
...Pagi menjelang, Vira telah siap dengan kemeja putih dan celana hitamnya yang telah ia cuci tadi malam dan disetrika oleh Tuti shubuh tadi. Vira menyemprotkan parfum bayi yang ia miliki agar bajunya tidak apek karena masih sedikit lembab. Vira memakai sepatunya dengan takut - takut, khawatir lemnya copot lagi...
...“Bismillah, semangat” ucapnya menyemangati diri sendiri...
...Setelah sarapan kemudian ia meminta Tuti untuk memesankannya ojek online karena HPnya rusak akibat kehujanan tadi malam, ia terpaksa naik ojek online karena khawatir terlambat di hari pertamanya bekerja, setelah ojeknya sampai ia kemudian pamit dan kemudian berangkat. ...
...****************...
...Sesampainya di hotel Vira menyapa security yang berjaga di gate depan, Vira memang ramah dan santun terhadap siapa pun. Vira kemudian berjalan memasuki lobby melalui pintu khusus karyawan, ia kemudian menaiki lift yang membawanya menuju lantai 15. ...
Begitu sampai di lantai 15, Vira kemudian berjalan mendekati 2 orang bodyguard yang tengah berjaga di depan pintu masuk menuju ruangan Alex
Bodyguard tersebut kemudian membukakan pintu untuk Vira. Waktu baru menunjukkan jam 07.40 ketika Vira sampai, artinya ia lebih awal 20 menit dari jadwalnya masuk kerja dan kemungkinan di ruangan tersebut belum ada orang.
Vira terlonjak ketika ia melihat Alex sudah duduk anteng disana, didampingi oleh Francis dan Umar
...“Se - selamat pagi Tuan, ma - maaf apa saya terlambat? Tanya Vira dengan mukanya yang memelas...
Melihat wajah polos Vira dengan tatapannya yang memelas itu membuat darah Alex berdesir, hasrat kelaki - lakiannya bangkit… Alex menghirup dan menghembuskan nafasnya pelan untuk menetralisir perasaannya
...“Selamat pagi Vir, ga telat kok.. pagi ini kebetulan saya disuruh datang lebih pagi oleh Francis sama Umar, ada yang harus ditanda tangani.. hehhe” ucap Alex sekenanya ...
Francis dan Umar saling berpandangan sambil menahan tawa, jelas - jelas dari shubuh tadi Alex sudah ribut siap - siap untuk datang ke kantornya, beberapa kali berganti setelan jas dan dasi, kelimpungan ga jelas di kamarnya, persis seperti anak SMA yang baru pertama kali mau kencan
...“Maaf Tuan, kalau begitu saya akan datang lebih pagi besok agar Tuan tidak datang lebih dulu dibanding saya” ucap Vira sopan...
...“Kenapa kamu ga tinggal sama aku aja Vir, jadi kita bisa berangkat bareng kan?” Batin Alex sambil senyum - senyum...
...“Ah aku pasti sudah gila” gumam Alex pelan...
...“Iya Tuan?” Tanya Vira yang sekilas mendengar gumaman Alex ...
...“Ekhm, ga perlu Vir.. datang jam 8 aja seperti kesepakatan kontrak” ucap Alex yang mencoba untuk menahan perasaannya yang membuncah...
...“Baik Tuan, maaf Tuan meja kerja saya dimana ya?” Tanya Vira ...
__ADS_1
...“Saya antarkan ke meja kerja anda Nona, sila.. “ ucap Umar yang dipotong langsung oleh isyarat Alex ...
...“Francis, tolong pindahkan meja kerja Nona Vira ke ruangan ini” titah Alex pada Francis yang sukses membuat Francis serta Umar senyum - senyum sendiri mengetahui niat Alex ...
...“Baik Tuan” jawab Francis kemudian berlalu...
Beberapa saat kemudian beberapa orang memindahkan meja kerja untuk Vira ke dalam ruangan Alex
...“Terima kasih” ucap Vira pada orang - orang yang telah mengangkat mejanya...
...“Vira, pagi ini saya ada briefing dengan Pak Yonto.. nanti untuk job desk kamu akan dijelaskan oleh Francis ya” jelas Alex pada Vira ...
...“Baik Tuan” angguk Vira sambil tersenyum...
Alex kemudian bergegas, diikuti oleh Umar dan kedua bodyguardnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang menjelang, Vira yang cerdas sudah khatam dengan penjelasan yang diberikan oleh Francis dalam waktu yang singkat, waktu menunjukkan jam 12 siang tandanya waktu istirahat makan siang
Vira menoleh ke kiri dan kanan ruangan, tidak ada orang sama sekali disana.. Alex sampai sekarang belum kembali ke ruangan, sementara perutnya sudah keroncongan. Ia pun tak mungkin meninggalkan ruangan itu tanpa seizin Alex
...“Lagi makan apa”? Suara barito Alex mengagetkan Vira hingga ia tersedak, Vira terbatuk - batuk kecil hingga akhirnya ia segera minum dari botol yang dibawanya dari rumah. ...
...“Ma- maaf Tuan, maaf karena saya sudah lancang makan di ruangan Tuan, tadi sudah jam makan siang saya tidak tau bagaimana cara menghubungi Tuan untuk minta izin makan siang” jelas Vira dengan wajah yang tertunduk...
...“Oh iya maaf ya tadi saya lupa info sama kamu kalo setelah briefing saya ada meeting dengan direktur keuangan” ucap Alex sambil menepuk jidatnya pelan...
“Kamu makan apa Vir? Tanya Alex sambil menatap kotak bekal Vira yang terbuka, perut Alex tiba - tiba perih minta diisi melihat makanan yang dibawa Vira
...“Ini anu, ini saya bawa bekal dari rumah Tuan.. tempe orek dan tumis kangkung” jawab Vira sambil menyodorkan tempat bekalnya...
...“Mmmhh.. saya boleh nyoba?” Tanya Alex yang membuat Vira terkejut ...
...“Tapi Tuan, makanan ini bekas saya.. dan ini makanan kampung, apa tidak apa - apa kalau Tuan…” ...
__ADS_1
...“Ga apa - apa” jawab Alex sambil menyambar kotak bekal Vira dan membawanya ke meja minibar di ruangannya...
Vira hanya bisa melongo melihat Alex memakan jatah makan siangnya, Alex bahkan memakai sendok yang telah dipakai Vira
Muka Alex tiba - tiba memerah, ia yang tidak bisa makan makanan pedas sebelumnya merasa kepedesan saat memakan tumis kangkung yang dibawa Vira, Alex sibuk mengipas - ngipas wajahnya dengan tangannya, keringat mulai membasahi dahinya yang licin
...Vira dengan tanggap segera mengambil air minum Alex di atas meja kerjanya, kemudian menyuapi Alex air minum.. Alex minum dengan rakus membuat air minum menetes ke bibir dan dagunya, Vira dengan refleks menyeka air di bibir dan dagu Alex membuat mereka sama - sama mematung, netra mereka beradu.. Vira baru menyadari bahwa CEO muda itu begitu tampan, bola matanya coklat dengan bulu mata yang lentik, bibirnya penuh dan merah...
Alex pun merasakan hal yang sama, wajah cantik Vira begitu sempurna dari dekat, bola matanya coklat terang, wajahnya putih berseri, bibirnya merah dan seksi, hasrat Alex tiba - tiba membuncah
Ia mengelus wajah Vira, kemudian memegang dagu Vira dan menarik pelan wajah Vira untuk mendekat ke wejahnya, mencoba menempatkan bibir Vira tepat di bibirnya
Vira yang tersadar dari geloranya segera menarik wajahnya dari pegangan Alex,
Vira kemudian berdehem
...“Ma - maaf Tuan, saya permisi dulu” ucap Vira dengan wajah yang merah padam ...
...“Ah iya.. ekhm, silakan Vir” ucap Alex menetralkan birahinya, ia kemudian lanjut memakan bekal Vira ...
“Ah iya sampai lupa, dia juga belum makan siang” gumamnya kemudian beranjak ke meja kerjanya
...“Umar, tolong pesankan 1 tenderloin steak, well done, dengan mushroom sauce dan beberapa makanan yang paling spesial di resto, antar ke ruangan saya” Titah Alex pada Umar yang ada di ruangannya melalui interkom...
...Beberapa saat kemudian beberapa orang yang menggunakan seragam waitress datang ke ruangan Alex membawa banyak sekali makanan di troley, mereka kemudian menyajikannya di meja minibar...
...“Makan dulu yuk Vir” ajak Alex pada Vira...
...“Baik Tuan” ucap Vira pada Alex, kejadian tadi masih membuat jantungnya berdebar - debar ...
Vira kemudian duduk di kursi minibar disamping Alex, Alex dengan sigap menyodorkan piring yang berisi steak pada Vira
...“Terima kasih” ujar Vira sopan...
Ia kemudian meraih garpu dan pisau daging, dan mulai memakan steaknya dengan anggun
__ADS_1
Alex yang memperhatikan Vira sedikit heran dengan manner Vira yang sangat baik, makannya rapi dan anggun.
Gelenyar aneh di hati Alex muncul lagi ketika melihat bibir Vira yang bergerak mengunyah makanan, Alex yakin kalau yang ia rasakan adalah perasaan cinta, Alex jatuh cinta pada Vira.