Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku
Hati Vira yang membeku 2


__ADS_3

Pagi ini suasana hotel sudah ramai, lobby hotel tengah diperiksa oleh bagian keamanan hingga ke sudut - sudut ruangan mengingat tamu - tamu yang akan datang adalah orang - orang penting dari dan dalam negeri


Helikopter silih berganti mendarat di helipad mengantarkan tamu - tamu penting yang langsung diboyong menuju kamar mereka masing - masing untuk menunggu dimulainya acara


Para penjaga keamanan dari semua lapisan berjaga mulai dari ujung jalan menuju hotel, razia dadakan ada dimana - mana, pengalihan lalu lintas pun terjadi karena macet yang mulai mengular.


Vira sudah berada di ruangan kerjanya, ia memindai dress yang akan dia pakai, ia harus tampil istimewa, Vira tidak ingin mempermalukan Alex di depan para tamu, bagaimana pun hari ini ia harus tampil sempurna menjadi sekretaris pribadinya Alex


Vira gegas mengganti kaos longgarnya dengan dress yang ia pilih, lalu ia mulai memoles wajahnya dengan make up hadiah dari make up artist di resort tempo hari karena Vira bersedia fotonya di pajang di katalog make up artist tersebut


Vira yang telah dilatih make up untuk segala acara oleh Diah dan Ruth, sangat terampil memoles wajahnya


Hingga beberapa saat kemudian, Vira sudah siap ke pesta


Ia menggunakan dress tanpa lengan warna royal blue merk V*****e yang kontras dengan kulitnya yang putih bersih, ia lalu menggunakan sepatu heels tinggi warna senada yang membuat Vira keliatan semakin tinggi, rambut warna cokelat dan ikal di bagian bawahnya itu ia biarkan tergerai, make upnya natural, ia lalu mengapit clutch merk D**r yang menyempurnakan penampilannya


...“Sempurna, saatnya kerja, semangat Vir” gumamnya pada dirinya sendiri...


Vira kemudian beranjak menuju lift untuk turun ke ballroom tempat diadakannya pesta, Alex seperti biasa akan datang terakhir menjadi bintang utama.


Karyawan hotel yang Vira lewati mematung melihat wanita cantik dan anggun di depan matanya, seperti biasa Vira akan menyapa dengan ramah dan penuh senyum


Dua orang penjaga pintu ballroom membukakan pintu untuk Vira, di dalam ballroom beberapa pejabat dan tokoh nasional yang kerap wara wiri di TV sudah terlihat, beberapa orang saling ngobrol baik dengan pasangannya maupun dengan kolega yang mereka temui, beberapa orang lagi menikmati hidangan sarapan yang disediakan di buffet


...Saat Vira masuk, netra orang - orang tersebut melihat Vira penuh kagum, Vira berjalan dengan anggun layaknya supermodel, tak akan ada yang menyangka bahwa Vira memakai kaos oblong dan jeans lusuh dalam kesehariannya ...


Vira menjadi magnet yang langsung menjadi perbincangan pagi itu.


Vira memindai setiap orang yang hadir, kemudian ia tersenyum manis melihat Francis dan Umar yang sudah bersiaga disana


Para tamu undangan satu per satu mulai hadir, para pewarta yang dari shubuh sudah menunggu mengambil foto mereka di lobby, para pewarta memang dilarang masuk ke ballroom karena alasan keamanan dan privasi para tamu undangan.


Vira berjalan mendekati Francis dan Umar yang melongo melihat penampilannya


...“Selamat pagi” ucap Vira pada kedua orang tersebut ramah ...


...“Selamat pagi Nona Vira” jawab mereka kompak sambil tersenyum hangat, Vira kemudian bergabung berdiri bersama mereka memindai satu per satu tamu yang hadir sekaligus menunggu kedatangan Alex ...


Tiba - tiba Vira merasa ada yang memanggil namanya dengan setengah berbisik di belakangnya


...“Viiiir” sapa Yani setengah berbisik di samping meja buffet sambil melambai ke arah Vira, Yani sedang bertugas untuk menjaga stand prasmanan hari itu...


...“Kak Yani” ucap Vira setengah berbisik dengan riang, matanya berbinar - binar...


...“Tuan - Tuan, saya permisi dulu” ujar Vira pada Francis dan Umar yang dibalas anggukan mereka...


Vira berjalan cepat mendatangi tempat Yani berjaga,

__ADS_1


dengan senyum yang merekah


...“Kak Yani” sapa Vira dan langsung menggengam tangan Yani erat, diantara semua orang asing yang ada di sini sekarang, hanya Yani yang membuat Vira merasa ada teman...


...“Vir, kamu cantik banget” ujarnya sambil balas menggenggam tangan Vira, beberapa kolega Yani yang tengah berjaga melihat Vira dengan sinis dan memindainya dari ujung kaki hingga ujung kepala...


...“Udah sarapan belum?” Tanya Yani masih setengah berbisik memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka...


...“Belum” jawab Vira jujur, boro - boro buat sarapan.. pagi ini Vira benar - benar buru - buru...


...“Aku punya yoghurt nih, kamu mau?” Tanya Yani sambil sedikit memperlihatkan 2 yoghurt yang ia sembunyikan di belakang apronnya...


...“Mau mau” jawab Vira girang...


...“Makan dulu yuk di belakang” ajak Yani, Yani kemudian mengabari koleganya bahwa ia akan ke belakang ballroom sebentar, koleganya kemudian mengangguk tanda setuju...


Yani dan Vira kemudian menyelinap lewat pintu belakang ballroom tempat para waiter atau waitress dan pegawai yang lainnya masuk


Yani dan Vira menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum mereka berjongkok di belakang meja tempat piring - piring kotor diletakkan


Yani kemudian memberikan 1 yoghurt kepada Vira yang Vira sambut dengan senyuman riang


...“Makasih ya Kak” ujar Vira...


...“Iya sama - sama, ayo cepet dimakan sebelum acara dimulai” ujar Yani...


Mereka kemudian mulai menikmati yoghurt itu


...“Enggak ah Kak, ga pede” ucap Vira dengan mulut yang tak berhenti menikmati yoghurtnya...


...“Muka secantik kamu ga pede? Nah apa kabar kak Yani coba!” Ucapnya sambil mencolek hidung Vira gemas...


...“Aku tuh janda Kak, suamiku ninggalin aku gara - gara perempuan lain, gara - gara aku miskin juga, terus aku anak yatim piatu, dari bayi tinggal di panti asuhan ntar malah kerjaanku cuma digosipin doang” tutur Vira yang entah kenapa ia merasa bebas membuka semua lukanya pada Yani...


Yani yang mendengar itu tercekat, ia menghentikan makannya dan meletakkan yoghurnya


Ia lalu memeluk Vira hangat


...“Yang sabar ya Vir, kamu pasti kuat” ujarnya dengan mata berkaca - kaca...


...“Iya Kak tenang aja, masih banyak yang sayang sama aku termasuk Kak Yani” ucap Vira sambil tersenyum hangat...


Yani membelai lembut rambut Vira untuk menyalurkan rasa prihatin pada nasib wanita muda itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Acara sudah mulai, Vira dan Yani sudah kembali ke tempat mereka masing - masing

__ADS_1


Undangan sudah hampir memenuhi ballroom, meja - meja sudah terisi penuh, hanya tinggal meja VVIP yang akan ditempati Alex dan beberapa koleganya yang entah siapa yang masih kosong


Vira, Francis, dan Umar duduk di meja di belakang meja Alex


Pintu ballroom terbuka, para tamu undangan dan semua yang ada di ballroom semuanya berdiri, Alex berjalan beriringan dengan seorang bilioner terkenal, dibelakang Alex mengekor seorang wanita cantik dan anggun dengan penampilan yang sangat mewah, dan di belakang mereka tampak sekurang - kurangnya 8 orang bodyguard yang memindai ke seluruh area ballroom


Seperti biasa penampilan Alex luar biasa sempurna, hari ini ia memakai setelan suite berwarna hitam lengkap dengan vest dan dasi kupu - kupu, rambutnya terlihat klimis membuat wajah pria itu semakin bersinar


Alex menyapa semua tamu yang datang, ia berkeliling dan mendatangi satu per satu meja para tamu, dan lalu ia kembali ke mejanya yang disambut oleh senyuman cantik wanita yang duduk persis di sebelahnya, Alex tampak berbicara hangat dengan wanita itu, sekali - kali wanita itu menyentuh tangan Alex atau menggandengnya, Alex dan wanita itu tampak serasi dan bahagia


Vira menundukkan wajahnya menahan air matanya agar tidak jatuh


Meskipun ia sadar diri bahwa Alex adalah mimpi, tapi melihat adegan itu di depan matanya sendiri membuat ia makin sadar betapa ia sering diperlakukan semena - semena oleh orang lain, betapa hina dirinya.


Umar yang melihat Vira menunduk merasa prihatin, ia tahu betul apa yang Alex lakukan padanya beberapa saat yang lalu


...“Non Vira baik - baik saja?” tanya Umar...


...Vira mendongak, memasang senyum terbaiknya...


...“Saya baik - baik saja Tuan” ucapnya dengan senyum yang ramah...


...Umar terlihat lega, ia kemudian kembali fokus menyimak kata - kata sambutan dari para tamu undangan yang hadir...


...Sepanjang acara wanita itu tak lepas menggandeng Alex, bahkan ketika Alex tengah berbincang dengan para pejabat dan tamu VIP lain...


...Alex dan Nona Sarah memang tampak serasi, Alex adalah keturunan Dubai dari Ayahnya, sementara Ibu Alex berdarah Indonesia campuran Inggris. Sedangkan Sarah adalah anak seorang pengusaha Mesir yang bergerak di bidang properti...


Acara masih berlangsung, giliran Alex yang memberikan kata sambutan, ia berbicara dalam bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan Perancis, mewakili asal negara para tamu undangan untuk menghormati mereka, para tamu undangan tentu saja merasa terhormat oleh perlakuan spesial Alex itu.


...****************...


...Acara hampir selesai, banyak tamu undangan yang sudah kembali ke kamar mereka atau kembali ke tempatnya masing - masing...


...Vira tengah meregangkan badannya di kursi kerjanya, ia kemudian menatap tumpukan kartu nama yang ia dapatkan dari para lelaki yang mendekatinya tadi, ia kemudian meletakkan kartu nama itu begitu saja di atas mejanya, kemudian netranya terbelalak.. ia lupa menyerahkan laporan pertanggung jawaban departemen marketing yang Alex tunggu sore ini. ...


...Vira yang masih memakai gaun pestanya gegas menuju liftt untuk naik menuju kamar Alex di lantai 20. ...


...Sesampainya di depan kamar presiden suite Vira melihat para bodyguard beserta Francis dan Umar yang berada diluar...


...Vira berjalan mendekat...


...“Ada yang bisa saya bantu Nona?” Tanya Francis ramah...


...“Iya Tuan, maaf saya harus menunjukkan laporan ini pada Tuan Alex, Tuan Alex menunggunya sore ini” jawab Vira...


...“Maaf Nona, Tuan sedang tidak bisa diganggu, sedang ada Nona Sarah di dalam” jawab Francis sepelan mungkin, sama seperti Umar Francis pun tahu apa yang Alex lakukan padanya, Francis maupun Umar yang memang sudah menaruh prihatin pada Vira begitu mengetahui kisah Vira dari orang - orang mereka yang menyelidiki Vira, tambah tidak tega dengan apa yang menimpa Vira sekarang...

__ADS_1


...“Baik Tuan Francis, saya titipkan dokumen ini pada Tuan” ujar Vira dengan sangat tenang dan diiringi senyum yang merekah di bibirnya, membuat Umar dan Francis bingung bagaimana Vira bisa setenang itu...


...“Saya permisi dulu Tuan” ujar Vira undur diri, Vira kemudian berlalu dari sana membawa hatinya yang sudah membeku...


__ADS_2