Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Rapat Keluarga, Alevir Batal Jadi Sultan?


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan Wening kemarin, Vira sama sekali tak tenang, ia merasa gelisah pada siapa ia akan berpihak, ia jelas kalut dengan bayang - bayang cerai dari Alex, membayangkannya saja ia tak mampu.


Vira duduk, kemudian bangkit kembali. Ia sama sekali tak tenang di rumah, Alex tengah ke kantor, sementara Maryam dan Baba sudah kembali ke Dubai, Permaisuri dan Sultan pun sudah kembali ke keraton. Alevir tengah terlelap dalam penjagaan Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti yang kini tengah bertandang ke rumahnya. Mengingat Maryam, Vira pun mengingat bagaimana raut muka mertuanya itu ketika pamit, tak ada kehangatan seperti biasanya, meskipun Maryam tetap memeluk Vira tapi tak banyak kata yang ia ucap selain ia menitipkan Alex dan Alevir.


Vira termenung sebentar sebelum ia kemudian beranjak mempersiapkan makan siang untuk Alex, lantas bersiap untuk pergi ke kantor Alex. Siang ini ia harus membicarakan tentang solusi atas masalah yang tengah mereka hadapi dengan Alex, ia tak ingin jika masalah ini membola salju, yang pada akhirnya semakin membesar dan tak dapat diselesaikan.


Selesai bersiap, Vira lantas pamit pada Bi Welas, Mbok Asih, dan Tuti serta menitipkan Alevir pada mereka, ia lalu berangkat menuju kantor Alex diantar oleh sopir pribadinya.


Sesampainya di hotel Alex, Vira menyapa siapa pun yang ia temui dengan ramah meskipun hatinya tengah tak menentu, langkahnya ia percepat untuk segera sampai ke ruangan suaminya itu


Vira menghirup nafasnya banyak - banyak sebelum ia masuk ke ruangan Alex, ia tak ingin memperlihatkan wajah kusutnya pada suaminya yang tengah bergelut dengan pekerjaannya.


Beberapa bodyguard mengangguk patuh dan sigap membukakan pintu untuk Vira, Alex yang tengah rapat dengan Francis dan Umar segera menghentikan rapatnya begitu melihat kedatangan Vira, wajahnya sumringah melihat istrinya itu.


...“Sayang, tumben kamu ke kantor” ujar Alex sambil bangkit dari kursinya dan menghambur memeluk Vira. Francis dan Umar yang berdiri patuh, segera pamit dari ruangan tersebut ...


...“Aku bawain makan siang, kamu belum makan kan?” ucap Vira ...


...“Kebetulan aku udah laper Vir, baru aja aku mau pesen makanan dari resto” ucap Alex dengan wajah ceria. ...


...“Ya udah lepasin dulu pelukannya, biar aku siapin makanannya dulu Mas” ucap Vira pada Alex yang tak juga melepas pelukannya, kebiasaan Alex memang kalau sudah memeluk Vira ia seolah lupa untuk melepasnya kembali....


Alex mengurai pelukannya, tapi bibirnya ia daratkan di bibir Vira, menghadiahi istrinya itu beberapa kecupan


...“Ini kantor sayang” ucap Vira lembut sambil menangkup wajah tampan suaminya...


...“Kantor punya aku, punya kamu juga sayang, kita bebas ngapain aja kok, atau apa perlu kita pindah ke kamar aja?” Goda Alex dengan menaikkan sebelah alisnya...


Vira mendengus, suaminya itu memang selalu ingin lebih, ia bukannya tak senang tapi sekarang waktunya tak tepat, ada yang ingin ia bicarakan dengan Alex


...“Makan dulu ya” ucap Vira sambil beranjak ke meja mini bar dan mulai menata makanan yang ia bawa, Alex mengekori Vira dan duduk di kursi mini bar lantas mulai menyantap makanannya, Vira patuh duduk di samping Alex, menyaksikan suami tampannya itu mengunyah masakannya dengan lahap. Wajah rupawan Alex selalu saja membuat Vira betah berlama - lama memandangnya, perasaan takut kehilangan pun semakin besar, mana Vira sanggup kalau harus cerai dari Alex. ...


Alex menyantap makanannya hingga tandas tak bersisa, ia memang sangat menyukai masakan Vira.


...“Mas, ada yang mau aku omongin” ucap Vira ...


...“Ada apa sayang? Ngomong aja!” sahut Alex...


...“Ini soal Mama” ucap Vira lagi...


...“Mama kenapa Vir?” Tanya Alex ...


...“Kira - kira bisa ga Mas kalo Mama ngebatalin janjinya ke dokter Bram?” TanyaVira pelan dan hati - hati, ia belum tahu akan seperti apa reaksi Alex...


Alex menghela nafasnya, lantas membelai sayang rambut istrinya, menyelipkan beberapa helai rambut Vira ke belakang telinganya


...“Itu ga mungkin Vir, dari dulu sudah jadi pedoman keluargaku untuk selalu menepati janji, Mama bahkan selalu ingetin untuk ga bikin janji yang ga bisa ditepati, artinya kalo Mama udah janji berarti Mama yakin udah bisa menuhin” tutur Alex...


Vira sebenarnya sudah tahu itu, tapi tak ada salahnya mencoba mengingat rumah tangganya yang tengah terancam


...“Kalo begitu kuncinya di dokter Bram, apa perlu aku ngomong sama dia buat mundur aja dari keinginannya buat ngelamar Hanum Mas?” Tanya Vira...


...“Apa kamu tega Vir? Apa salahnya Bram nyampe dia ga punya hak buat ngelamar Hanum? Toh Hanum juga mencintai Bram kan?” Tutur Alex ...


...“Mama ga akan mungkin mau bantu ngelamar Hanum kalo Hanumnya ga mau sama Bram, Mama juga udah sering komunikasi sama Hanum kok Vir” tambahnya...


...“Tapi Ibu ngerasa kalo Mama itu malah ngebelain dokter Bram dibanding keluargaku Mas, Ibu ngerasa dikhianati karena Mama malah ngerestuin Hanum dan dokter Bram” tutur Vira lagi...


...“Mama pasti akan tetep nepatin janjinya sama Bram, Vir. Mungkin dalam beberapa hari ini Mama akan datang untuk ngelamar Hanum secara resmi, dan itu juga atas persetujuan Hanum” ujar Alex...


...“Meskipun rumah tangga kita taruhannya Mas?” Lirih Vira, matanya menatap Alex sambil berkaca - kaca...


...“Harusnya Mama ga ikut campur soal dokter Bram dan Hanum Mas, gimana kalo Ibu semakin marah dan ujung - ujungnya mau misahin kita Mas?” Tanya Vira lagi...

__ADS_1


Alex mengerutkan keningnya


...“Vir, apa kamu akan menuruti keinginan keluarga kamu kalo mereka nyuruh kita cerai?” Cecar Alex...


Vira menggeleng


...“Tapi aku bingung Mas, itu artinya aku membangkang pada orang tuaku, sementara sudah pakemnya buatku untuk ngikutin semua perintah mereka” tutur Vira lirih...


Alex menghela kasar nafasnya, ia sedikit kesal dengan Vira


...“Kamu tau Vir, kalo misalnya nyampe Mama dan Baba nyuruh aku pisah dari kamu, aku ga bakalan mau Vir, meskipun artinya aku akan kehilangan apa pun yang aku punya sekarang” tutur Alex ...


...“Dan masalah ucapan Ibu Wening, aku yakin Ibu terbawa emosi aja, kamu jangan terlalu mikirin ini Vir, soal Bram dan Hanum nanti aku cari solusi yang paling baik untuk semua” tutur Alex, ia mencoba menenangkan hati Vira, meskipun ia bukannya tak khawatir akan ucapan Wening...


Vira tersenyum lega, lengannya menangkup wajah suaminya


...“Kamu janji Mas kalo kita akan baik - baik aja?” Tanya Vira...


...“Yakin” sahut Alex mantap lantas mengecup kening istrinya, bibir Alex saja masih menempel di kening Vira ketika ponsel Vira berbunyi...


Vira gegas meraih tasnya dan merogoh ponselnya


...“Assalamu’alaikum Romo Sultan” sapa Vira pada Kanjeng Sultan yang menghubunginya ...


...“Wa’alaikum Salam Vir, Nak apa kamu bisa ke keraton sekarang? Ada yang perlu kami bicarakan” tutur Kanjeng Sultan...


...“Baik Romo, Vira dan Alex kesana sekarang” sahutVira...


...“Kamu aja Vir, Nak Alex ga usah ikut.. kita mau rapat keluarga” titah Kanjeng Sultan...


Vira hening sebentar, jantungnya tiba - tiba berdegup kencang, entah apa yang ingin dibicarakan keluarganya hingga Alex tak diperbolehkan ikut


...“Baik Romo” jawab Vira lemas...


Vira lunglai, perasaannya tak karuan. Alex seolah mengerti apa yang terjadi dan meminta Vira untuk segera berangkat menemui keluarganya.


...****************...


Setelah menempuh berjam - jam perjalanan, akhirnya Vira sampai di keraton


Di depannya kini keluarganya tengah duduk melingkar, wajah semua orang tampak tak bersahabat. Kanjeng Sultan tiba - tiba berdiri dan berjalan mondar - mandir tak tenang, ia lalu duduk kembali


...“Apa keputusan kamu tidak bisa dirubah Dik?” Tanya Kanjeng Sultan pada Romo...


Romo menghela nafasnya


...“Ga bisa Kang Mas Sultan, Dik Ayu Wening sudah keukeuh untuk tak menerima pinangannya Nak Bram” tutur Romo...


...“Kenapa kamu kerasa kepala banget sih Dik Ayu? Apa kamu ga kasian sama Hanum? Dia sampai jatuh sakit mikirin masalah ini, dia itu sangat mencintai Nak Bram, mengalah lah demi kebahagiaan anak kamu sendiri, toh mereka sama - sama mencintai” tutur Permaisuri...


Wening menoleh pada Permaisuri


...“Saya tidak akan mau berbesan dengan orang angkuh seperti itu, masalah Hanum saya yakin dengan berjalannya waktu dia akan bisa melupakan Bram” jawab Wening tegas...


Permaisuri hanya geleng - geleng tanpa mampu berucap lagi


...“Tadi besan kita, Mas Jaber dan Mba Maryam sudah menghubungi saya dan mengutarakan rencana mereka untuk melamar Hanum, atas persetujuan Hanum” tutur Kanjeng Sultan...


Mata Wening mendelik, tak menyangka jika besannya masih saja nekad


...“Kita harus satu kata, apa jadinya kalo kita tak sepaham seperti ini, kita ini memimpin banyak rakyat” tutur Kanjeng Sultan...


...“Jadi kita akan musyawarah, dan nanti saya akan mengambil keputusan berdasarkan hasil musyawarah, lalu nanti akan saya sampaikan pada besan kita” tambahnya...

__ADS_1


...“Saya sudah bisa menangkap keputusan dari Dik Mas dan Dik Ayu Wening, gimana dengan kamu istriku?” Tanya Kanjeng Sultan pada istrinya...


...“Aku manut aja sama Kang Mas Sultan” tutur Permaisuri ragu, Kanjeng Sultan manggut - manggut mengerti keengganan istrinya...


...“Lantas gimana dengan kamu Nduk?” Tanya Kanjeng Sultan pada Vira...


Agak ragu awalnya, tapi Vira menjawab dengan mantap


...“Vira mendukung hubungan dokter Bram dan Hanum” tutur Vira yang sontak membuat Wening serta suaminya melongo kaget, sementara Permaisuri tersenyum puas...


...“Vira, apa kamu sadar kalo itu artinya kamu menentang Ibu dan Romo kamu sendiri?” Sentak Wening...


...“Vira sadar, maaf kalo Ibu dan Romo merasa Vira melawan, tapi apa salahnya jika dokter Bram dan Hanum menikah, toh mereka sama - sama saling mencintai”...


...“Dan masalah orang tua dokter Bram harusnya ga jadi persoalan, kesalahan mereka terhadap Vira dulu harusnya jangan diungkit terus, itu udah masa lalu” tutur Vira mantap...


...“Nduk, kita harus satu kata dalam mengambil keputusan, ga boleh berbeda - beda, sudah tugas kamu untuk mematuhi semua yang diputuskan oleh Romo Sultan nantinya” tutur Romo pada Vira...


...“Lantas apa keputusan Romo Sultan?” Tanya Vira pada Kanjeng Sultan...


Kanjeng Sultan menarik nafasnya


...“Dengan terpaksa, Romo memutuskan untuk menolak lamaran dokter Bram” tutur Kanjeng Sultan, di wajahnya terpancar kekecewaan, tapi mengingat orang tua Hanum sendiri sudah membuat keputusan maka ia merasa tak pantas untuk berkata aebaliknya...


...“Kamu sudah denger kan Nduk, jadi sebaiknya kamu manut sama keputusan Romo Sultan, itu sudah pakemnya, jangan ngeyel hanya gara - gara kamu pengen ngikutin keinginan mertua dan sahabat suami kamu!” Cerocos Wening...


Vira bungkam, tak berniat sedikit pun untuk menimpali Wening yang jelas sedang merasa di atas angin


...“Nduk, kamu itu Ibunya calon Sultan, kamu harus membiasakan diri menerima semua keputusan dari Sultan tanpa bantahan” tutur Kanjeng Sultan ...


Vira menggeleng


...“Maaf tapi untuk yang satu ini Vira ga bisa Romo Sultan, menurut Vira Ibu egois, Ibu ga mikirin perasaan Hanum atau Vira” tandas Vira, Wening yang mendengarnya tersulut amarah...


...“Apa maksud kamu Vira? Apa kamu ga tau kalo apa pun yang Ibu lakukan sekarang karena Ibu sayang sama kamu? Ibu masih sakit hati atas perlakuan orang tuanya Bram sama kamu!” Sengit Wening, Romo yang berada di sebelah Wening mengusap - usap punggungnya berharap amarah Wening sedikit mereda...


...“Itu kan sudah berlalu Bu, kasian Hanum dia mencintai dokter Bram, dan apa Ibu ga mikirin perasaan Vira? Vira ga nyaman Bu dengan pertengkaran Ibu dan mertua Vira, Vira jadi serba salah” tutur Vira lirih...


...“Kamu ga perlu serba salah, kamu itu anak kami, sudah seharusnya kamu mengikuti keputusan kami, kalo kamu merasa ga enak sama mertua kamu, cerai saja dari Alex, toh tanpa dia juga kamu ga akan kekurangan apa - apa” sengit Wening lagi yang seketika membuat semua orang disitu terhenyak kaget...


...“Dik Ayu, hati - hati kalau bicara!” Sentak Permaisuri, ia begitu murka mendengar omongan Wening...


...“Kamu kalo ngomong jangan sembarangan Dik” ujar Romo...


Sementara Vira meradang sudah


...“Kalo begitu Vira yang akan mundur dari keluarga keraton ini, dengan begitu Alevir juga ga akan jadi Sultan” tandas Vira, keputusan berat yang ia ambil. Tapi ia tak mungkin mau bercerai dari Alex, ia tak ingin anaknya hidup dengan kekurangan kasih sayang Ayahnya karena perceraian....


Kanjeng Sultan tersentak hebat dengan keputusan Vira, begitu pun dengan Romo dan Wening, sementara Permaisuri hanya mengelus dadanya dan kemudian meneteskan air mata


...“Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan Vira?” tanya Kanjeng Sultan, dadanya bergemuruh hebat, ia tak menyangka Vira akan mengambil keputusan seperti itu...


...“Vira yakin Romo Sultan, Vira tidak mau bercerai dari Alex dan mengorbankan kebahagiaan Alevir hanya karena Vira harus patuh pada keputusan Kanjeng Sultan atas dasar keegoisan Ibu” tandas Vira lagi sambil melayangkan pandangannya pada Wening...


Semuanya terdiam tak bergeming, tak menyangka kemelut akan menjadi sebesar itu


...“Kalo begitu Vira permisi” ucap Vira mantap yang lantas beranjak meninggalkan keluarganya yang masih kaget dengan keputusan Vira...


Vira menghela nafasnya, bukannya tak berat buat dirinya meninggalkan keluarga yang baru saja ia temui, tapi ia tak ingin dibayang - bayangi harus berpisah dari Alex, tak ada siapa pun yang bisa memisahkannya dari Alex dan Alevir


...“Puas kamu Wening? Kamu membuat Vira yang baru saja kembali ke pangkuan kita mungkin akan meninggalkan kita lagi! Apa bedanya kamu sama orang tuanya Bram, hah?” Sengit Permaisuri yang kemudian bangkit dan beranjak dari situ...


Sementara Kanjeng Sultan mulai menyesali keputusannya, setali tiga uang dengan Romo, begitu pun dengan Wening yang kini mempertanyakan keputusannya sendiri, jelas Wening tak mau ditinggalkan oleh Vira apalagi harus berjauhan dari Alevir, tapi di sisi lain hatinya masih tak bisa merestui hubungan Hanum dan Bram, entah apa yang harus ia lakukan sekarang.

__ADS_1


Note Author: Tak terasa tinggal beberapa episode menuju tamat, terima kasih untuk like, komen, favorite, gift, serta votenya selama ini ya. Masih ditunggu like, komen, favorite, gift serta votenya tak lupa kritik serta saran tentunya 🥰🥰🥰🥰. Dan semoga teman - teman suka dengan karya kedua author nanti ya ❤️❤️❤️)


__ADS_2