang disana menoleh padanya, terutama Vira dan Alex, seketika semua bodyguard Alex membuat barikade perlindungan untuk Vira dan Alex, orang - orang yang berada disitu sontak menonton drama mantan pemimpin mereka, beberarapa ada yang berbisik - bisik, selebihnya mengabadikan peristiwa itu lewat kamera ponsel mereka, ada yang hanya iseng memvideo, namun tak sedikit yang membagikannya ke media sosial...
...“Kenapa kamu tega padaku Vir, kenapa?” Sentak Vicky, badannya yang ditahan oleh Theo berontak hendak menghambur pada Vira ...
Alex merangkul Vira erat, melindungi istri tercintanya itu.
...“Kenapa lagi sih dia?” Tanya Vira kesal, Vicky benar - benar membuatnya muak...
...“Kamu tenang aja sayang, aku bakal ngelindungin kamu, dia ga akan bisa ngapa - ngapain kamu” tutur Alex sambil mengeratkan lagi rangkulannya...
...“Vira! kenapa Vir?! Padahal aku cinta sama kamu, aku rela melakukan apa aja buat kamu, aku bahkan beliin jet pribadi buat kamu Vira!” Teriak Vicky lagi, suaranya lantang membuat urat lehernya menonjol...
Vira mendengus kesal, sementara Alex menghela nafasnya geram akan tingkah laku Vicky
...“Vira, kembali padaku Vir, aku mohon!” Tutur Vicky lirih, air matanya kembali mengalir, tangannya mengusap lelehan air matanya, Theo yang merasa Vicky sudah mulai tenang mengendurkan pegangannya pada tubuh Vicky, namun baru saja ia melepaskan Vicky seketika itu juga Vicky berlari menghambur menghampiri Vira tanpa mempedulikan bodyguard yang bersiap sedia menghantamnya apabila dia berniat macam - macam, tangis Diah makin pecah khawatir pada Vicky yang sedang nekad...
__ADS_1
...“Biarin dia mendekat” ucap Vira pada para bodyguardnya, para bodyguard yang memagari Vira dan Alex saling pandang, memastikan perimtah Tuan mereka...
...“Kamu yakin yang?” Tanya Alex khawatir...
...“Aku mau tau dia mau ngomong apa Mas, lagian aku yakin dia ga bakalan berani macam - macam selagi ada kamu di sisi aku” ucap Vira pada suaminya...
Alex menghela nafasnya sebelum kemudian dia memberikan isyarat pada para bodyguardnya untuk membiarkan Vicky lewat
Vicky berjalan tergopoh mendekati Vira, Theo setia mengekor di belakangnya
...“Vir, tolong Vir, jangan lakukan ini padaku Vira” tutur Vicky lirih begitu berada di depan Vira, ia sama sekali tidak mempedulikan Alex yang tengah menatapnya tajam...
...“Memangnya apa yang aku lakukan padamu Mas?” Tanya Vira sinis, matanya memandang rendah Vicky yang berada di depannya...
...“Kamu ninggalin aku Vir terus kamu nikah sama Alex, dan sekarang kamu ngambil alih perusahaan Papaku Vira” tutur Vicky lagi, nafasnya terengah - engah, matanya memerah...
Vira tersenyum sinis
Vicky menelan kasar ludahnya
...“Kembali padaku Vir, aku mohon, jangan hancurkan aku” tutur Vicky lagi membuat baik Vira dan Alex melongo mendengar Vicky yang tak tahu malu...
...“Jangan lancang kamu Vicky!” Sentak Alex yang sudah mulai hilang sabarnya, Vira meraih tangan Alex dan memegangnya erat untuk menenangkannya, Vira lantas menoleh pada Vicky dan menatap jijik padanya...
...“Kamu ga salah Mas? Kamu lupa kalo aku udah nikah sama Mas Alex, apa kamu juga lupa kalo udah sedang hamil anak kami Mas?” Sengit Vira...
...“Aku tau Vir, tapi aku mohon pertimbangkan aku, aku ga bisa hidup tanpa kamu, aku mohon” ucap Vicky sambil kemudian berlutut di depan Vira, membuat wanita cantik itu terhenyak, begitu pun semua orang disitu, banyak diantara mereka kembali mengarahkan kamera ponselnya pada Vicky yang tengah mengemis pada Vira...
Diah yang masih melantai, tambah sesenggukan, hancur sudah semuanya, Harta, kehormatan, harga diri bahwa kewarasan anaknya pun kini lenyap sudah.
Vira menatap dingin Vicky yang tengah berlutut di depannya
...“Untuk apa kamu berlutut pada wanita yang kamu anggap kelas rendahan, ga punya asal usul, dan memalukan sepertiku Mas?” Sindir Vira, ia mengingat saat dulu Vicky mencaci maki dan menghinanya...
__ADS_1
Vicky tertohok dengan pertanyaan Vira, membuatnya hening tak berani berkata apa - apa, hanya penyesalan yang kini kembali hinggap di hatinya
...“Kamu ga lupa kan gimana kamu menghina aku dulu Mas, kamu bilang aku wanita rendahan yang ga pantes mengandung anak kamu, bahkan ga cukup sampai disitu kamu menjambakku dan menyeret aku dalam kondisi aku sedang hamil anak kamu” ucap Vira, bicara Vira tak lantang namun semua orang disitu bisa mendengarnya karena semua tengah hening demi menonton drama yang sedang terjadi. Mantan para pegawai Vicky yang ada disitu kembali kaget mendengar betapa bejatnya pemimpin mereka dulu, tak pelak riuh penuh cacian dan makian atas kekejaman Vicky pun kembali terdengar...
Sementara Alex kembali meradang, ia selalu saja tak tega ketika mendengar masa lalu kelam istrinya, rasanya balas dendam pada Vicky tak pernah cukup buatnya.
...“Oh iya, apa kamu juga lupa kalo kamu telah mengkhianati aku dengan wanita lain Mas? Aku bahkan memergoki kalian saat tengah bergumul dengan mata kepalaku sendiri Mas” tutur Vira lagi yang membuka semua aib Vicky...
Vicky yang masih berlutut itu kini menunduk, penyesalan kian menggerogotinya, sementara Diah tak lagi terisak, namun kini pandangannya kosong, hati dan hidupnya hancur sudah, kini jangankan untuk membanggakan kedudukannya, bahkan untuk menatap orang lain pun jelas ia tak akan mampu, karma sedang menenggelamkan hidupnya dan anaknya.
...“Dan setelah semua perbuatan kamu dulu, bisa - bisanya kamu minta aku balikan sama kamu di depan suamiku sendiri Mas! Apa kamu udah gila?” Sengit Vira lagi, hilang sudah sabarnya...
...“Jangan pernah berharap Mas, dan jangan melakukan hal - hal rendah lagi untuk misahin aku sama suamiku, apa pun yang terjadi kami ga akan bisa dipisahin Mas” tandas Vira membuat senyum bangga terbit di wajah Alex...
Sementara Vicky semakin terpuruk, hatinya menciut, ia tak terima jika Vira menolaknya
...“Vir, apa kamu akan ngelupain gitu aja kenangan tiga tahun pernikahan kita? Kembali lah Vir, demi masa lalu kita” pinta Vicky semakin tak tahu malu...
...“Ga akan pernah Mas! Apa kurang jelas? Bahkan kalo kamu nyampe nyium kakiku pun aku ga bakalan mau balikan sama kamu Mas!” Sengit Vira ...
Vicky hening sejenak mencari cara agar Vira mau kembali padanya meskipun ia harus mengemis, seketika idenya muncul
Vicky beringsut maju dengan lututnya mendekati Vira, tak berapa lama Vicky menundukkan wajahnya di depan kaki Vira yang masih mematung bingung Vicky hendak apa, dan tak salah lagi, ia mencium sepatu Vira, membuat Vira yang tak menduga gerakan Vicky membulatkan matanya, mulutnya yang terbuka ia tutup dengan kedua tangannya,
Semua orang sontak terhenyak melihat apa yang diperbuat Vicky, riuh kembali mewarnai peristiwa dimana seorang Vicky merendahkan dirinya di depan wanita yang dulu ia rendahkan. Jepretan foto dan sorot kamera kembali mengabadikan momen kejatuhan Vicky.
Vicky mendongak melihat Vira dengan mata memelas, ia sudah menjatuhkan harga dirinya sejatuh - jatuhnya agar Vira mau kembali bersamanya
Alex sigap merarih Vira dalam pelukannya, lantas mengamankan Vira di belakang punggunggnya
...“Kamu menjijikan Vicky!” Ucap Alex pada Vicky, ia lantas meraih tangan Vira dan menggandeng Vira untuk berlalu keluar dari sana, meninggalkan Vicky yang kini menangis sesenggukan....
Theo bergegas membantu Diah dan Vicky untuk bangun, ia lalu membimbing keduanya untuk keluar dari kantor itu, suara cemoohan mengiringi langkah Diah dan Vicky yang gontai. Begitu sampai di pelataran parkir kantor, baik Vicky maupun Diah sekali lagi menoleh pada perusahaan yang kini bukan milik mereka lagi, papan nama raksasa bertuliskan Kalendra, nama keluarga Vicky yang tadinya terpasang gagah, kini sudah berganti dengan papan nama raksasa bertuliskan Al - Maktoem Grup, Vicky memejamkan matanya sebelum kemudian air matanya kembali menetes deras. Karma kejahatannya pada Vira dibayar lunas hari ini, batin Vicky.
__ADS_1